Aisyah Putri the Series: Jilbab in Love

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Aisyah Putri the Series: Jilbab in Love
Aisyah Putri (Poster).jpg
Poster Aisyah Putri the Series: Jilbab In Love di RCTI+
Genre
PembuatSinemArt
PengarangYanti Puspitasari
SutradaraDesiana Larasati
Pemeran
Penggubah lagu temaPurwacaraka
Lagu pembukaProud of You Muslim - Fatin Shidqia
Lagu penutupProud of You Muslim - Fatin Shidqia
Negara asal Indonesia
Bahasa asliIndonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode104 (daftar episode)
Produksi
ProduserLeo Sutanto
Lokasi produksiBendera Indonesia Jakarta
EditorHeru Hendriyarto
Durasi60 menit
Rumah produksiSinemArt Production
Rilis
Jaringan penyiarRCTI
Homelinks Drama (2016)
Format gambar(SDTV) (480i)
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tanggal tayang asli27 Oktober 2014 (2014-10-27) –
15 Februari 2015 (2015-2-15)
Pranala luar
[www.sinemart.com Situs web produksi]

Aisyah Putri the Series: Jilbab in Love adalah sinetron produksi SinemArt yang ditayangkan RCTI. Sinetron ini diapdatasi dari novel berjudul Aisyah Putri karya Asma Nadia.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Anna Gilbert Aisyah Putri
Lucky Perdana Hamka
Aliff Alli Iid
Miller Khan Vincent
Syifa Hadju Ana
Farish Nahdi Harap
Henidar Amroe Bunda Aira
Meyda Sefira Arum
Salshabilla Adriani Bianca
Steffi Zamora Dara
Bella Graceva Rasty
Cassandra Lee Elisha
Rosiana Dewi Icha
Meinorizah Linda
Rico Tampatty Mr. Piet
Bryan Domani Bryan
Verrell Bramasta Verrell
Umar Lubis Pak Ridwan
Yoelitta Palar Marini
Rasyid Karim Sugeng
Wieke Widowati Mutia
Jauhar Roberts Izam
Enno TB Bu Roro
Robi
Kevin Torsten Ramos
Jansen Widjaya Nugros
Fatur Rahman Pinoy
Zahwa Aqilah Cindy
Krisna Murti Pak Anton
Julian Jacob Julian
Johan Morgan Purba Ayah ana

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini menceritakan tentang warna-warni kehidupan seorang remaja SMU yang bernama Aisyah Putri (Anna Gilbert) yang biasa dipanggil Puput.

Kehidupan remaja perempuan sekolah menengah atas biasanya identik dengan persaingan antar sesama geng, mulai dari saling eksis, saling mendahului mengikuti tren seperti musik, idola, tempat tongkrongan atau saling bersaing untuk jadi primadona, pemandu sorak atau jadi pacarnya kapten basket atau ketua OSIS. Semua itu tidak bagi Puput.

Puput remaja putri berjilbab, tetapi kehidupan masa remajanya tak kalah seru dengan remaja yang tidak berjilbab. Dia anak yang sangat percaya diri, pintar, dan aktif dalam kegiatan rohis di sekolahnya.

Dalam sinetron yang skenarionya digarap Yanti Puspitasari ini, Puput dikisahkan tinggal bersama keluarga yang membahagiakannya dengan cinta kasih dan agama yang kuat.

Mereka adalah Bunda (Henidar Amroe), dan 4 orang kakak laki-lakinya, Vincent (Miller Khan), Harap (Farish Nahdi), Hamka (Lucky Perdana) dan Iid (Aliff Alli), yang masing-masing memiliki keunikan sehingga mewarnai kehidupan Puput.

Di sekolah, Puput punya sahabat-sahabat yang gokil tetapi Islami, ada Ana (Syifa Hadju) yang atletis, Icha (Rosiana Dewi) yang centil, dan Linda (Meinorizah) yang sangat suka makan. Mereka menamakan geng mereka sebagai geng Jilbabers Lovers.

Tidak ada niat macam-macam dengan nama gengnya itu, Puput hanya punya tekad, sekaranglah saatnya remaja berani menunjukkan jati diri. Dengan itu mereka bisa tetap eksis mengikuti trend dunia dan menjadi contoh yang baik di sekolah sesuai syariat Islam.

Tidak mudah memang, karena banyak hal yang mereka harus benahi dari tingkah laku mereka masing-masing. Terlebih lagi, masih banyak teman-teman sekolahnya yang usil dengan geng mereka, terutama Bianca (Salsha Elovii), Dara (Steffi Elovii), Rasti (Bella Graceva) dan Elisa (Cassie Elovii). Tetapi Puput tidak kehilangan semangat mudanya.

Kontroversi cium pipi[sunting | sunting sumber]

Pada episode pertama yang ditayangkan pada 27 Oktober 2014, sinetron ini menayangkan adegan remaja laki-laki berseragam sekolah mencium pipi Icha. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai adegan tersebut tidak santun dan rentan untuk ditiru oleh anak-anak dan remaja. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan anak-anak dan remaja, program siaran tentang lingkungan pendidikan serta penggolongan program siaran. Program siaran dengan klasifikasi R harus mengandung muatan, gaya pencitraan dan tampilan yang sesuai dengan perkembangan psikologis remaja serta berisikan nilai-nilai pendidikan, sosial, budaya, dan budi pekerti.[1]

KPI memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 14 dan Pasal 21 ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 ayat (1) dan Pasal 16 ayat (2) huruf b dan Pasal 37 ayat 4 huruf (a). Berdasarkan pelanggaran di atas KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif teguran tertulis. KPI meminta RCTI agar menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]