7 Manusia Harimau (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
7 Manusia Harimau
7 Manusia Harimau.png
PembuatSinemArt
Didasarkan dariTujuh Manusia Harimau
oleh Motinggo Busye
Penulis skenario
Penulis cerita
Sutradara
  • Karsono Hadi
  • Robert Santosa
    (Sutradara Laga)
Pemeran
Penggubah laguUtopia
Lagu pembukaRasa Ini Indah - Utopia
Lagu penutupRasa Ini Indah - Utopia
KomposerPurwacaraka
Negara asal Indonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
No. musim2
No. episode577 (daftar episode)
Produksi
Produser eksekutifElly Yanti Noor
ProduserLeo Sutanto
SinematografiRudy Koerwet
Editor
  • Hendrajat
  • Septedy
  • Heri Kurniawan
Durasi60—120 menit
Rumah produksiSinemArt
DistributorMedia Nusantara Citra
Rilis
Jaringan penyiarRCTI
Tanggal tayang asli8 November 2014 (2014-11-8) –
14 Februari 2016 (2016-2-14)
Pranala luar
Situs web produksi

7 Manusia Harimau adalah sinetron produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 8 November 2014 di RCTI. Sinetron ini diangkat dari serial novel Tujuh Manusia Harimau karya Motinggo Boesje. Pada tahun 1986, jilid pertama dari novel tersebut telah diadaptasi menjadi film 7 Manusia Harimau. Sinetron ini mengalahkan kejayaan sinetron Ganteng Ganteng Serigala dan sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series dalam ajang Panasonic Gobel Awards 2015.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Gumara adalah seorang guru yang minta ke dinas untuk dipindahkan ke sebuah desa di Bengkulu. Saat di Kecamatan Kayu Lima, ia merasakan udara dan alam yang cocok dengan habitatnya. Menurut neneknya, itu adalah tempat lahir ayahnya yang bernama Peto Alam. Dikarenakan terancam, ibu beserta neneknya membawanya lari dari Desa Kumayan yang merupakan sebuah desa di Kecamatan Kayu Lima yang selalu diliputi kabut, kabut pegunungan yang sekaligus kabut misteri yang sulit diterima logika. Penduduk desa tetangga Kumayan memberi julukan yang sangat menyeramkan bagi desa itu, yaitu "gudang ilmu hitam". Di sana bersemayam para manusia yang memiliki ilmu harimau yang sebenarnya untuk menjaga kebun kopi mereka yang luas dari gangguan pencuri yang takut kalau melihat harimau. Ayah dan ibunya adalah keturunan ketiga manusia harimau, dan ia merupakan keturunan keempat. Ia menganggap itu hanyalah mitos belaka.

Sesampai bus yang mengantarnya, lingkungan sekitar sudah sepi. Di saat sedang berjalan-jalan, ia ditemui Yunus yang mengendarai sepeda motor. Yunus merupakan pesuruh sekolah tempatnya akan bertugas, dan mengantarnya ke rumah dinas. Belum lama sesampainya di rumah dinasnya, ia menanyakan rumah Lebai Karat kepada Yunus. Dari pesuruh sekolah itu, ia mendapatkan informasi tentang Desa Kumayan. Pada saat itu, seseorang menguping dari balik jendela rumah.

Tidak terlalu lama setelah Yunus pergi, tiba-tiba ia mendengar suara harimau dan melihat seekor harimau yang besar menyelinap masuk ke dalam semak-semak di samping rumah dinasnya. Kejadian itu membuatnya penasaran, diambilnya senter dan ia keluar rumah. Beberapa cobaan ia temui dalam perjalanan, dari seorang gadis yang meminta pertolongan, hingga pertemuannya dengan Humbalang yang juga ternyata keturunan manusia harimau. Ternyata Lebai Karat tidak menyukai kehadiran dirinya, bahkan sempat akan menyerangnya. Untungnya anak gadis Lebai Karat yang bernama Karina langsung mengingatkan Lebai Karat. Gumara langsung pulang dengan perasaan kaget dan sedikit takut.

Banyak hal-hal baru yang Gumara temui di lingkungan barunya, mulai dari gangguan di rumahnya, bahkan ia pun sempat harus masuk penjara karena dituduh membunuh, kena teluh, sampai menjadi perhatian para keturunan manusia harimau lainnya seperti Lebai Karat, Putih Kelabu, Rajo Langit, dan Humbalang. Mereka mulai mencurigai bahwa Gumara adalah manusia harimau ketujuh yang selama ini mereka tunggu untuk menyempurnakan kelompok mereka. Gerak-gerik Gumara sangat diperhatikan, karena jika ia menolak kelompok tersebut maka nyawanya bisa terancam. Tidak hanya itu, Gumara juga harus dihadapkan kepada dua gadis cantik, Karina dan Pitaloka. Mereka keturunan manusia harimau, maka keduanya memiliki kesaktian dan pintar. Mereka berdua juga bersekolah di tempat Gumara mengajar.

Gumara terlibat lebih dalam di lingkungan Kumayan. Awalnya ia hanya ingin menjadi guru yang mengajar ilmu fisika dan matematika serta mengenal sejarah hidup silsilah keluarganya, tetapi ternyata kehadirannya di Desa Kumayan menimbulkan kemelut yang berkelanjutan. Lika-liku kehidupan Gumara yang penuh dengan permasalahan selama 577 episode ini diakhiri dengan pertunangannya dengan Pitaloka yang sebatas memberi harapan dikarenakan pernikahan masih sebatas janji belaka dengan alasan bahwa Pitaloka ingin melanjutkan pendidikannya untuk kuliah. Menurut ramalan Ki Cahaya, Gumara dan Pitaloka akan dikarunia 7 orang anak dari pernikahan mereka. Namun, itu semua masih sebatas ramalan dan misteri yang semuanya tidak pasti.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Samuel Zylgwyn Gumara Peto Alam
Willy Dozan Harimau Tunggal
Adjie Pangestu Lebai Karat
Ochi Rosdiana Pitaloka
Syahnaz Sadiqah Karina
Sigit Hardadi Putih Kelabu
Anthony Xie Dasa Laksana
Leon Dozan Arsya
Ammar Zonni Rajo Langit
Boy Hamzah Humbalang
Juan Christian Limbubu
Amoroso Katamsi Pak Jamhur (kepala Sekolah)
Aldisar Syafar Yunus
Ranty Maria Ratna
Cut Meyriska Putri Semidang Rindu
Meriam Bellina Ratu Hangcinda
Roger Danuarta Gora
Ratu Dewi Imasy Ibu Ratih
Aura Nabilla Izzathi Farah
Samuel Rizal Erick Laksana
Ichal Muhammad Rifai Paliki
Krisna Murti Pak Jhoni
Connie Sutedja Neneknya Gumara
Maria Lynch Nina
Vera Detty Ibunya Medi
Joseph Hungan Ki Rotan
Riyanto RA Rahman
Dewi Natalia Melly
Asri Welas Mega
Jonathan Frizzy Ki Banteng
Adam Jordan Ki Maung
Rama Michael Datuk Sanca
Fendy Pradana Datuk Putra Kumbang
Devi Demplon Ratu Sekat Junjung
Annisabell Dewi Ranting Hitam
Alifian Putra Fajar Medi
Wina Zulfiana Puyang Tunggal
Shaheila Gianetti Lolita
Chandra Sundawa Badrul
Gampo Iswardana Boko Hanggita
Wike Afiyanti Tudung Merah
Mayang Wulandari Pina
Dhany Ardan Panglima Artaya
Sylvia Pudjoningsih Puspa
Maria Glennon Puyang Maut
Pepi Febiyanti Tebat Hijau
Carissa Elfarizi Tia
Vivian Alamsyah Ratu Saga
Obar Sobari Jayadi
Ryan Septiandy Ismail Resta
Faza Nadhirah Cempaka
Habibi Alatas Jelatang
Barry Prabu Pungka

Perbedaan dengan versi novel dan film[sunting | sunting sumber]

Berikut ini beberapa perbedaannya dengan novel Tujuh Manusia Harimau dan film 7 Manusia Harimau:

  • Latar yang digunakan dalam cerita sinetron ini adalah Bengkulu.
  • Ada beberapa tokoh utama yang namanya diubah untuk penyesuaian yang bertujuan untuk unsur estetika, misalnya Harwati diganti dengan Karina, Lading Ganda diubah menjadi Rajo Langit, dan beberapa penamaan tokoh lainnya.
  • Istilah dan bahasa yang digunakan di sinetron diselipkan kosakata dan dialek dari bahasa daerah yang lazim digunakan di daerah-daerah Bengkulu seperti yang biasa digunakan penutur bahasa Melayu Tengah dan bahasa Rejang.
  • Inyik dijadikan istilah untuk menyebutkan harimau jadi-jadian. Istilah ini tidak ditemukan pada versi novel dan film.
  • Kitab Tujuh menggunakan aksara Kaganga yang merupakan aksara khas suku Rejang.
  • Kisah dalam versi sinetron memiliki kesamaan dengan legenda tentang suku Rejang yang memang dilegendakan bahwa leluhurnya adalah kaum harimau jadi-jadian. Kisah yang disuguhkan juga memiliki kesamaan dengan sejarah konflik suku Rejang dengan suku-suku bangsa terdekat lainnya. Legenda ini masih dipercaya dan nyata sesuai dengan sejarah yang ada di kalangan suku Rejang dan suku Serawai.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Award Kategori Nominasi Hasil
2015
Panasonic Gobel Awards 2015 Drama Seri Terfavorit 7 Manusia Harimau Menang
Aktris Terfavorit Meriam Bellina Nominasi
Festival Film Bandung 2015 Pemeran Pria Terpuji Serial Televisi Samuel Zylgwyn Nominasi
Pemeran Wanita Terpuji Serial Televisi Ochi Rosdiana Nominasi

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Tukang Bubur Naik Haji The Series
Panasonic Gobel Awards
Sinetron terfavorit

2015
Diteruskan oleh:
Anak Jalanan