Ummi Aminah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ummi Aminah
Sutradara Aditya Gumay
Produser Raam Punjabi
Penulis Adenin Adlan
Aditya Gumay
Pemeran Nani Widjaja
Rasyid Karim
Gatot Brajamusti
Yessy Gusman
Cahya Kamila
Budi Chaerul
Paramitha Rusady
Ali Zainal
Genta Windi
Ruben Onsu
Zee Zee Shahab
Revalina S. Temat
Temmy Rahadi
Atie Kanser
Elma Theana
Distributor MVP Pictures
Tanggal rilis
5 Januari 2012
Durasi
104 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia

Ummi Aminah merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 5 Januari 2012 yang disutradarai oleh Aditya Gumay serta dibintangi oleh Nani Widjaja dan Rasyid Karim.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Ummi Aminah (Nani Widjaja), ustazah yang memiliki ribuan jamaah setia. Kemana pun ia ceramah, masjid selalu penuh. Padahal, ia tak pernah meminta bayaran. Ummi Aminah adalah ustazah idola.

Ummi dikaruniai dua anak – Umar (Gatot Brajamusti) – beristrikan Risma (Yessy Gusman). Aisyah (Cahya Kamila), anak kedua Ummi, seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan Hasan (Budi Chaerul).

Dari suami keduanya—Abah (Rasyid Karim) -- Ummi memiliki lima anak: Zarika (Paramitha Rusadi), Zainal (Ali Zainal), Zubaidah (Genta Windi), Zidan (Ruben Onsu) dan Ziah (Zee Zee Shahab).

Zarika, seorang wanita karier sukses yang was-was dengan usianya. Ia belum punya jodoh. Zarika memiliki hubungan khusus dengan bawahannya—Ivan (Temmy Rahadi) yang sudah beristeri, Dewi (Elma Theana). Di jejaring sosial, Zarika menjadi bulan-bulanan, dituduh sebagai perempuan perebut suami orang. Ummi meminta Zarika mengakhiri hubungan mereka.

Istri Zainal, Rini (Revalina S Temat) tengah mengandung anak kedua. Mereka masih menumpang di rumah Ummi. Kerja Zainal hanya menyopiri Ummi ke berbagai tempat ceramahnya. Untuk menambah penghasilan, Zainal mencoba jualan sepatu di tempat-tempat Ummi ceramah. Malang baginya, Zainal dimanfaatkan teman bisnisnya sebagai kurir narkoba. Penangkapan Zainal disaksikan jamaah Ummi. Berita pun menyebar, Ummi hanya bisa pasrah ketika semua tempat-tempat pengajian membatalkan undangan ceramah.

Bukan hanya persoalan Risma, Zarika dan Zainal, masalah Zidan juga membuat Ummi harus lebih tawakal. Abah masih sulit menerima keadaan Zidan yang sifatnya seperti perempuan. Sementara Zubaidah merasa tak pernah diperhatikan Ummi. Pendidikannya rendah, Zubaidah merasa tidak dipercaya Ummi sebagai asisten ustazah kondang. Persoalan keluarga Ummi makin menggunung ketika Abah tertipu bisnis jual-beli tanah kontrakan.[1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Laman Ummi Aminah, diakses pada 13 Desember 2011

Pranala luar[sunting | sunting sumber]