Adhisty Zara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Adhisty Zara
Adhisty Zara
Latar belakang
Nama lahir Adhisty Zara Sundari Kusumawardhani
Nama lain Zara
Dhisty
Pipu
Baba
Lahir 21 Juni 2003 (umur 15)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Suku bangsa Sunda
Jenis musik Pop
Pekerjaan Penyanyi, Penari
Instrumen Vokal
Tahun aktif 2016–sekarang
Perusahaan rekaman DentsuXEntertainment
Hits Records (sebagai studio)
Terkait dengan JKT48
Hubungan Hasyakyla Utami (Kakak)
Acil Bimbo (Kakek)
Agama Islam
Anggota
JKT48 (2016–sekarang)

Adhisty Zara Sundari Kusumawardhani (lahir di Bandung, 21 Juni 2003; umur 15 tahun), juga dikenal sebagai Adhisty Zara dan Zara JKT48, adalah seorang penyanyi Indonesia dan anggota grup idola JKT48 yang berasal dari Bandung, Indonesia. Zara merupakan adik dari Hasyakyla Utami Kusumawardhani, yang juga anggota JKT48. Mereka adalah cucu dari personel grup musik legendaris Bimbo, Acil. Saat ini Zara tergabung di Tim T JKT48.

Diskografi

Keterlibatan di singel utama JKT48

Keterlibatan di singel pendamping JKT48 (Under Girls)

Peringkat dalam Pemilihan Member Singel JKT48

  • #23 (Under Girls, 2017)
  • #32 (Under Girls, 2018)

Di luar JKT48

Filmografi

Film

Tahun Judul Peran Produksi
2018 Dilan 1990 Disa Falcon Pictures dan Max Pictures
Keluarga Cemara Euis Visinema Pictures
2019 Dilan 1991 Disa[1] Falcon Pictures dan Max Pictures
Segera Dua Garis Biru Dara Kharisma StarVision
Ratu Ilmu Hitam Rapi Films

Penghargaan

Nama Kategori Karya yang dinominasikan Hasil Ref.
Piala Maya 2018 Aktor/Aktris Cilik/Remaja Terpilih Keluarga Cemara Menang [2]
Indonesian Movie Actors Awards 2019 Pemeran Anak-anak Terbaik Menang

Referensi

  1. ^ Ramadani Barus (17 Januari 2019). "Penuh Pemain Baru, Inilah 13 Potret Lengkap Pemain Dilan 1991". idntimes.com. 
  2. ^ Maria Cicilia (19 Januari 2019). ""Keluarga Cemara" menang besar di Piala Maya". Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Diakses tanggal 20 Januari 2019. 

Pranala luar