Asmara (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Asmara
Sinetron Asmara.jpg
Genre
PembuatSinemArt
PengarangSerena Luna
SutradaraDesiana Larasati
Pemeran
Lagu pembuka"Yang No. 1" — D'Bagindas
Lagu penutup"Yang No. 1" — D'Bagindas
KomposerMichael Christian
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode24 (daftar episode)
Produksi
ProduserLeo Sutanto
Lokasi produksiJakarta
Durasi1 Jam
Rilis
Jaringan asliRCTI
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Penampilan perdana30 April 2012 (2012-04-30)
Tanggal tayang asli30 April (2012-04-30) –
23 Mei 2012 (2012-5-23)
Pranala luar
[www.sinemart.com Situs web]

Asmara merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di RCTI setiap hari pukul 19.00 WIB. Sinetron ini diproduksi oleh SinemArt. Pemainnya antara lain ialah Velove Vexia, Glenn Alinskie, Yasmine Wildblood, Fero Walandouw, Arifin Putra dan masih banyak lagi.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Velove Vexia Asmara
Yasmine Wildblood Cinta
Tsania Marwa Flora
Alice Norin Nora
Fero Walandouw Petir
Glenn Alinskie Januari/Seto
Arifin Putra Don

Atalarik Syah

Praja
Jihan Fahira Anya
Aliya
Ponco Buwono Damar
Ana Pinem Inem
Tengku Firmansyah Maulana
Marini Zumarnis Asti
Naufalie T. Angelo Cameo
Primus Yustisio Arif

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Asmara (Velove Vexia) adalah gadis ceria yang geblek, lincah, baik hati dan penyayang. Dia tinggal bersama kakak angkatnya Januari (Glenn Alinskie), di rumah ibunya, Anya (Jihan Fahira). Anya sendiri koma selama bertahun-tahun dan Asmara dan Januari harus mencari uang untuk menopang pengobatan Anya selama di rumah sakit.

Asmara yang awalnya kerja serabutan, akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai salah satu kru syuting di lapangan. Tingkahnya yang polos dan ceroboh membuat salah satu artis yang juga pemain sepak bola terkenal, Don (Arifin Putra), ingin menjadikannya pacar. Hal ini Don lakukan semata-mata ingin menciptakan image ke penggemarnya bahwa ia adalah artis yang bersahabat dengan kaum sederhana. Di tempat ini pula Asmara berkenalan dengan kakak beradik Nora (Alice Norin) dan Cinta (Yasmine Wildblood). Karena Nora selalu jutek dan berlagak artis besar, Asmara pun berteman dekat dengan Cinta yang pemalu dan cenderung kikuk.

Di sisi lain, Januari bekerja sebagai sopir Petir (Fero Walandouw), anak angkat pengusaha sukses, Praja (Atalarik Syah). Statusnya itu membuat Petir selalu menuruti perintah ayahnya, termasuk melarangnya untuk jatuh cinta, dan menikahi putri musuh besarnya, Maulana (Tengku Firmansyah) dan Asti (Marini Zumarnis), yang telah membuat Praja sakit hati, dengan cara menikahi anak perempuan mereka, Flora (Tsania Marwa). Tetapi pernikahan itu batal karena Flora mengetahui niat Petir sebenarnya. Praja pun mencari cara lain untuk menghancurkan Maulana. Tetapi Maulana ternyata juga punya rencana untuk mengusir Praja dari kehidupannya, karena Praja telah menculik anak lelakinya, SETO, sehingga membuat ia dan Asti dibenci oleh ibu mereka. Tetapi Maulana tidak memiliki bukti. Maulana pun kemudian mencelakakan Praja, yang tanpa ia sadari akhirnya menjadikan Praja dekat dengan Flora.

Petir sebenarnya baik hati. Ia tanpa segan-segan membantu Januari & Asmara untuk membiayai pengobatan ibu mereka, tanpa sepengetahuan Asmara. Selain karena Januari sahabatnya, selebihnya karena Asmara adalah cinta masa kecilnya. Tetapi ia hanya memendam semua itu karena larangan ayahnya. Tetapi Asmara mengira Praja lah yang membantu pengobatan mamanya, karena kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan Petir.

Tetapi kemudian musibah itu terjadi. Asmara menyalahkan Petir atas kematian Januari yang tenggelam di danau. Petir berusaha keras agar Asmara memaafkannya. tetapi kemudian, di saat sudah mulai merelakana kepergian kakak angkatnya, tiba-tiba Cinta mengabarinya bahwa Januari masih hidup dan ada di rumah sakit dalam keadaan koma. Asmara yang sangat senang mendengarnya langsung menyusul Januari di rumah sakit. Tetapi ternyata Januari sudah tidak ada. Ia pun semakin bersedih, karena ia hidup sendiri. Akhirnya, ia pun mulai bisa memaafkan Petir, karena Petir adalah teman terdekat Januari kakaknya.

Tanpa sepengetahuan Asmara, Januari menjalani kesepakatan dengan Maulana agar mau menyamar sebagai anaknya yang telah lama hilang, Seto. Sebagai gantinya, Maulana yang akan membayar biaya perawatan mama Januari, dan membiayai kehidupannya. Januari pun terpaksa melakukannya untuk meringankan beban Asmara.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]