Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten
Genre Sinetron
Format Sinetron
Pembuat Tripar Multivision Plus
Penulis Team MVP
Sutradara Cuk Fk
Pemeran Anwar Sanjaya Pigano
Lagu tema Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten
Lagu pembuka Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten
Lagu penutup Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten
Negara  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah musim 1
Jumlah episode 1 (17 Juni 2017)
Produksi
Produser Raam Punjabi
Lokasi Jakarta, Indonesia
Durasi 60 menit (19.30 - 20.30 WIB)
Rumah produksi Tripar Multivision Plus
Distributor VIVA
Siaran
Stasiun televisi ANTV
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Siaran perdana Sabtu, 17 Juni 2017
Siaran sejak Sabtu, 17 Juni 2017  Sekarang
Pranala luar
www.mvpindonesia.com

Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di ANTV. Sinetron ini diproduksi oleh Tripar Multivision Plus. [1]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Halimah sedang menanti kelahiran anaknya. Dan dia yakin akan melahirkan anak laki-laki dan berharap kelak jadi pemain bola. Sementara itu Ali , suaminya Halimah yakin kalau anak mereka perempuan.

Sementara itu ditempat lain Sri, juga terlihat sedang menantikan kelahiran anaknya, berbeda dengan Halimah, Sri yakin sekali bahwa dia akan melahirkan seorang bayi perempuan yang mungil dan cantik.

Namun kenyataannya berbeda dengan yang mereka harapkan. Halimah melahirkan anak perempuan dan Sri melahirkan anak laki-laki

16 Tahun Kemudian[sunting | sunting sumber]

16 Tahun kemudian. Rohaya anak Halimah, tumbuh menjadi gadis tomboy yang hobbi bermain sepak bola, dimana pada satu pertandingan Rohaya yang jago main bola berhasil mengalahkan Dona, lawan mainnya. Sementara itu Anwar,anak dari Sri , tumbuh menjadi sosok laki-laki yang lebih suka mengerjakan pekerjaan perempuan.

Ali,suami Halimah sangat marah ketika mengetahui Rohaya main bola karena pada dasarnya Ali ingin Rohaya menjadi anak perempuan seperti anak perempuan umumnya. Hingga karena marahnya Ali membakar sepatu bola Rohaya agar anaknya tidak bisa main bola lagi.

Sementara itu Imin, berharap Anwar menjadi anak laki-laki yang gagah dan berani, membelikan Anwar sepatu bola. Namun kenyataannya Anwar yang tidak suka dengan permainan bola justru memberikan sepatu itu kepada Rohaya namun tidak berhasil .

Maruloh, Engkong Rohaya, kesal dengan ulah Opie, abangnya Halimah yang pemalas. Opie sedang ditagih hutang dan dia bingung untuk membayarnya. Hingga akhirnya Maruloh memberi Opie uang untuk membayar hutangnya namun Opie tetap harus mencari sisanya agar hutangnya dapat terbayar lunas karena ternyata Maruloh hanya memberi Opie uang tidak banyak. Bukanya bekerja, Opie justru mengakali Halimah dengan membelikan obat anti kudu untuk Rohaya yang memang kutuan. Obat yang harganya tiga puluh ribu, dibilang Opie harga tiga ratus ribu hingga membuat rambut Rohaya rontok, bukanya marah, Rohaya justru senang ketika Halimah bilang “rambut” Rohaya akan dibotakin.

Hari itu Dona, menantang Rohaya bermain bola, kali ini pertandingan basket futsal. Rohaya datang ke tempat pertandingan telat karena sempat menolong Anwar yang di jambret. Ketika sedang mengejar jambret Rohaya bertemu Arul, tukang kopi sepeda yang ganteng dan baik hati. Akibatnya ketika Rohaya sampai lapangan terlihat team Rohaya kalah 0-3 dari team Dona. Kedatangan Rohaya membuat para pemain khususnya Dona terkejut melihat penampilan Rohaya yang sudah botak.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Utama[sunting | sunting sumber]

Pemeran Pendukung[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]