Anwar Fuady

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Anwar Fuady
LahirAnwar Fuadi
14 Maret 1947 (umur 74)
Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Nama lainAnwar Fuady
Pekerjaan
Tahun aktif1967—sekarang
Suami/istriFarida Cosim (k. 1971)
Anak
  • Fery Senopati
  • Tillya Mavalda
  • Silvy Meutia
  • Farouk Fuady
  • Moudy Ambhita Cinta

Anwar Fuady (lahir di Palembang, 14 Maret 1947; umur 74 tahun) adalah aktor senior berkebangsaan Indonesia. Mantan Ketua PARSI periode 1998-2006 ini bermain sebagai peran antagonis hampir di semua film dan sinetron yang dibintanginya.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Setelah menyelesaikan SMA, ia pun memilih melanjutkan di Akademi Teater dan Film (ATF), Jakarta. Ia juga diberi kepercayaan menjadi tenaga ahli di Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF).

Ia menikah dengan Farida Cosim pada tanggal 14 Februari 1971. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai lima orang anak: Fery Senopati, Tillya Mavalda, Silvy Meutia, Farouk Fuady, Moudy Ambhita Cinta.

Karier Politik[sunting | sunting sumber]

Ia juga dikenal oleh kalangan politikus karena pada tahun 2003 pernah mencalonkan diri sebagai presiden dan sebagai gubernur Sumatra Barat periode 2003-2008. Setahun kemudian, Anwar juga mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia.[butuh rujukan]

Ia tergabung dalam Partai Hati Nurani Rakyat bentukan Wiranto. Di partai bernomor urut 1 dalam Pemilu 2009 itu dia menjadi salah seorang pengurus.[butuh rujukan]

Kasus[sunting | sunting sumber]

Beberapa kasus sempat menghampirinya, antara lain kasus gelar palsu yang digunakannya. Gelar doktor yang diterimanya dari Institut Manajemen Global Indonesia itu, dikembalikannya melalui dinas pendidikan. Ia juga terlibat perseteruan dengan Roy Marten. Kasus itu diawali dengan bantahan Roy selaku mantan ketua PARSI terhadap pernyataan Anwar yang menjadi ketuanya saat itu, dengan mengatakan bahwa sisa hasil proyek produksi sinetron bertajuk Kutemukan Cinta, yang disponsori oleh Dekopin, telah dimasukkan ke kas PARSI sebagai dana kegiatan organisasi keartisan itu.[1] Setelah Roy tertangkap atas tuduhan kepemilikan narkoba, nama Anwar dan juga pengacara sekaligus sahabatnya, Ruhut Sitompul pun turut dilibatkan. Beredar kabar bahwa mereka berdua yang aktif di BNN (Badan Narkotika Nasional) memberikan informasi pada polisi yang berbuntut pada penangkapan Roy.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]