Trans TV

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Trans-TV)
Lompat ke: navigasi, cari
Trans TV
PT Televisi Transformasi Indonesia
Trans TV 2013.svg
Logo Trans TV sejak 15 Desember 2013
Diluncurkan 15 Desember 2001
Pemilik Trans Media
Tokoh penting Atiek Nur Wahyuni
Wishnutama
Ishadi S.K.
Chairul Tanjung
Slogan Milik Kita Bersama
Kantor pusat Jl. Kapten Tendean Kav 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta, Indonesia
Saluran saudara Trans7 (2006-sekarang)
CNN Indonesia (2014-sekarang)
Situs web www.transtv.co.id
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon 34 UHF
Balikpapan 24 UHF
Banda Aceh 30 UHF
Bandar Lampung 26 UHF
Bandung 42 UHF
Banjarmasin 32 UHF
Batam 45 UHF
Bengkulu 34 UHF
Cirebon 57 UHF
Denpasar 43 UHF
Garut 55 UHF
Gorontalo 50 UHF
Jakarta 29 UHF
Jambi 29 UHF
Jayapura 32 UHF
Jember 40 UHF
Kediri 22 UHF
Kupang 52 UHF
Madiun 47 UHF
Makassar 45 UHF
Malang 47 UHF
Mamuju 24 UHF
Manado 24 UHF
Mataram 34 UHF
Medan 27 UHF
Padang 29 UHF
Palangkaraya 45 UHF
Pangkal Pinang 47 UHF
Pekanbaru 24 UHF
Pontianak 27 UHF
Purwokerto 46 UHF
Samarinda 45 UHF
Semarang 29 UHF
Sorong 34 UHF
Sukabumi 34 UHF
Surabaya 22 UHF
Surakarta 24 UHF
Ternate 34 UHF
Yogyakarta 24 UHF
Satelit
Indovision 87
TransVision 145
Skynindo  ???
Kabel
First Media 9
IPTV
Groovia TV 104

Trans TV adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Trans Media. Dengan moto Milik Kita Bersama, konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan dari Trans Media. Kantor pusat stasiun ini berada di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Direktur Utama Trans TV saat ini adalah Atiek Nur Wahyuni yang juga merupakan Direktur Utama Trans7.

Sejarah

Logo pertama Trans TV saat siaran percobaan yang dipakai dari 1 Agustus 1998 hingga 15 Desember 2001 dan digunakan secara bersamaan dengan logo kedua hingga 15 Desember 2005
‎Logo kedua Trans TV yang dipakai dari 15 Desember 2001 hingga 15 Desember 2005
Kantor Trans Media di Jakarta

Trans TV memperoleh izin siaran pada tanggal 1 Agustus 1998. Trans TV mulai resmi disiarkan pada 10 November 2001 namun masih terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah membangun Stasiun Relai TV-nya di Jakarta dan Bandung. Siaran percobaan dimulai dari seorang presenter yang menyapa pemirsa pukul 17.51 WIB. Trans TV kemudian pertama mengudara dan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri sejak tanggal 15 Desember 2001 sekitar pukul 19.00 WIB, Trans TV memulai siaran secara resmi.

Logo ini adalah penyegaran dari logo pertama dan logo kedua, dipakai dari 15 Desember 2005 hingga 15 Desember 2013

Trans Media, sebagai media terdepan di Indonesia yang selalu konsisten menghadirkan karya penuh inovasi dan menjadi trendsetter untuk Indonesia lebih baik telah memiliki identitas baru.

Minggu, 15 Desember 2013 Trans TV meluncurkan logo baru bersamaan dengan ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol "Diamond A" ditengah kata Trans TV merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang memberikan inspirasi bagi semua orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang gemilang, diversifikasi konten atau keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang kuat.

Masing-masing warna dalam logo ini memiliki makna dan filosofi. Warna kuning sebagai cerminan warna keemasan pasir pantai yang berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus melambangkan optimisme masyarakat Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan sejarah bangsa. Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus menggambarkan kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki harapan tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai sepanjang masa.

Semua rangkaian warna yang mengandung makna cerita didalamnya, menyatu dengan serasi dan membentuk simbol yang utuh, kuat dan bercahaya di dalam berlian berbentuk A ini. Sehingga bisa dipahami makna dari logo baru Trans TV ini menjadi tanda yang menyuarakan sebuah semangat dan perjuangan untuk mencapai keunggulan yang tiada banding mulai dari sekarang hingga masa mendatang.

Acara

Penyiar

Jangkauan siaran

Saat ini, jangkauan siaran Trans TV mencakup beberapa wilayah di Indonesia, yaitu:

Direksi

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Ishadi Soetopo Kartosapoetro 1999 2008
2 Wishnutama 2008 2012
3 Chairul Tanjung 2012 2013
4 Atiek Nur Wahyuni 2013 sekarang

Direksi saat ini

Nama Jabatan
Atiek Nur Wahyuni Direktur Utama
Atiek Nur Wahyuni Direktur Penjualan dan Pemasaran
Warnedy Direktur Keuangan dan Sumber Daya
Achmad Ferizqo Irwan Direktur Programming

Kontroversi

Perselisihan dengan TPI di Purwokerto

Trans TV pernah mengajukan permohonan untuk mengudara di Purwokerto menggunakan kanal 43 UHF (647,25 MHz) karena sejak hampir sekitar setahun ini masyarakat di sekitar Purwokerto tidak dapat menikmati layanan Trans TV, namun kanal tersebut digunakan untuk TPI (sekarang MNCTV) berdasarkan surat izin No. 00781311-000SU/202006 yang berlaku sampai 31 Januari 2007.

Sebelumnya, Trans TV berani menyediakan layanan televisi bagi masyarakat di sekitar Purwokerto setelah memperoleh izin dari Gubernur Jawa Tengah tentang perluasan jangkauan siaran Trans TV di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Tegal (6 Januari 2003). Surat persetujuan serupa sebelumnya juga telah diberikan secara berturut-turut oleh Bupati Banyumas (20 November 2002) dan Bupati Purbalingga (27 November 2002).

Pada tahun 2005, Kepala Balai Monitoring Frekuensi Radio dan Orbit Satelit Semarang berdasarkan hasil monitoring langsung yang diadakan di Purwokerto pada tanggal 20 September 2005, kanal 43 UHF di Purwokerto ternyata digunakan oleh Trans TV.

Hal tersebut membuat Trans TV mendapat peringatan dari Dirjen Postel pada 21 April 2006 karena Trans TV tidak memiliki izin resmi untuk mengudara di Purwokerto dan Sekitarnya. Namun, pada waktu itu Trans TV masih mengudara di Purwokerto menggunakan kanal yang sama (43 UHF), sehingga masyarakat disana tidak dapat menerima Trans TV dan TPI dengan gambar yang jelas.

Kemudian pada September 2007, Dirjen Postel memberi peringatan final untuk Trans TV karena Trans TV masih bersiaran di Purwokweto menggunakan kanal yang sama yang sebelumnya telah diberikan kepada TPI oleh Ditjen Postel. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan penertiban frekuensi secara nasional.[1]

Lihat pula

Referensi

Pranala luar