Anak-Anak Manusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Anak-Anak Manusia
Anak-Anak Manusia.jpg
Poster Anak-Anak Manusia di RCTI+
Genre
PembuatSinemArt
PengarangRelita Mahdayani
Yeri Hermanto
SutradaraH. Agus Elias
Pemeran
Lagu pembukaStatus Hamba - Wali
Lagu penutupStatus Hamba - Wali
Negara asal Indonesia
Bahasa asliIndonesia
No. musim1
No. episode474 (daftar episode)
Produksi
Produser eksekutifElly Yanti Noor
ProduserLeo Sutanto
Lokasi produksiBendera Indonesia Jakarta
EditorHeru Hendriyarto
Durasi1-2 Jam
Rumah produksiSinemArt Production
Rilis
Jaringan penyiarRCTI
Format gambar(SDTV) (480i)
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tanggal tayang asli10 Juli 2013 (2013-7-10) –
9 Agustus 2014 (2014-8-9)
Kronologi
Didahului olehBerkah
Dilanjutkan olehKita Nikah Yuk
Acara terkait
Pranala luar
[www.sinemart.com Situs web produksi]

Anak-Anak Manusia adalah sebuah sinetron spesial Ramadan yang ditayangkan RCTI. Sinetron ini diproduksi oleh SinemArt.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Teddy Syach Mardani
Primus Yustisio Mawi
Devi Permatasari Encun
Jihan Fahira Ainun
Eddy Riwanto Haji Mansyur
Asri Welas Selbi
Vira Yuniar Anita
Teuku Ryan Dahlan
Oki Setiana Dewi Salma
Risty Tagor Alya
Rifky Balweel Fikri
Handika Pratama Gery
Omaswati Isabella
Fanny Fadillah Jali
Krisna Mukti Rosyidi
Ence Bagus Wongso
Puadin Redi Roy
Malih Malih
Rasyid Karim Abdullah/Duloh
Tsania Marwa Vina
Atalarik Syah Alex
Ana Pinem Mimin
Minati Atmanegara
Mario Maulana Aldo
Meggy Wulandari Nelly
Obar Sobari Mat Sani
Annisa Trihapsari Zahra
Aspar Paturusi Haji Basyir
Joyce Fayola Chen Joyce
Richard Kevin Salim
Debby Cynthia Dewi Ibunda Salim
Irish Bella Mila
Cut Keke Saroh
Anjasmara Somad
Mieke Wijaya Nyak Lela
Immanuel Kenneth Santana Zaki
Tommy Kaganangan Acan
Putri Titian Akila
Mellissa Grace Bedah
Ali Syakieb Makmun
Lidya Kharisma Muncek
Ririn Dwi Ariyanti Amira
Aden Bajaj
Isa Bajaj
Melky Bajaj

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Anak-anak Manusia mengisahkan tentang kehidupan di sebuah kampung di pinggiran Jakarta. Tokoh utamanya seorang laki-laki yang bernama Mardani yang tiap hari selalu berulah, membuat resah, bahkan tega untuk memfitnah walaupun akhirnya dia juga yang kena batunya. Tiap kali ketahuan salahnya, Mardani selalu bilang dia tidak akan mengulangi lagi kesalahannya, tetapi itu hanya di bibir saja. Esok atau lusa, dia akan terus membuat ulah dan membuat resah orang lain dengan segala tindakannya.

Konflik cerita dimulai ketika H Mansyur yang sudah berusia cukup lanjut, mengajak pengurus masjid melihat sebidang tanah yang akan dia wakafkan untuk pembangunan madrasah. H Mansyur ingin wakafnya ini menjadi tabungan pahala jika dirinya sudah wafat nanti. Mardani adalah anak paling tua H. Mansyur, dan Selbi adiknya datang dan marah-marah karena kecewa dengan niat ayahnya untuk mewakafkan tanahnya tanpa memberi tahu mereka dulu. Mardani menuduh Mawi seorang pengurus masjid yang mempengaruhi H. Mansyur untuk mewakafkan tanahnya. H. Mansyur marah kepada Mardani dan menyuruh Mardani pulang.

Sebetulnya, kekesalan Mardani terhadap Mawi sudah tertanam sejak dulu, tiap ada kesempatan Mardani selalu mencari-cari kesalahan Mawi untuk bisa mempermalukannya. Seperti ketika mendengar kabar bahwa Mawi dipecat dari kantornya lantaran korupsi, Mardani langsung menyebarkan berita itu kepada semua orang. Mardani bahkan mendesak H. Mansyur untuk segera memecat Mawi dari kepengurusan masjid. Bahkan Mardani mempengaruhi warga lain agar tidak mau salat jamaah bila Mawi yang jadi imam. Segala upaya juga dilakukan oleh Mardani untuk menggagalkan orangtuanya mewakafkan tanahnya. Ia bahkan diam-diam menyuruh Selbi mengambil surat tanahnya, agar bisa Mardani jual. Tentu saja ini membuat H. Mansyur marah.

Dengan segala akal liciknya Mardani bisa saja menghindar dari kemarahan H. Mansyur. Saat disuruh minta maaf kepada Mawi karena ulahnya, Mardani mengajak Encun istrinya yang bodoh dan kurang waras. Namun, begitu sampai di depan rumah Mawi, mendadak Mardani pura-pura sedang sakit perut. Alhasil, Encun sendirian yang meminta maaf pada keluarga Mawi.

Selbi, adik Mardani, setali tiga uang dengan kelakuan kakaknya. Anak perempuan H. Mansyur yang belum menikah di usianya yang sudah matang ini sering sekali mendukung ulah abangnya. Selbi pernah mau bunuh diri, karena harga dirinya jatuh setelah mengira H. Mansyur mau menjodohkannya dengan Mawi untuk dijadikan istri kedua. Setelah mengetahui bahwa yang dimaksud H. Mansyur adalah Dahlan yang merupakan saudara Mawi yang ganteng, Selbi mengurungkan niatnya dan langsung bersikap baik kepada keluarga Mawi. Kemudian Selbi harus patah hati setelah Dahlan ternyata tidak membalas cintanya.

Mardani terus berulah, membuat susah setiap orang, walaupun dia sudah berjanji untuk tak mengulangi lagi perbuatannya. Meskipun demikian, H. Mansyur dan warga kampung tidak lelah mengingatkan Mardani untuk jera akan sikapnya.

Nominasi dan penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Hasil
2014 Panasonic Gobel Awards 2014 Drama Seri Terfavorit Nominasi

Refensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]