Kereta api Lokal Bandung Raya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Lokal Bandung Raya
KA LOKAL BANDUNG RAYA.png
Cicalengka KA Lokal Bandung Raya.jpeg
Kereta api Lokal Bandung Raya dengan Livery Kesepakatan tiba di Stasiun Cicalengka
Info
Kelas Ekonomi AC
Sistem Kereta api Lokal Antar Kota Jarak Menengah
Status Beroperasi
Lokal Daop 2 Bandung
Stasiun terminus Padalarang
Cicalengka
Jumlah stasiun 14
Penumpang harian 40.000-50.000 Penumpang
Nomor KA 376-416
Operasional
Dibuka 20 April 1980
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi II Bandung
Karakteristik jalur Lintas datar (kecuali petak Haurpugur-Cicalengka)
Depot Bandung
Stanformasi CC201, CC203. Terkadang CC206
Teknis
Jarak tempuh 51,7 Kilometer
Lebar sepur 1.067 mm
Kecepatan operasi 5-80 km/jam (5-10 km/jam di petak Ciroyom -Andir)
Ketinggian maksimum (mdpl) +709 m (Stasiun Bandung)
Peta Rute
ke Nagreg
Unknown route-map component "CONTu"
Cicalengka
Station on track
Haurpugur
Stop on track
Rancaekek
Station on track
Jalan Tol Purbaleunyi
Underbridge
Cimekar
Stop on track
Gedebage
Non-passenger station/depot on track
Jalan Raya Soekarno Hatta (Cibiru - Cibeureum)
Underbridge
Kiaracondong
Station on track
Jalan Layang Kiaracondong
Underbridge
keJalur kereta api Kiaracondong-Karees
Unknown route-map component "eABZlf"
Cikudapateuh
Stop on track
keJalur kereta api Cikudapateuh-Ciwidey
Unknown route-map component "eABZlf"
Bandung
Station on track
Dipo Kereta Bandung
Non-passenger station/depot on track
Ciroyom
Stop on track
Andir
Interchange on track
Cimindi
Stop on track
Jalan Layang Cimindi
Underbridge
Cimahi
Station on track
Jalan Raya Gadobangkong - Padalarang
Underbridge
Gadobangkong
Stop on track
Jalan Tol Purbaleunyi
Underbridge
Padalarang
Station on track
ke Cianjur
Junction to left
Straight track
ke Purwakarta
Continuation forward

Kereta api Lokal Bandung Raya atau KRD Ekonomi atau KRD[1] adalah sebuah kereta api lokal komuter yang beroperasi di wilayah Daop II Bandung, Kereta api ini terdiri atas 4 rangkaian kereta api yang melayani rute Padalarang ke Cicalengka atau sebaliknya dan berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya, kecuali Stasiun Gedebage dan Stasiun Andir.

Kereta api ini ditarik oleh Lokomotif CC 201, CC 203 dan terkadang CC 206 milik Dipo Lokomotif Bandung pada umumnya. Kereta api ini sering disebut "KRD" (Kereta rel diesel) oleh masyarakat karena rangkaiannya menggunakan kereta ekonomi hasil modifikasi bekas KRD MCW 301 buatan tahun 1970-an serta seringkali juga menggunakan kereta ekonomi biasa pada umumnya, di mana penggunaan antara kedua jenis model kereta ekonomi ini tidak tetap pada setiap rangkaiannya.

Walaupun sebagian gerbong menggunakan kereta eks. KRD, tetapi semua gerbong sudah dipasangi AC (Berbeda dengan gerbong eks. KRD pada Kereta api Langsam di Jakarta yang belum dipasang AC karena masalah pintu yang tidak bisa tertutup rapat). Gerbong KA Lokal Bandung Raya sudah menggunakan Livery Kesepakatan (yang baru).

Sebelum Zaman Ignasius Jonan[sunting | sunting sumber]

Dahulu di Kereta api Lokal Bandung Raya banyak pedagang asongan, gelandangan, pengemis, copet, pengamen, calo tiket, bahkan orang yang tidak kebagian tiket nekat naik ke atap kereta. Sejak zaman Pak Ignasius Jonan menjadi Dirut PT.KAI, hal tersebut sudah tidak ada karena mengganggu penumpang.

Asal Usul Nama[sunting | sunting sumber]

Nama BAndung RAYA sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu "baraya" yang berarti saudara,yang diperpanjang menjadi BANDUNG RAYA. Ada pula yang beranggapan bahwa nama BANDUNG RAYA adalah karena kereta api ini melewati Wilayah Bandung Raya (kecuali Kabupaten Sumedang), yaitu :

Rangkaian[sunting | sunting sumber]

Dalam satu rangkaian KA Lokal Bandung Raya terdiri dari:

  • 1 Lokomotif (CC201/CC203/CC206)
  • 6 - 7 Kereta Ekonomi (K3)/eks. KRD MCW 301
  • 1 Kereta Pembangkit Kelas Ekonomi (KP3/KMP3)

Kapasitas KA[sunting | sunting sumber]

Kapasitas yang ditawarkan dalam satu rangkaian kereta api ini adalah sekitar 600 kursi. Dalam penyelenggaraannya dapat melebihi 50% dari kapasitas kursi yang tersedia dalam satu rangkaian kereta api dan dijual sebagai tiket tanpa tempat duduk atau berdiri, dalam hal ini pun terdapat batasan jumlah tiket yang dijual pada setiap jadwal di stasiun keberangkatan maupun stasiun persinggahan, stasiun keberangkatan awal dibatasi kurang lebih sekitar 500 tiket dan stasiun persinggahan 50 hingga 100 tiket per jadwalnya, kebijakan ini diberlakukan dalam rangka memenuhi kenyamanan yang dibutuhkan oleh penumpang kereta api ini, serta secara hukum dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Per 16 Januari 2015 KA Lokal Bandung Raya ditambah jadwal perjalananya menjadi 20 kali PP. Rangkaiannya menggunakan bekas Kereta api Penataran Ekspres.

Tarif KA Lokal Bandung Raya[sunting | sunting sumber]

Per 1 April 2015 KA Lokal Bandung Raya mengalami kenaikan tarif, dengan rincian:

Daftar fasilitas[sunting | sunting sumber]

Interior dan Spesifikasi
No. Item Sifat Keterangan
1 Interior Desain disesuaikan dengan aspek estetika, keselamatan & kenyamanan, dilengkapi peredam suara & isolasi panas, tidak mudah terbakar
2 Tempat duduk
  • K3 biasa DENGAN TOILET, menggunakan AC dan berkapasitas 106 penumpang (kursi kulit berhadapan), buatan tahun 1964-1990
  • K3 biasa TANPA TOILET, menggunakan AC dan berkapasitas 80 penumpang (kursi bangku panjang), buatan tahun 1970-1980
3 Pintu ruangan Sistem geser manual
4 Jendela Kaca tetap dupleks, lapisan laminasi isolator panas Ukuran & desain disesuaikan dengan aspek keselamatan & keamanan
5 Penyegar udara 2 set Air Conditioner (AC) tiap kereta Temperatur 21–26 °C
6 Jenis bogie K8/NT 60 dengan sistem suspensi conical rubber bounded dan coil spring dilengkapi bolster anchor serta vertical shock absorber Memperhalus guncangan
7 Fasilitas keselamatan Tabung pemadam kebakaran, rem darurat
8 Fasilitas lainnya Audio, toilet

Stasiun Pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Stasiun yang disinggahi oleh kereta api ini adalah

Harapan Masyarakat Nagreg[sunting | sunting sumber]

Akhir-akhir ini, masyarakat di wilayah Nagreg, Bandung berharap agar moda transportasi kereta api ditambahkan. Takutnya, stasiun kereta api tertinggi di Indonesia ini di non-aktifkan. Karena kereta api yang berhenti di Nagreg hanyalah lokal Cibatu yang melayani rute Cibatu - Purwakarta yang berjalan 1x sehari dan datang di Nagreg hanya waktu pagi (ke Purwakarta) dan sore (ke Cibatu).

Jadi masyarakat berharap KA Lokal Bandung Raya diperpanjang rutenya dari Cicalengka ke Nagreg atau status KA Lokal Bandung Raya yang semula Padalarang - Cicalengka p.p menjadi Padalarang - Nagreg p.p

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ group="Catatan">Masyarakat sering menyebutnya dengan sebutan "KRD" saja