Grand Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Grand Indonesia
Grand Indonesia logo
GrandIndo.JPG
Gedung Grand Indonesia
LokasiMenteng, Menteng, Kota Jakarta Pusat (East Mall)
Kebon Melati, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat (West Mall)
AlamatJalan M.H. Thamrin No.1, RT.1/RW.5
Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng
Kota Jakarta Pusat 10310 (East Mall)
Jalan Teluk Betung I No. 45A
Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang
Kota Jakarta Pusat 10320 (West Mall)
Tanggal dibuka20 Mei 2007
PengembangPT. Grand Indonesia
PengurusPT. Grand Indonesia
PemilikPT. Grand Indonesia
Total luas pertokoan250.000 m2
Jumlah lantai7 Lantai
Parkir3000 mobil dan 8000 Sepeda Motor
Akses transportasi umumKAI Commuter: Stasiun Sudirman (L)
KAI Bandara: Stasiun Sudirman Baru (A)
MRT Jakarta: Stasiun Dukuh Atas (M)
BRT Transjakarta: Halte Tosari (1 6B 9B 13)
Lintas Perbatasan Transjakarta: B11, S21
Bus Kota Transjakarta: 1B, 1N, 1P, 4A, 9D, DA1, DA2, DA3, DA4, GR1
Royaltrans: 1T, 1U
Situs web[1]

Grand Indonesia merupakan mal di Jakarta. Mal ini dibuka pada tahun 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Grand Indonesia merupakan Family Friendly Lifestyle Mall yang berkonsep untuk menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat.

Pada tahun 2007, Hotel Indonesia mengalami pemugaran. Selanjutnya setelah dibuka kembali, hotel dikelola oleh grup Kempinski dan namanya diganti menjadi Hotel Indonesia-Kempinski. Setelah mengalami renovasi selama lima tahun, pada tanggal 20 Mei 2009 Hotel Indonesia Kempinski dibuka kembali oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Areal sekeliling Hotel Indonesia juga dikembangkan menjadi kompleks multi-guna dengan nama Grand Indonesia yang terdiri gedung perkantoran (Menara BCA), apartemen (Kempinksi Residence), dan pusat perbelanjaan (Grand Indonesia).

Salah satu major anchor yang telah menempati mal Grand Indonesia adalah department store Jepang Seibu, department store Thailand Central dan bioskop dengan teknologi terkini CGV Cinemas yang bekerja sama dengan perusahaan Korea. Selain itu terdapat pula sebuah galeri kebudayaan Indonesia dengan nama Galeri Indonesia Kaya

Grand Indonesia terdiri dari tiga bagian: East Mall, West Mall dan sebuah Skybridge yang menghubungkan kedua bagian tersebut. Skybridge tersedia di lantai 1, 2, 3, 3A, dan 5. Sebuah foodcourt yang terdapat pada West Mall yang bernama Foodprint berada di lantai 5. West Mall Grand Indonesia telah dibuka untuk umum pada April 2007.

Pada awalnya Grand Indonesia Memiliki sebuah area yang dinamakan Crossroads Of The World yang merupakan karya Legacy Entertainment. Di area ini terdapat 4 district yaitu Entertainment District, Market District, Fashion District, dan Garden District. Namun semua sudah perlahan-lahan menghilang. Pertama Market District yang direplace dengan Ace Hardware dan Toys Kingdom. Kemudian pada 2017 setengah dari Entertainment District tepatnya di lantai 5 dekat Fountain Atrium direplace dengan Foodprint. Dan 2019 tepatnya sepuluh tahun COTW, banyak yang terkena demolition untuk menjadi memberi tempat tenant baru dan sekarang COTW tersisa tinggal Entertainment District dan Fountain Atrium

Grand Indonesia juga terdapat sebuah pertunjukan Magic Fountain Showyang berlokasi di Fountain Atrium West Mall lantai 3A dan 5 dan berlatar seperti replika Rockefeller Center yang berada di New York City. Lagu yang ada terdapat di show ini seperti Theme From New York New York dan pengunjung bisa menemukan beberapa variasi show mulai dari Andrew Lloyd Webber Medley dan Rhapsody In Blue yang dimainkan setiap saat sedangkan Sleigh Ride dan Trans Siberian Orchestra Medley dimainkan pada bulan November hingga Januari. Magic Fountain Show dipertunjukkan setiap 3 jam sekali pada weekend dan libur nasional yang dimulai pukul 2, pukul 5, dan pukul 8. Air mancur ini dibuat oleh perusahaan asal Florida yaitu Waltzing Waters.

[sunting | sunting sumber]

Kasus ciptaan turunan logo Grand Indonesia terjadi dua kali. Kasus yang pertama terjadi pada 2010 dan kedua terjadi pada 2021.

Pada April 2010, keluarga besar Henk Ngantung menggugat Grand Indonesia atas logo mal tersebut, yaitu siluet Monumen Selamat Datang dengan warna emas. Kuasa hukum keluarga Henk, Andy Nababan telah beberapa kali mengingatkan Grand Indonesia untuk tidak menggunakan siluet Monumen Selamat Datang sebagai logonya tanpa izin keluarga besar Henk Ngantung. Namun, pihak Grand Indonesia tidak menggubris peringatan tersebut, dengan alasan "logo terinspirasi murni dari patung".[1] Patung tersebut telah terdaftar di pangkalan data DJKI pada 2010.[2]

Pada Januari 2021, keluarga Henk menuntut lagi Grand Indonesia yang masih menggunakan patungnya sebagai logo, yaitu siluet Monumen Selamat Datang dalam lingkaran merah. Alhasil, Grand Indonesia harus membayar ganti rugi sebesar Rp1 miliar kepada keluarga besar Henk Ngantung.[3]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Persoalan Logo Grand Indonesia Diselesaikan Kekeluargaan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2010-07-02. Diakses tanggal 2021-04-08. 
  2. ^ Saputra, Andi. "Dalil Grand Indonesia Pakai Logo 'Tugu Selamat Datang' hingga Didenda Rp 1 M". detiknews. Diakses tanggal 2021-04-08. 
  3. ^ detikcom, Tim. "Duduk Perkara 'Tugu Selamat Datang' Berujung Denda ke Grand Indonesia". detiknews. Diakses tanggal 2021-04-08. 
  4. ^ "Detik.com: Kronologi tewasnya Ice Junar Versi Grand indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2019. Diakses tanggal 30 November 2009. 
  5. ^ "Detik.com: Seseorang Jatuh Dari Mal Grand Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2019. Diakses tanggal 30 November 2009. 
  6. ^ "Liputan6.com: Lift Mal Grand Indonesia anjlok 9 pengunjung terjebak". Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2019. Diakses tanggal 26 Desember 2017. 
  7. ^ "Suara.com: Lift Grand Indonesia Mall Macet Sembilan Orang Terjebak". Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2019. Diakses tanggal 25 Desember 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]