Ayrton Senna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ayton Senna)
Jump to navigation Jump to search
Ayrton Senna
Ayrton Senna with toy car cropped no wm.jpg
Ayrton Senna memamerkan replika mobil McLaren-Honda
Lahir Ayrton Senna da Silva
(1960-03-21)21 Maret 1960
Bendera Brasil Sao Paulo, Brasil
Meninggal 1 Mei 1994(1994-05-01) (umur 34)
Bendera Italia Bologna, Italia
Karier dalam ajang Formula Satu
Kebangsaan  Brasil
Tahun aktif 19841994
Jumlah lomba 162 (161 start)
Juara dunia 3 (1988, 1990, 1991)
Menang 41
Podium 80
Total poin 610 (614)
Posisi pole 65
Lap tercepat 19
Lomba pertama Grand Prix Brasil 1984
Menang pertama Grand Prix Portugal 1985
Menang terakhir Grand Prix Australia 1993
Lomba terakhir Grand Prix San Marino 1994
Tanda tangan
Statistik terbaru dimutakhir pada 1 Januari 2018.

Ayrton Senna da Silva (lahir di Sao Paulo, Brasil, 21 Maret 1960 – meninggal di Bologna, Italia, 1 Mei 1994 pada umur 34 tahun) adalah seorang pembalap mobil profesional dari Brasil. Ia membalap di arena Formula Satu dari musim 1984 sampai musim 1994 dan sukses meraih tiga kali gelar juara dunia pada musim 1988, 1990 dan 1991 saat bergabung bersama tim McLaren. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan di GP San Marino 1994 saat sedang memimpin lomba.[1]

Senna memulai karier membalapnya sejak usia kecil di ajang gokar. Ia lantas pindah ke balapan mobil roda terbuka pada 1981 dan memenangkan gelar juara Formula Tiga Inggris musim 1984. Ia lantas memulai debut F1-nya di musim 1984 bersama tim Toleman sebelum kemudian pindah ke tim Lotus di musim 1985 dan memenangi enam lomba dalam kurun waktu tiga musim selanjutnya. Ia beralih ke tim McLaren pada 1988 dan bermitra bersama pembalap Perancis Alain Prost. Kombinasi duet ini lantas bersaing ketat dan sukses memenangi 15 dari 16 lomba di musim tersebut dengan Senna yang tampil sebagai juara dunia. Prost lantas membalas kekalahannya di musim 1989 sebelum Senna kembali memenangi gelar di musim 1990 dan 1991. Pada musim 1992 koalisi tim Williams dan Renault mulai mendominasi arena F1 dan Senna hanya bisa finis di urutan empat klasemen musim tersebut disusul urutan kedua di musim 1993. Senna lantas beralih ke tim Williams di musim 1994.

Senna sering disebut sebagai pembalap terbaik sepanjang masa di ajang F1.[2][3][4][5][6][7][8] Ia dikenal sebagai salah satu pembalap spesialis kualifikasi yang terbukti lewat catatan 65 kali pole yang ia raih sepanjang kariernya. Rekor catatan pole Senna bertahan sampai musim 2006 sebelum kemudian dipecahkan oleh Michael Schumacher. Senna juga dikenal piawai dalam membalap di trek basah lewat hasil yang ia peroleh di Monako 1984, Portugal 1985 dan Eropa 1993. Senna juga mencatat rekor sebagai pembalap yang paling sering memenangi GP Monako yaitu enam kali. Di sisi lain, Senna juga mencatat beberapa kontroversi dalam kariernya terutama saat ia bersaing melawan Prost dengan dua kali kejadian tabrakan di Jepang 1989 dan 1990 yang mana kedua lomba tersebut merupakan lomba klimaks dalam penentuan gelar juara dunia musim tersebut.

Kehidupan dan karier awal[sunting | sunting sumber]

Senna lahir di Rumah Sakit Bersalin Pro-Matre di Santana, sebuah lingkungan di São Paulo.[9] Anak tengah pemilik tanah dan pemilik pabrik Brasil yang makmur Milton da Silva dan istrinya Neide Senna da Silva. Senna memiliki kakak perempuan, Viviane dan seorang adik laki-laki, Leonardo.[10] Senna seorang kidal.[11]

Rumah tempat Senna menghabiskan empat tahun pertama hidupnya adalah ayah Neide, João Senna. Terletak di sudut Avenida Aviador Guilherme dengan Avenida Gil Santos Dumont, kurang dari 100 meter dari Campo de Marte, area yang luas dimana mereka mengoperasikan taman Aeronautics Material dan sebuah bandara. Senna sangat atletis. Ia unggul dalam senam dan olahraga lainnya dan mengembangkan ketertarikan pada mobil dan balap motor pada usia empat tahun. Ia sempat mengalami kekurangan koordinasi motor dan mengalami kesulitan menaiki tangga pada usia tiga tahun. Sebuah electroencephalogram (EEG) menemukan bahwa Senna tidak mengalami masalah. Orang tuanya memberi Senna julukan "Beco".[12] Pada usia tujuh tahun Senna pertama kali belajar mengendarai Jeep mengelilingi pertanian keluarganya dan mendapatkan keuntungan dari perubahan persneling tanpa menggunakan kopling.[13]

Senna menghadiri Colegio Rio Branco di Higienópolis di area São Paulo dan lulus pada tahun 1977 dengan tingkatan nilai 5 dalam bidang fisika dan kelas lainnya dalam bidang matematika, kimia, dan bahasa Inggris. Ia kemudian mendaftarkan diri di sebuah perguruan tinggi yang mengkhususkan diri dalam administrasi bisnis, namun memilih keluar setelah tiga bulan.[14] Secara keseluruhan, nilainya mencapai 68%[12]

Mobil gokar pertama Senna dibangun oleh ayahnya dengan menggunakan mesin pemotong rumput berukuran kecil 1 HP. Senna mulai balapan di Interlagos dan memasuki kompetisi karting pada usia 13 tahun.[15] Ia memulai balapan pertamanya di pole position dan menghadapi saingan yang beberapa tahun lebih tua darinya. Meski demikian ia berhasil memimpin sebagian besar balapan sebelum tersingkir dari arena setelah bertabrakan dengan saingannya. Ayahnya mendukung anaknya dan Lucio Pascal Gascon segera mengelola bakat yang berkembang dari diri Senna.[16]

Senna kemudian memenangkan Kejuaraan Karting Amerika Selatan pada tahun 1977. Ia mengikuti Kejuaraan Dunia Karting setiap tahun dari tahun 1978 sampai 1982 dan berhasil meraih posisi runner-up pada tahun 1979 dan 1980.[17] Pada tahun 1978 Senna bermitra dengan Terry Fullerton yang kemudian Senna kenang sebagai salah satu rival beratnya terutama untuk tingkatan uang dan politik pada saat itu.[18]

Pada tahun 1981, Senna pindah ke Inggris untuk memulai balap kursi tunggal profesionalnya. Ia memenangkan RAC dan Kejuaraan Formula Ford 1600 Townsend-Thoreson tahun tersebut dengan tim Van Diemen.

Meski demikian, Senna awalnya tidak percaya akan terus di berkarier di ajang balapan. Pada akhir musim di bawah tekanan dari orang tuanya untuk berperan dalam bisnis keluarga, Senna mengumumkan pengunduran dirinya dari Formula Ford dan kembali ke Brasil.[12][19] Sebelum meninggalkan Inggris, Senna ditawari membalap dengan tim Formula Ford 2000 dengan imbalan £10.000. Kembali ke Brasil, ia memutuskan untuk menerima tawaran ini dan kembali tinggal di Inggris. Karena da Silva adalah nama keluarga Brasil yang paling umum ia malah mengadopsi nama gadis ibunya, Senna.[20] Senna kemudian memenangkan kejuaraan Formula Ford 1982 Inggris dan Eropa 1982.[21] Untuk musim itu, Senna tiba dengan sponsor dari Banerj and Pool.[12]

Pada tahun 1983, Senna membalap di Kejuaraan Formula Tiga Inggris untuk tim West Surrey Racing. Ia mendominasi paruh pertama musim ini sampai Martin Brundle, yang mengendarai mobil serupa untuk Eddie Jordan Racing, menutup celah di bagian kedua kejuaraan. Senna memenangkan gelar di babak final setelah bertarung dengan ketat dan sengit melawan Brundle.[22] Pada bulan November tahun itu, Senna juga berjaya di lomba Formula Tiga Grand Prix Makau dengan tim Theodore Racing milik Teddy Yip.[23][24]

Karier Formula Satu[sunting | sunting sumber]

1984: Toleman[sunting | sunting sumber]

1985-1987: Lotus[sunting | sunting sumber]

1988-1993: McLaren[sunting | sunting sumber]

Gelar dunia dan bersaing melawan Alain Prost[sunting | sunting sumber]

Berjuang di tengah penurunan performa tim[sunting | sunting sumber]

1994: Williams[sunting | sunting sumber]

Kematian[sunting | sunting sumber]

Ia meninggal dunia akibat kecelakaan fatal di tikungan Tamburello saat memimpin balapan di GP San Marino di Sirkuit Imola bersama tim Williams pada 1 Mei 1994 yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh.

Nama besar Ayrton Senna masih dikenang sampai saat ini. Beberapa pembalap mengenang Senna sebagai salah satu pembalap mobil terbaik sepanjang masa, setara dengan Dale Earnhardt dari NASCAR yang juga tewas usai mengalami kecelakaan saat berlomba di Daytona 500 2001.[25]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Obituary: Ayrton Senna". 2 May 1994. 
  2. ^ "Alonso, Massa, Schumacher say Senna is "greatest" on Top Gear". 
  3. ^ "Murray Walker lists Senna as number one". 
  4. ^ "Ayrton Senna: Brazilian takes his place among our 10 best F1 drivers". 
  5. ^ "Formula 1's Greatest Drivers – AUTOSPORT.com – Ayrton Senna". F1greatestdrivers.autosport.com. Diakses tanggal 4 January 2013. 
  6. ^ "Drivers vote Senna the greatest ever – F1 news". Autosport.Com. 10 December 2009. Diakses tanggal 4 January 2013. 
  7. ^ "Alonso voted best driver". Sify.com. 23 July 2010. Diakses tanggal 1 May 2014. 
  8. ^ talent, Formula (20 November 2012). "Formula 1's greatest drivers. Number 1: Ayrton Senna". BBC Sport. Diakses tanggal 22 November 2012. 
  9. ^ "Gafisa presta homenagem a Ayrton Senna: "morador ilustre a gente não esquece"". Senna.globo.com. Diakses tanggal 2 October 2010. 
  10. ^ "Ayrton Senna: Tragic Hero". History and Legends of Grand Prix Racing. Diakses tanggal 30 August 2012. 
  11. ^ "Do left-handers make better drivers?". Metro. 12 August 2008. Diakses tanggal 1 April 2014. 
  12. ^ a b c d Williams, Richard (2010) [1995]. The Death of Ayrton Senna. Penguin Books. 
  13. ^ Kapadia, Behram (2004). Formula One: The Story of Grand Prix Racing. Silverdale Books. hlm. 66. ISBN 1-85605-899-9. 
  14. ^ "100 years in 34" (dalam bahasa Portuguese). Veja. 3 May 1994. Diakses tanggal 24 August 2012. 
  15. ^ "Ayrton Senna – The Right to Win (2004)
  16. ^ Ayrton Senna: Racing in My Blood, Official Video Biography (Kultur Video, 1991).
  17. ^ "Ayrton Senna – Racing Career". MotorSports Etc. 
  18. ^ Calkin, Jessamy (20 May 2011). "Senna: the driver who lit up Formula One". London: The Telegraph. Diakses tanggal 15 August 2012. 
  19. ^ Hilton 1999 pp. 38–40
  20. ^ Hilton (2005), pp. 9, 33–43, 154.
  21. ^ "From the Vault: F1 is robbed one of its most dazzling talents". London: The Guardian. 30 April 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 May 2008. Diakses tanggal 30 April 2008. 
  22. ^ Hilton, Christopher, Ayrton Senna – The Complete Story (2004), pp. 99–116.
  23. ^ Hilton (2005), pp. 43–47, 154.
  24. ^ Greg Girard, Ian Lambot, and Philip Newsome, Macau Grand Prix: The Road To Success (Watermark Surrey, 1998).
  25. ^ Eddie Cheever Quote, NASCAR.com, diakses 22 Desember 2012.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]