Bunga-Bunga Kehidupan (seri televisi)
| Bunga-Bunga Kehidupan | |
|---|---|
| Genre | |
| Ditulis oleh | Pietrajaya Burnama[1] |
| Cerita | Pietrajaya Burnama |
| Skenario | Nasri Cheppy |
| Sutradara | Nasri Cheppy |
| Pemeran | |
| Lagu tema pembuka |
|
| Penata musik | Fariz RM |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Indonesia |
| Jml episode | 10 |
| Produksi | |
| Produser eksekutif | Dhamoo Punjabi Gobind Punjabi |
| Produser | Raam Punjabi |
| Rumah produksi | Multivision Plus |
| Rilis asli | |
| Jaringan | RCTI |
| Rilis | 13 Maret – 15 Mei 1994 |
Bunga-Bunga Kehidupan merupakan serial televisi indonesia produksi Multivision Plus yang tayang tahun 1994 di RCTI. Serial ini disutradarai oleh Nasri Cheppy serta diperankan oleh Nia Zulkarnaen dan Dede Yusuf. Serial ini juga merupakan sinetron drama kedua produksi Multivision Plus yang ditayangkan RCTI setelah Pelangi di Hatiku[2]
Sinopsis
[sunting | sunting sumber]Paramita, seorang mahasiswa yatim-piatu yang secara tidak sengaja bertemu dengan Andi Wiguna, anak seorang pengusaha sukses. Sementara Paramita diasuh oleh Pamannya bernama Chandra dan istrinya. Andi berniat ingin melamar Mita dengan mengerahkan rekan kerjanya bernama Zailani, tetapi cinta mereka terhalang restu orang tua Andi yang merasa Mita bukan keluarga yang sederajat. Pak Wiguna berniat menjodohkan Andi dengan Farida, anak keluarga Abdul Gani, yang sama-sama pengusaha. Andi bergeming dan tetap ingin bersama Paramita, hingga akhirnya Paramita hamil. Andi yang saat itu sedang menggelar akad nikah dengan Farida, membatalkan niatnya menikahi Farida karena melihat Paramita berjalan dengan keadaan hamil.[3] Ahhirnya Andi dan Paramita menikah. Meski tidak dapat meneruskan usaha keluarganya, Andi berhak mendapatkan warisan dan perlindungan, yang pemberian itu disaksikan oleh Retno. Namun kebahagiaan Andi dan Mita tak berlangsung lama, Andi terbunuh. Paramita kemudian membesarkan anaknya, Pungki, sendirian.
Intrik demi intrik muncul. Cinta segitiga antara Pungki, Rafli, dan Reynaldo menyertai setiap episodenya. Paramita kemudian bekerja di sebuah perusahaan milik Jodhi sebagai sekretaris pribadi. Persoalan lain muncul, saat Anwar yang merupakan rekan bisnis berusaha menghancurkan Jodhi, dengan menyeret Rosdiana, kekasih Anwar untuk memata-matai setiap pergerakan Mita. Di sisi lain, Jodhi memiliki hubungan tidak harmonis dengan Lisa, bahkan Rafli sendiri tidak mengetahui bahwa Jodhi adalah ayah kandungnya. Jodhi menuduh bahwa Lisa main serong dengan Ridwan, yang ternyata Ridwan sendiri adalah adik Lisa.
Akhir dari episode sinetron ini adalah menguak misteri lama pembunuh Andi Wiguna, Ayah Pungki dan suami Mita. Andi dibunuh oleh Anwar 18 tahun lalu. Sebelum Anwar nyaris memperkosa Mita yang telah dijebak, Rosdiana membunuh Anwar dengan sebuah tongkat tajam. Rosdiana terpaksa membunuh Anwar karena Anwar dianggap merendahkan martabatnya. Jodhi dan Lisa kembali rujuk dan kembali berkumpul bersama Rafli, anaknya. Paramita diberi kewenangan melanjutkan bisnis Jodhi. Sementara Rafli dan Pungki melanjutkan sekolah ke luar negeri, bersama Reynaldo yang diadopsi dan menjadi keluarga Jodhi.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]| Pemeran | Peran |
|---|---|
| Nia Zulkarnaen | Paramita |
| Dede Yusuf | Andi Wiguna |
| Robert Syarief | Bapak Wiguna |
| Nani Wijaya | Ibu Wiguna |
| Pietrajaya Burnama | Pak Abdul Gani |
| Connie Suteja | Ibu Abdul Gani |
| Rudy Salam | Chandra |
| Dwinta Stania | Istri Chandra |
| Torro Margens | Anwar |
| Inneke Koesherawati | Farida |
| Ronny M. Toha | Zailani |
| Ida Kusumah | Retno Wiguna |
| Desy Ratnasari | Pungki |
| Aldi Renaldi | Rafli |
| Rudy Wowor | Jodhi |
| Yati Octavia | Lisa |
| Baby Zelvia | Rosdiana |
| Sandy Nayoan | Reynaldo |
| drg. Fadli | Ridwan |
| HIM Damsyik | Yosef, pembantu Jodhi |
| Mang Diman | sopir |
| Anwar Fuady | Polisi |
Catatan
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Majalah Vista TV Edisi No.22 Tahun ke-2, 1-15 Agustus 1994 Hal.12 : Dibalik Kaca Hati Seluas Samudera, Mengulang Sukses BBK
- ↑ Harian Bernas Jogja, Edisi Senin, 22 November 1993 Hal.6 : Bunga-Bunga Kehidupan, Miniseri Baru RCTI
- ↑ Tabloid Bintang Indonesia, Edisi No.158 Tahun ke-3, Minggu Pertama Maret 1994 Hal.18 : Bunga-Bunga Kehidupan, Melodrama yang Penuh Bunga