Kawin Kontrak Lagi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kawin Kontrak Lagi
Kawin Kontrak Lagi.jpg
SutradaraOdy C. Harahap
ProduserRaam Punjabi
Penulis skenarioOdy C. Harahap
Joko Nugroho
Penulis ceritaOdy C. Harahap
PemeranRicky Harun
Lukman Sardi
Wiwid Gunawan
Thalita Latief
Teno Ali
Yogi Aldi
Aditya Firmansyah
Hardi Fadhillah
Debby Ayu
Adelia Rasya
Niken Anjani
Cut Mini Theo
Cynthiara Alona
Penata musikJoseph S. Djafar
SinematograferIcal Tanjung
PenyuntingAline Jusria
Perusahaan
produksi
DistributorMulti Vision Plus
Tanggal rilis
27 November 2008
Durasi97 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

Kawin Kontrak Lagi adalah film komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini dibintangi oleh Ricky Harun, Lukman Sardi, Cut Mini Theo, Wiwid Gunawan, Thalita Latief, Teno Ali, Yogi Aldi, Aditya Firmansyah, Hardi Fadhillah, Debby Ayu, Adelia Rasya, Niken Anjani, Cut Mini Theo dan Cynthiara Alona.

Plot[sunting | sunting sumber]

Jody (Ricky Harun) kini sudah beranjak kuliah. Dirinya menjadi playboy di kalangan mahasiswa kampus dan menjadi panutan bagi tiga perjaka kampus, yakni Fredo (Hardi Fadhillah), Hakim (Aditya Firmansyah) dan Menfo (Yogi Aldi). Mereka bertiga selalu mencoba mengikuti gaya-gaya Jody dalam menjalankan kehidupan cintanya, tetapi kurang berhasil. Setelah selesai kuliah, Jody mendapat telepon dari ibunya (Nungki Kusumastuti) yang berkata bahwa ayah Jody terjerat kasus korupsi. Hal itu membuat Jody tidak mempunyai aset dan terpaksa mengekos di rumah kecil dekat kampus, sedangkan sahabat karibnya, Dika (Herichan) dan Rama (Dimas Aditya), sudah bahagia. Dika masih marah dengan Jody yang telah merebut kekasihnya, sedangkan Rama dan Isa akan menikah dan pindah ke Australia, tetapi mereka berdua memberikan "sumbangan terakhir" bagi Jody.

Ketika Jody naik angkot, ia sadar bahwa sopir angkotnya adalah Kang Sono (Lukman Sardi). Kang Sono terpaksa menyambung hidup sebagai sopir angkot setelah Desa Sukasararean dirazia karena usaha kawin kontrak yang dijalankan. Dan sebuah telepon dari Teh Euis (Wiwid Gunawan) memberitahu bahwa Jody harus ke Desa Pakelonan untuk menemaninya. Kang Sono pergi ke sana terlebih dahulu untuk mengutarakan maksud kawin kontrak kepada ketua Yayasan Penyalur Wanita Pesona Singagaung, Maung (Teno Ali), yang menerapkan sistem militer kepada seluruh wanita yang ada di bawahnya. Setelah terjadi kesepakatan, Jody, Fredo, Hakim dan Menfo pergi ke Desa Pekalonan untuk kawin kontrak.

Di sana, beberapa wanita rupanya menunjukkan diri. Fredo memilih Viva (Adelia Rasya) yang berbakat sebagai gadis penari, Hakim memilih Kokom (Debby Ayu) yang sangat cermat dan Menfo memilih Sassi (Thalita Latief) yang masih perawan. Malam dihabiskan Fredo dan Hakim dengan mendapat pemerasan karena selalu ditagih uang. Sementara Menfo yang mengidap ejakulasi dini, diberikan waktu oleh Sassi untuk memperbaikinya. Apabila para pria tidak mampu membayar, maka mereka akan mendapatkan Barandot, seekor makhluk buas yang disimpan di bawah tanah dengan makanan manusia sekaligus makhluk yang dipelihara oleh Maung. Fredo dan Hakim akhirnya pergi terlebih dulu meninggalkan desa karena tidak tahan. Sementara Menfo menyukai Sassi yang ternyata telah dijual oleh orang tuanya demi melunasi pinjaman orang tuanya kepada Maung.

Situasi menjadi pelik saat Sassi kabur dan bersembunyi di rumah Teh Euis yang tengah hamil. Teh Euis kini hidup menjadi seorang pemilik salon dengan Jody sebagai "pelunas ngidam". Sassi pun akhirnya ditangkap untuk dijadikan sebagai pekerja seks komersial dan segera dikirim ke Jakarta. Sementara Kang Sono, yang dianggap memberikan bisnis baru bagi yayasan Maung, diberikan jabatan sebagai pemasok para wanita ke Jakarta, yang sebelumnya dipegang oleh Fachri, seorang penjahat yang menyengsarakan Desa Sukasararean. Karena tidak berkutik, Kang Sono pun menerimanya. Pada hari pengiriman para wanita ke Jakarta dengan pengawasan Sus Miranda (Cut Mini Theo), Teh Euis, Kang Sono, Jody serta kekasih Jody yang baru datang, Gisele (Niken Anjani), membantu membebaskan para wanita itu. Berkat trik hamil Teh Euis, Kang Sono, Jody dan Gisele berhasil masuk. Gisele dan Jody pergi ke para penyiap baju seragam dan menghajar mereka, lalu memasukkan ulat bulu ke dalam tubuh mereka, sementara Kang Sono pergi mencari Sassi dan Menfo yang ikut ditahan bersama Sassi karena dianggap membantu Sassi kabur.

Kemudian, saat para wanita dikirim oleh Maung, para wanita itu gatal karena ulat bulu dan berlarian. Sus Miranda menganggap hal itu sebagai kegagalan, tetapi ia masih menyimpan Sassi. Sassi, Menfo, Kang Sono, Gisele dan Jody yang ingin kabur tertangkap oleh anak buah Maung. Mereka semua, kecuali Sassi, akan dikorbankan satu per satu ke Barandot, lalu Teh Euis datang dengan membawa keris kecil yang diterimanya dari seorang nenek. Keris itu ternyata memberikan kekuatan hingga menghancurkan Maung dan seluruh anak buahnya dalam sekejap. Saat itu juga, seluruh polisi yang menyamar sebagai warga mengungkapkan jati diri dan menyergap Maung dan seluruh anak buahnya.

Film berakhir dengan Hakim yang kembali dari kota dan Menfo yang berhasil membunuh Barandot hingga keluar dari lubang makhluk itu. Sementara Teh Euis melahirkan dan memberitahu bahwa anaknya adalah anak Kang Sono dan Jody, tetapi kenyataannya anak Teh Euis kembar dan mirip dengan Abuba, padahal Teh Euis memberitahu bahwa Abuba telah dikebiri.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Penghargaan Tanggal Kategori Penerima Hasil Ref.
Indonesian Movie Awards 15 Mei 2009 Aktor Pendukung Terbaik Lukman Sardi Menang [1]
Rifnu Rafika Nominasi
Aktor Pendukung Terbaik Lukman Sardi Nominasi
Rifnu Rafika Nominasi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Nominasi Indonesian Movie Awards 2009". KapanLagi.com. 16 Mei 2009. Diakses tanggal 28 November 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]