NET.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Net Mediatama)
Lompat ke: navigasi, cari
NET.
PT Net Mediatama Televisi
Netmediatama.png
Diluncurkan 18 Mei 2013 (didirikan)
26 Mei 2013 (diresmikan)
Pemilik Indika Group
Tokoh penting Wishnutama
Roan Y. Anprira
Agus Lasmono Sudwikatmono
Slogan Televisi Masa Kini
Negara  Indonesia
Kantor pusat The East Tower Lt. 27-29
Jl. Dr. Ide Agung Gede Agung Mega Kuningan, Kuningan Timur, Jakarta  Indonesia
Situs web www.netmedia.co.id
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon 28 UHF
Balikpapan 25 UHF
Banda Aceh 60 UHF
Bandar Lampung 51 UHF
Bandung 30 UHF
Banjarmasin 55 UHF
Batam 39 UHF
Bengkulu 59 UHF
Cirebon 23 UHF
Denpasar 39 UHF
Garut 26 UHF
Gorontalo 27 UHF
Jakarta 27 UHF
Jambi 59 UHF
Jayapura 46 UHF
Jember 56 UHF
Kediri 27 UHF
Kendari 53 UHF
Kupang 60 UHF
Madiun 29 UHF
Makassar 57 UHF (melalui Cakrawala TV)
Malang 58 UHF
Manado 51 UHF
Manokwari 26 UHF
Mataram 58 UHF
Medan 43 UHF
Padang 35 UHF
Palangkaraya 27 UHF
Palembang 55 UHF
Palu 52 UHF
Pangkal Pinang 44 UHF
Pekanbaru 32 UHF (melalui Riauchannel)
Pelaihari 60 UHF
Pontianak 56 UHF
Purwokerto 22 UHF
Samarinda 25 UHF
Semarang 54 UHF
Surabaya 58 UHF
Tegal 22 UHF
Ternate 38 UHF
Timika 33 UHF
Yogyakarta 57 UHF
Satelit
Telkom-1 (SD) Freq: 4134 MHz
Polaritas: Horizontal
Symbol Rate: 6400 Msps
FEC: 3/4
Rolloff: 20%
Video PID: 33
Audio PID: 34
PCR PID: 33
System: DVB-S/MPEG-2
Telkom-1 (HD) Freq : 4128 MHz
Polaritas: Horizontal
Symbol Rate: 3000 Msps
FEC: 5/6
Rolloff: 20%
Video PID: 33
Audio PID: 34
PCR PID: 33
System: DVB-S2/MPEG-4
BiG TV Channel 233 (SD)
Channel 232 (HD)
OrangeTV Channel 116 (SD)
Aora TV Channel 075 (SD)
Kabel
First Media Channel 16 (SD)
Channel 390 (HD)
Max3 Channel 81 (SD)
Channel 92 (HD)
Televisi Internet
UseeTV NET.
Channel 112 (SD)
Channel 910 (HD)

NET. (singkatan dari News and Entertainment Television) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia yang didirikan pada 18 Mei 2013 dan resmi diluncurkan pada 26 Mei 2013. NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Indika Group.[1] Berbeda dengan Spacetoon yang acaranya ditujukan untuk anak-anak, program-program NET. ditujukan kepada keluarga dan pemirsa muda.

Selain melalui jaringan terestrial, NET. juga menyiarkan kontennya melalui saluran komunikasi lain seperti jejaring sosial dan YouTube.[2]

Program "Grand Launching NET." ditayangkan secara langsung pada tanggal 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Disiarkan secara streaming melalui Youtube dan situs resmi NET., dan acara Grand Launching ini menampilkan penyanyi internasional seperti Carly Rae Jepsen, Taio Cruz dan juga didukung oleh beberapa artis dalam negeri seperti Agnes Monica, Maudy Ayunda, Noah, Raisa, Kahitna, Dewa 19, Andien, Ungu, Reza Rahardian, Andi Rianto, dan artis-artis lainnya.[3]

Pada tanggal 18 Mei 2014, NET. merayakan ulang tahun pertamanya yang bertajuk "NET. ONE Presents Indonesian Choice Awards 2014" di Stadion Internasional Mata Elang, Jakarta dengan mengundang artis internasional Far East Movement dan Ne-Yo.[4]

Pada tanggal 24 Mei 2015, NET. merayakan ulang tahun keduanya yang bertajuk "NET. 2.0 Presents Indonesian Choice Awards 2015" di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten dengan mengundang artis internasional Demi Lovato dan Karmin.[5]

Pada tanggal 29 Mei 2016, NET. merayakan ulang tahun ketiganya yang bertajuk "NET. 3.0 Presents Indonesian Choice Awards 2016 #IndonesiaLebihKece" di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat dengan mengundang artis internasional Jessie J, Dawin dan Omi.[6]

Pada tanggal 21 Mei 2017, NET. merayakan ulang tahun keempatnya yang bertajuk "NET. 4.0 Presents Indonesian Choice Awards 2017 #NET4GoodPeople" di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat dengan mengundang artis internasional Jonas Blue dan Robin Thicke.[7]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2012, PT Net Mediatama Televisi (NET.) ingin membangun sebuah stasiun TV yang membawakan sebuah revolusi media yang maju dan lebih modern. Pada pertengahan Maret 2013, PT Net Mediatama Indonesia mengakuisisi saham kepemilikan dari PT Televisi Anak Spacetoon (Spacetoon) yang sebagian sahamnya dialih oleh Indika Group sebesar 95% dari saham kepemilikan Spacetoon. Sesaat setelah akuisisi saham kepemilikan Spacetoon ke NET., akhirnya pada Sabtu, 18 Mei 2013, siaran Spacetoon di jaringan terrestrial menghilang dan digantikan oleh NET. yang memulai siaran perdananya dengan menggunakan frekuensi milik Spacetoon di seluruh mantan jaringan frekuensi Spacetoon di Indonesia.

NET. memulai masa siaran percobaan selama satu pekan yang terhitung sejak Sabtu, 18 Mei 2013 sampai menjelang program Grand Launching Media Revolution yang disiarkan secara langsung pada Minggu, 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Masa siaran percobaan NET. disiarkan mulai dari pukul 05.00 WIB-24.00 WIB tanpa ada iklan komersial. Setelah selesai masa siaran percobaan, jam tayang NET. diperpanjang dari pukul 04.00 WIB-02.00 WIB. Akan tetapi, khusus selama bulan suci Ramadhan siaran NET. menjadi 24 jam tanpa henti.

Seluruh program-program dari Spacetoon Indonesia dirombak menjadi yang maju dan lebih modern, akan tetapi NET. tetap menayangkan lima program kartun unggulan dari Spacetoon yang disiarkan setiap Senin-Jumat mulai pukul 13.30 WIB-16.00 WIB dengan nama "NET. Playground" atau "NETOON" yang saat ini sudah tidak tayang lagi.

Pada 3 April 2015, NET. secara resmi menjadi sponsor utama tim sepak bola Persija Jakarta selama Liga QNB 2015.[8] Sehari kemudian, tepatnya 4 April 2015, NET. juga menjadi sponsor utama Persib Bandung.[9]

Mulai tahun 2016, NET. di luar Jabodetabek mengudara selama 20 jam setiap hari dari jam 05.00 WIB sampai jam 01.00 WIB (kecuali saat bulan suci Ramadhan).

Program acara[sunting | sunting sumber]

Presenter berita[sunting | sunting sumber]

Saat ini[sunting | sunting sumber]

Mantan[sunting | sunting sumber]

Jangkauan siaran[sunting | sunting sumber]

Saat ini, NET. telah menjangkau hingga 42 kota di Indonesia. Siaran NET. dapat disaksikan di kota-kota berikut:

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Spacetoon menjadi NET.[sunting | sunting sumber]

Proses perubahan TV Anak Spacetoon menjadi NET. diduga bermodus jual beli izin. Jual beli izin bertentangan dengan Pasal 34 ayat 4 UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Dalam pengajuan izin Spacetoon, segmennya adalah anak. Dalam proses perubahan, konten yang ditampilkan justru tidak layak untuk anak. Ini bertentangan dengan Pasal 36 ayat 3 UU Penyiaran,” ungkap Koordinator Bidang Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Iswandi Syahputra, seperti dirilis situs KPI Rabu, 05 Juni 2013.

Iswandi menduga, proses perubahan nama dari Spacetoon menjadi NET. bagian dari modus jual beli izin. Untuk itu, pihak KPI mengingatkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam kasus-kasus jual beli izin dengan berbagai modus.

Terkait dengan dugaan itu, pihak PT Net Mediatama Indonesia telah memenuhi undangan KPI untuk menyampaikan klarifikasi seputar perubahan nama dari TV Anak Spacetoon menjadi NET., Rabu, 05 Juni 2013.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor KPI Pusat itu, Direktur Utama PT Televisi Anak Spacetoon atau NET., Deddy Hariyanto, menyampaikan jawaban dan klarifikasi.

Klarifikasi yang disampaikan pihak Spacetoon atau NET. itu akan menjadi pertimbangan KPI sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Favorit TV menjadi NET. di Padang[sunting | sunting sumber]

KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumatera Barat (Sumbar) memanggil perwakilan stasiun NET. bertempat di Kantor KPID Sumbar, Gondoria, Kota Padang, Rabu (26/2).

KPID Sumbar meminta klarifikasi atas kepemilikan dan status izin televisi yang menyiarkan secara lokal di Sumbar. KPID mendesak agar memenuhi kelengkapan izin serta adminstrasi yang dibutuhkan.

Selain itu segera menyiarkan konten lokal Sumatera Barat sebanyak 10 persen untuk TV berjaringan. Ketua KPID Sumbar, Afrianto Korga, menyebutkan KPID ingin meminta klarifikasi soal kepemilikan dan saham dari NET. belakangan bisa kita tonton di Kota Padang. Kami dari KPID ingin meminta klarifikasi sehingga masyarakat juga mengetahuinya. Pasalnya, izin awalnya NET. tidak ada dalam arsip permohonan izin,” katanya. Sedangkan, KPID Sumbar sendiri mengaku belum menerima surat dari kedua perihal perubahan nama dan logo. “Kini banyak masyarakat yang mempertanyakan kedua televisi tersebut," tuturnya.

Untuk diketahui, NET. sejak beberapa waktu belakangan sudah bersiaran di Kota Padang dan Pariaman. NET. sebelumnya merupakan Favorit TV, dimana dimiliki seorang pengusaha bernama H. Yendril. Kini, mayoritas sahamnya sudah diambil alih oleh NET. Perwakilan NET. yang langsung datang dari Jakarta menyebut, bahwa mereka akan melengkapi segala kelengkapan izin dan persyarakatan administrasi yang diminta KPID. "Intinya kami mendukung aturan KPID dan secara bertahap akan kami penuhi," kata Azuan Syahril, Pimpinan NET.

Pihak NET. juga menyerahkan surat permohonan pergantian nama dan logo dari Favorit TV menjadi NET. Padang yang sudah ditandatangani Menkominfo. Menyikapi polemik tersebut, Ketua Bidang Perizinan KPID Sumatera Barat, Ardian Yonas meminta agar dua lembaga penyiaran ini untuk berjalan sesuai dengan izin siaran yang ada. "TV ini harus jelas mereka siaran lokal atau siaran berjaringan. jadi tidak bisa asal saja," katanya.

Terkait isi siaran, Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumbar, Rino Zulyadi mendesak agar konten lokal 10 persen harus segera dipenuhi oleh NET. "Televisi tersebut berada di Sumatera Barat ya, kontain lokalnya harus ada. Jadi tidak etis kalau izinnya lokal, namun semua acaranya di relay dari pusat. Kita ingin nilai-nilai budaya serta potensi sumatera Barat bisa diangkat lembaga penyiaran ini," jelasnya. KPID kembali akan menyurati sejumlah lembaga penyiaran televisi berjaringan lainnya untuk segera memiliki kantor atau studio di Sumatera Barat. KPID memberi tenggang waktu hingga enam bulan ke depan, lembaga penyiaran televisi harus sudah memiliki kantor perwakilan.

Daftar manajemen[sunting | sunting sumber]

No. Nama Jabatan
1 Wishnutama Kusubandio Direktur Utama NET.
2 Agus Lasmono Sudwikatmono Komisaris Utama NET. & Presiden Direktur Indika Group
3 Dede Apriadi Pemimpin Redaksi NET.

Jam siaran NET.[sunting | sunting sumber]

  • 18 Mei-25 Mei 2013 (saat masih siaran percobaan) dimulai pukul 05.00 WIB s.d. 00.00 WIB.
  • 26 Mei-9 Juli 2013 dimulai pukul 05.00 s.d. 01.00 WIB.
  • Siaran 24 jam selama bulan Ramadhan.
  • 8 Agustus-25 Agustus 2013 dimulai pukul 04.00 WIB s.d. 01.00 WIB.
  • 26 Agustus 2013-sekarang dimulai pukul 04.00 s.d. 02.00 WIB (Sabtu dan Minggu siaran 24 jam).
  • 2016-sekarang dimulai pukul 05:00 s.d. 01:00 WIB (tergantung kota, hanya berlaku untuk NET. pada antena UHF di luar Jabodetabek)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]