Daftar Duta Besar Indonesia untuk Vietnam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Duta Besar Indonesia untuk Vietnam
Kementerian Luar Negeri.svg
Lambang Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Ibnu Hadi.jpg
Petahana
Ibnu Hadi

sejak 23 Desember 2015
KantorHanoi, Vietnam
Ditunjuk olehPresiden Indonesia
Situs webkemlu.go.id/hanoi/id

Berikut adalah daftar diplomat Indonesia yang pernah menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam:

No. Nama Mulai menjabat Selesai menjabat Ref.
...
Soekrisno.jpg Sukrisno 1964 1966 [1][2][3][cat. 1]
No image.svg Nugroho 1967 [4][5][cat. 1]
No image.svg Usep Ranuwijaya 1972 1976 [6]:135[cat. 1]
No image.svg Hardi 27 Maret 1976 1980 [7]
No image.svg Sudarsono 19 Januari 1980 [8]
J. P. Louhanapessy.jpg Johanes Petrus Louhanapessy 1985 1988 [6]:222
Aswismarmo (cropped).jpg Aswismarmo 17 Februari 1988 [9]
No image.svg Juwana 15 Januari 1992 1994 [10][11]
Djafar assegaf.jpg Djafar Assegaff 1994 [12]
Kabinet maruf.jpg Mohammad Ma'ruf September 2000 [13][14]
No image.svg Aiyub Mohsin 2000 2003 [11]
No image.svg Artauli R. M. P. Tobing 20 November 2003 [15]
No image.svg Pitono Purnomo 8 April 2008 [16]
Mayerfas.jpg Mayerfas 21 Desember 2011 [17]
Ibnu Hadi.jpg Ibnu Hadi 23 Desember 2015 Petahana [18]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Duta Besar untuk Vietnam Utara

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 332 Tahun 1964 tentang Pengangkatan Sukrisno Sebagai Duta Besar Dan Berkuasa Penuh Untuk Vietnam (1964-12-30).
  2. ^ "Jakarta Reported Firing Pro-Communist Envoys". The Globe and Mail. 1966-04-18. hlm. 10. 
  3. ^ "Students' Drive to Oust Sukarno". South China Morning Post. 1966-07-19. hlm. 18. 
  4. ^ "Post in Hanoi". South China Morning Post. 1967-08-15. hlm. 9. 
  5. ^ "Indonesia in Peace Attempt". South China Morning Post. 1967-11-07. hlm. 20. 
  6. ^ a b Ngoc-Diep Thi Trinh (1995). Indonesia's Foreign Policy Toward Vietnam. University of Hawaii. 
  7. ^ Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973 – 23 Maret 1978. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 348–349. 
  8. ^ "Presiden: Semua Negara Jauhkan Diri Dari Nafsu Expansionis". ANTARA. 1980-01-19. Diakses tanggal 2019-08-31. 
  9. ^ "Presiden Soeharto: Penyelesaian Masalah Ekonomi Dunia Hanya Dengan Tata Ekonomi Baru". Business News. 1988-02-17. Diakses tanggal 2019-08-26. 
  10. ^ Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 507–508. 
  11. ^ a b "Pertemuan Kelompok Ahli (PKA): Membangun Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam". Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2003-11-20. Diakses tanggal 2019-08-31. 
  12. ^ "Pelantikan". TEMPO. 1994-01-29. Diakses tanggal 2019-08-30. 
  13. ^ Aiyub Mohsin (2004). Bertugas dalam Suasana Doi Moi di Vietnam. Jakarta: Djambatan. hlm. 1. 
  14. ^ Pewarta Departemen Luar Negeri RI., Volumes 81–84. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. 1997. hlm. 191. 
  15. ^ "Presiden Melantik 12 Duta Besar". Tempo. 2003-11-20. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  16. ^ Iman Rosidi (2008-04-08). "Hamid, Arman, dan Da'i Jadi Dubes RI". Okezone News. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  17. ^ Indra Akuntono (2011-12-21). "Presiden SBY Lantik 26 Duta Besar". Detik. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  18. ^ Indra Akuntono (2015-12-23). "Jokowi Lantik 10 Duta Besar Indonesia". Kompas. Diakses tanggal 2019-08-08.