BB10
|
|
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. |
| BB10 | |
|---|---|
| [[berkas:|300px|BB10]] | |
| Sumber tenaga Uap |
|
| Perusahaan pembuat | Hartmann, Chamnitz, Schwartzkopff Jerman |
| Nomor seri | BB10 |
| Model | BB10 |
| Tanggal pembuatan | 899 – 1908 |
| Jumlah diproduksi | 16 |
| Spesifikasi | |
| Konfigurasi | 0-4-4-2T |
| Susunan roda AAR | BB |
| Klasifikasi UIC | BB |
| Lebar trak | 1.067 mm |
| Diameter roda | 1050 mm |
| Panjang | 10,560 mm |
| Berat lokomotif | 44,1 ton |
| Jenis bahan bakar | Kayu |
| Kecepatan maksimum | 50 km/h |
| Keluaran daya | 465 HP |
Lokomotif uap BB10 merupakan generasi pertama dari lokomotif tipe Mallet yang beroperasi di Indonesia. Lokomotif ini dibeli oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) sebanyak 16 buah dari dua pabrik yang berbeda. 12 lokomotif BB10 dibeli dari pabrik Hartmann (Jerman) dan 4 lokomotif BB10 dibeli dari pabrik Schwartzkopff (Jerman). Lokomotif ini didatangkan pada tahun 1899 – 1908. Lokomotif in menggunakan bahan bakar residu.
Diawal kariernya, Lokomotif uap BB10 digunakan untuk menarik rangkaian kereta api yang mengangkut hasil bumi, perkebunan dan penumpang yang ada pada rute Bogor – Bandung. Jalur kereta api rute Bogor – Bandung dibuka pada tahun 1884. Lokomotif ini memiliki tekanan gandar yang sesuai dan cukup kuat untuk mendaki dan menyusuri jalur kereta api yang melalui topografi pegunungan. Lokomotif BB10 juga beroperasi di Rangkasbitung dan Banjar. Pada masa pemerintahan Jepang di Indonesia, lokomotif BB10 juga beroperasi di rute Saketi – Bayah (80 km). Pemerintah Jepang membangun jalan rel rute Saketi – Bayah (80 km) pada tahun 1942-1945 untuk mengangkut batu bara dari tambang batu bara Cikotok (Banten).
Lokomotif BB10 memiliki silinder uap tekanan tinggi dan silinder uap tekanan rendah yang terpisah. Kedua silinder ini menyalurkan uap untuk menggerakan roda-roda penggerak. Posisi roda penggerak ini terpisah pada dua bagian yang berbeda. Bagian pertama (depan), roda penggerak yang berada pada bogie tersendiri yang dapat bergerak ke kanan/kiri mengikuti jalur rel sedangkan bagian kedua (belakang), roda-roda penggerak yang fix pada frame lokomotif. Lokomtif BB10 memiliki susunan roda 0-4-4-2T. 0-4-4-2T artinya tidak memiliki roda idle di depan, 2 roda penggerak di depan, 2 roda penggerak di belakang dan 1 roda idle di belakang. Kode T berarti memiliki tangki. Lokomotif BB10 memiliki panjang 10560 mm, daya 465 HP (horse power) dan berat 44,1 ton. Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam.
Dari 16 lokomotif BB10, saat ini hanya tersisa 1 buah, yaitu BB1012. Lokomotif BB10 12 dipajang di Museum Kereta Api Ambarawa (Jawa Tengah).
Lihat pula [sunting]
- Dipo lokomotif
- Diesel elektrik
- Industri Kereta Api Madiun
- Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia
- Kereta Api Indonesia
- Kereta api ringan
Pranala luar [sunting]
- (Indonesia) [1]
- (Indonesia) Data teknik lokomotif BB 203
- (Indonesia) Daftar lokomotif BB 203 yang diubah menjadi CC 201
- (Indonesia) Alokasi Lokomotif PT. KAI di Indonesia Saat Ini
- (Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero)
|
|||||||||||||||||
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai BB10 |
