Penggila kereta api

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Railfans)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Seorang penggila kereta api saat memotret kereta api Caltrain di Amerika Serikat.

Penggila kereta api atau penggemar kereta api, lebih sering disebut railfans atau railfan, adalah seorang yang tertarik dalam perkeretaapian maupun transportasi rel.[1][2] Para penggila kereta api dari berbagai usia dapat ditemukan di seluruh dunia. Mereka sering menggabungkan minat mereka dengan hobi lain, terutama fotografi dan videografi, pemindaian radio, model kereta api, mempelajari sejarah kereta api, dan berpartisipasi dalam stasiun kereta api dalam upaya pelestarian kereta.

Istilah lain[sunting | sunting sumber]

Istilah metrophile kadangkala digunakan untuk mengidentifikasi penggila kereta api dengan kesenangannya terhadap angkutan cepat berbasis jalan rel. Di Britania Raya, mereka sering disebut dengan istilah trainspotters dan anorak, namun istilah gricer telah digunakan setidaknya sejak tahun 1969, dan "dikatakan telah ada pada tahun 1938 di antara anggota Manchester Locomotive Society", menurut Oxford English Dictionary.[3]

Di Australia, penggila kereta api secara peyoratif juga disebut dengan istilah gunzel.[4][5] Sedangkan di Jepang, ia juga disebut dengan istilah tetsu.[6]

Kegiatan[sunting | sunting sumber]

Para penggila kereta api pada umumnya memiliki satu atau beberapa peminatan tertentu, seperti :

Ruang lingkup subjek sangat besar sehingga penggemar juga dapat memusatkan minat mereka pada negara tertentu, kota, perusahaan yang beroperasi, bidang operasi, era dalam sejarah, atau kombinasi dari peminatan-peminatan di atas.

Penggila kereta api di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Meskipun gerakan penggila kereta api mulai mencuat sejak tahun 1990-an, konsep di Indonesia memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Saat ini muncul juga gerakan penggila kereta api di dunia maya.

Komunitas Edan Sepur Indonesia[sunting | sunting sumber]

Komunitas Edan Sepur berawal digagas oleh sekelompok orang penggemar kereta api yang terdiri dari anggota-anggota dengan latar belakang pekerjaan di dunia perkeretaapian sebagai masinis, pelajar, mahasiswa, dan sebagai karyawan di suatu perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan perkeretaapian. Dalam Bahasa Jawa, kata edan berarti "gila" dan sepur berarti "kereta api".

Kegiatan Edan Sepur pun tak hanya berkumpul saja, banyak kegiatan positif yang dilakukan selain membicarakan mengenai kereta api, tetapi juga sering mengadakan pertemuan antar perkumpulan, sosialiasi perlintasan, sosialisasi jadwal kereta api, mengadakan posko mudik, bakti sosial, dan edan kurban. Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh PT Kereta Api Indonesia. [7]

Keselamatan[sunting | sunting sumber]

Meskipun kereta api menjadi kesenangan utama, kewaspadaan seharusnya diutamakan. Mereka yang akan berburu kereta api harus memahami risiko yang akan terjadi agar tidak menimbulkan kecelakaan. Saat ini, hampir semua petugas juga sudah menyiapkan larangan melintas rel kereta api terutama di dekat stasiun, serta memperingatkan terutama kepada penggemar kereta api dan masyarakat umum yang melintas agar jalur kereta api tetap aman dari kejahatan dan tindakan mencurigakan. Para penggemar kereta api pada umumnya berpengalaman karena memiliki banyak pengetahuan tentang pengoperasian kereta api dan bahayanya sehingga diharapkan dapat membantu mengamankan perjalanan kereta api, terutama dengan melaporkan palang atau peralatan lainnya yang tidak berfungsi.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Larson, Russ (1974). "Learn the lingo". N Scale Primer (edisi ke-Fourth printing, 1977). Milwaukee, WI: Kalmbach Publishing. hlm. 101. 
  2. ^ Kisor, p. 5.
  3. ^ "Gricer, n.". Oxford English Dictionary. Diakses tanggal 5 March 2015. 
  4. ^ Campbell, Don (2004-01-02). "Gunzels". Trams Down Under. Tramway Museum Society of Victoria. Diakses tanggal 2007-10-05. 
  5. ^ Moynihan, Stephen (October 1, 2007). "Rail fans celebrate own win as new line launched". The Age. Diakses tanggal 2007-10-05. 
  6. ^ Nurhalim, Rendy (2019-08-20). "Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta". KabarPenumpang.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-09. 
  7. ^ "Komunitas Edan Sepur Indonesia, Lebih dari Mencintai Kereta Api". RevolusiMental (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-08. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Kisor, Henry (1994). Zephyr: Tracking a Dream Across America. Holbrook, Massachusetts: Adams Publishing. ISBN 1-55850-477-X. 
  • Adams, Will (2006). Trainspotting Days. Kettering: Silver Link Publishing. ISBN 1-85794-267-1. 
  • Carter, Ian (2008). British Railway Enthusiasm. Manchester: Manchester University Press. ISBN 978-0-7190-6566-8. 
  • Harvey, Michael G. (2004). Forget the Anorak: what trainspotting was really like. Stroud: Sutton Publishing. ISBN 0-7509-3402-6. 
  • Harvie, Christopher (1992). "The English railway enthusiast". Dalam Diller, Hans-Jürgen (ed.). Englishness. Heidelberg: Carl Winter. hlm. 107–22. ISBN 3-533-04536-6. 
  • Marchant, Ian (2003). Parallel lines: or, Journeys on the Railway of Dreams. London: Bloomsbury. ISBN 0-7475-6578-3. 
  • Marsden, Colin J. (2010). Rail Guide 2010. Shepperton: Ian Allan. ISBN 978-0-7110-3457-0. 
  • Mathison, Phil (2006). Shed Bashing with the Beatles. Newport, Yorkshire: Dead Good Publications. ISBN 0-9546937-3-6. 
  • Packer, David (2003). Well Trained. Leigh: Triangle Publishing. ISBN 0-9529333-8-1. 
  • Whittaker, Nicholas (1995). Platform Souls: The Trainspotter as Twentieth Century Hero. London: Gollancz. ISBN 0-575-05981-8. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]