Buku Harian Nayla

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Buku Harian Nayla
Pembuat Sinemart
Pengarang Serena Luna
Pemeran Chelsea Olivia Wijaya
Glenn Alinskie
Randy Pangalila
Piet Burnama
Moudy Wihelmina
Yadi Timo
Rudy Salam
Debby Cynthia Dewi
Raka Hafid
Virgo Brody
Gracia Indri
Natasha Irawan
Lagu pembuka Seperti Yang Kau Ingini, Nikita
Lagu penutup Seperti Yang Kau Ingini, Nikita
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Produksi
Lokasi Jakarta
Durasi 60 menit
Rumah produksi Sinemart
Rilis
Jaringan penyiar RCTI
Global TV (tayangan ulang 26 Maret 2012 hingga 13 April 2012)
SCTV (tayangan ulang di natal nanti dan 13 Desember 2017-sekarang)
Tanggal rilis 11 Desember 2006 – 25 Desember 2006
Kronologi
Dilanjutkan oleh Candy
Acara terkait 1 Litre no Namida

Buku Harian Nayla adalah sebuah sinetron Indonesia bernafaskan religi Kristen yang ditayangkan RCTI pada tahun 2006. Sinetron ini membuat-ulang drama televisi Jepang yang berjudul 1 Litre of Tears. Penggemar sinetron ini menyatakan bahwa sinetron ini merupakan adaptasi dari drama televisi Jepang tersebut. Sinetron ini ditayangkan ulang di Global TV pada 26 Maret 2012 hingga 13 April 2012 dan SCTV pada 13 Desember 2017 hingga sekarang.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Naila adalah seorang gadis berusia 15 tahun yang hidup di sebuah keluarga sederhana. Semua tampak sempurna untuk Nayla, dia ceria, rajin, pintar, jago basket dan sholehah. Di sekolah, ia bisa menjadi ketua kelas dan bertemu dengan cowok yang baik dan ganteng pula. Pada suatu hari, hal-hal yang tidak biasa mulai dialami Naila. Ia mulai sering terjatuh dan berjalan dengan aneh. Ibunya membawa Naila untuk menemui dokter, dan Naila di diagnosis terkena penyakit Ataksia Spinoserebelar, sebuah penyakit langka di mana otak kecil secara bertahap memburuk hingga ke keadaan di mana sang penderita tidak dapat berjalan, berbicara, menulis atau makan lagi. Sebuah penyakit yang kejam, namun tidak mempengaruhi pikiran. Beruntung Naila memiliki teman-teman yang setia. Selain itu, Moses yang jatuh cinta pada Nailah, juga selalu menemani Naila. Namun banyak juga siswa yang merasa terganggu dengan keadaan Naila.

Waktu berlalu dengan cepat. Naila berhasil lulus sekolah. Semua teman Naila sibuk memikirkan kuliah. Naila sedih, hal yang bisa menghiburnya hanya menulis buku harian. Naila terus menulis walau tangannya semakin lama semakin susah bergerak. Sementara itu, Moses akhirnya masuk kuliah kedokteran yang sebenarnya jauh dari minat awalnya. Dengan satu alasan, dia ingin menyembuhkan Naila.

Dalam suatu kesempatan, Moses datang membawa surat dari pembaca Naila. Saat itu Naila sudah benar-benar lelah berperang dengan penyakitnya. Ternyata banyak pembaca yang menjadi lebih tegar menghadapi hidupnya setelah membaca tulisan Naila. Itu menjadi bukti bahwa sekalipun sudah tak berdaya secara fisik, Naila tetap berguna dan menjadi penolong bagi orang lain, sesuai keinginan terbesarnya. Naila tersenyum bahagia. Tak ada lagi yang perlu dia cari di dunia ini.

8 tahun kemudian[sunting | sunting sumber]

Moses harus meneruskan kepemimpinan almarhum ayahnya di RS Sahabat Medika, milik ibunya. Moses sebenarnya tak yakin dia adalah kandidat yang tepat, karena sebenarnya dia menderita kanker tulang belakang stadium dua. Masalahnya tidak ada yang tahu tentang hal ini selain dirinya dan dokter yang merawatnya. Moses memang sengaja menyembunyikannya dari ibunya, Veronica, karena dia tak tega memberitahu Veronica. Moses tahu bagaimana sedihnya ibunya merasa tak memiliki siapa-siapa lagi selain dirinya sejak ayahnya dan kakaknya meninggal (saat season 1).

Sampai saat ini, Moses masih suka membuka dan membaca buku harian Naila, almarhumah istrinya yang telah lebih dulu meninggalkannya pada season 1. Moses merasa dengan begitu, ia tetap bisa merasakan kehadiran Naila di hari-harinya. Suatu hari, Tak disangka ia bertemu dengan Gaby, seorang yang sangat mirip dengan Naila. Moses sangat terkejut.Tapi dia tak punya keberanian sedikitpun untuk bertanya kepada Gaby tentang kemiripannya dengan Nailah. Gaby pun hanya bisa menyimpan keheranannya terhadap sikap Moses saat melihat dirinya.

Karena kerinduannya terhadap almarhumah Naila, Moses pun mulai mendekati Gaby. Tapi ternyata hal itu tak mudah. Gaby telah memiliki pacar, yaitu Michelle. Selain itu, Gaby memiliki ayah yang bermasalah, suka mabuk, keras, dan oportunis. Gaby pun harus menghidupi dirinya sendiri dan membayar hutang-hutang ayahnya. Moses akhirnya menawarkan Gaby untuk bekerja di rumah sakit sebagai pelukis dinding bangsal anak. Gaby tertarik.

Tapi Gaby tentu saja bukan Naila. Gaby punya masa lalu yang berbeda dengan Naila.

Gaby sebenarnya adalah keponakan Ali dan Martha, sepupu Naila. Ayah Gaby yaitu Martin adalah kakak Aldi sedangkan ibunya Maryam adalah kakak Martha. Tak hanya itu, Gaby saat kecil juga sangat dekat dengan Naila sampai akhirnya keluarga besar mereka bertengkar dan putus hubungan. Bahkan Maryam meninggal dalam perjalanan menjenguk Naila di saat Naila pertama kali divonis menderita ataksia.

Moses sangat perhatian pada Gaby. Tetapi ia belum ada keberanian untuk memberitahu Gaby kalau dia adalah suami Naila, sepupu Gaby. Moses merahasiakan semua itu karena dia mengetahui permusuhan antara keluarga Gaby dan keluarga Naila. Kedatangan Joanna, adik Naila, sempat membawa petaka buat Moses karena Joanna hampir membocorkan rahasia itu kepada Gaby. Joana ternyata jatuh hati pada Moses. Tetapi kemudian, karena Joanna merasa tak ada harapan untuknya di hati Moses. Ia melihat Moses sangat memperhatikan Gaby dibandingkan dirinya. Lagipula, secara fisik Gaby/Lala sangat mirip dengan almarhumah Naila. Joanna pun memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit Moses agar dia bisa melupakan Moses.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]