Surah Ibrahim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat Ibrahim)
Lompat ke: navigasi, cari
Ibrahim
إبراهيم
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Informasi
Arti Nabi Ibrahim
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 14
Juz Juz 13
Statistik
Jumlah ayat 52 ayat

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran. Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah. Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41. Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang. Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Pokok-pokok terjemah[sunting | sunting sumber]

  1. Alif Lam Raa, Kitab yang Kami kirimkan kepada dirimu supaya kamu menuntun umat manusia dari kegelapan menuju cahaya terang melalui izin Tuhan mereka supaya mereka menempuh Jalan Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji.  (Ayat:1)
  2. Allah memiliki segala yang di langit maupun di bumi, sebab celakalah golongan yang kafir atas Malapetaka yang mengerikan, orang-orang yang mendambakan kehidupan dunia dibanding Akhirat, dan orang-orang yang menghalang-halangi Jalan Allah dan menghendaki agar itu menyimpang; demikian itulah yang berada dalam kesesatan parah.  (Ayat:2-3)
  3. Kami tidak mengutus seorang Utusan pun, melainkan ia menggunakan jenis bahasa kaumnya, supaya ia menjelaskan kepada mereka kemudian Allah meliarkan yang Dia kehendaki, dan Dia membimbing yang Dia perkenan dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.  (Ayat:4)
  4. Dan bahwasanya Kamilah yang telah mengutus Musa disertai pesan-pesan Kami, "bebaskan kaummu dari kegelapan menuju cahaya terang dan ingatkan mereka tentang hari-hari Allah" sungguh pada yang demikian itu terdapat pertanda-pertanda bagi seorang penyabar, yang bersyukur.  (Ayat:5)
  5. Ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Ingatlah kebaikan Allah terhadap kalian ketika Dia menyelamatkan kalian menghadapi para pengikut Fir'aun, mereka menyengsarakan kalian dengan beban yang berat dan penindasan yang kejam, serta mereka menyembelih anak-anak kalian yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak kalian yang perempuan; dan dalam perkara yang demikian itu terdapat ujian yang besar dari Tuhan kalian." dan tatkala Tuhan kalian menegaskan, "sungguh apabila kalian bersyukur, tentulah Kami akan melimpah karunia untuk kalian namun apabila kalian tak berterimakasih, maka sungguh HukumanKu sangat pedih" dan Musa berkata, "sekalipun kalian beserta siapapun yang ada di muka bumi tak berterimakasih, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji;
    belumkah sampai kepada kalian tentang berita generasi-generasi yang mendahului kalian; kaum Nuh, 'Ad, Samud maupun yang sesudah mereka ini; tiada yang mengenali mereka selain Allah;
    para Utusan telah hadir kepada mereka disertai bukti-bukti jelas lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulutnya sambil mengatakan, "Sungguh kami mengingkari hal yang kalian disuruh untuk menyampaikan itu dan sungguh kami benar-benar meragukan yang kalian ajak kepada kami." (Ayat:6-9)
  6. Para Utusan mereka berkata: "Adakah keraguan terhadap Allah, Sang Pencipta langit beserta bumi? Dia mengajak kalian supaya kalian diampuni berkaitan dengan dosa-dosa kalian serta menangguhkan kalian sampai masa tertentu?" mereka mengatakan: "kalian tidak lain manusia sebagaimana kami; kalian bermaksud untuk menghalang-halangi yang telah disembah kaum leluhur kami, karena itu tunjukkan bukti-bukti jelas kepada kami!" para Utusan mereka berkata kepada mereka: "kami tidak lain seorang manusia sebagaimana kalian, akan tetapi Allah memberi kepercayaan kepada yang Dia perkenan dari para hambaNya; dan tidak mungkin bagi kami menghadirkan suatu bukti kepada kalian melainkan perkara itu dikehendaki Allah dan pada Allah, golongan yang beriman menaruh kepercayaan; mengapakah kami tidak menaruh kepercayaan kepada Allah padahal Dia yang telah membimbing kami dalam jalan kami, dan kami sungguh-sungguh memiliki pengertian terhadap perlawanan pada diri kami dan tentulah kepada Allah, golongan yang menaruh kepercayaan mengadu" 
    orang-orang kafir berkata kepada para Utusan mereka: "kami pasti akan mengusir kalian dari wilayah kami atau kalian mengikuti pendirian kami" maka Tuhan memberitahu mereka: "Kami pasti akan melenyapkan golongan yang sewenang-wenang itu, dan Kami pastikan kalian menduduki negeri-negeri itu menggantikan orang-orang" yang demikian itu untuk orang-orang yang takut terhadap kehadiranKu dan yang takut terhadap ancamanKu, 
    dan mereka memohon kemenangan dan lenyaplah setiap orang yang berlaku melampaui batas, yang keras kepala. (Ayat:10-15)
  7. Perumpamaan orang-orang yang kafir terhadap Tuhan mereka, bahwa perbuatan-perbuatan mereka itu sebagaimana abu yang dihempaskan angin topan pada suatu hari yang buruk, mereka tidak berkuasa sedikitpun terhadap yang telah mereka usahakan; yang demikian itu disebabkan penyimpangan yang parah.  (Ayat:18)
  8. Tidakkah kamu ketahui, bahwasanya Allah telah menciptakan langit serta bumi berdasarkan Kebenaran? sekiranya Dia menghendaki niscaya Dia punahkan kalian sehingga Dia hadirkan makhluk yang baru; dan perkara semacam ini bukan hal sukar bagi Allah. (Ayat:19-20)
  9. Dan mereka semua akan berbaris menghadap Allah; lalu golongan yang ditipu berkata kepada golongan yang berkuasa : "bahwasanya kami dahulu adalah para pengikut kalian maka dapatkah kalian sedikit saja menghindarkan kami terhadap Hukuman Allah?" mereka menjawab: "Seandainya Allah yang membimbing kami niscaya kami juga membimbing kalian, sama saja bagi kita baik mengeluh ataukah bersabar, kita takkan luput"  
    dan Setan berucap tatkala perkara telah selesai: "bahwasanya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang sebenarnya, sementara aku menjanjikan kepada kalian supaya aku dapat mengelabui kalian, aku tiada menolong kalian melainkan aku mengajak kalian lalu kalian sendiri yang mematuhiku oleh sebab itu janganlah memakiku, akan tetapi makilah diri kalian sendiri; aku tiada sanggup membantu kalian dan kalian pun tidak sanggup membantuku; bahwa aku menyangkal perbuatan kalian mempersamakan aku sejak dahulu" bahwasanya golongan yang sewenang-wenang itu memperoleh malapetaka pedih.  (Ayat:21-22)
  10. Tidakkah kamu perhatikan cara Allah membuat perumpamaan melalui kalimat yang baik sebagaimana pohon yang baik, yang akarnya kukuh serta memiliki cabang-cabang sampai ke langit, yang memberikan buah pada setiap musim dengan izin Tuhannya; Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka ingat; 
    sedangkan perumpamaan kalimat yang buruk sebagaimana pohon yang buruk, yang akar-akarnya dicabut dari permukaan tanah; yang tidak kukuh; 
    Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan jaminan dalam kehidupan dunia beserta Akhirat; sedangkan Allah meliarkan orang-orang yang berlaku sewenang-wenang, dan Allah mewujudkan yang Dia kehendaki.  (Ayat:24-27)
  11. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar kebaikan Allah dengan kekafiran serta orang-orang itu menjerumuskan kaum mereka menuju lembah kebinasaan?; yaitu menuju Jahanam; mereka dilemparkan ke sana; yang merupakan tempat kediaman terburuk;
    orang-orang kafir itu telah mengadakan sekutu-sekutu terhadap Allah supaya mereka menyimpang dari JalanNya; Katakanlah, "Bersenang-senanglah sekarang, sungguh tempat kesudahan kalian ialah Neraka." (Ayat:28-30)
  12. Sampaikan kepada hamba-hambaKu yang telah beriman, "Hendaklah mereka mendirikan shalat,
    menyisihkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan sebelum terlaksana suatu hari ketika tiada tawar-menawar maupun ikatan persahabatan;
    Allah telah menciptakan langit serta bumi dan yang menurunkan air hujan dari langit kemudian Dialah yang menumbuhkan melalui itu berbagai buah-buahan sebagai penghidupan untuk kalian,
    dan Dialah yang menundukkan bahtera untuk kalian supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan KehendakNya,
    dan Dialah yang telah menundukkan sungai-sungai untuk kalian;
    dan Dialah yang mengendalikan matahari serta bulan terus menerus berada dalam jalur tertentu untuk kalian
    dan Dialah yang mengatur malam dan siang untuk kalian;
    dan Dialah yang mengaruniakan berbagai hal yang kalian mohon kepada Dia; dan jika kamu menghitung jumlah kebaikan Allah, niscaya kamu takkan sanggup menentukan jumlahnya; yang sebenarnya manusia itu sangat berlaku sewenang-wenang; sangat mengingkari. (Ayat: 31-34)
  13. Dan ketika Ibrahim berkata:
    "Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman dan hindarkan aku beserta keturunanku terhadap tindakan penyembahan berhala-berhala, 
    Wahai Tuhanku, sungguh tindakan yang demikian itu telah menyesatkan kebanyakan umat manusia,
    maka barangsiapa yang mengikuti diriku tentulah orang itu termasuk golonganku,
    dan barangsiapa yang membantahku, sungguh Engkaulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, 
    Wahai Tuhan kami, sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak subur di dekat RumahMu yang khusus,
    Wahai Tuhan kami, supaya mereka mendirikan shalat maka jadikan sebagian manusia cenderung terhadap mereka dan karuniakan penghidupan untuk mereka dari jenis buah-buahan, supaya mereka bersyukur, 
    Wahai Tuhan kami, bahwasanya Engkau mengerti yang kami pendam dan yang kami ungkapkan;" dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik di bumi maupun di langit.
    "Terpujilah Allah yang menganugerahkan untuk diriku pada masa tua ini, Ismail dan Ishaq, bahwasanya Tuhanku benar-benar Maha Mengabulkan doa; 
    Wahai Tuhanku, jadikan aku golongan yang mendirikan shalat demikian pula yang termasuk keturunanku,
    Wahai Tuhan kami, perkenankan doaku, 
    Wahai Tuhan kami, ampunilah aku serta kedua orang tuaku juga golongan yang beriman pada Hari Perhitungan terlaksana".  (Ayat:35-41)
  14. Dan jangan sekali-kali kamu menduga bahwa Allah membiarkan perkara-perkara yang ditimbulkan oleh golongan yang berlaku sewenang-wenang; sebab Allah mengadakan penangguhan kepada mereka sampai suatu Hari ketika penglihatan mereka disingkapkan; mereka akan bergegas dalam keadaan leher terbelenggu dan kepala diangkat sementara tatapan mereka tidak berkedip dan kalbu mereka hampa. (Ayat:42-43)
  15. Dan peringatkan manusia terhadap hari ketika Malapetaka menghantam mereka, lalu orang-orang yang sewenang-wenang berkata : "Wahai Tuhan kami, tangguhkan kami walaupun dalam waktu singkat niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan kami akan mengikuti para Utusan": "Bukankah kalian telah bersumpah bahwa kalian takkan musnah? dan kalian telah mendiami di tempat kediaman orang-orang yang telah sewenang-wenang terhadap diri mereka sendiri sebab telah jelas bagi kalian cara Kami menghukum mereka dan telah Kami sampaikan kepada kalian beberapa perumpamaan" 
    dan sungguh mereka telah merencanakan siasat mereka padahal keadaan siasat mereka terserah kepada Allah dan sungguh dengan siasat mereka itu bisa menghempaskan gunung-gunung maka jangan menganggap bahwa Allah akan mengingkari janjiNya kepada para UtusanNya; sungguh Allah Maha Perkasa, Yang Menguasai Pembalasan.  (Ayat:44-47)
  16. Inilah Himbauan untuk umat manusia, supaya mereka mendapat peringatan melalui yang demikian, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dialah Tuhan Yang Maha Tunggal, dan supaya golongan yang berpemahaman baik memperoleh pelajaran. (Ayat:52)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Ar-Ra’d
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Hijr
Surah 14