Pakan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk pakan dalam pertekstilan, lihat: pakan (tekstil).
Sapi yang sedang makan.

Pakan adalah makanan/asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan)[1]. Istilah ini diadopsi dari bahasa Jawa[1]. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup [1]. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein [1]. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang [2].

Hal Penting Mengenai Pakan[sunting | sunting sumber]

Hal yang harus diperhatikan dalam mengenai pakan yaitu pakan tidak boleh disimpan dalam 2 minggu, tempat penyimpanan pakan sebaiknya kering (tidak lembap)[3]. Apabila pakan dibeli di pabrik sebaiknya dipastikan pabrik tersebut memproduksi pakan dengan kualitas yang baik [3]. Kualitas pakan dapat menentukan kualitas ternak [3]. Jika pakan disimpan dalam wadah, sebaiknya wadah tersebut ditutup rapat dan tidak ada udara yang masuk [3]. Pakan yang terkontaminasi udara lembap akan berjamur [3].

Fungsi pakan[sunting | sunting sumber]

Bagi semua makhluk hidup, pakan mempunyai peranan sangat penting sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan [4]. Selain itu, pakan juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya untuk menghasilkan warna dan rasa tertentu. Fungsi lainnya diantaranya yaitu sebagai pengobatan, reproduksi, perbaikan metabolisme lemak dll [4]. Namun pemberian pakan berlebih dapat membuat hewan peliharaan menjadi rentan terhadap penyakit, produktifitasnya pun akan menurun [5].

Macam-Macam Pakan[sunting | sunting sumber]

Pada industri peternakan masa kini, pakan yang diberikan biasanya berupa campuran dari bahan alami dan bahan buatan (komposisi) yang telah ditingkatkan kandungan gizinya [3]. salah satunya yaitu yang berasal dari limbah perkebunan. Kadang-kadang pada pakan ditambahkan pula hormon dan vitamin tertentu untuk memacu pertumbuhan ternak dan membebaskannya dari stress [3].

Pakan Buatan[sunting | sunting sumber]

Pakan buatan adalah pakan yang disiapkan oleh manusia dengan bahan dan komposisi tertentu yang sengaja disiapkan oleh manusia [6]. Pakan buatan bersifat basa, seperti bentuk pasta atau emulsi (cairan pekat), tidak perlu disimpan [6]. Jenis pakan basah sebaiknya dihabiskan dalam satu kali pemberian/ aplikasi karena pakan jenis ini mudah rusak jenis kandungannya [6]. Namun bila memang harus disimpan, sebaiknya disimpan dalam ruangan pendingin (lemari es), itu pun tidak bisa terlalu lama, hanya 2 s.d 3 hari[6]. Jika terlalu lama disimpan, kualitas pakan turun dan tidak bagus untuk dikonsumsi [6]. Bahan baku yang digunakan untuk menentukan kualitas pakan buatan harus memenuhi beberapa syarat diantaranya , bernilai gizi, mudah dicerna, tidak mengandung racun, mudah diperoleh, dan bukan merupakan kebutuhan pokok manusia [7].

Golongan Pakan Buatan[sunting | sunting sumber]

Pakan buatan dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu pakan lengkap (complete feed) dan pakan suplemen (suplemental feed) [7]. Pakan lengkap adalah pakan yang diformulasi sedemikian rupa sehingga memiliki semua vitamin esensial dalam jumlah yang diperlukan oleh ternak [7]. Pakan ini lebih ditujukan untuk memberikan pertumbuhan normal pada hewan yang tidak mendapatkan suplai vitamin dari pakan alami [7]. Pakan suplemen adalah pakan yang diformulasi sedemikian rupa hingga mengandung protein dan energi yang memadai, tetapi mungkin kekurangan mikronutrien tertentu [7].

Keuntungan Pakan Buatan[sunting | sunting sumber]

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan pakan buatan, diantaranya yaitu, bahan baku pakan dapat berupa limbah industri pertanian, perikanan, peternakan, dan makanan yang bernilai ekonomi rendah, tetapi masih mengandung nilai gizi yang cukup tinggi [7]. Pakan buatan juga dapat disimpan dalam waktu relatif lama, tanpa terjadi perubahan kualitas yang drastis. Dengan demikian kebutuhan pakan dapat terpenuhi setiap saat [7]. Selain itu pakan buatan juga dapat mengubah warna dan rasa, contohnya pada ikan [7]. Penambahan lemak pada jumlah tertentu menjadikan daging ikan bertambah gurih [7]. Selain itu pemberian kepompong ulat sutera dapat memperbaiki aroma daging ikan [7]. Penambahan ekstrak bunga marigold ke dalam pakan, seperti banyak yang dilakukan oleh petani di Jepang, dapat menghasilkan aroma daging ikan yang lebih baik dan warna yang lebih menarik [7].

Pakan Alami[sunting | sunting sumber]

Sesuai dengan namanya, pakan alami adalah pakan yang berasal dari alam [8]. Namun dalam perkembangannya, sumber pakan alami tidak hanya berasal dari alam [8]. Sumber makan ini juga bisa berasal dari budidaya [8]. Pakan alami rata-rata memiliki kandungan protein cukup tinggi [8]. Pakan alami yang masih hidup bisa disimpan dalam lemari es pada bagian freezer[9]. Kadar air pakan alami harus tetap dijaga [9]. Jika tidak dibekukan, pakan alami bisa membusuk hingga menurunkan kualitas pakan [9]. Pakan alami hidup contohnya untuk ikan koi, terdiri dari cacing darah (blood worm), cacing sutera (tubifex), kutu air (daphnia) dan udang [9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Khairuman, Amri K. 2003.Pembenihan & Pembesaran Gurami secara Intensif (ed. Revisi). Jakarta: AgroMedia.
  2. ^ Tiana OA, Murhananto. 2004.Membedah Rahasia Sukses Memelihara Koi. Halaman : 48. Jakarta: AgroMedia.
  3. ^ a b c d e f g Azhari. 2003.Jakarta city tour: tragedi, ironi, dan teror. Jakarta: AgroMedia.
  4. ^ a b Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002.Pakan Ikan Dan Perkembangannya. Jakarta: Kanisius.
  5. ^ Kartadisastra. 2003.PENGELOLAAN PAKAN AYAM, Kiat Meningkatkan Keuntungan dalam Agribisnis Unggas. Jakarta: Kanisius.
  6. ^ a b c d e Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002.Pemeliharaan Kepiting. Jakarta: Kanisius.
  7. ^ a b c d e f g h i j k Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002.Pakan Ikan dan Perkembangannya. Jakarta: Kanisius.
  8. ^ a b c d Z Akhmad, Rahmadi A. 2002. Memilih & Membuat Pakan Tepat untuk Lou Han. Hal 47. Jakarta: AgroMedia.
  9. ^ a b c d Tiana AH. 2002. Memilih & Membuat Pakan Tepat untuk Koi. Hal 47. Jakarta: AgroMedia.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002.Pemeliharaan Kepiting. Jakarta: Kanisius.
  • Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002.Pakan Ikan Dan Perkembangannya. Jakarta: Kanisius.
  • Azhari. 2003.Jakarta city tour: tragedi, ironi, dan teror. Jakarta: AgroMedia.
  • Kartadisastra. 2003. PENGELOLAAN PAKAN AYAM, Kiat Meningkatkan Keuntungan dalam Agribisnis Unggas. Jakarta: Kanisius.
  • Khairuman, Amri K. 2003. Pembenihan & Pembesaran Gurami secara Intensif (ed. Revisi). Jakarta: AgroMedia.
  • Tiana AH dkk. 2002. Memilih & Membuat Pakan Tepat untuk Koi. Hlmn 22. Jakarta: AgroMedia.
  • Tiana OA, Murhananto. 2004. Membedah Rahasia Sukses Memelihara Koi. Hal 48. Jakarta: AgroMedia.
  • Z Akhmad, Rahmadi A. 2002. Memilih & Membuat Pakan Tepat untuk Lou Han. Hal 47. Jakarta: AgroMedia.