Sekar (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sekar)
Sekar
Poster Sekar.jpg
Genre
PembuatSinemArt
PengarangFairy Anselmo
Penulis skenarioFairy Anselmo
SutradaraIndrayanto Kurniawan
Pemeran
Penggubah lagu temad'Masiv
Lagu pembuka"Merindukanmu" — d'Masiv
Lagu penutup"Merindukanmu" — d'Masiv
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode150 (daftar episode)
Produksi
ProduserLeo Sutanto
KameraMulti-kamera
Durasi60 menit
Rumah produksiSinemArt
DistributorMNC Media
Rilis
Jaringan asliRCTI
Tanggal tayang asli5 November 2008 (2008-11-05) –
6 April 2009 (2009-4-6)
Pranala luar
Situs web produksi

Sekar adalah sinetron Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 5 November 2008 di RCTI. Sinetron ini disutradarai oleh Indrayanto Kurniawan dan dibintangi oleh Naysila Mirdad, Kevin Andrean dan Asmirandah

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sekar (Naysila Mirdad) adalah seorang gadis lugu, ceria, yang tinggal di sebuah desa kecil. Dia tinggal berdua dengan ibunya, Risma (Ninok Wiryono). Sedangkan ayahnya meninggalkan Sekar dan ibunya saat Sekar masih kecil.

Sekar bekerja di sebuah biro jodoh kecil milik pamannya, Ardi (Robby Tumewu). Sedangkan ibunya bekerja di pabrik. Malang bagi mereka berdua, karena baru diketahui bahwa Risma menderita kerusakan penglihatan, yang lambat laun bisa saja mengalami kebutaan total.

Sekar sangat sedih akan keadaan ibunya. Ia teringat bahwa satu-satunya keinginan Risma adalah menemui suaminya, ayah Sekar, di Jakarta. Malangnya, Sekar tidak tahu sedikit pun informasi tentang ayahnya, ia hanya tahu ayahnya berasal dari Jakarta.

Suatu hari, biro jodoh tempat Sekar bekerja didatangi oleh tamu dari Jakarta, Maryam (Meriam Bellina) yang ingin mencarikan calon istri untuk anaknya, Rendra (Kevin Andrean). Tapi setelah melihat semua referensi yang ada, Maryam tidak menemukan wanita yang cocok untuk Rendra. Maryam ingin calon istri itu nanti dapat mengobati dalamnya luka hati yang dialami Rendra karena ditinggal pergi oleh kekasihnya, Karina (Asmirandah), sehingga membuat Rendra sakit-sakitan.

Sekar yang melihat kesedihan di mata Maryam pun akhirnya menawarkan diri untuk menjadi kandidat tersebut. Sekar merasa, bahwa inilah peluangnya untuk dapat mewujudkan keinginan ibunya sebelum ia benar-benar buta. Maryam yang awalnya ragu akhirnya pun menyetujuinya, karena melihat kesungguhan hati Sekar.

Sesampainya di Jakarta, hampir seluruh anggota keluarga Maryam menentang keinginan Maryam untuk menikahkan Sekar, si Gadis Desa, dengan Rendra. Tapi Maryam memaksa, bahwa ini semua demi kebaikan Rendra. Rendra pun akhirnya menuruti keinginan ibunya

Sekar dan Rendra pun diberi waktu tidak lama untuk mengenal satu sama lain. Sekar tidak menyangka kalau Rendra ternyata adalah pemuda yang tampan dan baik. Sedangkan Rendra terkesan akan keluguan, ketulusan dan keceriaan Sekar. Mereka pun sepakat untuk menikah.

Tak disangka, di malam pengantin mereka, Rendra menyuruh Sekar untuk kembali ke kampungnya. Rendra berterus terang bahwa ia bukanlah pria normal seperti yang Sekar duga. Ia adalah sosok yang telah cacat. Bahwa ia sakit-sakitan, sehingga tidak dapat menafkahi dan membahagiakan Sekar. Sekar kaget mendengarnya. Ia mohon pada Rendra agar memberikan kesempatan padanya untuk dapat mencintai Rendra apa adanya. Sekar pun akhirnya menceritakan alasan sebenarnya kepada Renda mengapa ia mau dinikahkan dengan Rendra.

Rendra sangat tersentuh mendengar cerita Sekar. Mereka pun akhirnya membuat suatu kesepakatan bersama. Bahwa mereka akan menjalani pernikahan itu hanya sementara, sesuai dengan tenggat waktu yang dimiliki Sekar sebelum ibunya menjadi buta.

Pada ketika ini juga Karina, mantan pacarnya Rendra kembali lagi merebut cintanya Rendra walaupun dia sudah menikah bersama dengan Andrean (Giovanni L. Tobing) cowok kaya yang juga kakak tiri kepada Sekar.

Lama ketika, Rendra kembali sembuh dan mereka berdua juga bakal menjadi seorang ibu dan bapak. Kebahagiaan mereka tergugat apabila Wangi, bayi yang baru dilahirkan diculik atas arahan Karina bagi membalas dengan kecuaian Sekar yang telah menyebabkan kematian anaknya bersama Andrean. Ketika Sekar dan Rendra ingin mencari kembali bayinya yang hilang,Rendra telah terlibat dengan kecelakaan yang telah membuat Rendra menjagi total lumpuh. Maryam yaitu ibu Rendra ngak bisa trima kenyataan dan menyalahi Sekar atas semuanya. Hubungan Sekar serta ibu mertuanya menjadi renggang dan mereka sudah berantakan.

Dalam waktu yang sama, bayinya yaitu Wangi ternyata terlepas ke tangan Brama (Ashraf Sinclair) yang juga merupakan mantan majikan Sekar yang juga sangat mencintai Sekar. Brama telah adopsi Wangi sebagai anaknya dan dinamai Syifa (Cut Syifa).

Setelah beberapa tahun, Syifa sudah membesar menjadi kanak perempuan yang periang, mirip sekali sama Sekar. Talia (Fanny Ghassani) yaitu adik kepada Brama telah kembali menaruh cinta daripada Rendra yang sudah terputus sekian lama. Sebaik Rendra sadar dari koma, dia menggunakan pelbagai taktik kotor dan licik bagi memisahkan Sekar sama Rendra. Rendra yang terpedaya dengan plan busuknya Talia, telah menceraikan Sekar.

Sekar merasa sangat sedih sekali dan sudah putus harapan. Namun Sekar tetap tabah karena adanya Shifa. Sekar bekerja dengan Brama sebagai pengasuh Syifa. Brama pada ketika ini telah pergi ke luar negeri bagi menguruskan urusan bisnisnya. Bagi meredakan keresahan di hati Sekar, Brama telah menghadiahi biro jodoh kepada Sekar supaya dia sentiasa sibuk dengan urusan kerja dan ngak memikirkan terus urusan Rendra.

Sekar secara tidak sengaja ketemu sama Rimba (Rionaldo Stockhorst). Lama kemudian, Sekar mengetahui kebenaran Shifa merupakan Wangi anaknya seketika setelah kematian Brama. Rendra telah berusaha merebut kembali Sekar yang makin dekat Rimba walaupun dirinya telah menikah dengan Talia.

Insiden yang sudah berlaku antara Sekar dan RIMBA telah menimbulkan bibit cinta dan akhirnya mereka menikah. Pada akhir episode ini, Sekar telah dapat mewarisi seluruh harta peninggalan dari ayah kandungnya. Kegembiraan antara Sekar dan Rimba makin bertambah saat Sekar disahkan hamil.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Naysila Mirdad Sekar
Kevin Andrean Rendra
Asmirandah Karina
Giovanni L. Tobing Andrean
Ashraf Sinclair Bram/Brama
Rionaldo Stockhorst Rimba
Fanny Ghassani Talia
Meriam Bellina Maryam
Sigit Hardadi Husni
Ninok Wiryono Risma
Anwar Fuady Ferdi
Robby Tumewu Ardi
Nunu Datau Clara
Mieke Wijaya Rati
Winda Viska Lirna
Yurike Prastika Yurika
Sisi Syahwardi Tuti
David Hoffman Seno
Nani Widjaya Surti
Annie Anwar Mirta
Cut Syifa Syifa
Ciccio Manassero Dido
Kevin Julio Kevin
Jessica Mila Vivi
Fuad Zulkarnaen Gigis

Pranala luar[sunting | sunting sumber]