Taurin
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Taurine atau asam 2-aminoethanesulfonik adalah asam organik yang merupakan kandungan utama empedu, dan dapat ditemukan dalam jumlah rendah di jaringan banyak binatang, termasuk manusia. Taurin juga ditemukan di tumbuhan, jamur, dan beberapa spesies bakteri, tapi dalam jumlah lebih sedikit. Taurin adalah turunan dari asam amino yang mengandung belerang (sulfhidril), cystein.
Taurin dinamai menurut bahasa Latin taurus, yang artinya banteng, karena pertama kali didapatkan dari empedu banteng pada 1827 oleh ilmuwan Austria Friedrich Tiedemann dan Leopold Gmelin. Taurin telah diuji dalam berbagai percobaan dengan tikus dan ditemui mencegah kegemukan, menurunkan kadar gula darah, mencegah kelelahan otot, dan memperbaiki kerusakan hati akibat konsumsi alkohol.
Taurin penting bagi kesehatan kucing, karena kucing yang kekurangan Taurin akan menderita kerusakan retina secara perlahan dan akhirnya kebutaan. Karena kucing tidak dapat memproduksi Taurin sendiri, Taurin menjadi kandungan wajib makanan kucing yang disetujui oleh AAFCO, yaitu minimum 0,1% Taurin.
Untuk manusia, penggunaan di atas 28,57 ppm dalam minuman non-alkoholik dianggap tidak aman. Minuman energi yang mengandung 1 gram Taurin setara dengan 4,083 ppm. Taurin merupakan kandungan dalam banyak minuman energi, termasuk dalam Kratingdaeng dan Extra Joss. Walaupun demikian Taurin tidak ditemukan menambah energi, namun mencegah kelelahan otot.

