Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kecelakaan Kereta Api 2004-2014
Jenis kecelakaan 1987 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Antarkereta api 7 9 5
Kereta dan kendaraan lain 31 10 22
Anjlok dan terguling 90 99 52
Kereta terkena longsor 4 3 7 1 Kereta api Malabar
Lain-lain (kriminal) 289 294 297
Sumber: Koran Tempo 1 Februari 2007

Berikut adalah daftar kecelakaan kereta api di Indonesia.

1944[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 25 Desember 1944, 200 orang tewas dan 250 orang terluka ketika kereta api kehilangan rem di lembah Anai Sumatra Barat. [1]

1987[sunting | sunting sumber]

19 Oktober 1987, sekitar jam 06.45, KA 220 eksekutif Merak bertabrakan dengan KA 225 yang sedang melaju (tabrakan head-to-head) di daerah Pondokbetung, Bintaro, Tangerang. Kecelakaan ini terjadi akibat human error. Terjadi dikarenakan KA 225 yang direncanakan bersilang dengan KA 220 di Stasiun Kebayoran, diganti menjadi di Stasiun Sudimara. Masinis KA 225 salah mendengar semboyan sehingga KA 225 berangkat tanpa sepengetahuan PPKA Stasiun Sudimara. Peristiwa ini mengakibatkan 156 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka. Peristiwa ini dikenal dengan Tragedi Bintaro..

2001[sunting | sunting sumber]

2002[sunting | sunting sumber]

10 Juni 2002, jam 11:37 WIB, rangkaian langsiran lokomotif BB 306 15 yang membawa 7 rangkaian gerbong semen (KKW) bertabrakan dengan rangkaian kereta api batu bara nomor KA-2807 lokomotif BB 204 10 yang membawa 8 gerbong batubara (KKBW) dan lokomotif pendorong BB 306 14. Tabrakan terjadi di perlintasan Koto Luar di kilometer 11+450 petak jalan Pauhlima – Indarung.

2003[sunting | sunting sumber]

2006[sunting | sunting sumber]

Kereta api Serayu anjlok pada 21 April 2007 mengakibatkan 46 korban luka
  • 13 Desember 2006, kereta eksekutif Sawunggalih, rute Kutoarjo-Jakarta, anjlok di Karangsari, Cilongok, Banyumas. Tidak ada korban.
  • 11 Desember 2006, kereta Mutiara Timur, rute Surabaya-Banyuwangi, anjlok di desa Randu Agung, Klakah,Lumajang. Tidak ada korban.
  • 1 November 2006, kereta eksekutif Parahyangan, rute Bandung Jakarta, anjlok di Kampung Babakan, Tanjung Pura,Karawang. Tidak ada korban.
  • 14 April 2006, Sebuah kereta api bermuatan CPO atau minyak sawit mentah yang sedang berjalan pelan ditabrak dari belakang oleh kereta api serupa di desa Fortuna Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Dua orang penumpang tewas dalam kejadian ini.
  • 16 April 2006, Grobogan, 02.15 dini hari. Kereta api Kertajaya dengan masinis Nurhadi bertabrakan dengan kereta api Sembrani dengan masinis Muhadi. Sebanyak 14 orang tewas. Bermula dari KA Kertajaya yang masuk ke Stasiun Gubug dari arah Jakarta. Saat itu, Kertajaya masuk di Jalur 1. KA Gumarang kemudian masuk ke Stasiun Gubug di jalur 2. Setelah Gumarang melintas, seperti tidak sabar, KA Kertajaya nyelonong keluar stasiun dan masuk ke jalur 2. Padahal, saat itu KA Kertajaya belum diberi aba-aba untuk jalan. Ketika KA Kertajaya masuk ke jalur 2 tiba-tiba KA Sembrani dengan masinis Muhadi datang dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi, dan tabrakan hebat pun tak dapat dihindari.
  • 18 April 2006, kereta rel listrik Pakuan jurusan Jakarta-Bogor menabrak Metromini S-64 jurusan Pasar Minggu-Cililitan. Lima orang meninggal di tempat, seorang meninggal di rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya masih dalam kondisi kritis. Peristiwa itu terjadi saat Metromini hendak melewati perlintasan kereta api Duren Kalibata, Jakarta Selatan, di bawah fly over Kalibata sekitar pukul 3 sore. Menurut seorang saksi mata, kecelakaan itu terjadi sebab laju Metromini tertahan karena tepat di depannya ada angkutan lain yang sedang berhenti. Meski sopir sudah membunyikan klakson berkali-kali supaya angkutan lain maju, tapi tidak dihiraukan.

2007[sunting | sunting sumber]

2008[sunting | sunting sumber]

2009[sunting | sunting sumber]

2010[sunting | sunting sumber]

  • 29 Juni 2010 kereta api Logawa anjlok dan terguling di dusun petung, desa pajaran, kecamatan saradan, kabupaten madiun, jawa timur sekitar 1 kilometer dari perbatasan Madiun-Nganjuk. Enam penumpang tewas terjepit gerbong. Diduga kereta terguling karena kecepatannya tinggi saat masuk jalur belok.[2]
  • 2 Oktober 2010 Tabrakan kereta api Petarukan 2010 antara kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta Senja Utama Semarang yang saat itu sedang menunggu di stasiun Petarukan. KA Senja Utama Semarang menunggu di jalur 3 untuk disusul KA Argo Bromo Anggrek. Tetapi KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta memasuki jalur yang salah. Kereta tersebut masuk di jalur 3 yang sudah terisi KA Senja Utama Semarang. Akibatnya kereta itu menabrak kereta Senja Utama Semarang dari belakang, dan 4 gerbong paling belakang dari KA Senja Utama Semarang rusak berat.

2011[sunting | sunting sumber]

2012[sunting | sunting sumber]

  • Februari 2012 Tabrakan antara Kereta Api Babaranjang tujuan Tanjung Enim dan Batubara Kertapati tujuan Sukacinta. 4 orang tewas di tempat, 2 lokomotif, yaitu CC20216 dan CC201 89 11 ringsek dan terbakar. Musibah ini mengakibatkan PT Kereta Api kehilangan CC201 89 11.
  • 4 Oktober 2012 Kereta api Commuter Line 435 tujuan Jakartakota anjlok di Stasiun Cilebut, peron stasiun rusak karena tertabrak gerbong 3. Akibat kejadian ini jadwal perjalanan commuter line hanya sampai Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Bogor ditutup karena kereta tidak bisa lewat
  • 14 Desember 2012 KA 187 KRD Pasuruan anjlok di jembatan kaligantung desa Wanatri kecamatan Mojosurya kabupaten Sidoarjo mengakibatkan KA 85 MutTim Pagi, KA 130/131 Logawa, KA 136/137 Sri Tanjung dari Surabaya, KA 86 MutTim Pagi, KA 129/132 Logawa, KA 138/135 Sri Tanjung dari Banyuwangi/Jember 2 rangkaian K3 10011 85 SDT,K3 10119 76 JR ditarik Lokomotif CC203 40, Crane NR SDT, CC204 25, KD3 10115 73, CC201 45 dibawa ke Dipo Induk SDT. 3 KA sampai Stasiun Waru Kapolres Sidoarjo AKBP Bambang Iskandar menuju tempat rangkaian anjlok.

2013[sunting | sunting sumber]

  • 4 November 2013, KRL 456/457 Eks 05-115 anjlok di Stasiun Bojong Gede. Hanya gerbong 05-615 dan 05-315 saja yang anjlok, tetapi hal ini mengakibatkan terlambatnya sebagian kereta KRL yakni, KRL 478/9, KRL 568, KRL 198/9, KRL 435/6. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
  • [[

2014[sunting | sunting sumber]

  • 3 Januari 2014, KA 7118 Pangrango anjlok di sekitar Cicurug dikarenakan adanya rel patah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kereta yang anjlok hanya kereta paling belakang, tepatnya KMP3 batik.
  • 10 Februari 2014, salah satu gerbong Kereta api Siliwangi dari Stasiun Cianjur tujuan Stasiun Sukabumi anjlok dan menghantam Terowongan Lampegan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun terowonganya rusak ringan.
  • 04 April 2014 sekira pukul 18.06, Kereta Api Malabar relasi Bandung - Malang Kota Baru dengan nomor Lambung KA 86 mengalami anjlok dan terguling akibat menghantam longsoran di Kampung Terung, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat. 1 lokomotif dengan seri CC2061355 masuk ke jurang bersama 2 kereta kelas eksekutif yang berdempetan dan menggantung di rel. Kereta eksekutif bernomor seri K1 0 67 22 BD. (sebagai ekeskutif 2) dan K1 0 67 27 BD (dan sebagai eksekutif 1) serta Kereta Restorasi (nomor seri tidak diketahui) saling menghantam ketika peristiwa terjadi. 3 orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka -luka. Peristiwa ini menyebabkan perjalanan lintas Bandung - Kroya terputus, dan perjalanan kereta api dari Bandung menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dialihkan melewati Cikampek - Cirebon - Purwokerto - Kroya

Statistik[sunting | sunting sumber]

Dalam kurun Januari hingga okteber telah terjadi 6 kecelakaan kereta api di Indonesia. Menurut anggota komisi 5 DPR, Aboe Bakar Al-Habsy, dalam kurun waktu 4 bulan dari Januari hingga April 2006, telah terjadi enam kecelakaan kereta api. Sedangkan selama periode September 2001 sampai April 2006 telah terjadi 85 kecelakaan.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]