Joko Anwar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Joko Anwar
Joko anwar scroundbites 2007.jpg
Joko Anwar pada 2007
Lahir 3 Januari 1976 (umur 44)
Bendera Indonesia Medan, Sumatra Utara, Indonesia
Pekerjaan sutradara, penulis skenario, produser film
Tahun aktif 2003 - sekarang
Situs web http://www.jokoanwar.com

Joko Anwar (lahir di Medan, Sumatra Utara, 3 Januari 1976; umur 44 tahun) adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film dari Indonesia.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Awal Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Joko Anwar – yang pernah telanjang di muka umum demi mendapatkan pengikut di media sosial [1][2] lahir pada tanggal 3 Januari 1976 di sebuah kawasan perkampungan miskin di Medan, Sumatra Utara, dimana dia tumbuh besar dengan menonton film-film kung fu dan horror.[3] Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, dia juga telah menulis dan menyutradarai pertunjukan drama. Joko kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung untuk belajar Aerospace Engineering karena orang tuanya tidak sanggup menyekolahkannya ke sekolah film.[3] Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, dia menjadi wartawan di The Jakarta Post dan kemudian kritikus film, sebelum akhirnya menjadi seorang sineas.

Karier[sunting | sunting sumber]

Saat mewawancarai Nia Dinata untuk The Jakarta Post, produser dan sutradara film itu sangat terkesan dengan Joko dan mengajaknya untuk menulis proyek filmnya yang kemudian dikenal dengan judul Arisan! (2003).[3] Film tersebut mendapat sukses yang luar biasa baik secara komersial maupun pujian dari para kritikus dan memenangkan beberapa penghargaan di dalam dan luar negeri termasuk "Film Terbaik" di Festival Film Indonesia 2004 and "Best Movie" di MTV Indonesia Movie Awards pada tahun 2004.

Joko lalu menyutradarai film pertamanya, sebuah komedi romantis berjudul Janji Joni (Joni's Promise) (2005), yang dia tulis saat dia masih duduk di bangku kuliah pada tahun 1998. Film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata ini merupakan salah satu peraih box office terbesar pada tahun itu dan memenangkan "Best Movie" di MTV Indonesia Movie Awards tahun 2005. SET Foundation yang diketuai oleh pembuat film Garin Nugroho memberikannya penghargaan khusus untuk "cara bercerita yang inovatif' dalam film itu. Janji Joni (Joni's Promise) juga masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional bergengsi, antara lain Sydney Film Festival dan Pusan International Film Festival. Film ini juga menghidupkan kembali karier Barry Prima, yang dikenal dunia internasional sebagai seorang bintang laga film cult yang merupakan bintang film favorit Joko sewaktu kecil.[3]

Pada tahun 2007, Joko Anwar menulis dan menyutradarai Kala, yang disebut-sebut sebagai film noir pertama dari Indonesia yang mendapat pujian dari para kritikus internasional. Majalah film terkemuka dari Inggris, Sight & Sound, memilih film ini sebagai salah satu film terbaik pada tahun itu dan juga menamakan Joko sebagai "salah satu sutradara tercerdas di Asia".[4] Film ini terpilih dalam seleksi lebih dari 30 film festival internasional dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk di antaranya sebuah Jury Prize di New York Asian Film Festival.[5] The Hollywood Reporter menyebut Kala sebagai "sebuah "film noir" cerdas yang mengingatkan penonton pada film "M" karya Fritz Lang" [6] Film ini juga telah disandingkan dengan karya-karya Alex Proyas dan Kiyoshi Kurosawa.[7]

Selain menulis skenario untuk disutradarainya sendiri, Joko Anwar juga menulis skenario untuk sutradara lain, termasuk film komedi Quickie Express, yang memenangkan "Best Film" di Jakarta International Film Festival pada tahun 2008, dan Jakarta Undercover. Dua film tersebut juga sukses secara komersial. Joko juga menulis skenario film fiksi. yang mendapat pujian dari para kritikus internasional dan memenangkan banyak penghargaan, antara lain "Film Terbaik" dan "Skenario Terbaik" di Festival Film Indonesia 2008.

Film Joko Anwar selanjutnya adalah Pintu Terlarang yang dirilis pada tahun 2009. Film ini adalah sebuah film thriller psikologis yang juga mendapat pujian dari para kritikus. Kritikus Richard Corliss dari majalah TIME menulis, "Cerdas sekaligus sakit, film ini bisa jadi kartu panggilan buat Joko Anwar sebagai sutradara kelas dunia, kalau saja para petinggi Hollywood menginginkan sesuatu yang lain dari produk mereka yang itu-itu saja". Dia juga menyebutkan bahwa film ini merupakan "contoh sejauh apa film bisa dibuat tetapi jarang dicoba".[8] Maggie Lee dari The Hollywood Reporter menulis bahwa film Joko Anwar ini akan "membuat (Alfred) Hitchcock dan (Pedro) Almodovar bangga", dan menyebutkan bahwa "Joko Anwar memberikan film horor-suspens yang menakutkan ini dengan serangkaian penghargaan kepada para pembuat film terkemuka secara menakjubkan".[9] Film ini juga telah masuk dalam seleksi beberapa festival film internasional terkemuka, termasuk di antaranya International Film Festival Rotterdam, New York Asian Film Festival, dan Dead by Dawn. Pintu Terlarang juga memenangkan penghargaan tertinggi sebagai film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.[10]

Pada 2012, Joko mengumumkan dua film yang akan disutradarainya yaitu Pernikahan Terakhir di Bumi dan Eksekutors.[11] Pada 2015, Joko juga menyebutkan A Copy of My Mind akan menjadi film pertama dari Trilogi Kapsul Waktu selain sekuelnya yang akan diproduksi A Copy of My Soul dan A Copy of My Heart.[12] Joko juga akan menyutradarai dua film lainnya dari tiga film hasil kerja sama dengan Ivanhoe Pictures selain Perempuan Tanah Jahanam yaitu Ghost in the Cell dan The Vow.[13] Sebuah sekuel dari Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam juga sedang direncanakan.[14]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Film Sutradara Produser Penulis Keterangan
2003 Biola Tak Berdawai Asisten sutradara 2 Tidak Tidak
Arisan! Tidak Tidak Ya Nominasi Skenario Terbaik Festival Film Indonesia 2004 (bersama Nia Dinata)
2004 Ajang Ajeng Ya Tidak Tidak Dokumenter
2005 Janji Joni ("Joni's Promise" - judul Inggris) Ya Tidak Ya Nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2005
2007 Jakarta Undercover Tidak Tidak Ya
Kala ("Dead Time" - judul Inggris) Ya Tidak Ya
Quickie Express Tidak Tidak Ya
2008 fiksi. Tidak Tidak Ya Pemenang Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia 2008 (bersama Mouly Surya)
2009 Pintu Terlarang ("The Forbidden Door" - judul Inggris) Ya Tidak Ya Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2009
2012 Modus Anomali ("Ritual" - judul Inggris) Ya Tidak Ya
2015 A Copy of My Mind Ya Eksekutif Ya Pemenang Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia 2015
2017 Stip & Pensil Tidak Tidak Ya Nominasi Skenario Asli Terbaik Festival Film Indonesia 2017 (bersama Ernest Prakasa dan Bene Dion Rajagukguk)
Pengabdi Setan ("Satan's Slave" - judul Inggris) Ya Tidak Ya Nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2017
2019 Orang Kaya Baru Tidak Tidak Ya Nominasi Skenario Asli Terbaik Festival Film Indonesia 2019
Gundala Ya Tidak Ya Nominasi Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2019
Perempuan Tanah Jahanam ("Impetigore" - judul Inggris) Ya Tidak Ya
Ratu Ilmu Hitam Tidak Tidak Ya

Film pendek[sunting | sunting sumber]

Tahun Film Sutradara Produser Penulis Keterangan
2003 Joni Be Brave Ya Tidak Ya
2012 Grave Torture Ya Tidak Ya
Fresh to Move On Ya Tidak Ya
Durable Love Ya Tidak Ya
Suncatchers Ya Tidak Ya
2013 The New Found Ya Tidak Ya
2016 Jenny Ya Tidak Tidak
Don't Blink Ya Tidak Tidak
2017 Jalanin Aja Ya Tidak Ya

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Tahun Film Peran Keterangan
2003 Arisan! Manajer restoran
2006 Berbagi Suami ("Love for Share" - judul Inggris) Produser
2008 Tarzan ke Kota Pengisi suara
Mereka Bilang, Saya Monyet! Manajer
Babi Buta yang Ingin Terbang ("Blind Pig Who Wants to Fly" - judul Inggris) Yahya
2009 Rumah Dara ("Macabre" - judul Inggris) Bintang tamu
2010 Madame X Aline
2012 Parts of the Heart Peter (usia 35)
Missing Tetangga Film pendek
2013 Demi Ucok Produser film Sutradara Sammaria Simanjuntak
3Sum Pemeran segmen Impromptu
2014 Sebelum Pagi Terulang Kembali ("Before the Morning Repeated" - judul Inggris) Anggota DPR
2015 Nay Pram Pengisi suara
Melancholy is a Movement Diri sendiri
2016 Ini Kisah Tiga Dara ("Three Sassy Sisters" - judul Inggris) Pengemudi taksi
2017 Galih dan Ratna Pak Dedy
My Generation Ayah Konji
The Underdogs Ayah Ellie
Pengabdi Setan ("Satan's Slave" - judul Inggris) Dono Budiono
2018 Fly By Night Alan
Kisah Dua Jendela (Daysleepers) Tito
27 Steps of May Manajer petinju lawan
Ave Maryam Romo Martin Sutradara Ertanto Robby Soediskam

Serial televisi[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
2015 Halfworlds Season 1 Sutradara, Penulis Naskah Serial asli HBO Asia
2018 Folklore: A Mother's Love Sutradara, Penulis Naskah Serial asli HBO

Kolaborator setia[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nasional Kompas: Heboh Joko Anwar Bugil di Twitter
  2. ^ KapanLagi: Mr P Joko Anwar trauma
  3. ^ a b c d Profil Joko Anwar Profile di The Jakarta Post (2007-)
  4. ^ Sight & Sound Films of 2007 (2007)
  5. ^ Twitch.com Report(2008)
  6. ^ Kala Review at The Hollywood Reporter (2007)
  7. ^ Twitch Report (2008)
  8. ^ Asian Film Fireworks for the Fourth (2009)
  9. ^ The Forbidden Door -- Film Review (2009)
  10. ^ Variety (2009)
  11. ^ "Sutradara Jakarta Undercover Siapkan Dua Film Baru". Liputan 6. 14 November 2012. Diakses tanggal 19 November 2019. 
  12. ^ "Joko Anwar Akan Buat Trilogi dari Film "A Copy of My Mind"". Berita Satu. 21 Agustus 2015. Diakses tanggal 19 November 2019. 
  13. ^ Frater, Patrick (10 September 2018). "Ivanhoe Finds Partners for Slate of Films From Indonesia" [Ivanhoe Mencari Mitra bagi Tunas Film dari Indonesia]. Variety. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  14. ^ "Rapi Films Bersiap Garap 'Pengabdi Setan 2'". CNN Indonesia. 5 September 2019. Diakses tanggal 19 November 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]