Makanan kucing

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kucing yang sedang memakan makanan kucing jenis kering.

Makanan kucing adalah makanan khusus yang diberikan dan dikonsumsi oleh kucing domestik. Makanan kucing harus memiliki kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh kucing,[1] yaitu makanan yang banyak mengandung vitamin dan asam amino.[2][3] Makanan yang mengandung asam amino taurin contohnya adalah daging. Kekurangan zat taurin dalam jangka waktu panjang, misalnya jika kucing diberi makanan anjing yang mengandung sedikit taurin, dapat mengakibatkan degenerasi retina, kehilangan penglihatan, dan kerusakan jantung.[4]

Makanan kucing yang umum[sunting | sunting sumber]

Makanan kucing kebanyakan dapat dibeli di toko makanan kucing, toko hewan peliharaan, dan pasar swalayan, yang terdapat dalam bentuk kering (di Amerika Serikat dikenal dengan sebutan "kibble") maupun basah dalam bentuk kalengan. Beberapa produsen menjual makanan mentah yang sudah beku dan produk premiks untuk pemilik yang ingin memberikan makan mentah pada kucing.

Makanan kering[sunting | sunting sumber]

Makanan kucing jenis kering.
Makanan kucing jenis basah.
Makanan kucing jenis vegetarian.
Kucing yang sedang memakanan makanan buatan pemiliknya.

Makanan kering (mengandung 8-10% air) biasanya dibuat dengan cara ekstrusi daging dengan tekanan dan suhu yang tinggi. Makanan kering dapat ditambahkan bahan lain seperti lemak makanan dengan cara disemprotkan untuk meningkatkan palatabilitas dan rasa.[5]

Makanan kering memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis makanan kucing lainnya. Kelebihan lainnya dari makanan kering ini adalah, makanan ini baik untuk kesehatan gigi[6] dan makanan ini juga tidak mudah rusak dan rasanya dapat bertahan selama beberapa hari, walaupun dibiarkan di dalam mangkuk makanan kucing. Namun, makanan kering yang disemprotkan dengan lemak dapat menyebabkan makanan tersebut menjadi tengik dan akan mengalami oksidasi. Makanan kering tidak seperti makanan kaleng yang mudah rusak dalam beberapa jam. Selain itu, beberapa orang berpendapat bahwa makanan kering dapat membantu kucing untuk mencegah deposito tartar.

Makanan basah[sunting | sunting sumber]

Makanan basah atau makanan kaleng (mengandung 75-78% air) umumnya datang dalam berbagai ukuran kaleng, yaitu 3 ons (85 gram), 5,5 ons (156 gram), dan 13 ons (369 gram). Makanan basah juga dijual dalam bentuk kantong plastik foil dan juga saset. Makanan ini dibuat dari daging berkualitas tinggi. Makanan basah dibuat dengan cara digiling dan dicampur dan kemudian ditumbuk agar menjadi bubur. Makanan basah secara sistematis telah disterilkan dan dipasteurisasi.[7]

Kadar air yang tinggi dari makanan ini mengandung banyak manfaat bagi kesehatan, namun makanan ini kurang baik bagi kesehatan gigi.[6] Pemilik dan dokter hewan telah merekomendasikan pola makanan yang terdiri dari sebagian besar atau seluruhnya makanan basah. Makanan basah biasanya mengandung sedikit serealia dan karbohidrat. Makanan ini banyak terdapat ikan, yang mengandung banyak asam lemak tak jenuh, dan jika dikonsumsi dapat menyebabkan peradangan pada jaringan adiposa.[8] Dibandingkan dengan makanan kering, makanan basah dapat mengurangi kemungkinan masalah buang air kecil,[9][10] diabetes, gagal ginjal,[11] sembelit dan obesitas pada kucing.

Makanan vegetarian[sunting | sunting sumber]

Makanan vegetarian atau makanan vegan tersedia untuk kucing vegetarian. Makanan vegetarian diperkaya dengan berbagai macam nutrisi, seperti taurin dan asam arakidonat, yang menunjukkan bahwa kucing adalah hewan karnivora obligat, yaitu tidak dapat mensintesis bahan makanan dari tumbuhan.[12] Beberapa merek makanan kucing vegetarian telah diberi label dari AAFOO (Association of American Feed Control Officials) oleh produsen mereka, yang berarti makanan tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk profil gizi makanan kucing.[13][14]

Makanan buatan sendiri[sunting | sunting sumber]

Banyak pemilik hewan peliharaan yang memberikan makanan buatan sendiri untuk hewan peliharaannya. Makanan ini umumnya terdiri dari beberapa bentuk, seperti daging mentah atau sudah dimasak, tulang, sayuran dan suplemen, seperti taurina dan multivitamin.

Pelabelan[sunting | sunting sumber]

Di Amerika Serikat, makanan kucing diberi label sebagai tanda bahwa makanan tersebut sudah termasuk makanan standar dan makanan tersebut sudah mengandung zat gizi yang lengkap dan seimbang. Untuk mendapatkan label tersebut, harus dengan cara memenuhi standar yang ditetapkan oleh AAFCO, baik dengan memenuhi profil gizi atau dengan melewati uji coba makanan. Profil gizi makanan kucing didirikan pada tahun 1992 dan diperbarui pada tahun 1995 oleh AAFCO pada saat subkomite ahli gizi kucing. Profil tersebut diperbarui untuk menggantikan rekomendasi sebelumnya yang ditetapkan oleh National Research Council (NRC). Beberapa produsen tertentu memasangkan label pada produk mereka dengan istilah-istilah seperti premium, ultra-premium, alami dan holistik. Istilah-istilah tersebut saat ini tidak memiliki istilah hukum. Namun, organisasi FDA (Food and Drug Administration) hanya dapat menjamin makanan-makanan yang standarnya terpenuhi hanya di dalam Amerika Serikat saja. Sedangkan di luar Amerika Serikat, FDA tidak dapat menjamin keamanan makanan tersebut, dan tidak dapat menjamin apakah label pada makanan tersebut telah menandakan bahwa makanan tersebut telah memenuhi standar profil gizi atau belum.[15]

Pemberian makanan kucing[sunting | sunting sumber]

Kebutuhan energi[sunting | sunting sumber]

Kebutuhan energi untuk kucing dewasa yang kurang/tidak aktif berkisar antara 60-70 kkal energi metabolis/kg, sedangkan untuk kucing yang aktif berkisar antara 80-90 kkal/kg BB. Anak kucing yang berumur lima minggu membutuhkan 250 kkal/kg BB. Kebutuhan ini menurun ketika kucing sudah berumur 30 minggu, yaitu menjadi 100 kkal/kg BB, dan jika sudah berumur sekitar 50 minggu, berarti sudah masuk ke dalam kebutuhan kucing dewasa. Kucing hambil membutuhkan sekitar 90-100 kkal/kg BB, dan kucing menyusui membutuhkan 90-270 kkal/kg BB yang tergantung pada ukuran badannya.[16]

Kebutuhan nutrisi[sunting | sunting sumber]

Salah satu nutrisi yang paling penting bagi kucing adalah taurin. Taurin merupakan turunan dari asam amino yang tidak dapat dihasilkan dari kucing itu sendiri. Sebuah pengalaman menunjukkan bahwa kucing yang kekurangan taurin dapat mengalami masalah retina. Dalam kasus ekstrim, kucing bahkan mungkin dapat menjadi buta.[4]

Makanan kucing juga harus mengandung protein yang tinggi, rendah lemak, rendah magnesium, rendah pH, mengandung asam arakidonat, vitamin A dan B12, mineral, niasin, dan tiamin. Kandungan magnesium pada makanan kucing tidak boleh tinggi, karena jika mengandung magnesium yang tinggi dapat menyebabkan gangguan saluran kencing pada kucing.[6]

Gizi dan fungsinya[sunting | sunting sumber]

Kekurangan vitamin pada kucing dapat menyebabkan kelainan klinis yang mencerminkan keragaman peranan metabolisme mereka. Kucing sangat membutuhkan dua belas mineral untuk gizinya. Kucing juga sangat membutuhkan kalsium dan fosfor untuk tulang dan gigi mereka agar kuat dan sehat. Selain itu, kucing juga membutuhkan mineral lainnya, seperti kalium, magnesium, dan sodium, untuk transmisi impuls saraf, pensinyalan sel, dan kontraksi otot. Banyak mineral yang berkerja dalam hitungan menit saja di dalam tubuh, termasuk selenium, molibdenum, dan tembaga, yang berguna untuk membantu berbagai reaksi enzimatik.[17]

Makanan dan penyakit[sunting | sunting sumber]

Makanan kucing jenis kering yang dijual di pasar Istanbul.

Makanan vegetarian[sunting | sunting sumber]

Makanan vegetarian atau vegan untuk kucing masih menjadi perdebatan. Menurut NRC, "Kucing membutuhkan gizi tertentu, bukan bahan makanan tertentu."[12] The International Vegetarian Union (IVU),[18] Vegan Society[19] dan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA)[20] adalah beberapa organisasi yang mendukung makanan vegan atau vegetarian untuk kucing.[21] Namun, organisasi Animal Protection Institute (API) tidak merekomendasikan makanan vegetarian untuk kucing, dan begitu juga dengan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).[22]

Bisfenol A[sunting | sunting sumber]

Sebuah studi tahun 2004 melaporkan bahwa, makanan kucing dalam kemasan kaleng yang dilapisi dengan bisfenol A dapat mempengaruhi perkembangan hipertiroidisme pada kucing.[23]

Alergi makanan[sunting | sunting sumber]

Alergi makanan adalah penyakit yang terjadi pada kulit] dan/atau gangguan pencernaan. Gejala utamanya adalah kucing sering menggaruk badannya secara berlebihan (atau disebut dengan pruritus), yang biasanya kebal terhadap pengobatan dengan obat anti inflamasi steroid. Prevalensi pasti terjadinya alergi makanan pada kucing masih belum diketahui. Dalam 20-30% kasus, kucing memiliki penyakit alergi bersamaan (atopi/dermatitis alergi kutu).[24]

Malnutrisi[sunting | sunting sumber]

Malnutrisi dapat menjadi masalah bagi kucing yang diberi makanan yang tidak biasa. Kucing yang sedang menyusui jika diberi makanan mentah, seperti ikan air tawar, akan dapat menyebabkan kekurangan tiamin, dan pada hatinya dapat menyebabkan toksisitas vitamin A. Selain itu, daging berbasis mungkin juga mengandung protein dan fosfor yang berlebihan, yang dapat mengakibatkan kekurangan kalsium, vitamin E, dan mikromineral seperti tembaga, seng, dan kalium.[25]

Makanan dan minuman manusia[sunting | sunting sumber]

Metabolisme kucing memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan manusia. Beberapa makanan manusia, yang dimakan oleh kucing dapat berbahaya dan bahkan mematikan bagi kucing. Kucing tidak dapat memakan makanan yang mengandung metilksantin, seperti kafein, teobromin, teofilin; cokelat, kopi, teh, kakao, kola, dan banyak lagi. Gejala kucing yang keracunan metilksantin adalah, muntah, diare, sesak nafas, peningkatan rasa haus, diuretik, hiperaktif, dan kejang. Keracunan juga dapat terjadi pada kucing jika kucing diberi makanan/minuman yang mengandung alkohol. Kemudian, jika kucing diberi makanan yang mengandung metilksantin dengan jumlah besar, hal tersebut dapat berakibat fatal.[26]

Kucing yang diberi makan bawang merah dan bawang putih(dengan tujuan untuk mengobati kucing dari penyakit tertentu), dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan dan kerusakan sel darah merah pada kucing. Xylitol dan pemanis buatan yang digunakan dalam pasta gigi, minuman ringan, permen, dan lainnya, dapat menyebabkan pelepasan insulin ke dalam aliran darah pada sebagian besar kucing. Hal ini dapat mengalami hipoglikemia, yang kadang-kadang menyebabkan kelesuan.[26]

Kismis dan anggur jika diberikan kepada kucing juga dapat menyebabkan gagal ginjal secara mendadak, dengan gejala diare, lemah, lesu, sakit perut, kurangnya nafsu makan dan menurunnya frekuensi buang air kecil. Kucing juga tidak boleh diberi makan tulang dan alpukat. Jika kucing diberi makan tulang yang sudah dimasak, hal ini dapat menyebabkan luka dalam maupun penghalang usus bagi kucing. Selain itu, tulang lemak dan juga tulang muda juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan bagi kucing. Kemudian, buah alpukat yang mengandung persin jika dimakan oleh kucing, dapat menyebabkan keracunan pada kucing dan juga hewan lain.[27]

Kucing juga berbahaya jika diberi minum yang mengandung garam berlebihan. Hal tersebut dapat membuat keracunan yang disebabkan oleh ion natrium pada kandungan garam. Gejala keracunan tersebut adalah, peningkatan rasa haus, diuretik, muntah, diare, getaran, demam, kejang, bahkan dapat menyebabkan kematian. Kemudian, jika kucing diberi makan telur mentah dalam jumlah banyak, hal ini dapat menyebabkan tertularnya bakteri salmonella atau E. coli, yang membawa risiko kekurangan biotin (vitamin H), karena mengandung avidin protein yang mencegah vitamin H dan penyerapan. Selain itu, kucing dewasa juga tidak boleh diberi susu (kecuali susu yang tidak mengandung laktosa), karena mereka tidak dapat mencerna laktosa (gula susu). Kucing tidak dapat mencerna laktosa karena rendahnya aktivitas enzim laktase pada kucing. Dengan demikian, kucing yang meminum susu akan sering menderita diare.[26]

Grafik gizi[sunting | sunting sumber]

Tabel di bawah ini memuat daftar profil gizi AAFCO untuk makanan kucing, dan terdapat juga info peranan penting dari vitamin dan mineral menurut NRC.

Association of American Feed Control Officials (AAFCO) Profil Gizi Makanan Kucing [28]
dengan Peranan dari Vitamin & Mineral [17]
Gizi Satuan Masa Pertumbuhan
dan Reproduksi
(Minimum)
Masa Dewasa
(Minimun)
Maksimum Fungsi Tanda-tanda Kekurangan/Kelebihan
Protein % 30.0 26.0
Arginina % 1.25 1.04
Histidina % 0.31 0.31
Isoleusina % 0.52 0.52
Leusina % 1.25 1.25
Lisina % 1.20 0.83
Metionina + Sisteina % 1.10 1.10
Metionina % 0.62 0.62 1.50
Fenilalanina + Tirosina % 0.88 0.88
Fenilalanina % 0.42 0.42
Treonina % 0.73 0.73
Triptofan % 0.25 0.16
Valina % 0.62 0.62
Lemak % 9.0 9.0
Asam linolenat % 0.5 0.5
Asam arakidonat % 0.02 0.02
Mineral
Kalsium % 1.0 0.6
  • Pembentukan tulang dan gigi
  • Koagulasi darah
  • Transmisi impuls saraf
  • Kontraksi otot
  • Pensinyalan sel
  • Kekurangan
    • Hiperparatiroidisme sekunder
    • Hilangnya kandungan mineral tulang, yang dapat menyebabkan keroposan dan kelengkungan pada tulang belakang (tulang pinggang dan panggul)
    • Nyeri pada tulang, yang dapat berlanjut menjadi fraktur patologis
  • Kelebihan
    • Tertekannya asupan makanan
    • Menurunya pertumbuhan
    • Peningkatan kepadatan mineral tulang
    • Peningkatan kebutuhan magnesium
Fosfor % 0.8 0.5
  • Struktur rangka
  • Struktur DNA dan RNA
  • Metabolisme energi
  • Lokomosi
  • Keseimbangan asam-basa
  • Kekurangan
    • Anemia hemolitik
    • Gangguan lokomotor
    • Asidosis metabolik
Kalium % 0.6 0.6
  • Keseimbangan asam-basa
  • Transmisi saraf-impuls
  • Reaksi enzimatik
  • Fungsi transportasi
  • Kekurangan
    • Anoreksia
    • Pertumbuhan yang lamban
    • Gangguan neurologis, termasuk ataksia dan kelemahan otot yang parah
Sodium % 0.2 0.2
  • Keseimbangan asam-basa
  • Regulasi tekanan osmotik
  • Generasi dan transmisi impuls saraf
  • Kekurangan
    • Anoreksia
    • Gangguan pertumbuhan
    • Minum dan haus berlebihan
    • Buang air kecil yang berlebihan
Klorin/Khlorida % 0.3 0.3
  • Keseimbangan asam-basa
  • Osmolaritas, cairan ekstraseluler
  • Kekurangan
    • Peningkatan kadar natrium dalam cairan ginjal
    • Kelebihan ekskresi kalium
Magnesium % 0.08 0.04
  • Fungsi enzim
  • Otot dan kestabilan membran sel saraf
  • Hormon dan fungsi sekresi
  • Struktur mineral tulang dan gigi
  • Kekurangan
    • Pertumbuhan yang buruk
    • Terlalu luasnya sendi carpal
    • Otot berkedut
    • Konvulsi/kejang- kejang
  • Kelebihan
    • Pembentukan batu ginjal pada saluran kemih, karena tingginya kandungan pH
Zat besi mg/kg 80.0 80.0
  • Sintesis pada hemoglobin dan mioglobin
  • Metabolisme energi
  • Kekurangan
    • Pertumbuhan menjadi buruk
    • Membran mukosa menjadi pucat
    • Keletihan
    • Kelemahan
    • Diare
  • Kelebihan
    • Muntah dan diare
Tembaga (makanan kering) mg/kg 15.0 5.0
  • Pembentukan jaringan ikat
  • Metabolisme zat besi
  • Pembentukan sel darah
  • Pembentukan pigmen melanin
  • Pembentukan mielin
  • Pertahanan terhadap kerusakan oksidatif
  • Kekurangan
    • Berat badan berkurang
    • Masa mengandung menjadi lebih lama
Tembaga (makanan kalengan) mg/kg 5.0 5.0
Mangan mg/kg 7.5 7.5
  • Fungsi enzim
  • Pengembangan Tulang
  • Fungsi neurologis

Tidak ada penelitian mengenai kekurangan gizi ini pada kucing

Seng mg/kg 75.0 75.0 2000.0
  • Reaksi enzim
  • Replikasi sel
  • Metabolisme protein dan karbohidrat
  • Fungsi Kulit
  • Penyembuhan luka
  • Kekurangan
    • Kulit menjadi luka
    • Keterlambatan pertumbuhan
    • Kerusakan testis
Yodium mg/kg 0.35 0.35
  • Sintesis pada hormon tiroid
  • Diferensiasi sel
  • Pertumbuhan dan perkembangan pada anak anjing
  • Regulasi tingkat metabolisme
  • Kekurangan
    • Pembesaran kelenjar tiroid
  • Kelebihan
    • Air mata, air liur, dan cairan hidung yang berlebihan
    • Munculnya ketombe
Selenium mg/kg 0.1 0.1
  • Pertahanan terhadap kerusakan oksidatif
  • Respon kekebalan

Tidak ada penelitian mengenai kekurangan gizi ini pada kucing

Vitamin
Vitamin A SI/kg 9000.0 5000.0 750000.0
  • Penglihatan
  • Pertumbuhan
  • Fungsi kekebalan
  • Perkembangan janin
  • Diferensiasi seluler
  • Transfer transmembran protein
  • Kekurangan
    • Konjungtivitis
    • Katarak, degenerasi retina, dan masalah mata lainnya
    • Penurunan berat badan
    • Kelemahan otot
    • Gangguan reproduksi dan perkembangan
  • Kelebihan
    • Luka pada tulang anak kucing, terutama hasil dari pertumbuhan tulang leher
    • Osteoporosis
Vitamin D SI/kg 750.0 500.0 10000.0
  • Pemeliharaan status mineral
  • Struktur rangka
  • Kontraksi otot
  • Pembekuan darah
  • Konduksi saraf
  • Pensinyalan sel
  • Keseimbangan fosfor
  • Kekurangan
    • Rakhitis
    • Kelainan pada perkembangan kerangka
    • Kelumpuhan progresif
    • Ataksia
    • Kurangnya perawatan
    • Penurunan berat badan dan asupan makanan
  • Kelebihan
    • Anoreksia
    • Muntah
    • Keletihan
    • Pengapuran jaringan lunak
Vitamin E SI/kg 30.0 30.0
  • Pertahanan terhadap kerusakan oksidatif melalui radikal bebas
  • Kekurangan
    • Anoreksia
    • Depresi
    • Sensitivitas nyeri pada perut
    • Patologi jaringan lemak
Vitamin K mg/kg 0.1 0.1
  • Pengaktifan faktor pembekuan, protein tulang, dan protein lain
  • Kekurangan
    • Panjangnya waktu untuk pembekuan darah
    • Pendarahan
Vitamin B1/Tiamin mg/kg 5.0 5.0
  • Metabolisme energi dan karbohidrat
  • Pengaktifan saluran ion dalam jaringan saraf
  • Kekurangan
    • Gangguan neurologis, termasuk merubah refleks dan menyebabkan kejang
    • Gangguan pada denyut jantung
    • Perubahan patologis pada sistem saraf pusat
    • Kekurangan berat badan
Riboflavin mg/kg 4.0 4.0
  • Fungsi enzim
  • Kekurangan
    • Katarak
    • Hati menjadi berlemak
    • Atrofi testis
Asam pantotenat mg/kg 5.0 5.0
  • Metabolisme energi
  • Kekurangan
    • Pertumbuhan terhambat
    • Perubahan lemak dalam hati
    • Luka pada usus kecil
Niasin mg/kg 60.0 60.0
  • Fungsi enzim
  • Kekurangan
    • Anoreksia
    • Penurunan berat badan
    • Peningkatan suhu tubuh
    • Warna lidah menjadi merah dan menyala, bersamaan dengan ulserasi dan sesak nafas
Vitamin B6/Piridoksina mg/kg 4.0 4.0
  • Generasi glukosa
  • Fungsi sel darah merah
  • Sintesis pada niasin
  • Fungsi sistem saraf
  • Respon kekebalan
  • Regulasi hormon
  • Regulasi gen
  • Kekurangan
    • Pertumbuhan terhambat
    • Kejang
    • Luka pada ginjal
Asam folat mg/kg 0.8 0.8
  • Metabolisme asam amino dan nukleotida
  • Sintesis pada protein mitokondria
  • Kekurangan
    • Menurunnya tingkat pertumbuhan
    • Peningkatan kadar zat besi dalam darah
Biotin mg/kg 0.07 0.07
Vitamin B12 mg/kg 0.02 0.02
  • Fungsi enzim
  • Kekurangan
    • Penurunan berat badan
    • Muntah
    • Diare
    • Gangguan usus (pencernaan)
Kolin mg/kg 2400.0 2400.0
Taurin (makanan kering) % 0.10 0.10
Taurin (makanan kalengan) % 0.20 0.20
Gizi Satuan Masa Pertumbuhan
dan Reproduksi
(Minimum)
Masa Dewasa
(Minimun)
Maksimum Fungsi Tanda-tanda Kekurangan/Kelebihan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Knight, A (2005). "In defense of vegetarian cat food". Journal of the American Veterinary Medical Association 226 (4): 512–3. doi:10.2460/javma.2005.226.512. PMID 15742685.  Diakses 05 Juni 2014.
  2. ^ (Inggris) Howell E. Food Enzymes for Health & Longevity Woodstock Valley, CT, US: Omangod Press. xx. 1980. Diakses 05 Juni 2014.
  3. ^ (Inggris) Perry T. Commercial Pet Food Truth – What’s Really For Dinner. Diakses 05 Juni 2014.
  4. ^ a b (Inggris) Aquirre, GD (1978). "Retinal degeneration associated with the feeding of dog foods to cats". J. Am. Vet. Med. Assoc. 172: 791–796. 
  5. ^ (Perancis) Fabrication des croquettes. www.facco.fr. Diakses 20 Agustus 2014.
  6. ^ a b c (Indonesia) Kucing & Makanan. kucingkita.com. Diakses 24 Agustus 2014.
  7. ^ (Perancis) Les produits en conserves. www.facco.fr. Diakses 20 Agustus 2014.
  8. ^ (Inggris) Yellow Fat Disease. www.merckvetmanual.com. Diakses 20 Agustus 2014.
  9. ^ (Inggris) Susan Little, 2001.Non-obstructive Lower Urinary Tract Disease in the Cat. www.cfa.org. Diakses 20 Agustus 2014.
  10. ^ (Inggris) Tony Buffington. Feline Lower Urinary Tract Disorders - Sterile Cystitis. www.vin.com. Diakses 20 Agustus 2014.
  11. ^ (Inggris) Joseph W. Nutrition and Chronic Renal Failure. www.vin.com. Diakses 20 Agustus 2014.
  12. ^ a b (Inggris) Nutrient Requirements of Cats. National Academies Press. Pg 30. ISBN 978-0-309-03682-5. Diakses 05 Juni 2014.
  13. ^ (Inggris) Evolution Canned Vegan Cat Food.[pranala nonaktif]
  14. ^ (Inggris) Evolution Vegan Cat Kibble.[pranala nonaktif]
  15. ^ (Inggris) "Cat Food Reviews: The Pleasure of Their Company". petfoodtalk.com.  Diakses 05 Juni 2014.
  16. ^ (Inggris) Subcommittee on Cat Nutrition, Committee on Animal Nutrition, Board on Agriculture, National Research Council (1986). Nutrient requirements of cats. Washington, D.C: National Academy Press. hlm. 4–5. ISBN 0-309-03682-8.  Diakses 05 Juni 2014.
  17. ^ a b (Inggris) Subcommittee on Dog and Cat Nutrition (Committee on Animal Nutrition, Board on Agriculture and Natural Resources, Division on Earth and Life Studies) (2006). "The Role of Vitamins and Minerals in the Diet for Cats". Nutrient Requirements of Cats and Dogs. ISBN 0-309-08628-0. National Research Council - National Academies. Diakses 05 Juni 2014.  Diakses 05 Juni 2014.
  18. ^ (Inggris) Animals FAQ. The International Vegetarian Union. Diakses 05 Juni 2014.
  19. ^ (Inggris) Tricky Questions: Companion and Working Animals. Vegan Society. Diakses 05 Juni 2014.
  20. ^ (Inggris) Meatless Meals for Dogs and Cats. PETA. Diakses 05 Juni 2014.
  21. ^ (Inggris) Selecting a Commercial Pet Food. Born Free/Animal Protection Institute. Diakses 05 Juni 2014.
  22. ^ (Inggris) Feeding Your Adult Cat. ASPCA. Diakses 05 Juni 2014.
  23. ^ (Inggris) Edinboro, Charlotte H.; Scott-Moncrieff, Catharine, Janovitz, Evan, Thacker, Leon, Glickman, Larry T. (Maret 2004). "Epidemiologic study of relationships between consumption of commercial canned food and risk of hyperthyroidism in cats". Journal of the American Veterinary Medical Association 224 (6): 879–86. doi:10.2460/javma.2004.224.879. Diakses 05 Juni 2014. 
  24. ^ (Inggris) Verlinden A, Hesta M, Millet S, Janssens GP (2006). "Food allergy in dogs and cats: a review". Crit Rev Food Sci Nutr 46 (3): 259–73. doi:10.1080/10408390591001117. PMID 16527756.  Diakses 05 Juni 2014.
  25. ^ (Inggris) John E. Bauer (1 Januari 2005). "Nutritional Requirements and Related Diseases". The Merck Veterinary Manual, 9th edition. ISBN 0-911910-50-6. Merck & Co., Inc. Diakses 05 Juni 2014.  Diakses 05 Juni 2014.
  26. ^ a b c (Inggris) Pet Food Manufacturing Industry Overview. www.hoovers.com. Diakses 05 Juni 2014.
  27. ^ (Indonesia) Nadia Aprilia (3 Juli 2014). 8 Makanan Manusia Yang Berbahaya Bagi Kucing. www.merdeka.com. Diakses 09 Juli 2014.
  28. ^ (Inggris) David A. Dzanis (November 1997). "SELECTING NUTRITIOUS PET FOODS". INFORMATION FOR CONSUMERS. Food and Drug Administration - Center for Veterinary Medicine. Diakses 05 Juni 2014. [pranala nonaktif]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]