Film pahlawan super
Film pahlawan super (juga disebut film superhero atau film adiwira) merupakan salah satu genre film yang berakar pada film laga, fantasi, dan fiksi ilmiah. Genre ini berfokus pada tokoh pahlawan super, yaitu individu yang umumnya memiliki kemampuan luar biasa atau supernatural yang melampaui manusia biasa dan menggunakan kemampuan tersebut untuk melindungi masyarakat. Film pahlawan super hampir selalu menonjolkan unsur aksi dan sering kali mengisahkan asal-usul kekuatan tokohnya serta konflik dengan tokoh antagonis yang memiliki kemampuan serupa, yang dikenal sebagai supervillain.
Asal dan Sumber Cerita
[sunting | sunting sumber]Sebagian besar film pahlawan super berasal dari adaptasi buku komik, khususnya komik bergenre fantasi dan fiksi ilmiah. Adaptasi tersebut mencakup berbagai karakter dan semesta cerita yang telah dikenal luas melalui media cetak. Meskipun demikian, tidak semua film pahlawan super merupakan adaptasi komik. Beberapa judul, seperti RoboCop, Darkman, The Meteor Man, Up, Up, and Away, Unbreakable, The Incredibles, Hancock, dan Megamind, merupakan karya orisinal yang tidak secara langsung diadaptasi dari komik.
Selain komik, sumber cerita film pahlawan super juga berasal dari media lain. Film The Green Hornet, misalnya, didasarkan pada serial radio yang kemudian diadaptasi ke dalam bentuk serial televisi pada dekade 1960-an. Sementara itu, Underdog dan The Powerpuff Girls diadaptasi dari serial animasi televisi dengan judul yang sama. Dalam konteks animasi Jepang, film pahlawan super anime umumnya diadaptasi dari manga.
Warlaba dan Popularitas
[sunting | sunting sumber]Sejak akhir abad ke-20, film pahlawan super berkembang menjadi salah satu genre film paling populer secara komersial. Sejumlah waralaba besar mendominasi pendapatan box office global. Waralaba film pahlawan super terlaris sejak 1967 mencakup Ultra Series yang diproduksi oleh Tsuburaya Productions, serta Kamen Rider dan Super Sentai yang diproduksi oleh Toei Company. Di Amerika Serikat, waralaba seperti Blade (New Line Cinema), X-Men (20th Century Fox), trilogi Spider-Man karya Sam Raimi, duologi The Amazing Spider-Man karya Marc Webb, The Incredibles produksi Pixar, serta The Dark Knight Trilogy yang disutradarai oleh Christopher Nolan menjadi bagian penting dalam perkembangan genre ini.
Pada dekade 2000-an hingga 2020-an, Marvel Cinematic Universe (MCU) dan DC Extended Universe (DCEU) berkontribusi besar terhadap peningkatan popularitas film pahlawan super secara global. Berdasarkan data pendapatan box office, film-film Marvel secara keseluruhan telah menghasilkan lebih dari 25 miliar dolar Amerika Serikat, menjadikan genre ini sebagai salah satu yang paling menguntungkan dalam sejarah perfilman. [1][2][3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "All 31 Marvel Cinematic Universe movies, ranked by how much money they made at the global box office". Business Insider (dalam bahasa American English).
- ↑ "All Time Worldwide Box Office for Super Hero Movies". The Numbers.
- ↑ "72 Best Superhero Movies of All Time" (dalam bahasa American English).
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Lichtenfeld, Eric (2007). Action Speaks Louder: Violence, Spectacle, and the American Action (dalam bahasa Inggris). Wesleyan University Press. ISBN 978-0-8195-6801-4.
- The Staff and Friends of Scarecrow (2003). The Scarecrow Video Movie Guide (dalam bahasa Inggris). Sasquatch Books. ISBN 1-57061-415-6.