Surah An-Nisa'

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari An-Nisa)
Lompat ke: navigasi, cari
An-Nisa'
Alnesa2.png
Informasi
Arti Wanita
Nama lain an-Nisa'ul Kubra
(an-Nisa yang Besar)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 4
Juz Juz 4 (ayat 1-23)
Juz 5 (ayat 24-147)
Juz 6 (ayat 148-176)
Statistik
Jumlah ayat 176 ayat

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain. Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  1. Wahai umat manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian, Yang telah menciptakan kalian dari seorang diri serta daripada diri itu telah Allah ciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah sebarkan laki-laki dan perempuan yang banyak;
    dan bertaqwalah kepada Allah, yang kepada Dia kalian memohon dan ikatan yang berasal dari rahim, sungguh Allah selalu memperhatikan kalian. (Ayat:1)
  2. Dan berikan kepada anak-anak yatim tentang harta benda mereka, janganlah kalian menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan menghabiskan harta mereka bersama harta kalian sungguh tindakan-tindakan itu adalah dosa besar,
    dan jika kalian takut tidak dapat berlaku wajar terhadap perempuan yatim, maka nikahilah wanita-wanita yang kalian pilih: dua, tiga atau empat kemudian apabila kalian khawatir tidak dapat berlaku seimbang, maka seorang saja atau yang dimliki dalam kuasa kalian, yang demikian itu supaya tidak cenderung berbuat curang,
    berilah mahar nikah kepada perempuan sebagai pemberian yang layak kemudian jika mereka mengembalikan sebagian itu kepada kalian karena dirinya sendiri, maka terimalah itu yang berguna, bermanfaat. (Ayat:2-4)
  3. Dan janganlah kalian serahkan urusan harta benda kepada golongan yang belum pandai, yang Allah jadikan itu sebagai urusan kalian, nafkahilah mereka dengan itu dan pakaikan mereka serta ucapkan kepada mereka ucapan yang baik, dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka dewasa untuk menikah kemudian jika menurut kalian mereka sanggup berlaku bijak maka serahkan kepada mereka harta benda milik mereka,
    dan janganlah kalian menghabiskan harta benda secara boros dan secara tergesa-gesa sebelum mereka telah dewasa; barangsiapa kaya, maka hendaklah ia menahan diri dan barangsiapa yang membutuhkan maka bolehlah ia mempergunakan harta itu secara patut kemudian apabila kalian menyerahkan harta benda kepada mereka maka hendaklah kalian menjadi saksi-saksi untuk mereka dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
    Untuk orang laki-laki ada bagian dari yang ditinggalkan kedua orang tua dan kerabatnya, dan untuk orang wanita ada bagian dari yang ditinggalkan kedua orang tua dan kerabatnya; baik sedikit atau banyak bagian yang telah ditentukan itu,
    dan apabila sewaktu pembagian itu terdapat kaum kerabat, anak yatim dan golongan peminta-minta hadir, maka dermakan harta benda itu untuk mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang baik
    dan hendaklah khawatir orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan lemah sebagai penerus mereka, sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,
    sungguh golongan yang menghabiskan harta benda anak yatim secara sewenang-wenang yang sebenarnya mereka itu menelan api ke dalam perut mereka dan mereka akan terjerumus ke dalam Gejolak api. (Ayat:5-10)
  4. Allah menentukan untuk kalian tentang bagian anak-anak kalian; jumlah bagian seorang lelaki setara dengan jumlah bagian untuk dua orang perempuan;
    dan apabila jumlah saudara perempuan lebih dari dua orang, maka bagi mereka itu adalah dua per tiga dari harta benda yang ditinggalkan;
    jika perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh setengah harta tersebut,
    dan untuk kedua orang tua, untuk masing-masing seperenam dari harta itu, jika orang itu mempunyai anak-anak,
    apabila orang itu tidak mempunyai anak dan ia diwariskan kepada kedua orang tua, maka ibunya mendapat sepertiga; apabila orang itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi.
    orang tua kalian dan anak-anak kalian, tidak kalian ketahui siapa dari mereka yang lebih bermanfaat bagi kalian sebagai suatu ketetapan dari Allah, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,
    dan bagi kalian adalah setengah dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istri kalian jika mereka tidak mempunyai anak,
    jika istri-istri kalian itu mempunyai anak, maka kalian mendapat seperempat dari yang ditinggalkan sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi,
    para istri memperoleh seperempat yang kalian tinggalkan jika kalian tidak mempunyai anak,
    jika kalian mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari yang kalian tinggalkan sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi.
    Apabila seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan orang tua maupun anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka bagian masing-masing dari kedua saudara itu adalah seperenam harta, Tetapi jika saudara-saudara yang seibu berjumlah lebih dari yang demikian, maka mereka bersepakat tentang sepertiga harta itu, sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi dengan tanpa ada keberatan, sebagai suatu ketetapan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.
    Demikianlah ketentuan-ketentuan dari Allah, barangsiapa taat terhadap Allah beserta para UtusanNya maka Allah menempatkan orang itu ke dalam Surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, untuk disana selamanya; dan demikianlah pencapaian yang luar biasa
    dan barangsiapa yang mendurhakai Allah beserta UtusanNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, maka Allah memasukkan orang itu ke dalam Neraka untuk disana selamanya dan malapetaka yang menghinakan untuk orang itu. (Ayat:11-14)
  5. Dan terhadap wanita-wanita yang melakukan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang di antara kalian yang bersaksi kemudian apabila mereka telah mempersaksikan maka kurunglah mereka dalam rumah sampai mereka direnggut Maut atau sampai Allah menyediakan jalan lain kepada mereka;
    dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji dari kalian maka hukumlah keduanya kemudian apabila keduanya terlebih dahulu bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkan mereka itu; sungguh Allah Maha Berbelas kasihan, Maha Penyayang. (Ayat:15-16)
  6. Sungguh taubat di sisi Allah hanyalah pertaubatan orang-orang yang mengerjakan kejahatan secara ceroboh kemudian mereka bersegera bertaubat, maka itulah taubat yang diterima Allah; dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana
    dan bukanlah pertaubatan, dari golongan yang terus melakukan kejahatan hingga mencapai pada ajal orang itu barulah ia mengatakan: "sungguh aku bertaubat sekarang" dan bukan pula dari golongan yang mati sedang mereka dalam keadaan kafir, untuk golongan itu telah Kami sediakan malapetaka pedih. (Ayat:17-18)
  7. Wahai golongan yang beriman, tidak halal bagi kalian mempusakai wanita dengan cara paksa dan janganlah kalian menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian yang telah kalian berikan kepadanya terkecuali apabila mereka melakukan pekerjaan keji yang jelas dan perlakukan mereka secara baik kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, mungkin saja kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah mengadakan kebaikan yang banyak padanya dan apabila kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain, sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta benda yang banyak maka janganlah kalian mengambil kembali barang sedikitpun daripada itu apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan tuduhan dusta dan dengan kejahatan yang jelas? bagaimanakah kalian akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kalian telah saling bersama dan mereka telah mengadakan janji yang sah kepada kalian. (Ayat:19-21)
  8. Dan janganlah kalian mengawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayah kalian terkecuali yang telah terjadi pada masa lampau, sungguh perbuatan itu amat keji dan dibenci oleh Allah dan seburuk-buruk jalan; Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian; putri-putri kalian; saudara-saudara kalian yang perempuan; bibi-bibi dari ibu kalian; bibi-bibi dari bapak kalian; putri-putri dari saudara-saudara kalian yang laki-laki; putri-putri dari saudara-saudara kalian yang perempuan; ibu-ibu yang menyusui kalian; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu dari istri kalian; putri-putri tiri yang dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri namun apabila kalian belum campur dengan istri kalian itu maka tidaklah berdosa untuk mengawini yang demikian; istri-istri dari putra-putra kandung kalian; mengawini dua perempuan yang bersaudara di saat yang sama terkecuali yang telah terjadi pada masa lampau, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang; perempuan-perempuan yang bersuami kecuali yang dimiliki tangan kalian sebagai ketetapan Allah atas kalian, maka dihalalkan bagi kalian selain yang mereka itu,
    untuk memperoleh istri-istri dengan harta benda kalian untuk dikawini bukan untuk berbuat keji sebab kamu memperoleh sesuatu dari mereka, berilah kepada mereka mahar sebagai suatu kewajiban dan tiada berhalangan bagi kalian tentang sesuatu yang saling kalian relakan, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana dan barangsiapa di antara kalian yang tidak memiliki cukup perbekalan untuk mengawini wanita merdeka yang beriman orang itu boleh mengawini wanita yang beriman, dari yang kalian miliki, Allah mengetahui keimanan kalian; sebagian kalian berasal dari sebagian lain, karena itu kawinilah mereka seizin tuan mereka dan berilah mahar mereka secara layak sedang mereka pun wanita-wanita yang santun, bukan pezina dan bukan menjadikan kekasih; dan apabila mereka telah bertunangan, kemudian mereka melakukan perbuatan keji maka hukuman atas mereka adalah setengah dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami, demikianlah itu untuk bagi golongan yang menjaga diri dari perbuatan dosa di antara kalian dan kesabaran kalian itu lebih baik bagi kalian dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
    Allah yang menjelaskan kepada kalian dan membimbing kalian tentang ketetapan yang sebelum kalian dan Dia mengasihani kalian dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,
    dan Allah hendak berpihak kepada kalian, sedangkan orang yang menuruti syahwat bermaksud supaya kalian terpisah sejauh mungkin,
    Dia ingin memudahkan kalian, dan manusia diciptakan dalam keadaan rapuh. (Ayat:22-28)
  9. Wahai golongan yang beriman, janganlah kalian menghabiskan harta benda sesama kalian secara batil, terkecuali melalui cara perniagaan yang berlaku dengan saling kerelaan di antara kalian
    dan jangan membunuh diri kalian sendiri, sungguh Allah Maha Penyayang terhadap kalian dan barangsiapa berbuat demikian secara melanggar dan sewenang-wenang, maka kelak Kami akan memasukkan orang itu ke dalam Neraka, yang demikian itu adalah perkara mutlak bagi Allah,
    Jika kalian menghindari tindakan yang teramat keji dari yang telah dilarang bagi kalian, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian dan Kami tempatkan kalian ke tempat yang terhormat,
    dan jangan iri terhadap yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian yang lebih banyak dibanding sebagian lain, untuk orang laki-laki ada bagian daripada yang mereka usahakan dan bagi para wanita ada bagian dari yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah untuk sebagian dari karuniaNya, sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,
    Berkaitan dengan setiap harta yang ditinggalkan kedua orang tua dan karib kerabat, Kami yang menentukan pewaris-pewarisnya dan orang-orang yang telah bersumpah setia dengan kalian, maka berilah bagian untuk mereka, sungguh Allah Maha Memahami segala sesuatu. (Ayat:28-33)
  10. Laki-laki itu adalah pengatur perempuan oleh sebab Allah yang memuliakan sebagian mereka dibanding sebagian lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta benda milik mereka, sebab itu perempuan-perempuan yang berperilaku baik adalah yang patuh menjaga diri ketika tanpa pengawasan, oleh karena diawasi Allah,
    perempuan-perempuan yang kalian khawatirkan keburukan mereka, maka nasihati mereka dan pisahkan mereka dari tempat tidur, dan pukul mereka; kemudian apabila mereka mematuhi kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyusahkan, sungguh Allah Maha Luhur, Maha Dahsyat,
    dan jika kalian khawatirkan perselisihan antara keduanya, maka hadirkan seorang penengah dari keluarga laki-laki dan seorang penengah dari keluarga perempuan, jika keduanya menginginkan perbaikan niscaya Allah yang menyatukan keduanya sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Mengawasi. (Ayat:34-35)
  11. Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan Dia dengan sesuatupun
    dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, golongan peminta-minta, tetangga terdekat, tetangga jauh, teman karib, para pengembara serta yang dimiliki pada tangan kalian,
    sungguh Allah tidak menyukai golongan yang angkuh, membangga-banggakan diri, kikir, dan yang menyuruh orang lain berlaku kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah Dia karuniakan untuk mereka sedangkan telah Kami sediakan malapetaka yang menghinakan untuk golongan kafir serta golongan yang menyisihkan harta benda mereka untuk menampak-nampakkan kepada manusia juga golongan yang tidak beriman kepada Allah beserta kepada Hari Akhir,
    barangsiapa yang menjadikan setan itu menjadi kawan, maka setan itu adalah kawan terburuk. (Ayat:36-38)
  12. Apakah kesalahan mereka, jika mereka beriman kepada Allah berserta Hari Akhir dan menyisihkan sebagian rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka? dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka,
    sungguh Allah tidak memperlakukan seorang pun secara sewenang-wenang walau sekecil zarrah dan jika terdapat kebajikan seukuran itu pun niscaya Allah akan melipatgandakan itu dan Dia berikan upah yang besar dari sisiNya,
    maka bagaimanakah apabila Kami datangkan seseorang saksi dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi terhadap mereka, pada hari orang-orang yang kafir dan yang mendurhakai Utusan berharap supaya mereka disamakan dengan tanah dan mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian pun. (Ayat:39-42)
  13. Wahai golongan yang beriman, jangan mendekati shalat sewaktu kalian dalam keadaan tidak sadar sampai kalian mengerti yang kalian ucapkan, jangan pula dalam keadaan junub terkecuali ketika kalian hendak mandi dan apabila kalian sakit atau dalam perjalanan atau datang dari tempat buang air atau kalian menyentuh perempuan, lalu kalian tidak mendapati air, maka hendaklah bertayamum dengan tanah yang suci; usaplah ke muka kalian dan tangan kalian; sungguh Allah Maha Memaklumi, Maha Pengampun. (Ayat:43)
  14. Apakah kamu tidak memperhatikan golongan yang telah diberi suatu bagian dari Al Kitab? mereka itu menghendaki pembelotan dan mereka bermaksud supaya kalian membelot dari ketentuan,
    dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuh kalian dan cukuplah Allah sebagai Pelindung dan cukuplah Allah sebagai Penyelamat
    di antara orang-orang Yahudi, mereka mengubah-ubah perkataan dari keadaan semula, mereka mengatakan: "kami mendengar tetapi kami ingkar" dan : "dengarkan yang tidak terdengar" dan : "pandanglah kami" dengan memutar-mutar lidah dan mencela Hukum, sekiranya mereka mengatakan: "kami mendengar, kami mematuhi, dan dengarlah, dan perhatikan kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka akibat kekafiran mereka; mereka itu tidak beriman terkecuali sebagian kecil. (Ayat:44-46)
  15. Wahai golongan yang telah diserahi Al-Kitab, berimanlah kepada yang telah Kami kirimkan sebagai penggenapan yang ada pada kalian sebelum Kami memalingkan muka dari sebagian kalian lalu Kami biarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami mengutuki sekelompok orang pada Sabat dan ketetapan Allah pasti berlaku;
    sungguh Allah takkan mengampuni sikap persekutuan terhadap Dia dan Dia mengampuni perkara yang selain itu, terhadap siapa yang Dia perkenan, siapapun yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah mengada-adakan hal yang keterlaluan
    apakah kamu tidak memperhatikan orang yang memurnikan dirinya sendiri? bahwasanya Allah yang memurnikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak sedikit pun diperlakukan sewenang-wenang, perhatikan bagaimanakah mereka mengada-adakan dusta tentang Allah? dan cukuplah yang demikian sebagai bukti. (Ayat:47-50)
  16. Tidakkah kalian memperhatikan golongan yang diserahi suatu bagian Al-Kitab? mereka percaya kepada Jibt dan Thaghut, dan mereka mengatakan kepada orang-orang yang kafir bahwa mereka itu lebih tepat dibanding orang-orang yang beriman dalam jalan hidup; mereka itulah orang yang dikutuki Allah,
    barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kalian takkan mendapati penyelamat baginya,
    ataukah ada bagian kerajaan pada mereka? sekalipun ada, mereka takkan menyerahkan sedikit pun kepada manusia
    ataukah mereka mendengki terhadap manusia lantaran yang telah Allah anugerahkan kepada orang itu? sungguh Kami yang telah memberikan Al-Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan yang besar
    maka di antara mereka terdapat golongan yang beriman pada yang demikian
    dan dari mereka ada yang menghalangi untuk beriman terhadapnya dan cukuplah Jahannam yang membara,
    sungguh golongan yang kafir terhadap pesan-pesan Kami kelak Kami tempatkan mereka ke dalam Neraka, setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan malapetaka, sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:51-56)
  17. Dan orang-orang yang beriman beserta memperbuat berbagai kebajikan, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam Surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya; mereka disana selamanya; disana mereka mempunyai istri-istri yang suci dan Kami tempatkan mereka ke tempat teduh yang menaungi,
    sungguh Allah menyuruh kalian menyampaikan kepercayaan kepada penerimanya
    dan apabila kalian menghakimi umat manusia supaya kalian menghakimi secara adil, sungguh Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian; sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Mengawasi. (Ayat:57-58)
  18. Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Utusan serta taatilah pihak yang memiliki kewenangan terhadap kalian,
    kemudian apabila kalian berlainan pendapat tentang suatu perkara, maka serahkan itu kepada Allah dan Utusan jika kalian memang beriman kepada Allah dan Hari Akhir; yang demikian itu adalah yang terbaik serta paling sesuai untuk diberlakukan. (Ayat:59)
  19. Tidakkah kamu memperhatikan golongan yang mengaku mengimani tentang yang dikirimkan kepadamu serta yang dikirimkan sebelum kamu? mereka hendak berhakim kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu dan setan yang ingin menyesatkan mereka sejauh-jauhnya
    apabila diserukan kepada mereka: "Ikutilah kepada yang telah Allah kirimkan dan kepada Utusan" pasti kamu mendapati golongan munafik menentang disertai rasa enggan,
    dan apabila kesengsaraan menimpa mereka disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri tentu mereka menemuimu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami tidak lain menghendaki kebaikan dan kerukunan", Allah lebih memahami golongan seperti itu beserta yang ada di kalbu mereka maka tinggalkan mereka serta nasihati mereka juga ucapkan kepada mereka; perkataan yang mengguncangkan jiwa mereka
    dan tidaklah Kami mengutus seseorang Utusan untuk ditaati melainkan atas izin Allah,
    sungguh jika kelompok yang berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri menemuimu lalu memohon ampun kepada Allah maka Utusan pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Mengasihani, Maha Penyayang
    maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu untuk menghakimi mereka terhadap yang mereka perkarakan kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang kamu beri, dan mereka sepenuhnya menerima
    dan sekiranya Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah diri kalian atau tinggalkan negeri kalian" niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka dan sekiranya mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah yang demikian itu lebih baik untuk mereka dan lebih menguatkan; kalau demikian, pastilah Kami berikan mereka upah berlimpah-limpah dari sisi Kami dan tentulah Kami membimbing mereka menuju jalan lurus,
    dan siapapun yang mematuhi Allah dan Utusan, mereka itu bersama-sama dengan golongan yang dianugerahi kebaikan dari Allah, yaitu para nabi, para shiddiiqiin, para syuhada serta golongan yang berperilaku baik, dan mereka itulah kelompok yang berkenan, yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah, Yang Maha Mengetahui. (Ayat:60-70)
  20. Wahai orang-orang beriman, bersiaplah, dan majulah berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama! dan sungguh di antara kalian ada yang enggan serta berlambat-lambat maka jika kalian ditimpa keburukan ia berkata: "sungguh Tuhan telah menganugerahkan kebaikan kepadaku karena aku tidak ikut bersama mereka" dan sungguh jika kalian memperoleh karunia dari Allah, tentulah orang itu mengatakan seolah-oleh ia belum pernah mengenal kalian: "kiranya aku berada bersama-sama mereka, tentulah aku memperoleh kemenangan yang besar". (Ayat:71-73)
  21. Sebab itu hendaklah golongan yang menukar kehidupan dunia untuk Akhirat, turut berperang untuk kehendak Allah,
    siapapun yang berperang untuk kehendak Allah, lalu terbunuh atau memperoleh kemenangan maka kelak Kami berikan upah yang berlimpah untuk orang itu,
    Mengapakah kalian tidak mau berperang untuk kehendak Allah sementara golongan yang tertindas baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya berlaku sewenang-wenang dan hadirkan untuk kami pelindung dari sisi Engkau, dan hadirkanlah kepada kami penolong dari sisi Engkau!"
    golongan yang beriman itu berperang untuk kehendak Allah sedangkan golongan yang kafir itu berperang untuk jalan Thaghut, sebab itu bunuhlah kawan-kawan setan itu karena sungguh tipu daya setan itu adalah kesia-siaan. (Ayat:74-76)
  22. Tidakkah kalian perhatikan golongan yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tangan kalian, dirikan shalat dan tunaikan zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian mereka takut kepada manusia sebagaimana mereka takut kepada Allah, bahkan teramat takut;
    mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, mengapakah Engkau wajibkan berperang kepada kami? mengapakah tidak Engkau tangguhkan kepada kami sampai beberapa waktu lagi?" katakanlah: "Kesenangan dunia ini hanya sebentar dan Akhirat itu lebih baik untuk golongan yang bertaqwa, dan kalian takkan sedikit pun diperlakukan sewenang-wenang,"
    Di mana pun kalian berada, Maut akan mendapati kalian sekalipun kalian di dalam benteng yang menjulang kukuh,
    dan ketika mereka memperoleh keberuntungan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau keburukan menimpa mereka, mereka mengatakan: "Ini dari sisi kamu", katakanlah: "masing-masing itu dari sisi Allah" maka mengapakah golongan itu tidak memahami penjelasan?; kebaikan apapun yang kamu peroleh merupakan berasal dari Allah dan bencana apapun yang menyusahkan kalian berasal dari dirimu sendiri, Kami telah mengutusmu sebagai Utusan kepada umat manusia dan cukuplah Allah sebagai saksi; barangsiapa yang menaati Utusan itu, sungguh ia telah menaati Allah dan barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengasuh mereka,
    dan mereka mengatakan: "taat" tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian mereka di malam hari menganggap lain mengenai yang telah disampaikan mereka dan Allah menulis yang mereka anggap itu, maka berpalinglah dari mereka dan taruhlah kepercayaan kepada Allah, cukuplah Allah sebagai Pengatur,
    tidakkah mereka memperhatikan Al-Quran? sekiranya itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati banyak pertentangan di dalamnya. (Ayat:77-82)
  23. Dan apabila datang kepada mereka suatu perkara tentang keamanan ataupun ketakutan, maka mereka menyiarkannya, sekiranya mereka menyerahkan itu kepada Utusan dan pihak yang memiliki kewenangan terhadap mereka tentulah penyelesaian diberitahukan di tengah-tengah mereka,
    kalau bukan berasal dari karunia Allah dan KasihNya kepada kalian, tentulah kalian mengikut setan terkecuali sebagian kecil saja. (Ayat:83)
  24. Maka berperanglah kalian untuk jalan Allah, tidaklah kalian dibebani melainkan atas kewajiban kalian sendiri, semangatilah golongan yang beriman, mudah-mudahan Allah menumpas serangan golongan yang kafir itu; Allah amat besar kekuatanNya dan amat keras HantamanNya. (Ayat:84)
  25. Barangsiapa yang mengadakan perantaraan kebaikan, niscaya ia akan memperoleh manfaat daripada itu dan barangsiapa mengadakan perantaraan untuk kejahatan, niscaya ia akan menanggung kesalahan daripada itu, Allah Maha Mengendalikan segala sesuatu.
    Apabila kalian dihormati dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik daripada itu, atau seimbangkan, sungguh Allah memperhitungkan segala sesuatu.
    Allah, tiada Tuhan selain Dia, Dialah yang akan menghimpunkan kalian di Hari Kebangkitan yang tiada keraguan tentang yang demikian dan siapakah orang yang lebih terjamin dalam hal hadits daripada Allah? (Ayat:85-87)
  26. Mengapakah kalian menjadi dua pihak terhadap golongan munafik padahal Allah yang menghancurkan mereka, disebabkan usaha mereka sendiri,
    apakah kalian ingin membimbing golongan yang diliarkan Allah? siapapun yang diliarkan Allah, kalian takkan dapati kesempatan untuk orang itu
    mereka itu berupaya supaya kalian menjadi kafir sebagaimana mereka telah kafir lalu kalian menjadi serupa maka jangan jadikan mereka sebagai penolong, hingga mereka berpindah pada jalan Allah, apabila mereka berpaling, tangkaplah dan bunuhlah mereka di mana pun kalian temui, dan janganlah kalian jadikan seorang pun dari mereka sebagai pemimpin maupun sebagai penolong,
    terkecuali golongan yang telah meminta perlindungan kepada sesuatu kaum yang telah ada perjanjian dengan kalian atau golongan yang datang kepada kalian sedang kalbu mereka enggan untuk memerangi kalian maupun memerangi kaumnya,
    sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia memberi kesempatan kepada mereka terhadap kalian untuk memerangi kalian, akan tetapi jika mereka membiarkan kalian dan tidak memerangi kalian serta mengemukakan perdamaian terhadap kalian maka Allah tidak memberi alasan bagi kalian terhadap mereka,
    kelak kalian akan dapati golongan lain, yang bermaksud supaya mereka aman daripada kalian dan aman dari kaum mereka, setiap mereka diajak untuk mengacau, mereka pun terlibat kedalamnya;
    sebab itu, jika mereka tidak membiarkan kalian juga tidak mengemukakan perdamaian kepada kalian dan tidak menahan tangan mereka maka tawanlah dan bunuhlah mereka dan mereka itulah golongan yang Kami berikan alasan yang jelas kepada kalian. (Ayat:88-91)
  27. Dan tidaklah pantas bagi seorang yang beriman membunuh orang beriman lain, kecuali karena tersalah dan barangsiapa membunuh seorang beriman karena tersalah, haruslah ia memerdekakan seorang budak yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarga yang berduka cita, kecuali jika mereka bersedekah,
    jika orang itu dari kaum yang ada perjanjian dengan kalian, maka hendaklah ia membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya serta memerdekakan seorang budak yang beriman, barangsiapa yang tidak menyanggupi yang demikian, maka hendaklah ia berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebagai pertaubatan kepada Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:92)
  28. Dan barangsiapa yang secara sengaja membunuh orang beriman maka balasannya ialah Jahannam, ia disana selamanya dan Allah murka terhadap orang itu dan mengutuki serta menyediakan malapetaka yang besar untuk orang itu.
    Wahai golongan yang beriman, apabila kalian berangkat untuk jalan Allah, maka telitilah dan jangan mengatakan kepada orang yang mengucap "salam" kepada kalian: "kamu bukan orang yang beriman" dengan maksud mencari harta benda dunia sebab di sisi Allah ada kebaikan yang berlimpah,
    demikian juga keadaan kalian dahulu, lalu Allah menganugerahkan kebaikanNya untuk kalian maka telitilah, sungguh Allah Maha Mengawasi yang kalian lakukan. (Ayat:93-94)
  29. Tidaklah setara orang beriman yang duduk diam tanpa mempunyai halangan dibanding golongan yang berkorban untuk kehendak Allah dengan harta dan jiwa mereka, Allah melebihkan golongan yang mengorbankan harta dan jiwa mereka daripada golongan yang duduk dengan satu keutamaan.
    Allah menjanjikan pahala yang baik untuk masing-masing dan Allah melebihkan golongan yang berkorban dibanding golongan yang duduk diam dengan anugerah yang melimpah dalam kedudukan tertentu untuk Dia serta pengampunan dan Kasih; dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:95-96)
  30. Sungguh golongan yang direnggut malaikat dalam keadaan berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri, para malaikat bertanya: "ada apa kalian ini?" mereka berkata: "kami ini golongan yang tunduk tak berdaya di suatu negeri" para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu terbentang luas, sehingga kalian dapat berpindah di bumi itu?" golongan itu bertempat di Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, terkecuali golongan yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak berdaya dan tidak dibimbing ke suatu agama, kiranya Allah memaafkan golongan itu. dan Allah Maha Memaklumi, Maha Pengampun. (Ayat:97-99)
  31. Barangsiapa berpindah untuk Allah, niscaya mereka mendapati di bumi sebagai tempat yang membentang luas dan yang banyak, barangsiapa meninggalkan rumahnya dengan maksud berpindah untuk Allah dan UtusanNya kemudian Maut menjumpainya maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:100)
  32. Dan apabila kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kalian mempersingkat sembahyang, ketika kalian waspada diserang orang-orang kafir, sungguh golongan kafir itu adalah musuh yang jelas terhadap kalian,
    dan apabila kalian berada di sekitar mereka lalu kalian hendak mendirikan shalat bersama-sama, maka hendaklah segolongan berdiri di dekat kalian dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka selesai bersujud, hendaklah mereka pindah dari belakang kalian dan hendaklah golongan yang kedua yang belum bersembahyang waspada, lalu bersembahyanglah,
    dan hendaklah mereka waspada dan menyandang senjata, golongan kafir ingin supaya kalian lengah terhadap senjata kalian dan perbekalan kalian, lalu mereka menyerbu secara sekaligus dan tiada dosa bagi kalian meletakkan senjata-senjata kalian, jika kalian mendapat halangan karena hujan atau karena kalian sedang sakit; dan bersiaplah, sungguh Allah telah menyediakan malapetaka yang menghinakan untuk golongan kafir itu,
    ketika kalian telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring kemudian apabila kalian telah merasa aman, maka dirikan shalat itu; sungguh shalat itu ditetapkan dalam waktu tertentu atas golongan yang beriman,
    jangan berhati lemah dalam menghadapi mereka, jika kalian menderita hantaman maka mereka pun menderita hantaman sebagaimana kalian menderitanya, sementara kalian dapat mengharap kepada Allah yang tidak dapat mereka harapkan dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,
    sungguh Kami telah menurunkan Al-Kitab kepadamu disertai Kebenaran, supaya kamu menghakimi umat manusia berdasarkan yang diajarkan oleh Allah kepadamu, dan jangan menjadi pembela bagi golongan yang berkhianat, dan mohonlah ampun kepada Allah, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:101-106)
  33. Dan jangan memperdebatkan golongan yang mengkhianati dirinya sendiri, sungguh Allah tidak menyukai golongan yang berkhianat, bergelimang dosa, mereka menyembunyikan diri dari manusia, tetapi mereka tiada tersembunyi bagi Allah, padahal Dia mengawasi mereka, ketika mereka merencanakan tentang yang tidak Allah perkenan dan adalah Allah Maha Meliputi yang mereka lakukan, demikialah kalian, kalian adalah golongan yang memperkarakan tentang mereka dalam kehidupan dunia maka siapakah yang memperdebatkan Allah untuk mereka pada Hari Kebangkitan? atau siapakah pelindung mereka? (Ayat:107-109)
  34. Dan barangsiapa yang memperbuat kejahatan atau menganiaya diri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
    siapapun yang memperbuat dosa, maka sungguh ia melakukan itu terhadap dirinya sendiri dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
    dan barangsiapa yang melakukan kesalahan atau dosa, kemudian itu dituduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh ia telah memperbuat suatu dusta dan dosa yang jelas.
    Sekiranya bukan karena karunia Allah dan KasihNya kepadamu, tentulah segolongan mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu tetapi mereka tidaklah menyesatkan kecuali terhadap diri mereka sendiri, dan mereka tidak sedikitpun dapat membahayakanmu,
    dan Allah telah mengirimkan Al-Kitab dan Hikmah kepadamu, dan mengajarkan kepadamu tentang yang belum kamu ketahui, Karunia Allah amat besar terhadap kamu.
    Tiada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan, kecuali bisikan-bisikan yang menyuruh memberi sedekah, atau berlaku adil, atau mengadakan perdamaian di antara umat manusia dan barangsiapa yang berbuat demikian untuk mengharap perkenan Allah, maka kelak Kami berikan upah yang besar. (Ayat:110-114)
  35. Dan barangsiapa yang membantah Utusan sesudah bimbingan dijelaskan kepadanya serta tidak menempuh jalan golongan yang beriman, Kami biarkan orang sesuai yang ia kehendaki itu dan Kami tempatkan ia ke dalam Jahannam serta tempat tujuan terburuk. (Ayat:115)
  36. Sungguh Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan Dia, dan Dia mengampuni yang selain itu untuk yang Dia perkenan
    barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya, yang mereka seru selain Dia tidak lain adalah berhala dan mereka tidak lain menyeru setan durhaka yang dikutuk oleh Allah
    dan setan itu mengatakan: "aku pasti akan mengambil hamba-hambaMu dengan bagian yang sudah ditentukan dan aku akan menjerumuskan mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka memotong telinga-telinga hewan ternak dan aku yang menyuruh mereka, lalu mereka yang merusak kesesuaian ciptaan Allah",
    barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah maka sungguh orang itu teramat celaka,
    ia berikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka padahal setan tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka; mereka itu ditempatkan pada Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari darisana. (Ayat:116-121)
  37. Dan orang-orang yang beriman dan memperbuat berbagai kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam Surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, mereka disana selamanya,
    Allah yang telah menjanjikan Kebenaran dan siapakah yang lebih terjamin dalam hal pernyataan dibanding Allah? (Ayat:122)
  38. Bukanlah menurut angan-angan kalian yang kosong dan bukan menurut angan-angan golongan pewaris Kitab, bahwasanya siapapun yang melakukan kejahatan niscaya akan diberi pembalasan setimpal dan ia tidak mendapati pelindung serta tiada penolong untuk orang itu selain Allah,
    barangsiapa yang memperbuat berbagai kebajikan, baik laki-laki atau perempuan, dalam keadaan beriman maka mereka itu masuk ke dalam Surga dan mereka tidak dicurangi walau sedikitpun. (Ayat:123-124)
  39. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang berserah diri kepada Allah, sedang dia pun orang baik dan ia mengikuti Pendirian Ibrahim yang lurus?
    dan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kesayanganNya; milik Allah yang di langit dan yang di bumi dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu. (Ayat:125-126)
  40. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang kaum wanita; katakanlah: "Allah yang memberi fatwa kepada kalian tentang mereka, beserta yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Kitab mengenai para perempuan yatim yang tidak memberi yang ditetapkan untuk mereka sedang kalian ingin mengawini mereka juga mengenai anak-anak yang masih dipandang lemah supaya kalian mengurus anak-anak yatim secara pantas,
    dan kebajikan apapun yang kalian lakukan maka sungguh Allah Maha Mengetahui yang demikian
    dan apabila seorang wanita khawatir tentang nusyuz atau pengabaian dari suaminya maka tidak mengapa untuk keduanya mengadakan kesepakatan secara baik, dan kesepakatan itu lebih baik walaupun manusia itu memang kikir dan jika kalian bergaul dengan istri kalian secara baik dan memelihara diri kalian, maka sungguh Allah Maha Mengetahui yang kalian lakukan,
    dan kalian takkan dapat berlaku seimbang terhadap istri-istri itu walaupun kalian ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kalian terlalu cenderung sehingga kalian membiarkan yang lain dan jika kalian memperbaiki diri dan memelihara diri, maka sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
    sekiranya keduanya bercerai maka Allah yang akan memperkaya masing-masing melalui limpahan karuniaNya dan Allah Maha Menaungi, Maha Bijaksana. (Ayat:127-130)
  41. Dan milik Allah; segala yang ada di langit dan yang ada di bumi,
    dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada golongan yang diserahi Al-Kitab sebelum kalian juga kepada kalian: "Takutlah kepada Allah" namun jika kalian kafir maka sungguh yang di langit dan yang di bumi merupakan milik Allah, dan Allah Maha Kaya, Maha Terpuji dan milik Allah yang di langit dan yang di bumi; cukuplah Allah sebagai Pemelihara,
    sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia punahkan kalian wahai umat manusia, dan Dia hadirkan umat yang lain dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (Ayat:131-133)
  42. Barangsiapa yang menghendaki upah di dunia saja, maka di sisi Allah ada upah dunia beserta Akhirat, dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengawasi. (Ayat:134)
  43. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah orang yang menjunjung keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap diri kalian sendiri atau kedua orang tua serta kaum kerabat, jika orang itu kaya ataupun miskin; Allah-lah yang menganugerahkan itu,
    maka janganlah kalian menuruti kecenderungan diri karena ingin menyimpang dari Kebenaran dan jika kalian menyeleweng atau enggan menjadi saksi, maka sungguh Allah Maha Mengetahui segala yang kalian lakukan. (Ayat:135)
  44. Wahai golongan yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah serta UtusanNya juga kepada Kitab yang Allah kirimkan kepada UtusanNya serta Kitab yang Allah kirimkan sebelumnya, barangsiapa yang kafir terhadap Allah, para malaikatNya, para kitabNya, para UtusanNya serta Hari Akhir, maka sungguh orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya,
    bahwasanya golongan yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman, kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya maka Allah takkan memberi pengampunan untuk mereka serta tidak membimbing mereka menuju jalan lurus. (Ayat:136-137)
  45. Beritahukan kepada golongan munafik bahwa mereka akan memperoleh malapetaka pedih; golongan yang menjadikan golongan kafir sebagai kawan dibanding golongan yang beriman,
    apakah mereka mencari kehormatan pada sisi orang kafir itu? sebenarnya segala kehormatan adalah milik Allah. (Ayat:138-139)
  46. Dan sungguh Allah yang menyampaikan kepada kalian di dalam Al-Kitab bahwa apabila kalian mendapati pesan-pesan Allah diingkari dan dilecehkan, maka jangan duduk bersama-sama mereka hingga mereka mengadakan pembicaraan lain, sebab jika kalian tetap tentulah kalian serupa dengan mereka, sungguh Allah akan menghimpunkan golongan munafik serta golongan kafir dalam Jahannam,
    golongan yang menanti-nanti akan terjadi sesuatu pada kalian maka apabila Allah hadirkan kemenangan untuk kalian, mereka mengatakan: "Bukankah kami menyertai kalian?" dan jika golongan kafir mendapat keberuntungan mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkan kalian dan membela kalian terhadap golongan yang beriman?" maka Allah akan memberi keputusan kepada kalian pada Hari Kebangkitan dan Allah takkan memberi kesempatan untuk golongan kafir terhadap golongan yang beriman. (Ayat:140-141)
  47. Bahwasanya golongan munafik itu berpura-pura terhadap Allah dan Dialah yang akan membalas kepura-puraan mereka; dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri secara enggan, mereka bermaksud menampak-nampakkan di hadapan umat manusia,
    dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit;
    mereka dalam keadaan meragu antara yang demikian: tidak termasuk kepada golongan ini dan tidak kepada golongan itu,
    dan barangsiapa diliarkan oleh Allah, maka kalian takkan mendapat jalan keluar terhadap mereka,
    Wahai golongan yang beriman, jangan memilih golongan kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan golongan yang beriman; Inginkah Allah mengadakan sebab yang jelas untuk melawan kalian? (Ayat:142-144)
  48. Sungguh golongan munafik itu berada pada tingkatan terendah dalam Neraka; dan kalian takkan mendapati seorang penolong pun untuk mereka, terkecuali orang-orang yang bertaubat dan memperbaiki diri serta berpegang teguh pada Allah juga secara tulus dalam agama mereka untuk Allah maka mereka bersama-sama dengan golongan yang beriman dan kelak Allah akan memberikan upah yang besar untuk golongan yang beriman. (Ayat:145-146)
  49. Apakah Allah akan menghukum kalian jika kalian berterimakasih dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
    Allah tidak menyukai ucapan serapah yang kasar terkecuali dari orang yang diperlakukan sewenang-wenang, Allah adalah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    apabila kalian menampakkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan itu atau memaafkan suatu kesalahan, maka sungguh Allah Maha Memaklumi, Maha Kuasa. (Ayat:147-149)
  50. Sungguh golongan yang kafir kepada Allah beserta para UtusanNya bermaksud memperbedakan antara Allah dengan para UtusanNya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada sebagian dan kami kafir terhadap sebagian lain", serta mereka bermaksud mengada-ada jalan antara yang demikian, mereka itulah golongan kafir yang sebenar-benarnya, telah Kami sediakan malapetaka yang menghinakan untuk golongan kafir itu.
    Golongan yang beriman kepada Allah beserta para UtusanNya tidak memperbeda-bedakan seorang pun dari mereka, maka Allah akan memberi upah untuk mereka dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:150-152)
  51. Golongan pewaris Kitab menuntut kepadamu supaya kamu menurunkan sebuah Kitab dari langit untuk mereka, maka sungguh mereka pernah menuntut yang lebih dahsyat dari itu kepada Musa; mereka mengatakan: "Perlihatkan Allah kepada kami secara nyata" kemudian mereka disambar petir akibat tindakan sewenang-wenang mereka
    dan mereka menyembah anak sapi, sesudah bukti-bukti yang jelas hadir kepada mereka, lalu Kami maklumi tentang yang demikian,
    dan telah Kami serahkan keterangan yang jelas kepada Musa, serta telah Kami angkat sebuah Gunung ke atas mereka sebagai penegasan mereka
    dan Kami perintahkan kepada mereka: "Masukilah pintu gerbang itu sambil tunduk", dan Kami perintahkan kepada mereka: "Janganlah kalian melanggar perkara tentang Sabat", dan Kami telah mengadakan perjanjian yang kuat dari mereka; lalu mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah
    dan mereka bunuh para nabi tanpa Kebenaran dan mengatakan: "kalbu kami mengeras" akan tetapi Allah telah mengunci kalbu mereka akibat kekafiran mereka, bahwasanya mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil
    juga karena kekafiran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kepalsuan besar,
    serta karena ucapan mereka: "bahwasanya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Utusan Allah" padahal mereka itu tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya melainkan seorang yang diserupakan menurut pandangan mereka
    dan sungguh golongan yang memperdebatkan perkara ini berada dalam kebimbangan tentang siapa yang dibunuh itu, mereka tidak mempunyai jaminan tentang ini kecuali menuruti dugaan belaka, mereka tidak mengimani tentang yang mereka bunuh itu, akan tetapi Allah yang telah mengangkat Isa kepada Dia dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana,
    Tiada seorangpun dari golongan pewaris Kitab itu melainkan mereka beriman kepadanya sewaktu ia belum mati, dan di Hari Kebangkitan nanti ia akan menjadi saksi terhadap mereka; maka akibat tindakan sewenang-wenang dari segolongan Yahudi, Kami haramkan segala hal baik yang sebelumnya dihalalkan untuk mereka, karena mereka teramat menghalang-halangi Jalan Allah, dan disebabkan mereka mengambil riba padahal mereka telah dilarang dan karena mereka menghabiskan harta benda orang lain secara sembarangan, telah Kami sediakan malapetaka pedih untuk golongan kafir dari mereka; akan tetapi terdapat golongan yang berilmu mendalam dari mereka serta golongan yang beriman, mereka mengimani terhadap yang telah dikirimkan kepadamu, juga yang telah dikirimkan sebelum kamu dan golongan yang mendirikan shalat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah beserta Hari Akhir; golongan itulah yang akan Kami beri upah yang besar untuk mereka. (Ayat:153-162)
  52. Sungguh telah Kami berikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh juga para nabi setelahnya,
    dan telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan Suku-Suku, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman,
    serta Kami berikan Zabur kepada Daud,
    dan sungguh telah Kami kisahkan riwayat para Utusan terdahulu kepadamu, dan terdapat para Utusan yang tidak Kami kisahkan kepadamu
    dan Allah telah berbincang secara langsung dengan Musa;
    para Utusan merupakan pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah para Utusan itu, dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana,
    Akan tetapi Allah mengakui yang Dia serahkan kepadamu, Dia telah mengirimkan yang demikian dengan IlmuNya; dan para malaikat pun menjadi para saksi, cukuplah Allah yang mengakui.
    sungguh golongan yang kafir serta yang menghalang-halangi dari jalan Allah benar-benar golongan yang sewenang-wenang; bahwasanya golongan yang kafir serta berlaku sewenang-wenang, Allah takkan mengampuni mereka dan Dia takkan membimbing mereka kepada jalan selain ketentuan menuju Jahannam; mereka disana selamanya dan yang demikian itu adalah keniscayaan bagi Allah. (Ayat:163-169)
  53. Wahai umat manusia, sungguh telah datang Utusan kepada kalian beserta Kebenaran dari Tuhan kalian, maka berimanlah, itu lebih baik bagi kalian dan jika kalian kafir, bahwasanya yang di langit dan di bumi itu adalah milik Allah dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:170)
  54. Wahai golongan pewaris Kitab, jangan melampaui batas dalam agama kalian dan jangan mengatakan tentang Allah kecuali Kebenaran.
    sungguh Al Masih, Isa putra Maryam itu adalah seorang Utusan Allah serta sebuah ketetapanNya pada Maryam serta Ruh dari Dia; maka berimanlah kepada Allah beserta Utusan-UtusanNya
    dan janganlah kalian mengatakan: "yang tiga", menghentikan pernyataan semacam ini lebih baik bagi kalian bahwasanya Allah, Tuhan Yang Tunggal,
    Dimuliakanlah Allah daripada mempunyai anak; segala yang di langit dan di bumi adalah milikNya, cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
    Al Masih tidaklah enggan menjadi seorang hamba terhadap Allah; demikian juga para malaikat yang terdekat,
    barangsiapa yang enggan menghamba pada Dia serta menyombongkan diri, kelak Allah yang akan menghimpunkan mereka semua kepada Dia,
    adapun golongan yang beriman dan berbuat berbagai kebajikan, maka Allah akan menyempurnakan upah mereka dan melimpahkan sebagian karuniaNya untuk mereka,
    adapun golongan yang enggan serta menyombongkan diri maka Allah menghukum mereka dengan malapetaka pedih, dan mereka takkan mendapati untuk diri mereka, pelindung dan penolong selain Allah. (Ayat:171-173)
  55. Wahai umat manusia, sungguh telah datang kepada kalian; bukti Kebenaran dari Tuhan kalian, juga telah Kami kirimkan kepada kalian sinar yang menerangi
    adapun golongan yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh pada Dia, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam Kasih yang besar dari Dia juga limpahan karuniaNya serta mengarahkan mereka tentang jalan yang tepat menuju Dia. (Ayat:174-175)
  56. Mereka meminta fatwa kepadamu, katakanlah: "Allah yang memberi fatwa kepada kalian tentang kalalah apabila terdapat seseorang meninggal dunia namun orang itu tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagian saudaranya yang perempuan itu adalah setengah dari harta yang ditinggalkan
    dan saudaranya yang laki-laki yang mewarisi jika orang itu tidak mempunyai anak;
    tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagian keduanya adalah dua pertiga dari harta yang ditinggalkan,
    dan apabila orang itu mempunyai seorang saudara laki-laki serta seorang saudara perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki itu setara dengan dua bagian orang saudara perempuan,
    Allah menjelaskan kepada kalian, supaya kalian tidak sesat dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:176)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-'Imran
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Ma'idah
Surah 4