Soleha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Soleha
Genre
PembuatSinemArt
SutradaraGita Asmara
Pemeran
Lagu pembuka″Sesungguhnya″ — Ungu
Lagu penutup″Sesungguhnya″ — Ungu
KomposerPurwacaraka
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. episode149
Produksi
Produser eksekutifElly Yanti Noor
ProduserLeo Sutanto
Durasi60 Menit
Rumah produksiSinemArt
DistributorMedia Nusantara Citra
Rilis
Jaringan asliRCTI
Tanggal tayang asli23 Juli (2007-07-23) –
09 Desember 2007 (2007-12-09)
Kronologi
Didahului olehIntan
Dilanjutkan olehMutiara
Pranala luar
[www.sinemart.com Situs web]

Soleha adalah sinetron Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 23 Juli 2007 Pukul 18.00 WIB di RCTI. Sinetron ini disutradarai oleh Gita Asmara dan dibintangi oleh Marshanda, Salma Paramitha dan Rionaldo Stockhorst.

Sinetron ini menceritakan tokoh Soleha yang merupakan anak yatim piatu karena ditinggal bapaknya yang meninggal karena kebakaran, sedangkan ibunya pergi ke tempat yang jauh.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Marshanda Soleha/Arini
Salma Paramitha Soleha/Arini kecil
Rionaldo Stockhorst Faritz/Rendra
Teddy Syah Dokter Fabian
Dina Lorenza Indira
Rachel Amanda Mia
Yadi Timo Arman
Diva Nadia Adel
Hendra Cipta Umar
Baim Wong Ervan
Risfy Syah Putra Ervan kecil
Ana Pinem Mpok Mimin
Indah Indriana Rasya
Riyanto RA Dimas
Eeng Saptahadi Angga
Linda Sulaiman Tiur

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Soleha, Arini Soleha lengkapnya, adalah seorang gadis yang tegar, tomboy, keras, tetapi jujur dan taat beribadah. Semasa kecil ia biasa dipanggil Arini.

Soleha hidup bersama sepupunya, Mia,dan juga kakaknya, Adel. Ia diasuh oleh pamannya yang ugal-ugalan dan jahat, Arman. Suatu saat, Arman membawa Soleha dan Mia lari ke Jakarta, karena tidak mampu lagi melunasi hutang-hutangnya. Tapi ternyata sangat sulit mencari pekerjaan di Jakarta. Soleha yang sebelumnya bekerja sebagai guru ngaji, akhirnya terpaksa menjadi kenek angkot.

Bekerja sebagai kenek, Soleha berkenalan dengan sopir muda yang ganteng bernama Rendra. Mereka pun menjadi pasangan sopir dan kenek yang solid. Walaupun pada awalnya Renda menolak Soleha, tetapi melihat sifat Soleha yang keras & berani, Rendra pun menerima Soleha sebagai keneknya. Kedekatan inilah yang lambat laun membuat Rendra pun akhirnya jatuh hati kepada Soleha.

Suatu hari, Metromini yang dibawa Rendra dan Soleha menabrak sebuah mobil mewah. Ternyata mobil tersebut milik Ervan, seorang artis terkenal ibu kota, yang tinggi hati. Mereka pun terlibat pertengkaran yang cukup sengit. Karena kedua belah pihak sama-sama tidak mau kalah dan keras kepala, pertengkaran pun berakhir dengan kebencian.

Tanpa Soleha & Ervan sadari, mereka berdua adalah teman masa kecil yang sebenarnya saling merindukan. Mereka pernah tumbuh bersama sebagai teman akrab selama beberapa waktu, dan berjanji untuk saling menyayangi dan bersahabat sampai dewasa nanti. Tetapi kemudian terpisahkan, karena suatu peristiwa yang menyebabkan kematian ayah Soleha, Mario, tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan.

Setelah pertengkarannya dengan Ervan, Soleha kembali narik angkot bersama Rendra. Saat itulah, tiba-tiba Soleha merasa pendangannya menjadi kabur, sehingga ia nyaris ditabrak motor. Makin hari, Soleha makin sering mengalami pandangan kabur, dan juga gejala lain. Tidak hanya itu, bahkan suatu hari, saat Soleha ingin mengambil air wudhu, tangannya tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Soleha bingung, tetapi belum curiga apa-apa. Soleha sama sekali belum menyadari, bahwa itu adalah gejala dari penyakit yang akan mengubah seluruh kehidupannya. Gejala Soleha makin nyata saat tiba-tiba dia pingsan ketika menjadi kenek. Rendra panik dan langsung membawa Soleha ke rumah sakit.

Setelah menjalani pemeriksaan yang menyeluruh, Soleha ternyata didiagnosa menderita penyakit Multiple Sklerosis, penyakit yang menyerang sistem saraf otak. Soleha sangat syok. Lebih-lebih saat tau bahwa penyakit itu sama sekali belum ada obatnya dan belum dapat disembuhkan.

Soleha sangat sedih dan takut. Lebih-lebih karena dia tidak punya tempat untuk mengadu. Soleha memendam penyakitnya sendiri, sehingga dia jadi pemurung dan pemarah. Rendra yang selama ini selalu berasa di samping Soleha pun bingung melihat perubahan sikap Soleha.

Untunglah Dr. Fabian, dokter yang dari awal menangani penyakit Soleha selalu membantu Soleha, termasuk dalam biaya pengobatan dan pemeriksaan. Entah kenapa Dr. Fabian merasa terkesan dengan Soleha, dan ia selalu merasa bahwa ada suatu ikatan yang kuat antara dia dengan salah satu pasiennya itu. Ia pun bersikeras mencari tahu jawabannya.

Suatu ketika, Ervan dan Soleha kembali dipertemukan. Kekesalan Ervan terhadap Soleha lambat laun menghilang, berganti dengan rasa simpati dan kagum. Lebih-lebih, Soleha juga memberikan inspirasi kepada Ervan pada saat kariernya sedang mandek. Kedekatan mereka pun membawa perubahan-perubahan positif dalam diri Ervan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]