Joko Anwar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Joko Anwar
Joko Anwar Best Director Festival Film Indonesia 2015.jpg
Lahir3 Januari 1976 (umur 46)
Medan, Sumatra Utara, Indonesia
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
Pekerjaan
Tahun aktif2003—sekarang
Tanda tangan
Joko Anwar (signature).svg
Penghargaan
Festival Film Indonesia

Joko Anwar (lahir 3 Januari 1976) adalah sutradara, pemeran, penulis skenario, dan produser film Indonesia.

Awal kehidupan[sunting | sunting sumber]

Joko Anwar lahir pada tanggal 3 Januari 1976 di sebuah kawasan perkampungan miskin di Medan, Sumatra Utara dan tumbuh besar dengan menonton film-film kungfu dan horor. Sejak duduk di sekolah menengah pertama, dia juga telah menulis dan menyutradarai pertunjukan drama. Joko kemudian berkuliah di Institut Teknologi Bandung untuk mempelajari teknik penerbangan, karena orang tuanya tidak sanggup menyekolahkannya ke sekolah film. Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, ia menjadi wartawan di The Jakarta Post dan kemudian menjadi kritikus film.[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

Saat mewawancarai Nia Dinata untuk The Jakarta Post, produser dan sutradara film itu sangat terkesan dengan Joko dan mengajaknya untuk menulis proyek filmnya yang kemudian dikenal dengan judul Arisan! (2003). Film tersebut mendapat sukses yang luar biasa baik secara komersial maupun pujian dari para kritikus dan memenangkan beberapa penghargaan di dalam dan luar negeri termasuk "Film Terbaik" di Festival Film Indonesia 2004 and "Best Movie" di MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2004.[2][3]

Joko kemudian menyutradarai film pertamanya pada 2005, sebuah komedi romantis berjudul Janji Joni, yang ceritanya dia tulis saat masih duduk di bangku kuliah pada tahun 1998. Film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata ini merupakan salah satu peraih box office pada tahun itu dan memenangkan "Best Movie" di MTV Indonesia Movie Awards tahun 2005. SET Foundation yang diketuai oleh pembuat film Garin Nugroho memberikannya penghargaan khusus untuk "cara bercerita yang inovatif" dalam film itu. Janji Joni juga masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional bergengsi, antara lain Sydney Film Festival dan Festival Film Internasional Busan. Film ini juga menghidupkan kembali karier Barry Prima, yang dikenal dunia internasional sebagai seorang bintang film laga yang merupakan bintang film favorit Joko sewaktu kecil.

Joko Anwar pada tahun 2007.

Pada tahun 2007, Joko Anwar menulis dan menyutradarai Kala, yang disebut-sebut sebagai film noir pertama dari Indonesia yang mendapat pujian dari para kritikus internasional. Film ini terpilih dalam seleksi lebih dari 30 film festival internasional dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk di antaranya sebuah Jury Prize di New York Asian Film Festival.[4]

Selain menulis skenario untuk disutradarainya sendiri, Joko Anwar juga menulis skenario untuk sutradara lain, termasuk film komedi Quickie Express (Dimas Djayadiningrat), yang memenangkan "Best Film" di Jakarta International Film Festival pada tahun 2008, dan Jakarta Undercover (Lance). Dua film tersebut juga sukses secara komersial. Joko juga menulis skenario film fiksi. (Mouly Surya) yang mendapat pujian dari para kritikus internasional dan memenangkan banyak penghargaan, antara lain "Film Terbaik" dan "Skenario Terbaik" dalam Festival Film Indonesia 2008.

Film Joko Anwar selanjutnya adalah Pintu Terlarang yang dirilis pada tahun 2009. Film ini adalah sebuah film cerita seru psikologis yang juga mendapat pujian dari para kritikus. Kritikus Richard Corliss dari majalah TIME menulis, "Cerdas sekaligus 'sakit', film ini bisa menjadi kartu panggilan buat Joko Anwar sebagai sutradara kelas dunia, seandainya para petinggi Hollywood itu menginginkan sesuatu yang lain dari produk mereka yang itu-itu saja". Dia juga menyebutkan bahwa film ini merupakan "contoh sejauh apa film bisa dibuat tetapi jarang dicoba".[5] Maggie Lee dari The Hollywood Reporter menulis bahwa film Joko Anwar ini akan "membuat (Alfred) Hitchcock dan (Pedro) Almodovar bangga", dan menyebutkan bahwa "Joko Anwar mempersembahkan sebuah film horor-suspens yang menakutkan ini dengan serangkaian penghormatan kepada para pembuat film terkemuka secara menakjubkan".[6] Film ini juga telah masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional terkemuka, di antaranya International Film Festival Rotterdam dan New York Asian Film Festival, serta memenangkan penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.

Pada 2015, film Joko berikutnya merupakan sebuah drama thriller A Copy of My Mind yang sempat diikutsertakan dalam Venice Film Festival dan Toronto International Film Festival, hingga kemudian mengikuti Festival Film Indonesia 2015 dan diputar secara resmi di bioskop Indonesia pada Februari 2016. Dalam ajang FFI 2015, film ini meraih 7 nominasi (termasuk untuk Film Terbaik) dan akhirnya memenangkan 3 Piala Citra, termasuk menobatkan Joko sebagai Sutradara Terbaik festival tahun itu.

Pada 2017, Joko membuat ulang sebuah film horor Pengabdi Setan yang aslinya dibuat pada 1980. Oleh para kritikus film ini sempat disebut-sebut sebagai "barometer atau standar baru bagi film horor Indonesia", dan menjadi film Indonesia terlaris pada tahun itu. Dalam ajang Festival Film Indonesia 2017 film ini meraih 13 nominasi dan berhasil memenangkan 7 di antaranya, namun gagal dalam kategori Sutradara Terbaik maupun Film Terbaik.

Pada 2019, Joko menghasilkan sebuah film pahlawan super Gundala yang didasarkan pada cerita karakter pahlawan super Indonesia tahun 1969 Gundala karya Hasmi (Harya Suraminata). Film ini juga mencetak box office di tahun itu dan turut berlaga dalam ajang Festival Film Indonesia 2019.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Peran Keterangan
Sutradara Produser Penulis Aktor
2003 Biola Tak Berdawai Asisten sutradara 2 Tidak Supervisor naskah Tidak N/A
Joni Be Brave Ya Tidak Ya Tidak Film pendek
Arisan! Asisten sutradara Tidak Penerjemah naskah Ya Manajer restoran Kameo; Nominasi Skenario Terbaik Festival Film Indonesia 2004 
2004 Ajang Ajeng Ya Tidak Tidak Tidak N/A Dokumenter
2005 Janji Joni Ya Tidak Ya Tidak Nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2005
2006 Berbagi Suami Tidak Tidak Tidak Ya Produser Kameo
Koper Tidak Tidak Tidak Ya Petugas polisi
Dunia Mereka Tidak Tidak Tidak Ya Manajer agensi
2007 Jakarta Undercover Tidak Tidak Ya Tidak N/A
Kala Ya Tidak Ya Tidak
Quickie Express Tidak Tidak Ya Tidak
2008 Mereka Bilang, Saya Monyet! Tidak Tidak Tidak Ya Bos Kameo
Love Tidak Tidak Tidak Ya Arya
fiksi. Tidak Tidak Bersama Mouly Surya Tidak N/A Pemenang Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia 2008
Gara-Gara Bola Tidak Tidak Tidak Ya Interogator Mieke Kameo
Babi Buta yang Ingin Terbang Tidak Tidak Tidak Ya Yahya
Cinta Setaman Tidak Tidak Tidak Ya Sutradara film Kameo
2009 Pintu Terlarang Ya Tidak Ya Tidak N/A Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2009
Rumah Dara Tidak Tidak Tidak Ya Eksekutif muda Kameo
Meraih Mimpi Tidak Tidak Tidak Ya Ubay Pengisi suara
2010 Madame X Tidak Tidak Tidak Ya Aline
2011 Belkibolang Tidak Tidak Tidak Tidak N/A Sebagai operator kamera dalam segmen Percakapan Ini
Catatan (Harian) Si Boy Tidak Tidak Tidak Ya Asisten Boy Kameo; juga sebagai konsultan kreatif
Langit Biru Tidak Tidak Tidak Ya Mr. Tiko
2012 Parts of the Heart Tidak Tidak Tidak Ya Peter di usia 35 Segmen The Couch and The Cat
Durable Love Ya Tidak Ya Tidak N/A Film pendek
Modus Anomali Ya Tidak Ya Tidak
Missing Tidak Tidak Tidak Ya Tetangga Kameo; film pendek
Suncatchers Ya Tidak Ya Tidak N/A Film pendek
Grave Torture Ya Tidak Ya Tidak
Fresh to Move On Ya Tidak Ya Tidak
2013 Demi Ucok Tidak Tidak Tidak Ya Produser film Kameo
What They Don't Talk About When They Talk About Love Tidak Tidak Tidak Ya Pemain sandiwara radio Kameo; pengisi suara
Mika Tidak Tidak Tidak Ya Dokter gigi Kameo
3Sum Tidak Tidak Tidak Ya Ketua Badan Investigasi Korupsi Kameo; segmen Impromptu
The New Found Ya Tidak Ya Tidak N/A Film pendek
1000 Balon Tidak Tidak Tidak Ya Polisi Kameo
2014 Sebelum Pagi Terulang Kembali Tidak Tidak Tidak Ya Anggota DPR
2015 Melancholy is a Movement Tidak Tidak Tidak Ya Diri sendiri
Filosofi Kopi Tidak Tidak Tidak Ya Penagih utang Kameo
A Copy of My Mind Ya Eksekutif Ya Tidak N/A Pemenang Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2015
Nay Tidak Tidak Tidak Ya Pram Pengisi suara
2016 Ini Kisah Tiga Dara Tidak Tidak Tidak Ya Pengemudi taksi Kameo
Jenny Ya Tidak Tidak Tidak N/A Film pendek
Jangan Kedip Ya Tidak Tidak Tidak
2017 Galih dan Ratna Tidak Tidak Tidak Ya Pak Dedy
Stip & Pensil Tidak Tidak Bersama Ernest Prakasa dan Bene Dion Rajagukguk Tidak N/A Nominasi Skenario Asli Terbaik Festival Film Indonesia 2017 
Jalanin Aja Ya Tidak Ya Tidak Film pendek
The Underdogs Tidak Tidak Tidak Ya Ayah Ellie
Pengabdi Setan Ya Tidak Ya Ya Dono Budiono Nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2017
My Generation Tidak Tidak Tidak Ya Ayah Konji
2018 Reuni Z Tidak Tidak Tidak Ya Diri sendiri
Fly By Night Tidak Tidak Tidak Ya Alan Film Malaysia
27 Steps of May Tidak Tidak Tidak Ya Manajer petinju lawan Kameo
Ave Maryam Tidak Tidak Tidak Ya Romo Martin
Kisah Dua Jendela Tidak Tidak Tidak Ya Tito
2019 Orang Kaya Baru Tidak Tidak Ya Tidak N/A Nominasi Skenario Asli Terbaik Festival Film Indonesia 2019
Gundala Ya Tidak Ya Tidak Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2019
Perempuan Tanah Jahanam Ya Tidak Ya Tidak Pemenang Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2020
Ratu Ilmu Hitam Tidak Tidak Ya Tidak Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2020
2021 A World Without Tidak Tidak Konsultan naskah Ya Joko Liauw Film orisinal Netflix
2022 Pengabdi Setan 2: Communion Ya Tidak Ya Ya Penyiar radio / penelepon radio / penumpang bus Kameo
Sri Asih Tidak Ya Ya Tidak N/A
2023 Siege at Thorn High Ya Tidak Tidak Tidak Film orisinal Prime Video
TBA Gundala Putra Petir Ya Tidak Ya Tidak
Fritzchen Ya Tidak Tidak Tidak Film Amerika
Keterangan
  Belum dirilis

Serial televisi[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Keterangan
Sutradara Penulis
2015 Halfworlds Ya Ya Musim pertama
2018 Folklore Ya Ya Episode: A Mother's Love

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Joko's Promise | The Jakarta Post". web.archive.org. 2011-03-05. Archived from the original on 2011-03-05. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  2. ^ "Profil Joko Anwar". www.viva.co.id. 2017-10-24. Diakses tanggal 2022-06-04. 
  3. ^ "Joko Anwar - Arsip FFI". www.festivalfilm.id. Diakses tanggal 2022-06-05. 
  4. ^ "Twitch.com Report (2008)". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2009-07-08. 
  5. ^ "Asian Film Fireworks for the Fourth (2009)". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-08. Diakses tanggal 2009-07-08. 
  6. ^ "The Forbidden Door -- Film Review (2009)". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-09. Diakses tanggal 2009-07-09. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]