Menanti Keajaiban Cinta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Menanti Keajaiban Cinta
Menanti Keajaiban Cinta.jpeg
Genre
PembuatSinemArt
PengarangChevyra Edenia
SutradaraMaruli Ara
Pemeran
Lagu pembuka"Dia Mengerti" — Maria Shandi
Lagu penutup"Dia Mengerti" — Maria Shandi
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. episode11
Produksi
Produser eksekutifHeru Hendriyarto
ProduserLeo Sutanto
Durasi60 menit
Rumah produksiSinemArt
DistributorMedia Nusantara Citra
Rilis
Jaringan asliRCTI
Tanggal tayang asli24 Maret (2008-03-24) –
03 April 2008 (2008-04-03)

Menanti Keajaiban Cinta adalah sinetron miniseri Religi Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 24 Maret 2008 di RCTI untuk menyambut Paskah 2008. Disutradarai oleh Maruli Ara dan dibintangi oleh Glenn Alinskie, Chelsea Olivia dan Ranty Maria, miniseri berjumlah 11 episode ini mengadaptasi drama Taiwan yang bertajuk Silence.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Chelsea Olivia Nadia
Glenn Alinskie Vano
Ranty Maria Nadia kecil
Giovanni L Tobing Pacar Nadia
Gracia Indri
Putri Patricia
Rico Tampatty
Dwi Yan
Ana Pinem
Rudi Salam
Sandy Tumiwa

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Nadia (Chelsea Olivia) adalah sosok gadis yang berusaha kuat ketika berbagai macam cobaan menerpanya. Kematian sang ayah, diusir dari rumah tempat Nadia dan ibunya tinggal, mengalami kecelakaan hingga menjadi bisu, bahkan lagi-lagi dia harus tabah dan menerima kenyataan bahwa ibunya meninggal saat hendak menjenguknya di rumah sakit. Meski demikian, di balik banyak dan berat cobaan yang harus dipikul Nadia, pengharapan itu tetap ada. Allah mengulurkan tangan-Nya untuk menguatkan Nadia dalam menjalani kehidupan, melalui orang-orang di sekitarnya.

Di balik awan gelap penderitaan yang harus dijalani Nadia, Vano (Glenn Alinskie) datang bak pelangi usai hujan berusaha memberi warna cerah dalam kehidupan Nadia yang suram. Vano yang berkenalan dengan Nadia di rumah sakit menghibur Nadia yang sedih akibat kematian ibunya. Dengan isyarat tangan, Vano mengajarkan Nadia membentuk kupu-kupu perlambang ibu yang akan tetap menemaninya.

Namun, pertemuan antara Nadia dan Vano hanya berlangsung sesaat. Mereka harus berpisah namun telah berjanji akan bertemu 10 tahun kemudian. Benar, 10 tahun kemudian mereka pun bertemu namun tidak saling mengenali satu sama lain.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]