Lompat ke isi

Bella Vista

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bella Vista
Nama alternatif
  • Bella Vista Season 1
  • Bella Vista Musim 1
Genre
Cerita
Skenario
Sutradara
Pengarah kreatifRaakhee Punjabi
Pemeran
Lagu tema pembukalihat daftar
Lagu tema penutuplihat daftar
Penata musik
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jml musim3
Jml episode10 (daftar episode)
Produksi
Produser eksekutif
ProduserRaam Punjabi
Editor
  • Moru-Shri
  • Ess Jay
Pengaturan kameraMulti-kamera
Durasi±45 menit
Rumah produksiMultivision Plus
DistributorBimantara Citra
Rilis asli
JaringanRCTI
Rilis4 Desember 1994 (1994-12-04) 
7 Februari 1995 (1995-02-7)

Bella Vista adalah serial televisi Indonesia produksi Multivision Plus yang tayang pada tahun 1994 pada pukul 19.30 WIB di RCTI. Serial ini disutradarai oleh Nasri Cheppy dan Christi Maharsi serta dibintangi oleh Roy Marten, Angel Ibrahim, dan August Melasz.

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Bella Vista diproduksi dengan menghabiskan biaya yang cukup besar pada masanya, yaitu sekitar Rp 60-75 juta per episodenya, dengan menjadikannya sebagai serial andalan Multivision Plus pada masa itu.[1]

Benny Latin, pengusaha sukses yang memperluas jaringan bisnis, menghadapi berbagai rintangan dengan melawan musuh-musuhnya yang tidak terima dan meluasnya bisnis fesyen yang bernama Bella Vista.[2]

Benny Latin menikah dengan Vivi Suryani Tamia (diperankan oleh Ira Wibowo). Masa kebahagiaannya mulai rapuh saat Suryo, mantan mitra bisnis Benny Latin, melakukan percobaan pembunuhan terhadap Benny. Vivi Tamia yang saat itu tengah hamil seorang anak perempuan, mengalami depresi hebat dan mengalami kelumpuhan akibat ketakutan menyaksikan suaminya nyaris dibunuh. Sadar akan kondisi Vivi Tamia, Benny menyuruh Frans, mata-mata dari Benny, untuk memberi pelajaran kepada Suryo dengan menghilangkan kakinya karena diamputasi setelah remuk akibat tabrakan mobil.

Benny Latin mulai dekat dengan asisten pribadinya, bernama Lydia (diperankan oleh Angel Ibrahim). Kedekatan ini muncul saat Vivi mengalami koma selama 4 tahun lamanya pasca melahirkan Bella Tamiya (diperankan oleh Nadira), putri semata wayang Benny dan Vivi. Lydia sendiri tinggal satu rumah dengan Johan (diperankan oleh Agus Melasz) selama 5 tahun lamanya. Merasa bahwa Johan adalah seorang pria yang tidak bertanggung jawab karena tidak mendapatkan pekerjaan yang pasti, Lydia meninggalkan Johan sendirian. Dan Lydia diketahui sedang mengandung anak laki-laki oleh dokter yang juga temannya.[3]

Setelah Vivi meninggal dunia, Benny mulai merasa kesepian dan akhirnya menjadikan Lydia sebagai istrinya, hingga lahirlah Andre (saat dewasa diperankan oleh Ryan Hidayat). Dan Benny tidak sadar bahwa anak yang dikandung oleh Lydia merupakan buah dari Johan. Johan yang masih menyimpan rasa dendam karena Lydia jatuh ke tangan Benny, mulai melancarkan serangan balas dendam. Juga, Johan merupakan rekan dekat Suryo, yang pernah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Benny.

Kebahagiaan Benny akan kehadiran Bella (diperankan oleh Venna Melinda) dan Andre yang semula baik-baik saja, mengalami masalah. Benny mendadak sakit serta mengalami kelumpuhan dan harus dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan. Andre yang terjebak dalam dunia gemerlap, berpacaran dengan Vera (diperankan oleh Fransisca), Andre sendiri tidak menyadari bahwa Vera adalah anak dari musuhnya Benny, Suryo. Andre yang mulai mabuk kepayang dengan Vera, kemudian diculik oleh orang suruhan Johan, bernama Martin (diperankan oleh Sellen Fernandez). Sementara Bella dan Dicky Alamsyah (diperankan oleh Deddy Rizaldy) yang telah bertunangan, diusik oleh kehadiran Indra (diperankan oleh Jeremy Thomas) yang sengaja menyimpan niat jahat terhadap Bella dan juga Dicky.

Vera dan Indra juga bersekongkol. Dicky dibius oleh Vera dan kemudian direkam dalam sebuah kaset seolah bahwa Dicky telah berselingkuh dengan perempuan lain. Sementara Indra mencoba memperkosa Bella yang telah dibiusnya, tetapi berhasil digagalkan oleh Dicky. Johan yang bekerja sebagai Asisten Benny, diam-diam juga menyimpan rencana jahatnya, termasuk menyatakan Andre sebagai anaknya. Upaya membuktikan dengan tes DNA ini gagal setelah dokter yang juga rekannya Lydia sebagai saksi, meninggal karena serangan jantung.

Saat Benny terbaring di rumah sakit, Lydia menceritakan semuanya. Sebenarnya Benny sudah sadar, tetapi ia berpura-pura sakit untuk membiarkan Bella memegang kendali bisnisnya, juga untuk mendengarkan semua rahasia yang disimpan Lydia. Benny menceritakan kembali semua akting sakitnya kepada dokter pribadinya bernama dokter Slamet (diperankan oleh Fuad Baradja). Saat itu, Frans, mata-mata kepercayaan Benny, tewas tertembak oleh Martin. Martin yang mengetahui Frans sebagai mata-mata Benny, kemudian melakukan percobaan pembunuhan kepada Benny di rumah Sakit, tetapi digagalkan oleh Dedi (diperankan oleh Dwi Yan).

Dedi datang saat itu, untuk mencari siapa pembunuh Frans, yang merupakan kakaknya. Upaya Dedi untuk mencari siapa pembunuh kakaknya, menjadi tantangan sekaligus pekerjaan baru untuk Dedi. Secara tidak langsung, Dedi direkrut oleh Benny. Dedi dipercaya memiliki strategi yang bagus dan menolak perintah untuk membunuh. Dedi lebih memilih menjebloskan musuhnya ke penjara, dan itu pula yang akan dilakukan Dedi kepada siapa pembunuh kakaknya.

Andre mulai menemukan pengganti Vera, bernama Cinthia. Namun Cinthia beserta ayahnya diancam dibunuh apabila Cinthia mendekati Andre. Andre yang tidak terima melakukan upaya balas dendam dengan mencelakai Vera. Indra yang awalnya berencana melakukan pembunuhan terhadap Dicky, digagalkan oleh Dedi yang direkrut sebagai pengawal Bella dan Dicky. Gagalnya membunuh Dicky oleh seseorang bernama Alex, suami dari Susi yang juga sekretaris Indra, dan baru bebas dari penjara. Alex yang berupaya membunuh Dedi, juga gagal, karena ia tewas terjatuh dari apartemen tempat Dedi tinggal.

Indra ditangkap oleh Polisi karena berupaya melakukan pembunuhan terhadap Susi, sekretarisnya. dan mendapatkan hukuman penjara. Dedi saat itu menjalankan strategi Benny untuk menjadi mata-mata Johan, Vera, dan Martin. Hingga akhirnya ketiganya dipenjara karena akan mencelakai serta membunuh Benny pada saat pesta pernikahan Bella dan Dicky yang digelar sebagai simulasi untuk meyakinkan Johan.

Ikhtisar seri

[sunting | sunting sumber]
MusimEpisodeWaktu rilisJaringan
1104 Desember 1994 (1994-12-04)RCTI
21114 Mei 1995 (1995-05-14)RCTI
31119 Januari 1997 (1997-01-19)RCTI
Penampilan khusus

Lagu tema

[sunting | sunting sumber]
Judul lagu Penyanyi Pencipta Produksi
"Impian Cinta"[g] Uchi Amyrtha, Iwan Zein Dwiki Dharmawan
"Impian Cinta" (instrumental)[h]
"Salah Sangka"[i] Eka Deli, Johnson Hutagalung Oddie Agam, Ussy Pieters Multi Music
"Sia-Sia Ku Menunggu" (instrumental) Dwiki Dharmawan
"Just You & Me" (instrumental) Multi Music
"Hidup tanpa Cinta" Eka Deli
Keterangan
  Lagu tema utama

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Kementerian Negara Urusan Peranan Wanita (Kemeneg UPW) memutuskan menberikan kritikan keras untuk program Bella Vista.[4]

  1. Pemeran pertama
  2. Pemeran kedua versi dewasa
  3. Nama lengkap Indra pada episode 9.
  4. Pemeran kedua
  5. Pemeran ketiga
  6. Pemeran pertama versi kecil
  7. Lagu pembuka episode 1—21 dan lagu penutup episode 10—37.
  8. Lagu penutup episode 1—9.
  9. Lagu pembuka episode 22—37.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Harian Surya, Edisi Minggu 4 Desember 1994 Hal.10 : Bella Vista - "Balas Dendam Mantan Kekasih"
  2. Majalah Vista TV Edisi 1-15 Desember 1994 Halaman 56 : Layar Pilihan "Bella Vista" - Kembalinya Roy Marten
  3. Harian Surya, Edisi Minggu, 11 Desember 1994 Halaman 10 : Bella Vista Eps.2 - Kehamilan Jadi Senjata Pengikat
  4. "Meneg UPW Kritik Keras Sinetron Bella Vista dan Segalanya untukmu". Berita Yudha. 28 Juni 1995.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]