Kanibal - Sumanto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kanibal - Sumanto
Kanibal Sumanto.jpg
Sutradara Christ Helweldery
Produser Chand Parwez Servia
Shanker RS Bsc
Penulis Taufik Daraming Tahir
Rahmat Takdir
Pemeran Jeremias Nyangoen
Farah Diana
Aty Cancer
Sujiwo Tejo
Della Puspita
Anna Tairas
Chandra Louis
Akbar
Citra Gema
M. Tompoh
Musik Sujiwo Tejo
Penyunting Dwi Ilalang
Distributor Starvision Plus
Durasi 103 menit
Negara Indonesia

Kanibal - Sumanto merupakan film drama horor Indonesia yang dirilis pada 27 Mei 2004 yang disutradarai oleh Christ Helwerdery dan diproduksi oleh Starvision Plus. Film ini dibintangi antara lain oleh Jeremias Nyangoen, Farah Diana, Aty Cancer, Sujiwo Tejo, Della Puspita, Anna Tairas, Chandra Louis, Akbar, Citra Gema, dan M. Tompoh. Film ini sendiri diambil dari kisah nyata dari Sumanto.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kanibal (Pemakan Mayat) - Sumanto Berdasarkan Kisah Nyata


Sumanto (Jeremias Nyangoen), pemuda lugu dan miskin dari desa Plumutan, Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah, ditahan polisi atas tuduhan memakan mayat. Peristiwa tentang kanibalisme ini menggemparkan desa dan menjadi berita ramai di koran-koran. Wartawan muda, Lili Wijaya (Farach Diana), ditugaskan untuk meliput kasus Sumanto itu. Hingga ia mewawancarai Sumanto di dalam tahanan. Sumanto mengisahkan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga kemudian menjadi seorang kanibal.

Lewat kilas balik, digambarkan Sumanto sejak kecil suka memakan binatang seperti jangkrik. Dikisahkan pula ia pernah berpacaran dengan Samien (Ati Cancer), gadis desa tetangganya. Sumanto dikeroyok pemuda desa saat berpacaran, dan sejak itu ia berpikir untuk mendapat ilmu kebal. Dia lalu berguru pada Ki Sirat (Sujiwo Tejo). Syaratnya ia harus memakan sejumlah mayat. Melakukan pertapaan dan menahaan diri dari godaan seperti bidadari (Della Puspita). Kemudian Sumanto merantau ke Lampung, menjadi buruh perkebunan. Di tempat ini, ia sempat berhadapan dengan penjahat yang memaksanya menyerahkan uang. Karena terpaksa, Sumanto menebas perut sang penjahat hingga tewas. Mayat penjahat itu lalu dimakannya.

Kebiasaan ini berlanjut saat Sumanto pulang ke desanya, hingga diketahui warga dan ditangkap polisi. Lili yang ingin melengkapi laporannya, mencari Ki Sirat. Namun, Lili selalu dintai keberderaannya karena mengincar seseorang. Hingga Lili diajak Ki Sirat ke tempat sunyi dan diancam akan dibunuh, karena laporannya bisa menyeretnya ke pengadilan. Namun sayangnya, Lili lolos dari ancaman dan menyelesaikan laporannya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]