Surah Al-Kahf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Kahf
الكهف
Al-Kahf.png
Informasi
Arti Gua
Nama lain Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 18
Juz Juz 15 (ayat 1-74)
Juz 16 (ayat 75-110)
Statistik
Jumlah ayat 110 ayat

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Terdapat beberapa hadits Rasulullah SAW yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Pokok-pokok terjemah[sunting | sunting sumber]

  1. Terpujilah Allah yang telah mengirimkan Al-Kitab kepada hambaNya dan Dia tidak mengadakan penyimpangan di dalamnya; (kitab) yang suci, untuk memperingatkan tentang siksa pedih dari sisiNya dan menggembirakan golongan beriman yang memperbuat berbagai kebajikan, bahwa upah yang berkenan untuk mereka, mereka tinggal disana selamanya. dan (supaya) Dia peringatkan kepada orang-orang yang mengatakan: "Allah beranak". mereka itu tidak memiliki Ilmu tentang hal ini, demikian pula para leluhur mereka. betapa keterlaluan ucapan yang keluar dari mulut mereka; mereka hanyalah mengucapkan dusta.  (Ayat:1-5)
  2. Mungkin saja kamu bunuh dirimu sendiri dalam duka cita akibat penolakan mereka yang tidak mengimani tentang keterangan ini.  (Ayat:6)
  3. Sesungguhnya Kamilah yang menjadikan di bumi sebagai hiasan padanya, supaya Kami menguji mereka, siapakah di tengah-tengah mereka yang berperilaku terbaik. dan sesungguhnya Kami akan jadikan yang di atasnya berpasir, tandus.  (Ayat:7-8)
  4. Atau kamu menganggap bahwa para penghuni gua dan raqim itu termasuk pertanda-pertanda Kami yang menakjubkan? tatkala para pemuda memasuki gua itu, lalu mereka berseru: "Wahai Tuhan kami, berilah Kasih kepada kami dari sisiMu dan selesaikanlah masalah kami dengan pertolonganMu". lalu Kami tutup telinga mereka (selama) bertahun-tahun dalam gua itu, kemudian Kami bangunkan mereka, supaya Kami ketahui manakah di antara kedua pihak yang lebih tepat dalam memperhitungkan lama waktu mereka berdiam. Kami uraikan kepadamu riwayat ini berdasar Kebenaran. sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami perkuat bimbingan untuk mereka. dan Kami teguhkan kalbu mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan bagi seluruh langit dan bumi; kami takkan menyeru sembahan selain Dia, jika kami demikian, tentulah kami mengucap penghinaan". kaum kami menghendaki sembahan selain Dia sebagai para dewa. Mengapakah mereka itu tidak menyerahkan bukti yang jelas kepada kami, siapa yang lebih sewenang-wenang daripada kubu yang mengada-adakan dusta terhadap Allah? dan apabila kalian meninggalkan mereka dan yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke gua itu, niscaya Dia limpahkan sebagian KasihNya untuk kalian dan menyelesaikan segala permasalahan kalian secara baik.  (Ayat:9-16)
  5. dan kamu akan melihat matahari ketika terbit melintasi ke sisi kanan gua mereka, dan ketika matahari terbenam menjauhi mereka ke sisi kiri sedang mereka terbaring dalam tempat luas dalam gua itu. demikianlah sebagian pertanda Allah, barangsiapa yang Allah bimbing, maka dialah yang terbimbing; dan barangsiapa yang Dia liarkan, maka kamu tidak akan mendapati satu pelindung pun yang memandunya.  dan kamu menganggap mereka itu terjaga, padahal mereka sedang terlelap; dan Kami membalik-balik mereka ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri, sementara anjing mereka membaringkan dua kaki pada muka pintu gua. dan jika kamu mengamati mereka tentulah kamu akan ketakutan terhadap mereka dan tentulah kamu akan dipenuhi rasa seram terhadap mereka.  (Ayat:17-18)
  6. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya. salah seorang di tengah-tengah mereka berucap: berapa lama kalian berdiam diri?". mereka berkata: "kami berdiam diri selama sehari atau setengah hari". mereka berkata: "Tuhan kalian lebih mengetahui tentang keberadaan kalian. maka suruhlah salah seorang di tengah-tengah kalian untuk pergi ke pusat kota dengan membawa uang perak kalian ini, dan hendaklah dia memilih makanan yang layak, lalu hendaklah ia membawa makanan itu kepada kalian, dan hendaklah ia berlaku ramah dan janganlah ia memberitahukan keadaan kalian kepada seorangpun. sesungguhnya jika mereka menangkap kalian, niscaya mereka akan melempari kalian menggunakan bebatuan, atau memaksa kalian kembali kepada pendirian mereka, dan jika demikian tentulah kalian tidak akan selamat". dan demikianlah Kami pertemukan mereka, supaya dia mengetahui, bahwa janji Allah adalah Kebenaran, dan bahwa Kemestian tiada diragukan. ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka maka mereka berseru: "dirikan bangunan diatas mereka," Tuhan mereka mengetahui tentang mereka. orang-orang yang menyelesaikan perkara mereka berkata: "dirikan sebuah tempat bersujud (masjid) di atas mereka,".  (Ayat:19-21)
  7. Nanti mereka mengatakan: tiga orang, yang keempat adalah anjing mereka, dan mereka mengatakan: "lima orang, yang keenam adalah anjing mereka", sebagai terkaan tentang hal yang ghaib; dan mereka mengatakan: "tujuh orang, yang kedelapan adalah anjing mereka". Katakanlah: "Tuhanku yang paling mengetahui jumlah mereka; tiada yang mengetahui mereka kecuali sedikit". karena itu jangan mempertentangkan permasalahan mereka sendiri kecuali perkara yang jelas dan jangan menerka-nerka tentang seorang pun di antara mereka.  (Ayat:22)
  8. Dan janganlah kamu mengatakan tentang sesuatu hal: "aku pasti akan mengerjakan yang demikian pada keesokan hari"  tanpa, "kalau Allah perkenankan (Insya Allah)". dan sadarilah Tuhanmu, apabila kamu terlupa maka katakanlah: "semoga Tuhanku akan membimbingku mendekati (kebenaran) tentang perkara ini".  (Ayat:23-24)
  9. Dan mereka berdiam dalam gua mereka (selama) tiga ratus tahun ditambah sembilan.  Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lama mereka berdiam diri; milikNya segala yang tersembunyi (ghaib) di langit dan di bumi. Dia Maha Mengetahui yang demikian dan Maha Mendengar; tiada satu pelindung pun bagi mereka selain Dia; dan Dia tidak membagikan (bersekutu) dengan sesuatu pun dalam menetapkan keputusan (hukum)".  (Ayat:25-26)
  10. Dan sampaikanlah yang diwahyukan kepadamu, yang termasuk kitab Tuhanmu. tiada yang sanggup mengganti ketetapan-ketetapanNya. dan takkan kamu dapati perisai selain Dia. dan bersabarlah bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di fajar dan senja hari dengan mengharap perkenanNya; dan jangan mengarahkan sepasang matamu kepada mereka, (karena) mendambakan kemewahan kehidupan dunia ini; dan jangan menaati orang yang memiliki kalbu telah Kami jauhkan untuk mengingati Kami, serta yang menuruti kecenderungannya dan keadaannya itu melampaui kewajaran. dan katakanlah: "Kebenaran itu (berasal) dari Tuhan kalian; maka barangsiapa yang menghendaki, maka berimanlah, dan barangsiapa yang menghendaki, maka kafirlah". sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi golongan yang sewenang-wenang itu, yang gejolak itu mengurung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan cairan logam mendidih yang meleburkan muka. demikianlah minuman yang mengerikan dan peristirahatan yang paling jelek.  (Ayat:27-29)
  11. Dan sampaikan kepada mereka sebuah perumpamaan (tentang) dua orang laki-laki, kepada salah seorang di antara keduanya Kami jadikan dua kebun anggur dan Kami kelilingi keduanya dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua (kebun) itu Kami jadikan sebuah ladang. Kedua kebun itu menghasilkan panen, dan tiada sedikitpun yang gagal dan Kami alirkan sebuah sungai di antara kedua (kebun) itu, dan dia mempunyai kemewahan, maka ia berkata kepada kawannya ketika bercakap-cakap dengan dia: "aku lebih banyak harta dibandingkanmu dan pengikut-pengikutku lebih tangguh" dan dia memasuki kebunnya sedang dia berlaku sewenang-wenang terhadap dirinya sendiri; dia berkata: "tidaklah aku terbayang bahwa yang demikian akan lenyap, dan tidaklah terbayang bahwa Kemestian itu akan terlaksana, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, tentulah aku akan mendapat yang lebih baik daripada yang demikian". kawannya berkata kepadanya -- sementara dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir terhadap yang menciptakan kamu dari debu, kemudian dari nutfah (mani), lalu Dia membentuk kamu sebagai seorang laki-laki? Tetapi menurutku: Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhanku. dan mengapakah kamu tidak mengatakan di waktu kamu memasuki kebunmu "atas perkenan Allah, tiada kuasa kecuali di tangan (milik) Allah" walau kamu menganggapku lebih sedikit darimu dalam hal harta benda dan anak, maka mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku yang lebih baik daripada kebunmu itu; dan mudah-mudahan Dia mengirimkan petir dari langit terhadap kebunmu; hingga menjadi tanah berlumpur; atau airnya surut ke dalam tanah, maka kamu tidak mendapatinya lagi". dan segala kemegahannya dilenyapkan; lalu ia membolak-balik kedua tangan atas apa yang ia telah perjuangkan demi itu, sedang itu runtuh bersama penyangga-penyangganya dan dia berkata: "Celakalah aku! kiranya dahulu aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhanku". dan tidak ada satupun yang menolongnya selain Allah; dan tidaklah ia dapat menyelamatkan dirinya sendiri. bahwa perlindungan itu hanya dari Allah, Yang Mutlak. Dialah Penolong terbaik dan Pemelihara terbaik. dan berilah perumpamaan kepada mereka, tentang kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka tanam-tanaman tumbuh subur di muka bumi kemudian mengering dihempaskan oleh angin. dan Allah terhadap segala sesuatu, adalah Kuasa. harta benda dan anak-anak adalah kemegahan kehidupan dunia namun berbagai kebajikan yang kekal adalah yang terbaik bagi Tuhanmu serta lebih baik sebagai pengharapan.  (Ayat:33-46)
  12. Dan pada hari Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan menyaksikan bumi itu rata dan Kami himpunkan mereka, dan tidaklah Kami tinggalkan seorangpun yang termasuk mereka. dan mereka akan dipertemukan menghadap Tuhanmu dengan berbaris. "sesungguhnya kalian menghadap kepada Kami, sebagaimana (ketika) Kami ciptakan kalian pada masa yang terdahulu; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami tiada menetapkan perjumpaan dengan kalian." dan Al-Kitab diletakkan, lalu kamu akan melihat golongan yang berdosa ketakutan terhadap yang ada di dalamnya, dan mereka berkata: "celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan hal-hal terkecil sekalipun dan tidak (pula) yang amat besar, melainkan itu tercantum seluruhnya; dan mereka dapati yang selama ini mereka perbuat ditampakkan. dan Tuhanmu tidaklah sewenang-wenang (terhadap) sesuatu pun".  (Ayat:47-49)
  13. Dan ketika Kami berkata kepada para malaikat: "bersujudlah kepada Adam, maka sujudlah mereka selain Iblis. ia termasuk golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. patutkah kalian jadikan ia beserta keturunannya sebagai pelindung selain Aku, sementara mereka adalah musuh kalian? betapa buruk ia sebagai pengganti bagi golongan yang sewenang-wenang.  tidaklah Aku hadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku yang menghendaki golongan penyesat itu sebagai panutan.  dan pada hari Dia berfirman: "Serulah sekutu-sekutuKu yang kalian sebut-sebut itu". lalu mereka memanggil yang demikian tetapi tidaklah kelompok itu menyambut seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kehancuran.  dan golongan yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak mendapati tempat berlindung daripada itu.  (Ayat:50-53)
  14. Dan tidaklah Kami utus para Utusan selain untuk pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang kafir membantah menggunakan kesia-siaan supaya melemahkan kebenaran, juga mereka menganggap pesan-pesan Kami beserta ancaman-ancaman terhadap mereka sebagai cemoohan.  (Ayat:56)
  15. Dan siapakah yang lebih sewenang-wenang daripada orang yang telah diperingatkan tentang pesan-pesan Tuhannya lalu dia menjauh daripada itu dan melupakan yang telah diperbuat kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan pada kalbu mereka, untuk memahaminya, dan di telinga mereka ada sumbatan; dan sekalipun kamu mengajak mereka menuju bimbingan, niscaya mereka takkan terbimbing selama-lamanya. Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, Mempunyai Kasih. Apabila Dia menghukum mereka akibat segala tindakan mereka, tentulah Dia akan menyegerakan malapetaka bagi mereka. tetapi ada waktu tertentu bagi mereka yang takkan mereka dapati pelindung daripadanya.  (Ayat:57-58)
  16. Dan ketika Musa berkata kepada pengikutnya: "Aku tidak akan berhenti hingga tiba di pertemuan kedua lautan; atau aku akan mengembara seterusnya". maka tatkala mereka sampai di pertemuan kedua (lautan) itu, mereka terlupa meninggalkan ikannya, lalu ikan itu menyusuri lautan. maka tatkala mereka telah menempuh jarak lebih jauh, Musa berkata kepada pengikutnya: "Bawalah kemari bekal makanan kita; sesungguhnya kita telah letih karena perjalanan kita ini". pengikutnya menjawab: "sadarkah kamu tatkala kita singgah di bebatuan tadi, maka sesungguhnya aku terlupa mengenai ikan itu dan tiada yang melupakan aku untuk menceritakan itu kecuali setan dan ikan itu menempuh jalannya sendiri melalui lautan dengan cara yang mengherankan". Musa berkata: "Itulah yang kita tuju". lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka berjumpa dengan seorang hamba di antara para hamba Kami, yang telah Kami beri Kasih untuknya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya Ilmu dari sisi Kami. Musa berkata kepada orang itu: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku kemampuan khusus yang telah diajarkan kepadamu?" ia berkata: "kamu pasti takkan sanggup memiliki pengertian untuk mengiringi diriku. dan bagaimanakah kamu dapat mengerti tentang sesuatu mempergunakan pertimbangan yang buruk ?" dia berkata: "kamu akan mendapati aku, kalau Allah perkenankan, sebagai orang yang berpengertian, dan aku tidak akan menentangmu dalam suatu masalah pun". ia berkata: "jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu mempertanyakan kepadaku tentang keadaan apapun, sampai aku sendiri yang menjelaskan kepadamu (perkara itu)"   
    Maka keduanya berjalan, hingga tatkala keduanya menaiki perahu tiba-tiba ia melubanginya. dia berkata: "Mengapakah kamu melubangi perahu itu yang berakibat kamu menghanyutkan penumpangnya?" kamu benar-benar telah menyebabkan masalah besar.  ia berkata: "belumkah aku mengatakan: "kamu pasti takkan memiliki pengertian mengiringiku".  dia berkata: "Janganlah menghukumku akibat kelupaanku dan janganlah menyudutkanku dengan suatu kekeliruan dalam tindakanku".   
    Maka keduanya melanjutkan perjalanan; hingga tatkala keduanya menjumpai seorang pemuda, lalu ia membunuhnya. ia berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? sungguh kamu telah melakukan hal keji".  ia berkata: "belumkah aku mengatakan kepadamu, bahwa kamu pasti takkan memiliki pengertian mengiringiku?"  dia berkata: "Jika aku mempertanyakan kepadamu tentang sesuatu sesudah ini, maka janganlah kamu biarkan aku mengiringimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberi keringanan untukku".
    Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka meminta makanan kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu menolak sambil menghinakan keduanya, kemudian keduanya mendapati di negeri itu ada dinding sebuah rumah yang hampir runtuh, maka ia menopang dinding itu. dia berkata: "kalau kamu menghendaki, niscaya kamu mintai upah untuk hal ini".   ia berkata: "Inilah perpisahan antara aku denganmu; akan kujelaskan kepadamu maksud yang tidak sanggup kamu mengertikan tentang itu.  
    Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku hendak menghancurkan perahu itu, sebab di hadapan mereka ada seorang raja yang merampasi setiap perahu.  dan adapun pemuda itu, maka kedua orang tuanya adalah golongan yang beriman, dan kami khawatirkan bahwa dia akan menyedihkan kedua orang tuanya itu melalui kesesatan dan kekafiran.  dan kami berharap supaya Dia menggantikan dengan anak lain yang lebih murni dari anak itu bagi mereka berdua dan lebih dalam kasih sayangnya.  Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan untuk mereka berdua, sedang sang ayah adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka tumbuh dewasa dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai Kasih dari Tuhanmu;
    dan tidaklah aku melakukan itu menurut kemauanku sendiri. demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang tidak sanggup kamu pertimbangkan".  (Ayat:60-82)
  17. Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling celaka usahanya? orang-orang yang perbuatannya sia-sia dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menganggap bahwa mereka memperoleh keuntungan besar. itulah orang-orang yang telah menyangkal pesan-pesan Tuhan mereka beserta pertemuan dengan Dia, maka sia-sia perbuatan-perbuatan mereka, dan Kami tidak memperhitungkan mereka pada Hari Kebangkitan." upah mereka itu adalah (neraka) Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan pesan-pesanKu dan Utusan-utusanKu sebagai lelucon.  (Ayat:103-106)
  18. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini adalah manusia biasa sebagaimana kalian, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah sembahan yang Tunggal". barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia memperbuat kebajikan dan janganlah ia mempersekutukan suatu pun dalam beribadah kepada Tuhan".  (Ayat:110)

Qur'an Surah Al Kahfi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Isra'
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Maryam
Surah 18