Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jagorawi)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi)
Panjang46 km
Dibangun1973-1978
PengelolaPT Jasa Marga (Persero) Tbk
Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi
Jagorawi Toll Road
Informasi rute
Dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Panjang:46.0 km (28,6 mi)
Berdiri:9 Maret 1978; 41 tahun lalu (1978-03-09) – sekarang
Persimpangan besar
Dari:Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2
Motorway CZ.svg Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Bogor
 Simpang Susun Cawang
Simpang Susun Pasar Rebo
Simpang Susun Cisalak
Simpang Susun Ciawi
Ke:Motorway CZ.svg Jalan Tol Bocimi
Letak
Kota besar:Jakarta Timur
Depok
Bogor
Sistem jalan bebas hambatan

Jalan Tol di Indonesia

Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi atau Jalan Tol Jagorawi adalah jalan tol pertama di Indonesia yang mulai dibangun pada tahun 1973, menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi. Jalan tol ini dikelola oleh PT Jasa Marga dan melewati wilayah Kota Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor. Jalan tol ini dibangun dengan biaya Rp 350.000.000 per kilometer pada kurs rupiah saat itu.[1] Jalan tol sepanjang kurang lebih 50 km ini diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 9 Maret 1978. Saat diresmikan, jalan tol tersebut baru sampai ruas Jakarta-Citeureup saja, dengan karyawan 200 orang.[2] Jalan tol Jagorawi merupakan jalan tol pertama yang didanai APBN dari pinjaman luar negeri, kemudian pengelolaannya diberikan kepada PT Jasa Marga sebagai modal awal perusahaan tersebut dan merupakan penyertaan pemerintah.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gerbang Tol Ciawi

Tahun 1973, Pemerintah mulai membangun jalan bebas hambatan pertama yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor. Ketika masih dalam tahap pembangunan, jalan tol Jagorawi ini belum berstatus sebagai jalan tol. Ketika jalan tersebut selesai dibangun, pada tahun 1978, Pemerintah RI memikirkan agar biaya pengoperasian dan pemeliharaan ruas jalan tersebut dapat dilakukan mandiri tanpa membebani anggaran Pemerintah RI. Untuk itu, Menteri Pekerjaan Umum ketika itu, Ir. Sutami mengusulkan kepada Presiden RI agar ruas jalan Jakarta-Bogor tersebut dijadikan jalan tol.[2]

Maka 2 pekan sebelum jalan tol Jagorawi diresmikan penggunaannya, persisnya pada 25 Februari 1978, terbit PP No. 4 tahun 1978 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk pendirian Persero yang mengurusi dan mengelola infrastruktur jalan raya. Dari situlah, kemudian lahir badan usaha persero PT Jasa Marga (Persero) pada 1 Maret 1978, sepekan sebelum jalan tol Jagorawi sudah diresmikan.[1]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Dari Februari-Desember 2011, ruas tol Jagorawi telah dilebarkan dari 3 lajur menjadi 4 lajur dari Jakarta hingga Sentul Selatan, sisanya dari Sentul Selatan sampai Bogor masih 3 lajur dan Bogor sampai Ciawi masih 2 lajur.

Jalan tol ini dilengkapi pula oleh lima tempat istirahat yakni di tempat peristirahatan Cibubur Square di KM 10, tempat istirahat Sentul (KM 35) dan tempat istirahat Ciawi (KM 45) untuk arah Jakarta ke Bogor/Ciawi. Sebaliknya dari Bogor/Ciawi, tempat peristirahatan akan ditemui di tempat istirahat Bogor (KM 38), tempat istirahat Gunung Putri (KM 21).[4]

Gerbang Tol[sunting | sunting sumber]

Gerbang KM Tujuan Keterangan
Simpang Susun Cawang 0 Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta - Tebet, Grogol, Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, Kelapa Gading, Jatinegara Batas operasional antara PT. Citra Marga Nusapahala Persada, Tbk. dan PT. Jasa Marga, Tbk. (Persero)
Gerbang Tol Cililitan 2 Jalan Mayjen Sutoyo - RS Polri, Motorway CZ.svg Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bandara Halim Perdanakusuma ???
Gerbang Tol Taman Mini 4 Jalan Pondok Gede Raya - TMII, Pondok Gede ???
Gerbang Tol Dukuh 7 Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta - Cirebon, Bandung, Bandara Soekarno-Hatta ???
Gerbang Tol Pasar Rebo 8
Gerbang Tol Cibubur 13 Jalan Transyogi - Cileungsi, Cibubur ???
Coat of arms of Jakarta.svg
Batas Wilayah Provinsi DKI Jakarta
Lambang Kota Jakarta Timur.png
Kota Administrasi Jakarta Timur


West Java coa.png
Batas Wilayah Provinsi Jawa Barat
Lambang Kota Depok.png
Kota Depok
Simpang Susun Cisalak 16 Motorway CZ.svg Jalan Tol Cinere-Jagorawi - Cisalak, Depok Kota T-Bone Interchange
Gerbang Tol Cimanggis 19 Jalan Raya Tapos - Cimanggis, Cikeas Half Trumpet Interchange
Lambang Kota Depok.png
Batas Wilayah Kota Depok

Lambang Kabupaten Bogor.png
Batas Wilayah Kabupaten Bogor
Wilayah hukum Polda Metro Jaya (Polresta Depok)
Wilayah hukum Polda Jabar (Polres Bogor)
Gerbang Tol Gunung Putri 24 Jalan Raya Gunung Putri - Gunung Putri, Karanggan Trumpet Interchange
Gerbang Tol Citeureup 27 Jalan Mayor Oking - Citeureup, Cibinong Diamond Interchange
Gerbang Tol Sentul 34 Jalan Alternatif Sentul - IPSC, Sirkuit Sentul, Nanggewer Diamond Interchange
Gerbang Tol Sentul Selatan 37 Jalan M.H. Thamrin ke Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Bogor - Cibadak, Sentul City Parclo
Lambang Kabupaten Bogor.png
Batas Wilayah Kabupaten Bogor

Lambang Kota Bogor.png
Batas Wilayah Kota Bogor
Gerbang Tol Bogor 42 1. Gerbang akhir:
Arah:
Bogor Kota
Kebun Raya
2. Gerbang awal:
Arah:
Jakarta
Ciawi
Semi directional T Interchange
Lambang Kota Bogor.png
Batas Wilayah Kota Bogor

Lambang Kabupaten Bogor.png
Batas Wilayah Kabupaten Bogor
Gerbang Tol Ciawi 44 1. Gerbang akhir:
Motorway CZ.svg Jalan Tol Bocimi
Ciawi
Tajur
Arah: Jalan Raya Puncak
Taman Safari
Cianjur
2. Gerbang awal:
Arah:
Bogor
Jakarta
Half Trumpet Interchange

Tarif (Rupiah baru)[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya ruas tol ini menggunakan sistem pembayaran tertutup dari ruas Cibubur Utama/Cimanggis Utama-Bogor/Ciawi, tetapi mulai 8 September 2017, sistem pembayaran yang digunakan oleh ruas tol ini berubah menjadi sistem terbuka (sekali transaksi) dengan dihilangkannya gerbang tol Cibubur Utama dan Cimanggis Utama sehingga transaksi hanya dapat dilakukan di gerbang tol masuk/keluar.[5][6]

Golongan Tarif
I 7,00
II 11,50
III 11,50
IV 16,00
V 16,00
  • Tarif di atas diberlakukan sejak tanggal 19 Desember 2019 pukul 00:00 WIB.[5][6]
  • Mulai 8 September 2017, transaksi di gerbang tol Cibubur Utama dan Cimanggis Utama ditiadakan. Transaksi dilakukan di gerbang tol masuk/keluar.[5][6]

Simpang susun[sunting | sunting sumber]

KM Lokasi Tujuan
0 Simpang Susun Cawang Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta
Motorway CZ.svg Jalan Tol Jakarta-Cikampek
7 Simpang Susun Pasar Rebo Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
16 Simpang Susun Cisalak Motorway CZ.svg Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2
47 Simpang Susun Ciawi Motorway CZ.svg Jalan Tol Bocimi

Insiden[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Jagorawi". Arief Rahman Topan, Jurnal Republik. Diakses tanggal 15 September 2007. 
  2. ^ a b "Profil PT. Jasa Marga (Persero)". Infotol, Astaga.com. 27 Februari 2006. Diakses tanggal 15 September 2007. 
  3. ^ "Tol Jagorawi Merupakan Modal Awal PT Jasa Marga". Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Depkominfo. 4 September 2007. Diakses tanggal 10 Februari 2008. 
  4. ^ "Jakarta - Bogor - Ciawi (Jagorawi)". Jalantol.net. 14 Mei 2006. Diakses tanggal 15 September 2007. 
  5. ^ a b c Alsadad Rudi (6 September 2017). "Diingatkan Kembali, Tol Jagorawi Berlaku Satu Tarif Mulai 8 September". Kompas.com. Diakses tanggal 7 September 2017. 
  6. ^ a b c Dani Prabowo (5 September 2017). "Dengan Sistem Integrasi, Tarif Tol Jagorawi Jadi Rp 6.500". Kompas.com. Diakses tanggal 7 September 2017. 
  7. ^ "Lima tewas akibat tabrakan di Tol Jagorawi". Antara. 8 September 2013. Diakses tanggal 9 September 2013. 
  8. ^ "Kronologi Tabrakan Jagorawi Melibatkan Anak Dhani". Tempo.co. 8 September 2013. Diakses tanggal 25 Desember 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]