Surah An-Nahl

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Surat An Nahl)
Lompat ke: navigasi, cari
an-Nahl
النّحل
Informasi
Arti Lebah
Nama lain an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 16
Juz Juz 14
Statistik
Jumlah ayat 128 ayat
Ayat Sajdah Ayat 50

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah SWT ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah". Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82). Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.


Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Telah mutlak Ketetapan Allah, maka janganlah kalian menuntut perkara tersebut; Dipermuliakanlah Dia serta Diluhurkan Dia dibanding segala hal yang orang-orang itu persekutukan; Dialah yang mengutus para malaikat beserta Sang Ruh atas PerintahNya kepada siapapun yang Dia kehendaki di tengah-tengah golongan hambaNya : "Peringatkanlah bahwa tiada Tuhan selain Aku, maka bertakwalah kepada Aku"; Dialah yang telah menciptakan langit beserta bumi berlandas Kebenaran, Maha Luhur Allah dibanding segala hal yang orang-orang itu persekutukan.  (Ayat:1-3)
  2. Dialah yang telah menciptakan manusia berbahan nutfah, yang kemudian manusia itu menjadi penentang yang nyata.  (Ayat:4)
  3. Dan Dialah yang telah menciptakan hewan ternak untuk kalian; yang terdapat bahan penghangat serta bermacam-macam manfaat, bahwa sebagiannya kalian makan; dan kalian memperoleh pandangan yang indah terhadap hal yang demikian, sewaktu kalian membawa hal yang demikian kembali ke kandang, serta sewaktu kalian melepaskan hal yang demikian ke tempat penggembalaan; dan hal yang demikian memikul beban-beban kalian ke suatu negeri yang tidak sanggup kalian tuju, melainkan dengan berbagai kesukaran diri; ketahuilah bahwa Tuhan kalian merupakan benar-benar Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (Ayat:5-7)
  4. Bahwasanya kuda, bagal, dan keledai, supaya kalian kendarai serta sebagai perhiasan. Dan Allah menciptakan hal-hal yang tidak kalian ketahui. (Ayat:8)
  5. Dan kepada Allah, satu Ketentuan yang tepat, sedangkan terdapat berbagai ketentuan yang menyimpang, dan sekiranya Dia kehendaki tentulah Dia membimbing kalian semua; Dialah Yang telah Menurunkan air dari langit untuk kalian, yang sebagian air itu menjadi minuman, serta sebagian lain untuk tumbuh-tumbuhan, bahwa dengan air itu, kalian menggembalakan hewan ternak; bahwa Dialah yang mempergunakan air itu supaya menumbuhkan biji-bijian, zaitun, kurma, anggur maupun bermacam-macam buah; bahwa dalam hal demikian terdapat bukti pertanda bagi kaum yang berpikir. bahwa Dialah yang mengendalikan malam beserta siang, matahari beserta bulan maupun bintang-bintang yang tunduk terhadap perintahNya; sungguh dalam hal yang demikian terdapat Bukti pertanda bagi kaum yang berakal;
    serta Dialah yang menciptakan untuk kalian di bumi ini dengan hal-hal bermacam-macam; sungguh dalam hal yang demikian sungguh terdapat Bukti pertanda bagi kaum yang mengambil pelajaran;
    serta Dialah Allah yang menundukkan lautan supaya kalian dapat memakan daging yang segar darisana, serta kalian mengeluarkan dari lautan itu; perhiasan yang kalian pakai; sedang kalian melihat bahtera berlayar disana, supaya kalian memperoleh KaruniaNya, serta supaya kalian bersyukur. (Ayat:9-14)
  6. Dan Dialah yang menancapkan berbagai gunung di bumi, supaya bumi itu tidak berguncang bersama diri kalian, serta berbagai aliran sungai maupun jalur di darat, supaya kalian mendapat petunjuk; demikian pula keadaan langit; bahwa melaui bintang-bintang, orang-orang itu mendapat petunjuk.
    Maka apakah Yang menciptakan setara dengan yang tidak dapat menciptakan? tidakkah kalian berpikir?  (Ayat:15-17)
  7. Dan sekiranya kalian menghitung jumlah karunia Allah, kalian takkan sanggup menentukan jumlah itu, ketahuilah bahwa Allah merupakan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,
     sungguh Allah Maha Mengetahui hal-hal yang kalian rahasiakan maupun hal-hal yang kalian ungkapkan,
    bahwa tidak sanggup menciptakan apapun; hal-hal yang orang-orang itu serukan selain Allah, sedang hal-hal tersebut pernah diciptakan; hal-hal yang diam serta tidak hidup, bahkan hal-hal tersebut tidak mengetahui sebuah waktu ketika orang-orang itu dibangkitkan.  (Ayat:18-21)
  8. Tuhan kalian adalah Sembahan Yang Tunggal, bahwa orang-orang yang tidak mengimani Akhirat, batin orang-orang tersebut membantah hal ini lantaran orang-orang tersebut merupakan golongan yang meninggikan diri, sehingga tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui perkara-perkara yang golongan itu rahasiakan maupun perkara-perkara yang golongan itu ungkapkan, sungguh Dia tidak menyukai golongan yang meninggikan diri; serta apabila diserukan kepada golongan itu: "Apakah yang telah disampaikan oleh Tuhan kalian?" golongan itu mengatakan: "Riwayat-riwayat generasi terdahulu" sehingga mengakibatkan golongan itu kelak menanggung kesalahan-kesalahan secara sepenuhnya pada Hari Kebangkitan, beserta dosa menyesatkan orang-orang yang tidak mempunyai Ilmu, betapa buruk hal-hal yang golongan itu pikul.
    Ketahuilah bahwa umat-umat sebelum golongan itu telah mengadakan siasat maka Allah yang menghancurkan berbagai dasar pijakan umat-umat itu kemudian hancur runtuh menimpa umat-umat itu sendiri, sehingga Azab melanda umat-umat itu melalui cara yang tidak terduga, kemudian Dia mencampakkan umat-umat itu pada Hari Kebangkitan, serta Dia berfirman: "Dimanakah Sekutu-sekutuKu yang dahulu kalian perdebatkan?" golongan yang telah diserahi Ilmu berkata: "Betapa hina serta betapa sengsara golongan yang kafir pada Hari ini," orang-orang yang direnggut oleh para malaikat dalam keadaan berlaku zalim terhadap diri sendiri, sehingga orang-orang itu tak berdaya sedikitpun : "kami tidak memperbuat kejahatan" : "Tidak demikian, sebab Allah Maha Mengetahui hal-hal yang telah kalian lakukan, maka masukilah gerbang-gerbang Jahannam, supaya berada disana selamanya" betapa buruk tempat kediaman untuk golongan yang meninggikan diri. (Ayat:22-29)
  9. Apabila diserukan kepada orang-orang bertakwa: "Apakah yang telah disampaikan oleh Tuhan kalian?" orang-orang tersebut berkata: "Kebaikan" untuk orang-orang yang berbuat baik di dunia telah disediakan kebaikan, maka tentulah negeri Akhirat adalah hal lebih baik, serta tempat yang berkenan untuk golongan bertakwa, Surga 'Adn yang di bawahnya dialiri sungai-sungai yang kelak ditempati orang-orang tersebut; disana orang-orang tersebut memperoleh segala hal yang diingini untuk diri mereka. Demikianlah Allah memberi karunia untuk golongan bertakwa, orang-orang yang direnggut oleh para malaikat dalam keadaan baik seraya diserukan: "Kesejahteraan untuk kalian, masukilah Surga oleh karena hal-hal yang telah kalian usahakan".  (Ayat:30-32)
  10. Tiada yang orang-orang itu nantikan kecuali kedatangan para malaikat kepada orang-orang itu atau terlaksananya Ketetapan Tuhanmu; demikian pula hal-hal yang telah diperbuat oleh berbagai umat sebelum orang-orang itu; ketahuilah bahwa Allah tidak berlaku zalim terhadap umat-umat tersebut, melainkan merekalah yang berlaku zalim terhadap diri sendiri sehingga umat-umat tersebut ditimpa oleh kejahatan yang telah mereka lakukan, serta umat-umat tersebut dihantam perkara yang sebelumnya mereka cemooh.  (Ayat:33-34)
  11. Dan orang-orang yang musyrik berkata: "Sekiranya Allah menghendaki, kami tidak menyembah hal apapun selain Dia, baik kami maupun kaum leluhur kami, serta kami tidak mengharamkan sesuatu pun tanpa IzinNya" demikian itu hal-hal yang telah dilakukan para pendahulu orang-orang musyrik itu, bahwa tiada tugas bagi para Rasul selain penyampaian secara jelas; serta ketahuilah bahwa telah Kami utus seorang Rasul pada setiap umat: "Sembahlah Allah, serta tinggalkan Thaghut" kemudian di umat itu terdapat segolongan orang yang dibimbing oleh Allah, sedangkan segolongan lain telah mutlak kesesatan pada golongan tersebut; maka jelajahilah muka bumi serta perhatikan kesudahan golongan pembantah.  (Ayat:35-36)
  12. Sekalipun dirimu berharap supaya orang-orang itu terbimbing, maka Allah tiada membimbing orang-orang yang Dia biarkan; orang-orang itu tiada mempunyai penyelamat; 
    bahkan orang-orang itu berikrar dengan nama Allah, bahwa Allah takkan membangkitkan golongan yang mati, sebenarnya hal demikian merupakan sebuah janji mutlak pada sisiNya, walaupun sebagian besar umat manusia tidak mengetahui; supaya Allah menjelaskan kepada umat manusia tentang perkara-perkara yang umat manusia perselisihkan, serta supaya orang-orang kafir mengetahui bahwasanya orang-orang itu merupakan golongan pendusta; maka ketahuilah bahwa Perkataan Kami tentang sesuatu hal apabila Kami menghendaki, Kami mengatakan tentang hal itu: "Jadi!" maka terjadi.  (Ayat:37-40)
  13. Bahwasanya orang-orang yang berhijrah karena Allah, sesudah orang-orang tersebut diperlakukan secara zalim, tentu akan Kami sediakan tempat kediaman yang berkenan untuk orang-orang tersebut di dunia beserta upah di Akhirat yang merupakan lebih baik, sekiranya orang-orang tersebut mengetahui; orang-orang yang bersabar serta menaruh kepercayaan kepada Tuhan mereka.  (Ayat:41-42)
  14. Dan Kami tidak mengutus sebelum dirimu melainkan orang-orang lelaki yang mereka Kami beri wahyu, maka tanyakan kepada golongan terpelajar apabila kalian tidak mengetahui, melalui bukti-bukti jelas beserta berbagai peninggalan bahwa telah Kami kirimkan Pengajaran kepada dirimu supaya dirimu menjelaskan kepada umat manusia tentang hal-hal yang telah dikirim untuk umat manusia; serta supaya umat manusia memperhitungkan.  (Ayat:43-44)
  15. Maka apakah orang-orang yang mengadakan kejahatan merasa tenang terhadap Allah yang sanggup membenamkan orang-orang itu ke dalam bumi ataupun Dia timpakan bencana kepada orang-orang itu melalui cara yang tidak terduga, ataupun Allah membinasakan orang-orang itu sewaktu orang-orang itu sedang berada dalam kesibukan sehingga orang-orang itu tidak sanggup meluputkan diri, ataupun Allah Menghukum orang-orang itu secara berangsur-angsur; maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian merupakan Yang Maha Mengasihani, Maha Penyayang.  (Ayat:45-47)
  16. Tidakkah orang-orang itu memperhatikan berbagai hal yang telah diciptakan Allah? bahwa hal-hal itu memiliki bayangan-bayangan yang berpindah ke kanan maupun ke kiri dalam keadaan merendah diri seraya tunduk terhadap Allah; serta kepada Allah, segala hal yang berada di langit maupun para makhluk di bumi merendahkan diri, demikian halnya golongan malaikat sedang golongan tersebut tidak meninggikan diri; golongan tersebut merasa segan terhadap Allah yang berkuasa terhadap golongan tersebut, serta golongan tersebut melaksanakan segala hal yang diperintah.  (Ayat:48-50)
  17. Allah berfirman: "Jangan menghendaki dua sembahan, sebab Dialah Sembahan Yang Tunggal, maka patuhilah Aku" ketahuilah bahwa MilikNyalah segala hal yang berada di langit maupun di bumi, bahwa kepada Dia, agama yang sejati, lalu apakah kalian takut terhadap hal-hal yang bukan Allah?  (Ayat:51-52)
  18. Dan karunia apapun yang berada pada diri kalian tentu berasal dari sisi Allah, sedang ketika diri kalian dilanda kesukaran maka kepada Dia, kalian berseru-seru, kemudian ketika Dia telah melenyapkan kesukaran pada diri kalian, tiba-tiba segolongan kalian mempersekutukan Tuhan mereka, sehingga golongan tersebut mengingkari hal-hal yang telah Kami karuniakan untuk golongan tersebut: "Maka bersenang-senanglah kalian! kelak kalian akan memahami." bahkan golongan tersebut mempersembahkan untuk hal-hal yang tidak mereka ketahui, sebagian rezeki yang telah Kami karuniakan untuk diri golongan tersebut, : "Demi Allah, kalian pasti akan diperkarakan tentang hal-hal yang kalian ada-adakan."  (Ayat:53-56)
  19. Dan golongan itu menetapkan terhadap Allah; anak-anak perempuan, Dipermuliakanlah Dia, sedang untuk golongan itu adalah hal-hal yang mereka kehendaki sendiri; dan apabila terdapat seorang diantara golongan itu yang memperoleh kabar tentang anak perempuan, wajah orang itu menjadi muram, sedang orang itu sangat gelisah; orang itu hendak menyembunyikan diri terhadap banyak orang, disebabkan betapa buruk kabar yang disampaikan kepada dirinya. Apakah orang itu hendak membesarkan anak perempuan dengan menanggung kehinaan ataukah hendak menguburkan anak itu ke dalam tanah? sungguh alangkah buruk hal yang mereka kehendaki. (Ayat:57-59)
  20. Orang-orang yang tidak mengimani Akhirat mempunyai tabiat keji; bahwa Milik Allah, sifat Maha Luhur, serta Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.  (Ayat:60)
  21. Dan sekiranya Allah menghukum umat manusia akibat kezaliman mereka, niscaya takkan Dia sisakan satu makhluk pun di bumi, melainkan Dia menangguhkan umat manusia sampai batas waktu yang telah ditentukan; dan apabila batas waktu itu telah tiba terhadap umat manusia, umat manusia takkan sanggup menunda hal itu walaupun sesaat, serta umat manusia tidak dapat menyegerakan hal demikian;
     sedang orang-orang itu menetapkan terhadap Allah tentang hal-hal yang orang-orang itu benci, sedang lidah mereka mengucap dusta bahwa orang-orang itu yang memperoleh kebaikan; tidak diragukan bahwa Neraka telah disediakan untuk orang-orang itu sehingga kelak orang-orang itu dicampakkan kedalamnya; 
    Demi Allah, sungguh telah Kami utus kepada berbagai umat sebelum dirimu, tetapi setan menghasut perilaku umat-umat tersebut sehingga makhluk itu merupakan panutan untuk umat-umat tersebut pada sebuah Hari ketika Azab pedih menimpa mereka.  (Ayat:61-63)
  22. Dan Kami tidak mengirim Al-Kitab ini kepada dirimu, melainkan supaya dirimu menjelaskan kepada orang-orang itu tentang berbagai perkara yang orang-orang itu perselisihkan, serta sebagai Bimbingan maupun Kasih untuk kaum yang beriman.  (Ayat:64)
  23. Dan Allah yang menurunkan air dari langit, bahwa dengan air itu, Dia menghidupkan bumi sesudah matinya, sungguh dalam hal demikian terdapat bukti-bukti pertanda bagi kaum yang mendengarkan; 
    sungguh pada hewan ternak terdapat pelajaran untuk kalian, bahwa Kami yang menyediakan untuk kalian, sejenis minuman yang dihasilkan dari dalam perut antara saluran pencernaan dengan peredaran darah; yakni susu yang mudah ditelan bagi golongan yang meminum; dan di buah kurma serta anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan serta rezeki yang baik; sungguh dalam hal yang demikian itu sungguh terdapat Bukti pertanda bagi kaum yang memikirkan. (Ayat:65-67)
  24. Dan Tuhanmulah yang mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, pepohonan, maupun tempat-tempat yang dihuni, lalu makanlah berbagai jenis hasil tumbuhan kemudian tempuhlah hamparan ketentuan Tuhanmu" bahwa perut lebah menghasilkan bermacam-macam minuman yang mengandung obat untuk umat manusia, sungguh dalam hal demikian terdapat bukti-bukti pertanda bagi kaum yang mempertimbangkan.  (Ayat:68-69)
  25. Allah yang menciptakan kalian, kemudian Dialah yang mewafatkan kalian; serta di tengah-tengah kalian terdapat segolongan yang dikembalikan menuju keadaan lemah, supaya golongan itu tidak lagi mengetahui sesuatu pun yang pernah diketahui; bahwasanya Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa. (Ayat:70)
  26. Dan Allah yang melimpahi segolongan kalian dibanding segolongan lain dalam hal rezeki; akan tetapi golongan yang berkelimpahan itu menolak memberi karunia rezeki mereka kepada para budak yang dimiliki golongan itu, seakan-akan kedua golongan merupakan golongan yang sama; maka mengapakah golongan itu menghentikan Karunia Allah? (Ayat:71)
  27. Dan Allah yang menyediakan pasangan untuk kalian dalam jenis kalian sendiri, serta yang mengaruniakan melalui pasangan kalian, anak-anak dan cucu-cucu untuk kalian, bahwa Dialah yang menghidupi kalian dengan karunia rezeki yang berkenan, maka mengapakah orang-orang itu mengimani kesia-siaan serta mengingkari kebaikan-kebaikan Allah? bahkan orang-orang itu menyembah hal-hal yang bukan Allah, hal-hal yang tidak sedikit pun sanggup mengurus penghidupan untuk orang-orang itu, baik melalui langit maupun bumi, bahkan hal-hal tersebut tidaklah memiliki kuasa, oleh sebab itu janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan terhadap Allah, sebab Allah Maha Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.  (Ayat:72-74)
  28. Allah membuat perumpamaan tentang seorang yang dimiliki sebagai budak namun tidak dapat berbuat apa-apa, dibanding seorang yang Kami beri rezeki bermanfaat dari sisi Kami, lalu orang tersebut menyisihkan sebagian rezeki itu secara tersembunyi maupun terang-terangan; adakah kedua orang ini setara? Terpujilah Allah, bahkan sebagian besar orang-orang itu tidak memahami; 
    serta Allah membuat perumpamaan tentang dua orang lelaki; salah seorang merupakan seorang bisu yang tidak dapat bertindak apapun sedang orang itu menjadi beban penanggungnya, bahwa kemana saja orang itu disuruh, orang itu tidak dapat memberi suatu kebaikan pun, maka samakah keadaan orang semacam itu dibanding seorang yang menyuruh berlaku adil, serta berada di Ketentuan yang semestinya? dan Milik Allah, segala perkara ghaib di langit maupun di bumi. bahwa kejadian Kiamat melainkan serupa sekejap mata atau lebih cepat; ketahuilah bahwa Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (Ayat:75-77)
  29. Dan Allah yang mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian, dalam keadaan tidak mengetahui apapun, kemudian Dialah yang mengaruniakan pendengaran, penglihatan serta pertimbangan untuk kalian, supaya kalian bersyukur.  (Ayat:78)
  30. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dibiarkan terbang di angkasa? tiada yang menghalangi hal demikian kecuali Allah, sungguh dalam hal yang demikian itu terdapat pertanda bagi kaum yang beriman.  (Ayat:79)
  31. Dan Allah yang mengadakan rumah-rumah kalian untuk kalian sebagai tempat berlindung serta Dia yang menyediakan untuk kalian, kemah-kemah, berbahan kulit hewan ternak, yang ringan untuk kalian sewaktu kalian mengembara serta sewaktu kalian bermukim, kemah yang berbahan bulu domba, bulu unta serta bulu kambing; sebagai alat-alat kebutuhan maupun kenyamanan hidup. (Ayat:80)
  32. Dan Allah menyediakan tempat perlindungan di tempat-tempat yang telah Dia ciptakan, serta Dialah yang menyediakan tempat-tempat kediaman di gunung-gunung untuk kalian, serta Dialah menyediakan pakaian yang melindungi kalian terhadap terik panas, serta pakaian yang melindungi kalian selama pertempuran; demikianlah Allah menyempurnakan KaruniaNya untuk kalian, supaya kalian berserah diri. 
    dan sekiranya orang-orang itu berpaling maka tiada kewajiban pada dirimu selain penyampaian secara jelas, bahwa orang-orang itu menyadari Karunia Allah kemudian orang-orang itu membantah hal tersebut, sedang sebagian besar orang-orang itu merupakan golongan kafir.  (Ayat:81-83)
  33. Dan sebuah Hari ketika Kami hadirkan pada tiap-tiap umat, seorang saksi, sehingga orang-orang yang kafir tidak disambut serta orang-orang itu tidak diberi pemakluman; apabila golongan yang berlaku zalim telah menyaksikan Hukuman maka Hukuman itu tidak diringankan terhadap golongan itu sedang golongan itu tidak ditangguhkan; bahwa sewaktu golongan musyrik mendapati sekutu-sekutu mereka, golongan itu mengatakan: "Wahai Tuhan kami, mereka ini merupakan sekutu-sekutu kami yang dahulunya kami serukan selain Engkau" lalu sekutu-sekutu tersebut mengatakan kepada golongan itu : "Sebenarnya kalian adalah golongan pendusta" bahwa pada Hari tersebut, golongan itu menyatakan ketundukan terhadap Allah sehingga hal-hal yang dahulunya golongan itu ada-adakan telah lenyap.  (Ayat:84-87)
  34. Orang-orang yang kafir serta menghalang-halangi Kehendak Allah, Kami tambahkan Malapetaka di atas Malapetaka untuk orang-orang itu, akibat orang-orang itu memperbuat kekacauan.  (Ayat:88)
  35. Pada Hari ketika Kami bangkitkan setiap umat yang disertai seorang saksi terhadap umat itu dalam kalangan mereka sendiri, sedang Kami menunjuk dirimu sebagai saksi terhadap mereka semua; oleh karena itu Kami wahyukan kepada dirimu, Al-Kitab, yang menjelaskan segala sesuatu sebagai suatu Bimbingan serta Kasih, juga sebagai kabar gembira untuk golongan berserah diri; 
    ketahuilah bahwa Allah menyuruh berlaku adil serta berbuat kebajikan, menderma kepada kaum kerabat, bahwa Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran, maupun kekacauan; Dialah yang memberi Pengajaran kepada kalian supaya kalian ingat.  (Ayat:89-90)
  36. Dan tepatilah perjanjian kepada Allah ketika kalian telah berjanji, serta jangan melanggar amanat-amanat tersebut sesudah diteguhkan sedang kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian; ketahuilah bahwa Allah Maha Memahami hal-hal yang kalian perbuat; jangan bertindak sebagaimana seorang perempuan yang menguraikan benang yang telah dipintal kuat; kalian menjadikan ikrar-ikrar kalian sebagai alat penipu di tengah-tengah kalian lantaran suatu golongan yang lebih banyak jumlahnya dibanding golongan lain; yang sebenarnya Allah menguji kalian melalui hal tersebut; bahwasanya pada Hari Kebangkitan, Dia yang akan menjelaskan kepada kalian tentang perkara-perkara yang dahulu kalian perselisihkan; dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kalian sebagai umat yang satu, akan tetapi Allah meliarkan pihak yang Dia kehendaki serta Dia membimbing pihak yang Dia perkenan, ketahuilah bahwa kelak kalian akan diperkarakan mengenai hal-hal yang telah kalian lakukan.  
    Dan janganlah kalian jadikan amanat-amanat kalian sebagai alat penipu di tengah-tengah kalian, yang menyebabkan kalian tergelincir sesudah kukuh, sehingga kalian dilanda kemalangan akibat kalian menghalang-halangi Kehendak Allah; serta Malapetaka yang besar akan menimpa kalian; 
    maka janganlah kalian menukar perjanjian Allah untuk barang duniawi yang rendah; sebab hal yang berada pada sisi Allah merupakan hal terbaik untuk kalian sekiranya kalian mengetahui; bahwa hal apapun yang berada di sisi kalian akan lenyap sedangkan hal apapun yang berada di sisi Allah akan bertahan selamanya; supaya Kami memberi upah untuk orang-orang yang bersabar, dengan hal-hal yang lebih baik dibanding hal-hal yang telah orang-orang tersebut lakukan; barangsiapa yang memperbuat kebajikan, baik laki-laki beriman maupun perempuan beriman, maka sungguh akan Kami beri untuk golongan tersebut, kehidupan yang baik, bahwasanya Kami akan mengupahi golongan tersebut dengan upah yang lebih baik dibanding hal-hal yang telah golongan tersebut lakukan.  (Ayat:91-97)
  37. Apabila kalian membaca Al-Quran, hendaklah kalian memohon perlindungan kepada Allah terhadap setan yang terkutuk, maka ketahuilah bahwa setan tidak memiliki kendali pada diri orang-orang yang beriman serta menaruh kepercayaan kepada Tuhan mereka; sebab kekuasaan setan berada pada diri orang-orang yang menjadikan makhluk itu sebagai panutan, maupun pada diri orang-orang musyrik.  (Ayat:98-100)
  38. Dan apabila Kami mengganti suatu ayat di tempat lain padahal Allah Maha Memperhitungkan tentang hal yang Dia hadirkan, maka orang-orang itu mengatakan: "Kamu merupakan orang yang mengada-ada" sebenarnya sebagian besar orang-orang itu tidaklah memahami, Katakanlah: "Adalah Ruh Kudus yang menyampakan hal yang demikian dari sisi Tuhanmu, yang berlandas Kebenaran supaya meneguhkan orang-orang beriman, serta sebagai Bimbingan juga kabar gembira untuk golongan yang berserah diri".  
    bahwa sungguh Kami ketahui tentang orang-orang yang mengatakan: "Pasti seorang manusia yang mengajari dirinya" padahal bahasa yang orang-orang itu tuduhkan kepada dirinya merupakan jenis bahasa asing, sedang hal demikian merupakan jenis bahasa Arab yang murni; ketahuilah bahwa orang-orang yang tidak beriman terhadap ayat-ayat Allah, Allah takkan membimbing orang-orang itu, bahwa Azab pedih akan menimpa orang-orang itu.
    Bahwasanya orang-orang yang mengada-ada kebohongan merupakan golongan yang tidak beriman terhadap ayat-ayat Allah, bahwa golongan itu merupakan golongan pendusta; (Ayat:101-104)
  39. Barangsiapa yang mengingkar terhadap Allah sesudah orang tersebut beriman terkecuali orang yang dipaksa kafir padahal kalbunya tetap tenang beriman; akan tetapi orang-orang yang bersedia untuk kafir maka Kemurkaan Allah menimpa orang-orang itu beserta Azab yang pedih disediakan untuk orang-orang itu; hal tersebut lantaran orang-orang itu memilih kehidupan dunia dibanding Akhirat, maka ketahuilah bahwa Allah tiada membimbing kaum yang kafir, demikian itu merupakan orang-orang yang memiliki kalbu, pendengaran, serta penglihatan telah dikunci oleh Allah, sehingga orang-orang itu merupakan golongan yang melalaikan diri, sungguh di Akhirat, orang-orang itu termasuk golongan yang celaka.  (Ayat:105-109)
  40. Ketahuilah bahwa Tuhanmu terhadap orang-orang yang berhijrah sesudah menderita kesengsaraan, kemudian orang-orang tersebut berkorban serta bersabar, maka Tuhanmu merupakan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
    Pada sebuah Hari ketika tiap-tiap diri hadir untuk mempertanggungjawabkan diri, sehingga untuk tiap-tiap diri telah disesuaikan atas hal-hal yang telah dilakukan sehingga tiada satupun yang diperlakukan zalim.  (Ayat:110-111)
  41. Dan Allah membuat suatu perumpamaan tentang sebuah negeri yang dahulunya aman, tenteram serta penghidupan rezekinya datang ke tempat itu secara berlimpah melalui berbagai penjuru, akan tetapi penduduk negeri itu mengingkar terhadap karunia-karunia Allah, kemudian Allah menghukum penduduk negeri itu dengan kelaparan serta kesukaran akibat hal-hal yang telah diperbuat; bahwa seorang Rasul telah hadir kepada penduduk negeri itu; orang yang termasuk kalangan mereka sendiri namun penduduk negeri itu membantah orang tersebut; sehingga Malapetaka melanda penduduk negeri itu, serta penduduk negeri itu merupakan golongan yang zalim.  (Ayat:112-113)
  42. Maka makanlah penghidupan yang halal serta bermanfaat yang berasal dari Allah untuk kalian; serta bersyukurlah terhadap karunia Allah jika kalian memang hanya menyembah kepada Dia; 
    ketahuilah bahwa Allah mengharamkan untuk kalian; bangkai, darah, daging babi, serta hidangan apapun yang ditujukan untuk hal-hal yang selain Allah; namun barangsiapa yang berada dalam keadaan terpaksa tanpa berniat melanggar serta tidak melampaui batas, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  (Ayat:114-115)
  43. Dan janganlah kalian mengatakan secara dusta melalui lisan kalian: "ini yang halal sedangkan itu yang haram" lantaran hendak membuat-buat dusta terhadap Allah; betapa tidak beruntung orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, selain sedikit keuntungan sedang Malapetaka yang sangat pedih menimpa orang-orang itu.  (Ayat:116-117)
  44. Dan terhadap kaum Yahudi, Kami mengharamkan hal-hal yang telah Kami sampaikan kepada dirimu; bahwa tidaklah Kami berlaku zalim terhadap kaum itu, melainkan kaum itu yang memperlakukan diri sendiri secara zalim; bahwasanya Tuhanmu terhadap orang-orang yang melakukan kesalahan secara ceroboh kemudian orang-orang tersebut bertaubat serta memperbaiki diri, sungguh Tuhanmu setelah itu merupakan Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.  (Ayat:118-119)
  45. Bahwasanya Ibrahim adalah seorang panutan yang berserah diri kepada Allah, serta seorang yang berlaku tulus, ia bukanlah golongan musyrik, melainkan seorang yang mensyukuri karunia-karuniaNya; Dia telah memilih ia serta membimbing ia menuju Ketentuan yang tepat, bahwa Kami karuniakan anugerah untuk ia di dunia, serta ia termasuk golongan saleh di Akhirat; kemudian Kami wahyukan kepada dirimu: "Ikutilah Pendirian Ibrahim, seorang yang tulus bahwa ia bukanlah golongan musyrik."  (Ayat:120-123)
  46. Sungguh Sabat diwajibkan untuk orang-orang yang memperselisihkan hal demikian, serta ketahuilah bahwa kelak Tuhanmu yang menghakimi orang-orang itu pada Hari Kebangkitan tentang berbagai hal yang orang-orang itu perselisihkan.  (Ayat:124)
  47. Ajaklah kepada Kehendak Tuhanmu, melalui Hikmah serta Pelajaran yang baik, serta bantahlah orang-orang itu melalui cara yang baik; ketahuilah bahwa Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui tentang golongan yang menyimpang terhadap KehendakNya, serta Dialah yang paling mengetahui tentang golongan yang terbimbing.  (Ayat:125)
  48. Dan jika kalian membalas, maka balaslah dengan balasan yang setimpal sebagaimana perkara yang ditimpakan kepada kalian, akan tetapi jika kalian bersabar, ketahuilah bahwa hal demikian merupakan lebih baik untuk golongan bersabar; maka bersabarlah sebab tiada kesabaranmu itu melainkan atas pertolongan Allah;
    maka janganlah dirimu bersedih tentang orang-orang itu serta jangan tersiksa terhadap hal yang orang-orang itu tipu dayakan sebab Allah menyertai golongan yang bertakwa maupun golongan yang berperilaku baik.  (Ayat:126-128)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Hijr
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Isra'
Surah 16