Slank Nggak Ada Matinya (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Slank Nggak Ada Matinya[1]
138441903824518 300x430.jpg
Poster film
Sutradara Fajar Bustomi
Produser Chand Parwez Servia
Fiaz Servia
Pemeran SLANK
Adipati Dolken
Ricky Harun
Ringgo Agus Rahman
Ajun Perwira
Aaron Ashab
Deva Mahenra
Meriam Bellina
Olivia Lubis Jensen
Alisia Rininta
Jessica Mila
Nadine Alexandra
Kirana Larasati
Eza Gionino
Tora Sudiro
Mikha Tambayong
Sahila Hisyam
Chika Jessica
Deddy Mahendra Desta
Epy Kusnandar
Hanung Bramantyo
Piyu
Yusuf Mansur
The Changcuters
Joshua Pandelaki
Poppy Sovia
Musik Slank Nggak Ada Matinya, Slank
Sinematografi Aek Bewava
Penyunting Cesa David Luckmansyah
Perusahaan
produksi
Distributor Kharisma Starvision Plus
Tanggal rilis
24 Desember 2013 (2013-12-24)
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia

Slank Nggak Ada Matinya adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 24 Desember 2013 dan dibintangi oleh personil SLANK, Adipati Dolken, Ricky Harun, Ajun Perwira, Aaron Ashab dan Deva Mahenra. Film ini juga melibatkan ribuan Slankers.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1997, Abdee (Deva Mahenra) dan Ridho (Ajun Perwira) dipanggil SLANK untuk datang ke Potlot dan bermain musik bersama Bimbim (Adipati Dolken) dan Ivanka (Aaron Ashab), yang ingin membuktikan bahwa SLANK tidak bubar sejak ditinggal personil sebelumnya, dan juga tampil sebagai additional player untuk posisi gitaris yang masih kosong dalam rangkain tur mereka dan diubah cara penampilan mereka oleh pengarah gaya yang bernama Nadine (Nadine Alexandra).

Sementara itu, Kaka (Ricky Harun) yang merupakan vokalis SLANK dan sudah beristrikan April (Kirana Larasati) sedang kecanduan narkoba walau pasangan tersebut telah memiliki anak. Selain itu Penny (Chika Jessica) yang sangat mencintai Kaka berusaha untuk mendapatkan hati Kaka dengan kekonyolannya.

Dengan formasi yang baru tersebut, SLANK kembali merilis album terbaru mereka yang bertitelkan Tujuh dengan lagu utama Balikin yang membuat nama band ini makin melambung dan meraih berbagai penghargaan musik. Abdee dan Ridho yang awalnya hanya sebagai musisi tambahan, resmi menjadi anggota SLANK. Berbagai pengalaman menghampiri mereka, seperti saat uang tampil mereka dibawa lari oleh panitia (Desta), Bimbim bertemu dengan Manager Diskotik (diperankan oleh Bimbim), Abdee bertemu dengan lelaki di toilet (diperankan oleh Abdee), Kaka yang mabuk dan membuat onar di hotel dihadang oleh satpam (diperankan oleh Kaka), yang mengakibatkan mereka diusir oleh Manager Hotel (diperankan Ridho). Dan kekacauan ulah Kaka tersebut dibersihkan oleh Cleaning Service hotel (diperankan oleh Ivanka).

Pada satu kesempatan, promotor konser (Poppy Sovia) memberitahukan bahwa SLANK diminta untuk tampil tidak di puncak konser karena permintaan satu band. SLANK pun tampil di pertengahan konser dan menyanyikan lagu Kamu Harus Pulang di lagu terakhir konser mereka, yang mengakibatkan seluruh penonton konser pulang. Pendiri band yang akan tampil di puncak konser pun kesal (refleksi dari Ahmad Dhani).

Di era zaman Reformasi, SLANK mengeluarkan album Mata Hati Reformasi pada tahun 1998, sebagi bentuk apresiasi mereka terhadap pemerintahan.

Pada saat itu, Kaka, Bimbim dan Ivanka makin kecanduan dengan narkoba. Bunda Iffet (mama Bimbim, diperankan Meriam Bellina) semakin khawatir, bahkan sang kakak Adri (Tora Sudiro) juga pesimis dengan keberhasilan SLANK. Di saat itu, datang mantan personil SLANK yang dimata Bunda Iffet tampak lebih sehat dan segar (tidak disebutkan siapa personil itu), yang ternyata telah sembuh dari narkoba. Ia memberikan nomor telepon seorang rehabilitator bernama Pak Teguh (Hanung Bramantyo) dan berjumpa dengan anak nongkrong (The Changcuters). Namun Bimbim tetap didukung bermusik yang baik oleh sang Papa (Joshua Pandelaki).

Konflik terjadi saat Abdee dan Ridho berusaha untuk menyembuhkan kecanduan personil yang lain dari kecanduan narkoba, dan membuat Bimbim menyangka mereka membenci Bimbim. Ridho pun memutuskan untuk keluar dari SLANK. Pada saat itu, Adri mendapat telpon bahwa SLANK diundang untuk tampil di Jepang, dan konflik pembubaran pun dibatalkan, SLANK pun mencoba untuk bangkit kembali dalam bermusik.

Dilain waktu, Bimbim bertemu dengan Reny (Alisia Rininta) dan teman-temannya. Bimbim pun jatuh hati pada Reny dan mengajak mereka untuk ikut rekaman di Lebak, Banten. Di Lebak, SLANK berhasil merekam 40an lagu (termasuk lagu O Reny yang tidak pernah dipublikasikan di album SLANK).[2]

Bimbim pun menikahi Reny, dan Reny bersama Bunda Iffet mati-matian menyembuhkan personil SLANK dari narkoba dan membawa Kaka, Bimbim dan Ivanka ke Pak Teguh. Usaha tersebut tidaklah mudah, walaupun Bunda Iffet telah mengisolasi Potlot dari narkoba, namun masih saja ada bandar narkoba yang menyelundupkan. Kaka, Bimbim dan Ivanka sakau, dan setelah penantian panjang, sembuhlah mereka dari bahaya narkoba.

Kaka memutuskan berpisah dari April yang setelah itu berjumpa dengan Natascha Oking (Olivia Jensen) yang sudah memiliki kekasih (Eza Gionino) yang kemudian dinikahinya dengan perjuangan yang panjang oleh penghulu (diperankan oleh Kaka).

Abdee yang telah berumah tangga dengan Nita (Jessica Mila) membesarkan putri mereka yang bercita-cita menjadi musisi seperti Abdee. Ridho yang baru berpacaran 3 hari dengan Ony (Mikha Tambayong) memutuskan untuk menikah yang sempat membuat ibu Ony (Inggrid Widjanarko) kaget.

Ivanka juga memutuskan melamar Putri (Sahila Hisyam), namun diberi syarat oleh ayah Putri (Epy Kusnandar) untuk meng-khatamkan Al-Quran. Dan dengan dipandu oleh ustad (Yusuf Mansyur), khatamlah Ivanka.

Dan SLANK pun berkomitmen untuk menjadi band yang sehat dari narkoba, dan juga mendirikan rehabilitasi untuk korban ketergantungan narkoba.[3]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Penampilan khusus[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]