Stasiun Pasirjengkol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Pasirjengkol
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun PSJ.png
  • Singkatan: PSJ
  • Nomor: 1825
Stasiun Pasirjengkol.png
Stasiun Pasirjengkol yang baru direnovasi
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenGarut
KecamatanSukawening
DesaSukahaji
Kode pos44184
Sejarah
Dibuka14 Agustus 1889
Ditutup1983
Dibuka kembaliTBA
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+674 m
Letak[2]km 4+685 lintas Cibatu-Cikajang
Layanan-
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur2 (jalur 1: sepur lurus)
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Tipe persinyalan
  • Tanpa persinyalan (s.d. 1983)
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis (2019-sekarang)

Stasiun Pasirjengkol (PSJ) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di perbatasan antara Desa Sukahaji dengan Desa Sukasono, Sukawening, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +674 meter ini termasuk dalam Wilayah Aset II Bandung. Pada saat masih aktif sampai 1980-an, stasiun ini dahulu hanya memiliki satu jalur kereta api dan berstatus sebagai halte.

Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan lintas Cibatu–Garut. Karena pusat kota Kabupaten Garut agak jauh dari stasiun utama di kabupaten ini, maka perlu dibuat lintas cabang. Sehingga, dibangunlah jalur kereta api dari Stasiun Cibatu menuju Stasiun Garut. Jalur ini dibuka bersamaan dengan jalur dari Cicalengka pada tanggal 14 Agustus 1889.[3]

Dahulu, saat masih aktif hingga tahun 1980-an, stasiun yang kala itu berstatus sebagai halte tanpa sistem persinyalan ini selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api hingga akhirnya ditutup pada tahun 1983 karena prasarana yang sudah tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi maupun angkutan umum. Spot di jalur ini sebenarnya sangat indah, sehingga menarik perhatian para railfans dari luar negeri untuk menyaksikan aksi lokomotif uap di jalur ini.

Untuk menyambut reaktivasi jalur kereta api segmen Cibatu–Garut, saat ini emplasemen stasiun ini sedang mengalami perombakan besar-besaran. Bangunan baru stasiun sedang dibangun, sedangkan bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen sedang direnovasi. Setelah aktif, stasiun ini rencananya akan memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.[4][5][6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ "Kereta Api Diuji Coba September, Renovasi Stasiun Wanaraja Terus Dikebut Pengerjaannya". Raksa Garut News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-21. 
  5. ^ "Jalur KA Cibatu-Wanaraja Garut yang Direaktivasi akan Diuji Coba September". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-02. 
  6. ^ Codingest (2019-06-20). "KAI Genjot Reaktivasi KA Cibatu-Garut Rampung Akhir 2019 - inilahkoran". Inilahkoran.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-02. 
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
Cikoang
menuju Cibatu
Cibatu–Cikajang
Citameng
menuju Cikajang

Koordinat: 7°07′42″S 107°59′32″E / 7.1283093°S 107.992357°E / -7.1283093; 107.992357