Surah Al-An'am

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-An'am
الانعام
Bagian awal surat (QS 6:1-3)
Bagian awal surat (QS 6:1-3)
Informasi
Arti Binatang Ternak
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 6
Juz Juz 7
Juz 8
Statistik
Jumlah ayat 165 ayat

Surah Al-An'am (bahasa Arab:الانعام, al-An'ām, "Binatang Ternak") adalah surah ke-6 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah. Dinamakan Al-An'am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An'am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An'am ini, terdapat do'a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara. Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah. Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Pokok-Pokok Surah[sunting | sunting sumber]

  1. Dan jika Allah berkehendak menimpakan bencana kepadamu, maka tiada yang sanggup meringankannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia menganugerahkan kebaikan untukmu, Ketahuilah, Dialah Yang Kuasa tehadap segala sesuatu. (Ayat 17)
  2. Dan orang-orang yang mengatakan: "Kehidupan hanyalah hidup kami di dunia ini saja, mustahil kami akan dibangkitkan!". Dan kiranya kamu menyaksikan ketika kelak mereka menghadap di sisi Tuhannya. Berfirman: "Bukankah ini nyata?" Mereka menjawab: "Sungguh nyata, demi Tuhan kami". Berfirman: "Karena itu rasakanlah siksaan ini, akibat kalian menyangkalnya".(Ayat: 29-30)
  3. ......Kami menghukum mereka dengan kesengsaraan dan musibah, supaya mereka bersujud (tertunduk) sambil berserah diri. (Ayat: 42)
  4. Berkata: "Jelaskan padaku jika Allah merenggut kemampuan pendengaranmu dan penglihatanmu serta mengeraskan kalbumu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa menyembuhkannya untukmu?" Renungkanlah, betapa Kami mengisyaratkan bermacam tanda-tanda yang jelas, akan tetapi orang-orang itu tetap meremehkan. (Ayat: 46)
  5. Dan tiada tanggung jawab bagi kaum yang bertakwa terhadap dosa-dosa mereka; selain memperingatkan supaya mereka bertakwa (takut terhadap Tuhan). (Ayat: 69)
  6. Biarkan orang-orang yang menganggap agamanya sebagai kesenangan dan permainan hingga tertipu oleh Dunia, Tetapi peringatkan hal ini; supaya setiap jiwa tidak membinasakan diri akibat tindakannya sendiri, kelak tiada bagi diriya sendiri pelindung atau penyelamat selain Allah. Apabila mereka ingin menebus, tidak mungkin diterima. Semacam inilah keadaan orang-orang yang membinasakan dirinya sendiri; mereka akan meminum air mendidih. siksa yang mengerikan, akibat mereka meremehkan Allah. (Ayat: 70)
  7. ....., dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat". (Ayat: 77)
  8. Demikianlah pembelaan Kami yang diberikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami muliakan siapa yang Kami kehendaki dengan ukuran tertentu. Sesungguhnya Tuhanmu, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'kub untuknya. Kepada keduanya telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian keturunannya yakni Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami membalas orang-orang baik. demikian pula Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Mereka termasuk orang-orang shaleh. serta Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami muliakan beberapa tingkat di atas umat manusia, (Ayat: 83-86)
  9. Sekalipun kami mengirimkan para malaikat ke hadapan mereka dan orang-orang mati berbicara kepada mereka dan Kami menghadirkan segala sesuatu kepada mereka, mereka tidak akan beriman kecuali jika Allah menghendaki, Tetapi banyak diantara mereka yang bebal. (Ayat:111)
  10. Berkata: Sungguh, doaku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Penguasa alam semesta. (Ayat: 162)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia
  • Ash-Shahihul Musnad Min Asbabin Nuzul, 1415 H, Karya Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Ma'idah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-A’raf
Surah 6