Sejarah dunia
Sejarah dunia adalah sejarah tentang manusia di dunia, di semua tempat di bumi, dirunut dari era Paleolitik. Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologis Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologis dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini. Pencatatan sejarah dimulai sejak sistem tulisan diciptakan, tetapi asal mula peradaban bertolak dari periode sebelum penciptaan tulisan, atau zaman prasejarah.[1][2] Prasejarah dimulai dari Era Paleolitik ("Zaman Batu Awal"), diikuti dengan Era Neolitik (Zaman Batu Baru) dan Revolusi Pertanian (antara 8000–5000 SM) di kawasan Hilal Subur. Revolusi tersebut merupakan titik perubahan besar dalam sejarah umat manusia karena sejak masa itu mereka telah mampu membudidayakan tumbuhan dan hewan.[3] Seiring dengan perkembangan pertanian, gaya hidup nomaden berubah menjadi hidup menetap sebagai petani.[a] Kemajuan pertanian mengakibatkan pembagian strata pekerja dalam usaha panen. Strata pekerja menyebabkan munculnya strata masyarakat dan perkembangan kota-kota. Banyak kota kuno berkembang di tepi-tepi kumpulan air (danau dan sungai) yang dapat menyokong kehidupan. Pada tahun 3000 SM, telah muncul peradaban di lembah Mesopotamia (dataran di antara sungai Tigris dan Efrat) di Timur Tengah,[5] di tepi Sungai Nil Mesir,[6][7][8] dan di lembah sungai Indus.[9][10][11] Selain itu peradaban juga muncul di lembah Sungai Kuning. Di tempat-tempat perkembangan peradaban kuno, pertumbuhan masyarakat yang semakin kompleks menyebabkan penciptaan sistem tulisan untuk mempermudah usaha administrasi dan niaga.[12]
Sejarah Dunia Lama (khususnya Eropa dan Mediterania) umumnya terbagi menjadi Abad Kuno, hingga 476 M; Abad Pertengahan,[13][14] dari abad ke-5 hingga abad ke-15, meliputi Zaman Kejayaan Islam (sekitar 750 M – sekitar 1258 M) dan Zaman Renaisans Eropa Awal (bermula sekitar 1300 M);[15][16] Abad Modern Awal,[17] dari abad ke-15 sampai akhir abad ke-18, mencakup Abad Pencerahan; dan Abad Modern Akhir, dari masa Revolusi Industri hingga sekarang, termasuk sejarah kontemporer. Dalam sejarah Eropa Barat, "Kejatuhan Roma" tahun 476 M umumnya dipandang sebagai penanda akhir Zaman Kuno dan permulaan Abad Pertengahan. Sebaliknya, di Eropa Timur terjadi transisi dari Kekaisaran Romawi menjadi Kekaisaran Bizantium, yang tidak runtuh sampai berabad-abad kemudian. Pada pertengahan abad ke-15, teknik cetak modern yang ditemukan Johannes Gutenberg[18] merevolusi metode komunikasi, berperan dalam mengakhiri Abad Pertengahan dan menjadi perintis dalam Revolusi Ilmiah.[19] Pada abad ke-18, akumulasi pengetahuan dan teknologi, khususnya di Eropa, telah mencapai massa genting yang menuju kepada Revolusi Industri.[20]
Di tempat lain, meliputi Timur Dekat Kuno,[21][22] Cina Kuno,[23] dan India Kuno, terjadi rentang sejarah berbeda-beda. Pada abad ke-18, karena perdagangan internasional dan kolonisasi yang ekstensif, sejarah berbagai peradaban menjadi terjalin secara signifikan (lihat: globalisasi). Dalam waktu sekitar seperempat milenium, angka pertumbuhan jumlah penduduk, pengetahuan, teknologi, perekonomian, tingkat kerugian senjata, dan kerusakan lingkungan meningkat drastis, mendatangkan risiko bagi kelayakhunian Bumi.[24][25]
Daftar isi |
Prasejarah [sunting]
Manusia purba [sunting]
Hasil perhitungan jam molekuler mengindikasikan bahwa garis silsilah hominid yang mengarah pada Homo sapiens bercabang dengan garis keturunan yang mengarah pada simpanse (kerabat terdekat manusia modern yang masih hidup) sekitar lima juta tahun yang lalu.[26] Menurut para ahli, genus Australopithecine, yang kemungkinan besar merupakan kera pertama yang berjalan tegak, berangsur-angsur menurunkan genus Homo. Salah satu spesiesnya, Homo erectus (1,9 juta–10.000 tahun lalu) mampu menggunakan peralatan kayu dan batu sederhana selama ribuan tahun, dan seiring waktu, peralatan yang dipakai terus diperbagus dan lebih kompleks. Bukti bahwa pemanfaatan api oleh H. erectus sudah dimulai sejak 400.000 tahun lalu banyak didukung oleh para ilmuwan, sementara klaim yang menyatakan jauh sebelum itu kurang diterima karena kurang meyakinkan dan tidak lengkap.[27] Sejak sekitar 125.000 tahun yang lalu dan seterusnya, pemanfaatan api untuk menghangatkan tubuh dan berburu menyebar ke penjuru dunia.[28]
Pada rentang Paleolitik (2,6 juta–10.000 tahun lalu), Homo heidelbergensis—keturunan H. erectus—menyebar di Afrika dan Eropa 600.000 tahun lalu, dan menjadi leluhur bagi Neanderthal dan manusia modern. Pada Paleolitik Madya (300.000–30.000 tahun lalu), manusia modern anatomis (Homo sapiens) muncul di benua Afrika sekitar 200.000 tahun yang lalu.[29] Mereka mengembangkan bahasa dan repertoar konseptual untuk pemakaman sistematis bagi kerabat yang meninggal dan penghiasan diri bagi yang masih hidup.[30] Selama periode ini, umat manusia bekerja sebagai pemburu-pengumpul makanan. Kehidupan dengan harapan akan keberhasilan dalam perburuan juga melahirkan kepercayaan, atau religi purba.[31] Ekspresi artistik awal dapat ditemukan dalam bentuk lukisan gua dan ukiran yang dibuat dari kayu atau batu. Umumnya manusia purba menggambarkan hewan buruannya atau aktivitas perburuannya. Selain itu pada umumnya mereka hidup nomaden, kerap berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain tergantung jumlah hewan buruan di tempat tinggal mereka. Mereka mencapai Timur Dekat sekitar 125.000 tahun yang lalu.[32] Dari Timur Dekat, populasi mereka menyebar ke timur meuju Asia Selatan sekitar 50.000 tahun yang lalu, dan menuju Australia sekitar 40.000 tahun yang lalu,[33] dan untuk yang pertama kalinya, H. sapiens mencapai teritori yang belum pernah dicapai H. erectus sebelumnya.
H. sapiens menyebar secara cepat dari Afrika menuju kawasan bebas es di Eropa dan Asia sekitar 60.000 tahun yang lalu.[34] Mereka mencapai pemutakhiran perangai sekitar 50.000 tahun yang lalu.[29] Mereka mencapai Eropa sekitar 43.000 tahun yang lalu,[35] dan akhirnya mereka menggantikan populasi Neanderthal sebelumnya. Pada masa itu terjadi periode glasial akhir, ketika suhu kawasan di belahan utara Bumi sangat tidak layak huni. Akhirnya umat manusia menghuni hampir dari seluruh bagian bebas es di muka Bumi sampai akhir glasial, sekitar 12.000 tahun yang lalu. Asia Timur dicapai sekitar 30.000 tahun lalu. Perkiraan waktu migrasi ke Amerika Utara masih diperdebatkan; kemungkinan terjadi sekitar 30.000 tahun lalu, atau mungkin di masa berikutnya, sekitar 14.000 tahun lalu. Kolonisasi Polinesia di samudra Pasifik bermula sekitar 1300 SM, dan berakhir sekitar 900 M. Leluhur bangsa Polinesia meninggalkan Taiwan sekitar 5000 tahun lalu.
Kemunculan peradaban [sunting]
Data arkeologis mengindikasikan bahwa domestikasi sejumlah hewan dan pembudidayaan tanaman berkembang di beberapa tempat di seluruh dunia, dimulai sejak periode Holosen[36] (sekitar 12.000–11.500 tahun lalu sampai kini).[37] Di Timur Tengah, pertanian berkembang di kawasan Hilal Subur sejak sekitar 10.000–9000 SM; di Eropa, ada bukti pembudidayaan gandum, domba, kambing, dan babi yang mengindikasikan kegiatan produksi pangan di Yunani dan Aegea sekitar 7000 SM[38]; di Cina budidaya juwawut dimulai sejak 8000 SM;[39] di Amerika, labu dibudidayakan sejak 10.000–8000 SM sedangkan jagung sejak 7500 SM.[40][41] Transisi dari gaya hidup berburu ke pertanian dalam periode tersebut dikenal sebagai Revolusi Neolitik. Pertanian cocok untuk populasi yang sangat padat, dan dalam pengelolaannya tercipta strata pekerja karena tidak seluruh populasi terjun langsung dalam pertanian.[42] Pada akhirnya proses panen dan strata pekerja terorganisasi menjadi suatu wilayah berdaulat.[42] Pertanian juga menghasilkan surplus makanan yang mampu menyokong kehidupan orang-orang yang tidak terlibat langsung pada produksi bahan pangan.[43][44]
Perkembangan pertanian menghantarkan manusia pada pendirian kota-kota pertama di dunia. Kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan, pabrik, dan kekuatan politik yang hampir tidak menghasilkan pangan dengan sumber daya sendiri. Kota menciptakan simbiosis dengan desa di sekelilingnya. Kota menerima produk pangan dari desa dan sebagai gantinya kota menyediakan produk pabrik serta perlindungan dan kendali militer yang berstrata.[45][43][44]
Perkembangan kota-kota berarti kemunculan peradaban.[b] Peradaban awal muncul pertama kali di Mesopotamia hulu (3500 SM),[46] diikuti dengan peradaban Mesir di sepanjang sungai Nil (3300 SM)[8] dan peradaban Harappa di lembah sungai Indus (di masa kini merupakan wilayah Pakistan; 3300 SM).[47][48] Masyarakat tersebut mengembangkan sejumlah karakteristik yang sama, misalnya pemerintahan pusat, struktur sosial dan perekonomian yang kompleks, sistem tulisan dan bahasa yang canggih, dan agama serta budaya yang khas. Aksara merupakan perkembangan penting lainnya dalam perkembangan sejarah manusia, karena mendukung administrasi kota-kota dan membuat pengungkapan gagasan menjadi lebih mudah.
Saat peradaban berkembang menuju bentuk yang lebih kompleks, demikian pula yang terjadi pada agama, dan bentuk terawal dari ragamnya tampak dimulai pada periode tersebut.[49] Benda-benda alam seperti Matahari, Bulan, Bumi, langit, dan laut kerap didewakan.[50] Ruangan suci didirikan, dan berkembang menjadi pembangunan kuil, lengkap dengan hierarki kependetaan dan jabatan lainnya yang kompleks. Tipikal zaman Neolitik adalah kecenderungan untuk memuja dewa-dewi antropomorfis. Salah satu teks keagamaan kuno yang masih lestari adalah Teks Piramida, koleksi teks yang dibuat oleh bangsa Mesir, yang tertua dibuat sekitar tahun 2400–2300 SM.[51] Berdasarkan ekskavasi di kompleks kuil Göbekli Tepe ("Bukit Perut Gendut") di Turki selatan yang berdiri sejak 11.500 tahun yang lalu, para arkeolog berpikir bahwa keberadaan agama mendahului Revolusi Pertanian daripada muncul setelah revolusi itu dimulai, sebagaimana diasumsikan pada umumnya.[52]
Zaman Kuno [sunting]
Garis Waktu [sunting]
- Tahun di bawah ini menunjukkan perkiraan. Baca artikel terkait untuk detail lebih lanjut.

Maulid peradaban [sunting]
Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman (Zaman Batu, Zaman Perunggu, Zaman Besi) yang memberi deskripsi sejarah peradaban kuno secara efektif bagi beberapa kawasan dunia. Selama era tersebut, di kawasan-kawasan yang paling subur berdirilah negara kota dan peradaban awal mulai berkembang di beberapa bagian dunia. Peradaban-perdaban tersebut terpusat pada lembah sungai yang subur: sungai Tigris dan Efrat di Mesopotamia, sungai Nil di Mesir, sungai Indus di Asia Selatan, dan Yangtze serta sungai Kuning di Cina.
Sumeria yang terletak di Mesopotamia adalah peradaban kompleks pertama yang diketahui sejauh ini, berkembang dari beberapa negara kota pada milenium keempat sebelum Masehi. Di kota-kota itulah bentuk tulisan terawal, yaitu huruf paku (kuneiform), muncul sekitar 3000 SM. Kuneiform berawal dari sebuah sistem piktograf. Gambar-gambar representasi tersebut berangsur-angsur menjadi lebih sederhana dan abstrak. Kuneiform ditulis pada sabak tanah liat, dan hurufnya digambar dengan buluh yang berfungsi sebagai stilus. Dengan dibuatnya tulisan, administrasi suatu negara besar menjadi lebih mudah.
Transportasi difasilitasi dengan jalur air, baik melalui sungai atau laut. Laut Tengah, yang mencakup tiga titik benua, membantu perkembangan kekuatan militer serta pertukaran komoditas, ide-ide baru, dan invensi. Pada era ini juga bermunculan teknologi baru di darat, misalnya kereta perang dan pasukan berbasis kuda yang membuat pergerakan tentara menjadi lebih cepat. Teknologi tersebut berperan dalam kemajuan militer; ekspansi wilayah serta pencaplokan teritori mulai terjadi, contohnya Pertempuran Kadesh dan Pengepungan Dapur pada abad ke-13 SM antara bangsa Mesir dan Het. Penyatuan daerah-daerah taklukan berlanjut pada munculnya imperium atau kekaisaran, manifestasi hegemoni suatu bangsa dan ekspansi suatu wilayah berdaulat. Peradaban yang ekstensif dapat membawa kedamaian dan stabilitas bagi daerah luas. Imperium pertama, yang mengendalikan teritori luas dan banyak kota, berkembang di Mesir yang ditandai dengan bersatunya Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3100 SM. Setelah berabad-abad kemudian, peradaban lembah sungai yang lain juga menunjukkan kejayaannya dengan pendirian kekaisaran. Pada abad ke-24 SM, Kekaisaran Akkadia berdiri di Mesopotamia;[53] dan sekitar tahun 2200 SM, Dinasti Xia berdiri di Cina.
Setelah berabad-abad kemudian, peradaban lain berkembang di berbagai belahan dunia. Perdagangan semakin berkembang menjadi sumber kekuasaan karena negara-negara yang memiliki akses untuk sumber daya penting atau menguasai jalur perdagangan penting akan bangkit dan mendominasi. Sekitar 2500 SM, Kerajaan Kerma berkembang di Sudan, sebelah selatan Mesir. Di wilayah Turki dahulu, bangsa Het menguasai suatu imperium besar dan sejak 1600 SM, Yunani Mikene mulai berkembang.[54][55]
Di India, periode sebelum 500 SM dikenal sebagai periode Weda, menurut estimasi masa penyusunan Regweda (sekitar 1700 SM hingga 1100 SM), kumpulan himne keagamaan yang menjadi fondasi bagi agama Hindu dan aspek kultural lainnya pada masyarakat India awal. Rentang waktu periode ini tidak diketahui dengan pasti, dan masa berakhirnya diperkirakan sekitar abad ke-6 SM. Pada periode tersebut sudah ada religi yang menjadi perintis bagi agama Hindu seperti yang dikenal pada masa kini.[56] Dalam periode tersebut, sekitar 700-300 SM, berbagai kerajaan dan republik mandiri yang dikenal sebagai Mahajanapada didirikan di berbagai daerah India.
Saat berbagai peradaban kompleks muncul di belahan bumi timur, kebanyakan masyarakat pribumi di benua Amerika masih hidup relatif sederhana selama beberapa masa, dan terpecah menjadi berbagai budaya regional yang berbeda-beda. Selama tahap formatif di Mesoamerika (sekitar 1500 SM sampai 500 M), peradaban yang lebih kompleks dan terpusat mulai berkembang, terutama pada daerah yang kini disebut Meksiko, Amerika Tengah, dan Peru. Peradaban yang ada yaitu Maya, Zapotek, Moche, dan Nazka. Mereka mengembangkan pertanian dengan baik, misalnya menanam jagung dan tanaman khas Amerika lainnya, serta membuat budaya serta agama yang istimewa. Masyarakat pribumi kuno tersebut akan mendapatkan pengaruh yang besar setelah kedatangan orang-orang dari Eropa pada awal zaman modern.
Seiring peradaban berkembang di berbagai belahan dunia, religi atau sistem kepercayaan juga muncul di tempat tersebut. Pada beberapa peradaban di kawasan Hilal Subur, contohnya Mesir dan Mesopotamia, para raja dianggap sebagai tangan kanan Tuhan (teokrasi) sehingga mereka berperan sebagai pemimpin politik sekaligus spiritual.[57] Di Kanaan, orang-orang menyembah berbagai dewa, yang terkenal adalah Baal. Di kemudian hari, kepercayaan ini tergantikan oleh agama Yahudi yang monoteistik. Sementara itu di India terdapat pemujaan terhadap personifikasi alam seperti Agni (api), Waruna (laut), dan Dyaus Pita (langit). Tradisi ini berkembang menjadi agama Weda, kemudian dimutakhirkan menjadi agama Hindu seperti yang dikenal sekarang ini. Di Asia Timur, manusia mulai menyadari harmonisasi alam, menghormati para leluhur yang mewariskan kesejahteraan pada mereka, dan mulai memahami hakikat dirinya. Hal itu memicu kemunculan berbagai filsafat, di antaranya adalah Taoisme dan Konfusianisme.
Zaman Poros [sunting]
Zaman Poros, menurut filsuf Jerman, Karl Jaspers, adalah zaman saat pemikiran revolusioner bermunculan di Cina, India, Persia, dan Dunia Barat selama rentang waktu antara abad ke-8 hingga ke-2 SM. Pada zaman itu terjadi perkembangan gagasan filosofis dan religius secara transformatif di berbagai belahan dunia dan kebanyakan terjadi secara independen.
Di India terjadi perkembangan tiga agama: Hinduisme, Buddhisme, dan Jainisme. Hinduisme masa kini merupakan perkembangan dari Brahmanisme (1500–500 SM), dan penyusunan Regweda (kitab suci tertua bagi umat Hindu, bagian dari empat Weda) diduga terjadi pada masa 1100 SM.[58] Penyusunan Upanishad, yaitu suplemen bagi kitab Weda diduga terjadi pada masa 900–800 SM.[59] Pada abad ke-7 SM, di India Utara, Siddhartha Gautama dari suku Sakya menyebarkan Buddhisme atau agama Buddha yang merupakan bagian dari tradisi Shramana, paralel namun berbeda dengan pelopor Hinduisme. Sebagaimana Hinduisme, ajaran Buddha juga mengenal karma, reinkarnasi, dan ahimsa, namun menolak keberadaan Tuhan dan sistem kasta. Pada abad ke-6 SM, bagian lain dari Shramana, yaitu Jainisme disebarkan oleh Mahavira (abad ke-6 SM). Pendahulunya adalah Pārśva (abad ke-9 SM), yang juga merupakan pemimpin Jainisme menurut umat Jaina. Seperti agama Buddha, Jainisme menolak penciptaan dunia oleh Tuhan. Di antara ketiga agama tersebut, Hinduisme mendominasi India, sedangkan Buddhisme lebih berkembang di Asia Timur dan Tenggara, sementara Jainisme menjadi agama minoritas.
Di belahan Dunia Timur, tiga perguruan filsafat telah mendominasi pemikiran bangsa Cina hingga masa kini. Ketiganya adalah Legalisme (abad ke-8 SM),[60] Taoisme (abad ke-6 SM),[61] dan Konfusianisme (abad ke-6 SM).[62] Legalisme adalah filsafat yang lebih mengutamakan sistem hukum daripada pemikiran tinggi seperti alam dan tujuan kehidupan. Sementara itu, Taoisme mengajarkan keharmonisan antara manusia dengan alam, diprakarsai oleh Laozi dan ajarannya terangkum dalam Daode Jing.[63] Meskipun hidup pada abad ke-6 SM, ada dugaan bahwa Daode Jing disusun pada masa antara abad ke-4 hingga ke-3 SM.[63] Ajaran Khonghucu (Konfusianisme) yang digagas Kong Hu Cu, yang di kemudian hari memperoleh dominansi, mencari moralitas politis tidak untuk paksaan melainkan untuk kekuatan dan keteladanan tradisi. Ajaran Khonghucu menyebar ke semenanjung Korea hingga kepulauan Jepang yang masih menganut syamanisme dan kepercayaan tradisional lainnya. Serikat Yesus di Cina pada abad ke-16 dan ke-17 memandang Konfusianisme sebagai suatu sistem etis, bukan agama, sehingga tidak akan bertentangan dan akan sejalan dengan agama Kristen.[64] Meskipun demikian, penghormatan leluhur di Cina bertentangan dengan ajaran Kristen sehingga kini pelaksanaannya diarang bagi orang Cina Kristen.[65]
Di belahan Dunia Barat, terjadi awal pemikiran monoteisme di Persia dan Kanaan. Monoteisme di Persia Kuno mengenal Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ahura Mazda. Ahura Maza memiliki oposisi yang disebut Angra Mainyu, roh perusak, manifestasi dari kegelapan dan kejahatan. Di Mediterania, tradisi filosofis bangsa Yunani Kuno yang direpresentasikan oleh Sokrates,[66] Plato,[67] dan Aristoteles,[68][69] tersebar di sepanjang Eropa dan Timur Tengah pada abad ke-4 SM karena penaklukkan yang dilakukan oleh Aleksander III dari Makedonia, lebih dikenal sebagai Aleksander Agung.[70][71][72]
Kekaisaran regional [sunting]
Pada masa seribu tahun dari 500 SM hingga 500 M, serangkaian kekaisaran dengan luas wilayah yang belum pernah dicapai sebelumnya telah berkembang. Tentara profesional yang terlatih dengan baik, ideologi pemersatu, dan birokrasi yang lebih maju memberi peluang bagi para kaisar untuk memerintah daerah yang sangat luas yang populasinya dapat mencapai angka sepuluh atau lebih.
Beberapa daerah mengalami kemajuan teknologi yang perlahan namun pasti, dengan perkembangan penting seperti sanggurdi dan tenggala. Di beberapa daerah, ada periode perkembangan teknologi secara pesat. Yang terkemuka adalah kawasan Mediterania selama periode Hellenistik, saat ratusan teknologi berhasil diciptakan.[73][74] Periode semacam itu diikuti oleh periode keusangan teknologi, ketika kemunduran Kekaisaran Romawi hingga kejatuhannya dan awal Abad Pertengahan.
Suatu kekaisaran besar bergantung pada pencaplokan teritori secara militer dan pada susunan pemukiman yang terlindungi untuk menjadi pusat penghasil pangan.[75] Perdamaian relatif yang dicanangkan suatu kekaisaran dapat menggiatkan perdagangan internasional, terutama rute perdagangan sibuk di Laut Tengah yang telah berkembang sejak periode Hellenistik, serta Jalur Sutra.
Di Dunia Barat, bangsa Yunani Kuno (dan kemudian Romawi Kuno) mendirikan kebudayaannya sendiri yang pelaksanaan, aturan, dan adatnya dipandang sebagai fondasi bagi peradaban Barat kontemporer. Pada awal abad ke-3 SM, bangsa Romawi mulai memperluas daerah kekuasaannya melalui penaklukkan dan kolonisasi. Pada masa pemerintahan Kaisar Augustus (akhir abad ke-1 SM), Roma menguasai seluruh negeri di sekeliling Mediterania (Laut Tengah). Pada masa pemerintahan Kaisar Trayanus (awal abad ke-2 M), Roma menguasai sebagian besar daerah dari Inggris hingga Mesopotamia.
Pada abad ke-3 SM, hampir seluruh Asia Selatan disatukan ke dalam Kemaharajaan Maurya oleh Chandragupta Maurya dan berkembang dengan baik di bawah pemerintahan Ashoka yang Agung. Sementara itu, sekitar tahun 206 SM, Dinasti Han berdiri di Asia Timur, yang sepadan dengan bangsa Romawi dalam hal kekuatan dan pengaruh dan keduanya berada pada sisi Jalur Sutra yang berlawanan. Di saat bangsa Romawi membangun kekuatan militer yang belum pernah disaksikan sebelumnya pada masa kuno, Dinasti Han justru mengembangkan kartografi canggih, pembuatan kapal, dan navigasi. Dunia Timur juga menciptakan tungku pembakaran suhu tinggi dan mampu menghasilkan instrumen musik dari tembaga berkualitas baik. Di antara kekaisaran lain selama periode klasik, Dinasti Han lebih maju dalam hal pemerintahan, pendidikan, matematika, astronomi, dan teknologi.
Pada abad ke-1 M, kekaisaran Aksum mendeklarasikan diri sebagai kerajaan niaga besar, mendominasi negeri tetangganya di Arab Selatan dan Kush serta menguasai perdagangan di Laut Merah. Mereka mencetak mata uangnya sendiri dan mengukir stela monolitik seperti Obelisk Aksum untuk menandai makam kaisarnya.
Kekaisaran kuno menghadapi masalah umum yang berkaitan dengan pemeliharaan pasukan yang berjumlah besar dan penyokongan terhadap birokrasi pusat. Beban dirasakan paling berat oleh kaum petani, sementara bangsawan tuan tanah terus menghindari kendali dari pusat. Serangan bangsa biadab di wilayah perbatasan makin mempercepat perpecahan internal. Kekaisaran Han di Cina jatuh ke dalam perang saudara pada tahun 220 M, sementara Kekaisaran Romawi yang sezaman dengannya perlahan-lahan kehilangan kendali dari pusat dan mengalami krisis pada masa yang sama.
Dari abad ke-3 M, Dinasti Gupta mempertahankan periode yang dikenal zaman kejayaan India Kuno. Kemaharajaan di Asia Selatan meliputi para raja Chalukya, Rashtrakuta, Hoysala, Chola, dan Wijayanagara. Ilmu, teknik, seni, sastra, astronomi, dan filsafat berkembang dengan baik di bawah perlindungan para raja tersebut. Dari abad ke-4 hingga ke-6, India Utara diperintah oleh para raja Gupta. Di India Selatan, tiga dinasti para raja Dravida yang terkemuka berdiri: Chera, Chola, dan Pandya. Stabilitas yang masih bertahan turut berkontribusi dalam masa kejayaan kebudayaan Hindu pada abad ke-4 dan ke-5.
Di benua Amerika, kerajaan-kerajaan regional berjaya didirikan sejak sekitar 2000 SM. Di Mesoamerika,[76] masyarakat pra-Kolumbus yang luas sedang terbentuk, yang terkemuka adalah Maya dan Aztek. Seiring budaya ibu bangsa Olmeka[77] perlahan-lahan surut, negara kota bangsa Maya yang besar perlahan-lahan berkembang dalam hal jumlah dan keunggulan, dan kebudayaan Maya menyebar sepanjang semenanjung Yucatán dan daerah di sekitarnya. Kekaisaran Aztek di masa berikutnya dibangun oleh kebudayaan tetangganya dan mendapat pengaruh dari suku-suku taklukkan seperti Toltek.
Kemunduran dan kejatuhan [sunting]
Kekaisaran-kekaisaran besar di Eurasia terletak di dataran dekat pesisir beriklim sedang. Dari stepa Asia Tengah, bangsa nomad penunggang kuda (Mongol, Turk) mendominasi sebagian besar wilayah benua. Pengembangan sanggurdi dan pengembangbiakan kuda cukup kuat untuk mengangkut para pemanah bersenjata lengkap, sehingga bangsa nomad tersebut menjadi ancaman terus-menerus bagi peradaban bangsa yang bertempat tinggal tetap.
Perpecahan Kekaisaran Romawi secara berangsur-angsur[78][79] terjadi beberapa abad setelah abad ke-2 M, bersamaan dengan penyebaran agama Kristen dari Timur Tengah ke barat. Kekaisaran Romawi Barat jatuh[80] di bawah dominasi bangsa Germanik pada abad ke-5 M, dan negara tersebut perlahan-lahan berkembang menjadi sejumlah negara-negara saling perang. Sisa Kekaisaran Romawi di timur Mediterania kemudian menjadi Kekaisaran Bizantium.[81] Berabad-abad kemudian, persatuan terbatas akan terjadi di Eropa Barat melalui pendirian Kekaisaran Romawi Suci[82] tahun 962, mencakup sejumlah negara yang kini dikenal dengan nama Jerman, Austria, Swiss, Cheska, Belgia, Italia, dan beberapa wilayah Prancis.
Di Cina, dinasti-dinasti didirikan dan diruntuhkan silih berganti.[83][84] Setelah runtuhnya Dinasti Han Timur[85] dan berakhirnya Zaman Tiga Negara, bangsa nomad mulai menginvasi pada abad ke-4 M, dan berhasil menaklukkan kawasan Cina Utara dan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil. Dinasti Sui mempersatukan Cina kembali pada tahun 581, kemudian di bawah pemerintahan Dinasti Tang (618–907) Cina memasuki zaman keemasan kedua. Meskipun demikian, Dinasti Tang juga mengalami perpecahan. Setelah kekacauan selama setengah abad, Dinasti Song Utara mempersatukan Cina kembali tahun 982. Sementara itu, ancaman dari bangsa nomad di utara kian menjadi-jadi. Cina Utara jatuh ke tangan bangsa Jurchen tahun 1141, dan Kekaisaran Mongol[86][87] menaklukkan seluruh Cina tahun 1279, demikian pula hampir setengah daratan Eurasia.
Abad Pertengahan [sunting]
Abad Pertengahan berpusat di kawasan Eurasia dan lazimnya terhitung sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5. Kekaisaran Romawi Barat terpecah belah menjadi berbagai kerajaan mandiri, sementara itu Romawi Timur, atau Kekaisaran Bizantium bertahan hingga menjelang akhir Abad Pertengahan. Periode ini juga berkaitan dengan kemunculan agama Islam, penaklukkan Islam,[88] kemudian zaman kejayaan Islam,[89][90] dan permulaan serta perluasan perdagangan budak Arab, diikuti dengan serbuan Mongol di Timur Tengah dan Asia Tengah. Di Asia Selatan berdiri kerajaan pertengahan di India, disusul dengan pendirian kesultanan di India. Kekaisaran Cina mengalami pergantian dinasti antara lain Dinasti Sui, Tang, Liao, Jin, Yuan dan Ming. Jalur perdagangan Timur Tengah yang melalui Samudra Hindia, serta Jalur Sutra yang melalui gurun Gobi, memberikan hubungan ekonomi dan budaya yang terbatas antara peradaban Asia dan Eropa. Sementara Abad Pertengahan bergantung pada pengaruh dari Eropa, peradaban di benua Amerika, seperti Inka, Maya, dan Aztek, masih terus berkembang, kemudian berakhir pada masa yang berbeda-beda.
Perkembangan Islam [sunting]
Pada abad ke-7, di jazirah Arab, Muhammad bin Abdullāh menyebarkan agama baru yang disebut Islam, dan pengikutnya disebut muslim. Kemunculan Islam mengakhiri periode paganisme bangsa Arab sebelumnya yang dikenal sebagai zaman Jahiliyah. Setelah wafatnya Muhammad, kaum muslim memulai ekspansi mereka pada akhir Era Klasik dan awal Abad Pertengahan. Mereka menaklukkan hampir seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan sebagian kawasan Eropa. Pengetahuan dan keterampilan dari Timur Tengah, Yunani, dan Persia Kuno dipelajari oleh mereka pada Abad Pertengahan. Kaum muslim juga memberi inovasi bagi penemuan bangsa lain, misalnya pengolahan kertas dari Cina dan posisi desimal pada sistem bilangan dari India. Sebagian besar pembelajaran dan perkembangan tersebut berhubungan dengan geografi. Sebelum kemunculan Islam, kota Mekkah sudah menjadi pusat perdagangan di Arab, dan Muhammad adalah seorang pedagang. Dengan tradisi haji, yaitu perjalanan suci ke Mekkah, kota tersebut tidak hanya menjadi pusat pertukaran komoditas, melainkan juga pertukaran ide. Pengaruh pedagang Muslim atas rute perdagangan Afrika-Arab dan Arab-Asia sungguh besar. Akibatnya, peradaban Islam berkembang dan meluas dengan basis perekonomian pedagangnya, berbeda dengan Kristen, India, dan Cina yang masyarakatnya berbasis pada pertanian. Para pedagang muslim membawa barang dagangan serta agama mereka ke Cina (sehingga kini ada populasi sekitar 37 juta muslim Cina, terutama dari suku Uyghur, yang wilayahnya merupakan bagian dari negara Cina), India, Asia Tenggara, dan kerajaan-kerajaan di Afrika Barat lalu kembali dengan penemuan-penemuan baru.
Eropa Abad Pertengahan [sunting]
Erop selama Abad Pertengahan Awal ditandai dengan berkurangnya populasi, urbanisasi, dan serbuan bangsa biadab, semuanya dimulai sejak Abad Kuno. Penyerbu biadab mendirikan kerajaan-kerajaan mereka di bekas wilayah Kekaisaran Romawi Barat. Pada abad ke-7, Afrika Utara dan Timur Tengah (yang pernah menjadi wilayah Kekaisaran Romawi Timur) menjadi bagian dari kekhalifahan setelah penaklukkan yang dilakukan oleh penerus Muhammad. Meskipun ada perubahan substansial dalam struktur masyarakat dan politik, namun tidak seekstrem yang pernah dikemukakan para sejarawan, karena banyak kerajaan baru menyatukan diri dengan tradisi Romawi yang masih bertahan. Agama Kristen menyebar di Eropa Barat dan banyak biara didirikan. Pada abad ke-7 dan ke-8, bangsa Franka, di bawah pemerintahan Dinasti Karolingia, mendirikan sebuah kekaisaran yang meliputi sebagian besar kawasan Eropa Barat; kekaisaran itu bertahan hingga abad ke-9, setelah kalah di bawah tekanan para penyerbu—bangsa Viking, Magyar, dan Saracen.
Selama Abad Pertengahan Luhur, yang dimulai setelah 1000 M, populasi di Eropa meningkat pesat diiringi dengan teknologi baru dan inovasi pertanian yang membuat perdagangan berkembang maju dan lahan-lahan pertanian bertambah. Manorialisme—serikat petani di desa yang menyewa tanah dan bekerja untuk para bangsawan—dan feodalisme—struktur politik yang membuat para kesatria dan golongan bangsawan tingkat rendah memberikan pelayanan kepada majikannya sebagai balas jasa atas hak menyewa tanah—adalah dua cara untuk mengorganisasi masyarakat Abad Pertengahan yang berkembang selama Abad Pertengahan Luhur. Kerajaan-kerajaan menjadi lebih menekankan sentralisasi setelah dampak desentralisasi dari pecahnya Kekaisaran Karolingia. Perang Salib, yang pertama kali diserukan tahun 1095, merupakan usaha orang Kristen barat untuk merebut kembali Tanah Suci dari tangan muslim, dan setelah usaha panjang orang Kristen mampu mendirikan negara-negara kecil di Timur Dekat. Kehidupan intelektual ditandai dengan skolastisisme dan pendirian beberapa universitas, sementara pembangunan katedral Gotik merupakan salah satu pencapaian artistik luar biasa pada masa itu.
Abad Pertengahan Akhir ditandai dengan banyaknya kesulitan dan bencana. Kelaparan, wabah, dan perang membinasakan sebagian populasi Eropa Barat. Maut Hitam sendiri membunuh sekitar sepertiga dari populasi Eropa antara 1347 dan 1350. Maut Hitam merupakan salah satu pandemik paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Bermula di Asia, wabah tersebut mencapai Mediterania dan Eropa Barat selama akhir 1340-an,[91] dan membunuh 10 juta orang Eropa dalam enam tahun; antara sepertiga hingga setengah populasi Eropa.[92]
Pada Abad Pertengahan[93] terjadi urbanisasi berkesinambungan pertama di Eropa Utara dan Barat. Banyak negara-negara Eropa masa kini yang memiliki asal-usul dari peristiwa-peristiwa sepanjang Abad Pertengahan; perbatasan politis Eropa masa kini, dalam banyak hal, merupakan akibat dari prestasi militer dan kewangsaan selama zaman kegemuruhan tersebut.[94] Abad Pertengahan berlangsung hingga dimulainya Abad Modern Awal[17] pada abad ke-16, ditandai oleh berdirinya banyak negara kota, pembagian Kekristenan Barat dalam suatu reformasi,[95] kebangkitan humanisme dalam Renaisans Italia,[96] dan dimulainya penjelajahan samudra oleh orang Eropa yang mengakibatkan Pertukaran Columbian.[97]
Afrika Sub-Sahara Abad Pertengahan [sunting]
Afrika Sub-Sahara pada Abad Pertengahan merupakan rumah bagi berbagai peradaban. Kerajaan Aksum melemah pada abad ke-7 M saat Islam memisahkannya dari sekutu Kristen mereka dan rakyatnya pindah jauh ke dataran tinggi Ethiopia demi mencari perlindungan. Akhirnya mereka mendirikan Dinasti Zagwe yang terkenal akan bangunan dari pahatan batu di Lalibela. Kemudian dinasti tersebut dijatuhkan oleh Dinasti Salomo yang mengaku sebagai keturunan para raja Aksum dan memerintah dengan baik sampai abad ke-20. Di kawasan Sahel di Afrika Barat, banyak kekaisaran Islam berdiri, seperti kekaisaran Ghana, kekaisaran Mali, kekaisaran Songhai, dan kekaisaran Kanem. Mereka menguasai emas, gading, garam, dan budak di jalur perdagangan trans-Sahara.
Di selatan peradaban Sahel terdapat hutan pesisir yang tidak bisa dihuni oleh kuda dan unta. Di sana berdirilah beberapa peradaban: bangsa Yoruba dengan kota Ife (terkenal akan seninya yang naturalistik) dan Kekaisaran Oyo; bangsa Edo dengan Kekaisaran Benin yang beribukota di kota Benin; bangsa Igbo dengan Kerajaan Nri yang menghasilkan seni perunggu berkualitas di Igbo Ukwu; dan bangsa Akan yang terkenal akan arsitekturnya yang rumit.
Di daerah yang kini disebut Zimbabwe pernah berdiri sejumlah kerajaan yang bermula dari Kerajaan Mapungubwe di daerah Afrika Selatan masa kini. Mereka berkembang melalui perdagangan dengan bangsa Swahili di pesisir Afrika Timur. Mereka mendirikan struktur bebatuan besar tanpa semen, contohnya di Zimbabwe Raya (ibukota Kerajaan Zimbabwe), Khami (ibukota kerajaan Butua), dan Danamombe (Dhlo-Dhlo; ibukota Kekaisaran Rozwi). Bangsa Swahili sendiri merupakan penghuni pesisir Afrika Timur dari Kenya sampai Mozambik yang berdagang secara ekstensif dengan orang Asia dan Arab, yang memperkenalkan agama Islam kepada mereka. Mereka mendirikan banyak bandar seperti Mombasa, Zanzibar, dan Kilwa, yang dikenal oleh para pelaut Cina karena usaha Zheng He dan para geografer muslim.
Amerika Pra-Kolumbus [sunting]
Pada Abad Pertengahan, di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan terjadi perkembangan kebudayaan dan peradaban yang unik dan tumbuh secara mandiri. Di Amerika Utara, sekitar 800 M, kebudayaan Mississippi muncul di wilayah yang kini merupakan bagian dari negara Amerika Serikat. Kebudayaan tersebut berkembang di bagian timur laut, bagian tengah, dan bagian tenggara wilayah Amerika Serikat. Kebudayaan ini terkenal dengan arsitekturnya berupa bangunan-bangunan berupa gundukan yang besar. Pemukiman terbesar dari kebudayaan ini, Cahokia—terletak dekat St. Louis Timur, Illinois pada masa kini—kemungkinan mencapai populasi kurang lebih 20.000 jiwa. Perkampungan lainnya dibangun di sebelah tenggara, dan jaringan perdagangannya membentang dari Danau-Danau Besar hingga Teluk Meksiko. Pada masa kejayaannya, antara abad ke-12 dan ke-13 M, Cahokia adalah kota terpadat di Amerika Utara, dan kepadatannya tidak kalah dengan kota-kota koloni Eropa sampai tahun 1800-an.[98]
Di kawasan Mesoamerika berkembang sejumlah peradaban, beberapa di antara runtuh sebelum Abad Pertengahan, contohnya Peradaban Olmec di pesisir Teluk Meksiko, tepatnya di situs La Venta dan San Lorenzo Tenochtitlán, yang runtuh sekitar 400 M.[99] Tak jauh dari pusat perkembangan peradaban Olmec, berkembang Peradaban Maya, yang berawal dari perkembangan kebudayaan Epi-Olmec di Chiapas masa kini (sejak 2000 SM). Peradabannya berkembang hingga Guatemala dan semenanjung Yukatan.[100][101] Sementara itu, negara kota Teotihuacan berdiri di Lembah Meksiko sekitar 100 SM dan membangun kebudayaannya, namun bangsa pendirinya masih diperdebatkan karena tidak ada bukti tertulis.[102] Pada era klasiknya (200–1000 M), kota-kota bangsa Maya seperti Tikal, Calakmul, Copán, Palenque, Uxmal, Cobá, dan Caracol mencapai kejayaannya, sedangkan Teotihuacan runtuh sekitar abad ke-8 M. Pada abad ke-13, di sebelah barat kota-kota Maya, terjadi aliansi tiga kota bangsa Aztek: Tenochtitlan, Texcoco, dan Tlacopan. Mereka mendominasi sebagian besar wilayah Mesoamerika pada abad ke-14 dan ke-15.
Pada periode yang sama, di Amerika Selatan, munculah kebudayaan Inka. Kekaisaran Inka Tawantinsuyu, beribukota di Cusco, membentangi seluruh daerah pegunungan Andes, membuatnya sebagai peradaban Pra-Kolumbus yang paling ekstensif.[103] Bangsa Inka merupakan bangsa yang sejahtera dan maju, terkenal akan sistem jalannya yang baik dan pertukangan batu yang tak tertandingi.
Imperium di Asia [sunting]
| ██ Kekaisaran Mongolia ██ Gerombolan Emas ██ Chagatai Khanat | ██ Ilkhanat ██ Dinasti Yuan |
Pada permulaan Abad Pertengahan, di Asia Tenggara terjadi kejatuhan Kerajaan Funan yang terbentang dari pesisir Laut Cina Selatan hingga Samudra Hindia. Kerajaan tersebut digantikan oleh Kerajaan Chenla. Sementara itu di sebelah utara, yaitu daratan Cina berdiri sejumlah negara yang saling bertikai, dan periode tersebut dikenal sebagai masa Dinasti Utara dan Selatan (420-589). Negara-negara tersebut bersatu di bawah Dinasti Sui pada tahun 581. Dinasti tersebut tidak bertahan lama dan digantikan oleh Dinasti Tang (618). Di bawah pengaruh dinasti ini, kekaisaran Cina mengalami zaman kejayaannya dalam bidang seni, sains, dan teknologi. Kejayaan militer di Basin Tarim menyebabkan Jalur Sutera terbuka sehingga Cina dapat melakukan perdagangan dengan Asia Tengah, bahkan hingga ke Barat.
Sekitar abad ke-7, kerajaan maritim Sriwijaya berdiri di Sumatera Selatan, wilayah Indonesia masa kini. Wilayah kekuasaannya mencakup pulau Sumatra, Jawa Barat, dan Semenanjung Malaya sampai tanah genting Kra (selatan Thailand). Kerajaan ini memiliki hegemoni atas laut di sekitar semenanjung Malaya, seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan. Kerajaan ini juga berpengaruh atas jalur laut perdagangan antara India dan Cina, sekaligus berdagang dengan mereka. Pada periode yang sama, pengaruh Dinasti Chola di India sudah berkembang hingga ke wilayah Andra Pradesh masa kini dan kerajaannya telah menjadi tempat ziarah bagi biarawan dari Asia Timur.[104] Dinasti tersebut menjalin hubungan dagang dengan Dinasti Tang di Cina dan kerajaan Sriwijaya di Semenanjung Malaya.[105]
Pada abad ke-9, Kerajaan Pagan atau Dinasti Pagan terbentuk di Myanmar, sebagai manifestasi dari penyatuan wilayah-wilayah kedaulatan di kawasan tersebut. Selama keberlangsungannya, kerajaan ini mendukung pertumbuhan Agama Buddha Theravada di kawasan Asia Tenggara. Di sebelah timur, Kekaisaran Khmer berdiri, menggantikan Kerajaan Chenla. Angkor, ibukota Khmer, merupakan kota terbesar di dunia sebelum zaman industri dan memiliki ribuan kuil, yang paling terkemuka adalah Angkor Wat. Pada periode yang sama, Dinasti Tang di Cina mengalami kemunduran karena pemberontakan di wilayah selatan. Akhirnya wilayah kekaisaran Cina terpecah menjadi lima dinasti dan sepuluh negara yang saling bertikai (907-960). Pada tahun 907, di Cina Utara berdiri Dinasti Liao yang didirikan oleh bangsa Khitan dari kawasan Mongolia kini. Sementara itu perang saudara di selatan diakhiri dengan berdirinya Dinasti Song (960). Pada masa Dinasti Song, terjadi kemajuan teknologi dalam peperangan, yaitu pengembangan bubuk mesiu yang berujung pada penciptaan senjata api, seperti senapan, meriam, dan pelontar api.[106]
Pada abad ke-11, Sriwijaya jatuh ke tangan Dinasti Chola. Pada masa itu juga, Islam menyebar dari Gujarat ke Indonesia. Pada abad ke-12 dan ke-13, Pagan dan Kekaisaran Khmer menjadi dua kekaisaran utama di Asia Tenggara daratan.[30] Sementara itu di Cina, Dinasti Liao tergantikan oleh Dinasti Jin (1115) yang didirikan bangsa Jurchen.
Pada abad ke-13, bangsa Mongol melancarkan serbuan ke sejumlah kawasan di Asia, antara lain: Asia Tengah dan Barat (Siberia, Iran, India), Asia Timur (Cina, Manchuria, Tibet, Korea, Jepang), dan Asia Tenggara (Myanmar, Jawa, Vietnam). Dinasti Jin dan Song menjadi bagian dari Kekaisaran Mongolia, memicu berdirinya Dinasti Yuan (1271). Di beberapa tempat, seperti Jepang, Vietnam, dan Jawa penyerbuan mereka gagal. Meskipun demikian, Ekspansi Mongol sangat sukses karena pada akhirnya wilayah mereka terbentang sangat luas, dari pesisir Laut Cina Timur hingga Eropa Tengah.[107] Kekaisaran Mongolia hanya bertahan selama kurang lebih satu abad. Setelah kejayaannya, wilayah taklukan mereka melepaskan diri. Di Cina, pemerintahan Dinasti Yuan digulingkan oleh rakyat dan digantikan dengan pemerintahan Dinasti Ming (1368-1644) oleh orang Han. Di bawah Dinasti Ming, sekali lagi Cina berada dalam masa kejayaannya.[108]
Di Thailand, Sukhothai (abad ke-13) dan Ayutthaya (abad ke-14) merupakan kekuatan utama bangsa Thai yang dipengaruhi oleh bangsa Khmer. Setelah Ayutthaya mendominasi Sukhotai, pada abad ke-15, Khmer diserbu oleh Ayutthaya. Sementara itu, di Indonesia, kerajaan-kerajaan Islam sedang berdiri, antara lain Kesultanan Malaka, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Cirebon. Menjelang akhir Abad Pertengahan, bangsa Eropa mulai berdatangan dan berdagang di kawasan Asia Tenggara, diawali dengan bangsa Portugis, disusul dengan Spanyol dan Belanda.
Sejarah modern [sunting]
Sejarah modern ("periode modern", "era modern", "zaman modern") adalah sejarah masa-masa setelah Abad Pertengahan. "Sejarah kontemporer" adalah sejarah yang meliputi peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak sekitar tahun 1900 hingga sekarang.
Abad Modern Awal [sunting]
"Abad Modern Awal"[c] adalah istilah yang digunakan oleh para sejarawan untuk merujuk pada suatu periode di Eropa Barat dan koloni-koloni pertamanya yang berlangsung selama berabad-abad antara Abad Pertengahan dan Revolusi Industri – sekitar 1500 sampai 1800. Abad Modern Awal ditandai dengan pemusatan perhatian pada sains dan semakin majunya perkembangan teknologi, sekularisasi politik, dan berdirinya negara kota. Ekonomi kapitalis mulai berkembang, mula-mula di republik-republik Italia Utara seperti Genoa. Pada Abad Modern Awal juga dimulai perkembangan dan dominansi teori ekonomi merkantilisme. Abad Modern Awal menggambarkan kemunduran dan akhirnya kelenyapan feodalisme, perbudakan, dan kekuasaan Gereja Katolik Roma di sebagian besar kawasan Eropa. Dalam periode tersebut juga terjadi masa akhir Reformasi Protestan, Perang Tiga Puluh Tahun, Abad Penemuan, Kolonisasi Eropa di Amerika, dan puncak perburuan penyihir di Eropa.
Pada periode ini terjadi kemunduran pada sejumlah peradaban di Afrika dan kemajuan di tempat lain. Ethiopia memasuki Zemene Mesafint (Zaman Para Pangeran) tahun 1769 ketika kaisar menjadi kepala negara sementara negara diperintah oleh panglima perang, kemudian dipulihkan oleh Kaisar Tewodros II. Pesisir Swahili mengalami kemunduran setelah berada di bawah kendali bangsa Portugis dan Oman. Kekaisaran Songhai jatuh ke tangan bangsa Maroko pada tahun 1591 saat mereka diserbu dengan senjata api. Kerajaan Zimbabwe menjadi beberapa kerajaan kecil seperti Mutapa dan Butua. Peradaban lain di Afrika mengalami kemajuan selama periode ini; Kekaisaran Oyo berada dalam masa kejayaannya, demikian pula Kekaisaran Benin. Tahun 1670, Kekaisaran Ashanti bangkit di daerah yang kini disebut Ghana. Kerajaan Kongo juga berkembang pesat selama periode ini. Eksplorasi bangsa Eropa di Afrika mencapai puncaknya pada periode ini.
Renaisans [sunting]
Renaisans Eropa, berawal pada abad ke-14,[109] ditandai dengan penggalian kembali ilmu-ilmu dari zaman kuno, serta kebangkitan ekonomi dan kehidupan sosial di Eropa. Zaman Renaisans juga menimbulkan budaya ingin tahu, yang berujung pada humanisme[110] dan Revolusi Ilmiah.[111] Meskipun ada pergolakan dan revolusi sosial dan politik yang diupayakan melalui berbagai cara intelektual, Zaman Renaisans lebih dikenal akan perkembangan kesenian dan kontribusi para polimatik macam Leonardo da Vinci dan Michelangelo, yang menyebabkan adanya istilah "Bapak Renaisans".[112][113]
Ekspansi Eropa [sunting]
| Peta pelayaran terkemuka pada Abad Penemuan, 1482–1524. | |||
|
Penemuan terkemuka |
|||
|---|---|---|---|
| Penemuan/ Tujuan |
Pemimpin penjelajahan | Tahun | Didanai oleh |
| Sungai Kongo | Diogo Cão | 1482 | João II dari Portugal |
| Tanjung Harapan, Samudra Hindia |
Dias | 1488 | João II dari Portugal |
| Karibia | Kolumbus | 1492 | Fernando dan Isabel |
| India | Vasco da Gama | 1498 | Manuel I |
| Brazil | Cabral | 1500 | Manuel I |
| Maluku, Australasia (Samudra Pasifik Barat) |
Albuquerque, Abreu dan Serrão |
1512 | Manuel I |
| Samudra Pasifik Timur | Vasco Balboa | 1513 | Fernando II dari Aragón |
| Selat Magellan | Magellan | 1520 | Carlos I dari Spanyol |
| sirkumnavigasi | "Magellan" | 1522 | Carlos I dari Spanyol |
| Australia | Willem Janszoon | 1606 | Perusahaan Hindia Timur Britania |
| Selandia Baru | Abel Tasman | 1642 | Perusahaan Hindia Timur Britania |
| Antartika | James Cook | 1773 | George III |
| Hawaii | James Cook | 1778 | George III |
Selama periode ini, kekuatan Eropa mendominasi hampir seluruh bagian dunia. Dalam suatu teori dinyatakan bahwa geografi Eropa berperan penting dalam keberhasilan tersebut. Dari luar, Timur Tengah, India, dan Cina dikelilingi oleh pegunungan atau laut. Sekali rintangan alami ini dilalui, wilayah mereka hampir tampak datar. Sebaliknya, Pegunungan Pirenia, Alpen, Apennini, Karpatia, dan pegunungan lainnya terbentang di sepanjang Eropa, dan kawasan benua tersebut juga terbagi-bagi oleh sejumlah lautan. Hal ini memberi perlindungan lebih bagi Eropa terhadap risiko penyerbuan dari Asia Tengah. Sebelum zaman penggunaan senjata api, bangsa nomad Asia Tengah lebih unggul daripada negara-negara agraris di sekeliling benua Eurasia dan bila mereka berhasil menerobos ke dataran India Utara atau melalui lembah-lembah di Cina, serbuan mereka tidak akan terhentikan. Serbuan mereka kerap mendatangkan kehancuran. Zaman kejayaan Islam[114] berakhir setelah bangsa Mongol menghancurkan Baghdad tahun 1258. India dan Cina merupakan subjek serbuan secara berkala, dan Rusia melewati masa hampir dua abad di bawah penindasan bangsa Mongol-Tatar. Eropa Tengah dan Barat, secara logistik lebih jauh dari jantung Asia Tengah, sehingga menjamin risiko penyerbuan yang lebih kecil.
Geografi berpengaruh terhadap perbedaan geopolitik. Dalam sebagian besar sejarahnya, Cina, India, dan Timur Tengah disatukan di bawah kekuatan dominan yang memperluas teritorinya hingga mencapai batas pegunungan dan gurun di sekelilingnya. Tahun 1600-an, Kesultanan Utsmaniyah[115] menguasai hampir seluruh kawasan Timur Tengah, sementara Dinasti Ming memerintah Cina,[116][117] dan Kemaharajaan Mughal berkuasa atas India. Sebaliknya, Eropa kerap terpecah-belah menjadi sejumlah negara yang saling berperang. Imperium-imperium pemersatu Eropa, kecuali Kekaisaran Romawi, cenderung runtuh tak lama setelah berdiri. Faktor geografis penting lainnya yang berperan dalam kebangkitan Eropa adalah Laut Tengah, yang selama ribuan tahun telah berfungsi sebagai jalur maritim yang membantu pertukaran komoditas, bangsa, pemikiran, dan invensi.
Hampir seluruh peradaban agraris didesak oleh lingkungan sekitarnya. Produktivitas tetap rendah, dan perubahan iklim dengan mudah mempengaruhi siklus kejayaan dan kemunduran (boom-and-bust cycle; masa ekonomi sedang) yang menghantarkan peradaban menuju kebangkitan dan kehancurannya. Pada abad ke-16, terjadi perubahan kualitatif dalam sejarah dunia. Kemajuan teknologi serta kemakmuran yang dihasilkan melalui perdagangan perlahan-lahan memberikan peluang yang lebih besar.[118]
Hak kepemilikan dan ekonomi pasar bebas di Eropa lebih kuat daripada tempat lain di mana pun karena idealisme kebebasannya, sehingga sikap dan tradisi tersebut mendukung ekspansi Eropa.[119][120]. Pada masa kini, sarjana seperti Kenneth Pomeranz berkeberatan dengan pandangan tersebut, meskipun pendekatan sang revisionis terhadap sejarah dunia menuai kritik karena meremehkan prestasi peradaban Eropa.[121]
Ekspansi maritim Eropa mengejutkan—mengingat kondisi geografis benua tersebut—dan sebagian besar merupakan usaha negara-negara yang berada di pesisir Samudra Atlantik: Portugal, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda. Awalnya Imperium Portugis dan Spanyol merupakan penakluk ulung dan sumber pengaruh, dan perserikatan mereka menghasilkan Uni Iberia,[122] imperium global pertama yang memiliki wilayah "yang tak pernah melihat matahari tenggelam". Kemudian Inggris, Prancis, dan Belanda—negara-negara di sebelah utara—mulai mendominasi Atlantik. Dalam peperangan yang terjadi pada abad ke-17 dan ke-18—berpuncak pada peperangan era Napoleon—Britania muncul sebagai kekuatan dunia baru.
Pada era ini kebudayaan Eropa memasuki Abad Pencerahan[d] yang menuju pada Revolusi Ilmiah.[123]
Abad Modern [sunting]
Revolusi Ilmiah mengubah pemahaman manusia terhadap dunia dan menggiringnya pada Revolusi Industri, sebuah tranformasi besar bagi perekonomian dunia.[123][124] Revolusi Ilmiah pada abad ke-17 memberikan sedikit dampak langsung terhadap teknologi industri, tetapi setelah pertengahan abad ke-18 kemajuan ilmiah mulai diterapkan secara signifikan pada invensi praktis. Revolusi Industri diawali di Britania Raya dan menggunakan mode produksi baru—pabrik, produksi massal, dan mekanisasi—untuk menghasilkan produk secara lebih cepat dan dalam jumlah besar, serta mempekerjakan buruh lebih sedikit daripada masa sebelumnya. Abad Pencerahan juga menuju kepada permulaan demokrasi modern dalam Revolusi Amerika dan Perancis saat akhir abad ke-18. Demokrasi dan republikanisme kemudian bertumbuh dan memberikan dampak besar bagi kualitas kehidupan dan peristiwa-peristiwa besar di duna.
Setelah orang Eropa (terutama Inggris dan Spanyol) memberikan pengaruh dan pendudukan atas benua Amerika, aktivitas imperialisme di Barat akhirnya berpaling ke Timur dan Asia.[125][126] Pada abad ke-19, negara-negara Eropa mengalami kemajuan sosial dan teknologi daripada negeri-negeri di timur.[127] Britania memperoleh kuasa atas anakbenua India, Mesir, dan semenanjung Malaya;[128] Perancis mengambil alih Indochina; sedangkan Belanda memperkuat kuasanya atas Hindia Belanda. Banyak emigran Inggris menduduki Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan,[128] sedangkan Rusia menduduki kawasan Siberia yang belum mengenal pertanian.[129][130] Akhir abad ke-19, kekuatan negara-negara Eropa membagi-bagi daerah Afrika yang terjajah. Di Eropa sendiri, tantangan ekonomi dan militer menciptakan sistem negara kebangsaan, dan pengelompokan etnolinguistik mulai dipakai untuk mengenali jati diri sebagai bangsa yang berbeda dengan aspirasi otonomi kultural dan politik. Nasionalisme semacam itu akan menjadi hal penting bagi suku bangsa lain di berbagai belahan dunia saat abad ke-20.
Selama Revolusi Industri, perekonomian dunia bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar, setelah penemuan metode transportasi yang baru, seperti kereta api dan kapal uap, yang membuat dunia terasa makin sempit.[124] Di sisi lain, polusi industri dan kerusakan lingkungan—yang sudah ada sejak penemuan api dan permulaan peradaban—meningkat drastis.
Kemajuan yang berkembang di Eropa selama pertengahan abad ke-18 ada dua: budaya kewirausahawan,[127][131] dan kemakmuran yang diperoleh melalui perdagangan jalur Atlantik[127] (termasuk perdagangan budak Afrika). Akhir abad ke-16, perak yang diperoleh dari benua Amerika telah memperkaya Kekaisaran Spanyol.[132] Keuntungan dari perdagangan budak dan perkebunan di Karibia hanya menyumbang sekitar 5% dari perekonomian Britania saat Revolusi Industri.[133] Sejumlah sejarawan menyimpulkan bahwa pada 1750, produktivitas buruh di kawasan-kawasan paling berkembang di Cina masih sederajat dengan perekonomian Atlantik bangsa Eropa[134], tetapi sejarawan lainnya seperti Angus Maddison manyatakan bahwa produktivitas perkapita Eropa Barat sejak akhir Abad Pertengahan telah melampaui daerah-daerah mana pun di dunia.[135]
Sejarah kontemporer [sunting]
1900–1945 [sunting]
Abad ke-20[136][137][138] dimulai saat Eropa berada dalam puncak kemakmuran dan kekuasaannya, sedangkan sebagian besar kawasan lainnya berada di bawah kekuatan kolonialisme mereka secara langsung atau dominasi secara tidak langsung.[139] Banyak daerah di belahan dunia lainnya mendapat imbas dari negara-negara yang sangat terpengaruh budaya Eropa: Amerika Serikat dan Jepang.[140] Saat permulaan abad ini, sistem global yang didominasi oleh kekuatan-kekuatan yang bersaing satu sama lain menjadi persoalan yang dipenuhi ketegangan, akhirnya menyerah pada struktur negara-negara independen yang lebih lunak yang terorganisasi menurut cara barat.
Transformasi tersebut bertumbuh menjadi serangkaian perang dengan medan dan kehancuran sangat besar. Perang Dunia I menghancurkan banyak imperium dan kerajaan di Eropa, serta melemahkan Britania Raya dan Perancis.[141] Setelah perang berakhir, ideologi-ideologi baru bermunculan. Revolusi Rusia (1917)[142] menyebabkan berdirinya negara komunis, sedangkanpada dasawarsa 1920 dan 1930 terjadi kediktatoran militer fasis di Italia, Jerman, Spanyol, dan lain-lain.[143]
Perselisihan antarnegara yang berlarut-larut, diperburuk dengan perekonomian yang kacau dan Depresi Besar, telah mendukung terjadinya Perang Dunia II.[144][145] Kediktatoran militer di Eropa dan Jepang mengupayakanekspansionisme imperialis. Kekalahan mereka membuka jalan bag kemajuan komunisme di Eropa Tengah, Yugoslavia, Bulgaria, Romania, Albania, Cina, Vietnam Utara, dan Korea Utara.
1945–2000 [sunting]
Setelah Perang Dunia II berakhir tahun 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan dengan harapan menyelesaikan perselisihan antarbangsa dan mencegah peperangan di masa depan.[146][147] Perang tersebut menyisakan dua negara dengan kekuatan besar, yaitu Amerika Serikat[148] dan Uni Soviet, yang membimbing perkara internasional.[149] Keduanya saling mencurigai dan takut akan persebaran global dari model politik dan ekonomi salah satu negara tersebut. Hal itu memicu terjadinya Perang Dingin—perselisihan tanpa pertumpahan darah antara Amerika Serikat, Uni Soviet, dan sekutu masing-masing. Dengan pengembangan senjata nuklir[150] dan perlombaan senjata, umat manusia berada dalam risiko terjadinya perang nuklir yang dipicu kedua negara adikuasa tersebut.[151] Perang semacam itu dianggap sulit dijalankan, sehingga pendanaan dipakai dalam perang lewat pihak ketiga, dengan pengeluaran yang cocok untuk negara Dunia Ketiga tanpa senjata nuklir. Perang Dingin berakhir hingga tahun 1990-an, ketika sistem komunis Uni Soviet mulai runtuh, tak mampu bersaing secara ekonomi dengan Amerika Serikat dan Eropa Barat. Negara-negara Uni Soviet di Eropa Tengah menuntut kedaulatan bangsa mereka sehingga pada tahun 1991, Uni Soviet pecah menjadi sejumlah negara.[152][153][154] Sejak saat itu, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara adikuasa di dunia.[155][156][e]
Pada beberapa dasawarsa awal abad ke-20, daerah jajahan negara-negara Eropa—Belgia, Inggris, Belanda, Perancis, dan imperium Eropa lainnya—di Afrika dan Asia mendeklarasikan kemerdekaannya secara resmi.[158][159] Negara-negara baru merdeka tersebut menghadapi tantangan dalam bentuk neokolonialisme, kemiskinan, buta huruf, dan penyakit tropis endemis.[160][161] Banyak negara di Eropa Barat dan Tengah yang perlahan-lahan membentuk suatu komunitas politik dan ekonomi, yaitu Uni Eropa, yang melebar ke timur karena keikutsertaan negara-negara bekas Uni Soviet.[162]
Pada abad ke-20 terjadi ledakan kemajuan sains dan teknologi, serta peningkatan harapan hidup dan standar kehidupan bagi sebagian besar umat manusia. Dalam perkembangannya, perekonomian dunia beralih dari batu bara ke minyak bumi seiring pembaruan dalam teknologi transportasi, mengiringi permulaan Zaman Informasi,[163] yang menuju pada percepatan globalisasi.[164][165][166]
Pada abad ini, aplikasi teknologi sudah mampu menembus atmosfer Bumi yang memungkinkan umat manusia menjelajahi ruang hampa di Tata Surya. Dalam bidang biologi, penemuan struktur DNA[167]—pola cetakan kehidupan—dan pengurutan genom manusia, merupakan suatu prestasi gemilang dalam pemahaman terhadap biologi manusia dan penanganan penyakit.[168] Angka melek huruf di seluruh dunia mulai meningkat, sebaliknya persentase sumber tenaga kerja untuk memproduksi pangan bagi umat manusia perlahan-lahan menurun. Teknologi perekaman suara, film, siaran radio dan televisi mengakibatkan informasi dan hiburan menyebar dengan sangat pesat. Kemudian, pada dasawarsa terakhir di abad tersebut, terjadi peningkatan pada jumlah penggunaan komputer, termasuk komputer pribadi. Jaringan komunikasi global hadir dalam bentuk Internet. Media massa satu arah beralih menjadi komunikasi individual dalam gejala yang disebut pergeseran peradaban keempat menuju peradaban kelima.[169]
Pada abad ini muncul beberapa ancaman global, ada yang terjadi akibat ulah manusia atau lebih parah daripada sebelumnya, dan ada yang baru diketahui secara luas, misalnya pengembangan nuklir, perubahan iklim global,[170][171] penebangan hutan, pembeludakan jumlah penduduk, keberadaan asteroid dan komet di dekat Bumi,[172] dan penyusutan sumber daya alam (khususnya bahan bakar fosil).[173]
Abad ke-21 [sunting]
Abad ke-21 ditandai oleh globalisasi ekonomi dan perkembangan komunikasi seperti telepon genggam dan Internet. Kebutuhan dunia dan pengurasan sumber daya alam meningkat karena pertumbuhan populasi dan industrialisasi, terutama di India, Cina, dan Brazil. Kebutuhan ini mengakibatkan peningkatan kerusakan lingkungan dan mengembangkan ancaman pemanasan global.[174] Maka dari itu ada imbauan untuk pengembangan bahan bakar alternatif atau sumber energi yang dapat diperbarui (terutama tenaga surya dan tenaga angin), ajuan untuk teknologi bahan bakar fosil yang lebih bersih, dan pertimbangan untuk perluasan pemakaian tenaga nuklir (beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir mengalami bencana).[175][176][177]
Lihat pula [sunting]
Topik sejarah [sunting]
[sunting]
[sunting]
Rujukan [sunting]
Catatan kaki [sunting]
- ^ Kehidupan nomaden masih dipertahankan di beberapa tempat yang sulit dijadikan lahan pertanian.[4]
- ^ Kata "civilization" (peradaban) berasal dari kata Latin civilis, berarti "sipil," terkait dengan civis, artinya "penduduk," dan civitas, artinya "kota" atau "negara-kota."
- ^ "Early Modern," historically speaking, refers to Western European history from 1501 (after the widely accepted end of the Late Middle Ages; the transition period was the 15th century) to either 1750 or c. 1790–1800, by which ever epoch is favored by a school of scholars defining the period—which, in many cases of periodization, differs as well within a discipline such as art, philosophy or history.
- ^ The Age of Enlightenment has also been referred to as the Age of Reason. Historians also include the late 17th century, which is typically known as the Age of Reason or Age of Rationalism, as part of the Enlightenment; however, contemporary historians have considered the Age of Reason distinct to the ideas developed in the Enlightenment. The use of the term here includes both Ages under a single all-inclusive time-frame.
- ^ After 1970s, the United States superpower status has came into question as that country's economic supremacy began to show signs of slippage.[157]
Referensi [sunting]
- ^ Diringer, David (1986), "Writing", Encyclopedia Americana 29, p. 558, "Writing gives permanence to men's knowledge and enables them to communicate over great distances.... The complex society of a higher civilization would be impossible without the art of writing."
- ^ Webster, H. (1921), World history, Boston: D.C. Heath, p. 27
- ^ Tudge, Colin (1998). Neanderthals, Bandits and Farmers: How Agriculture Really Began. London: Weidenfeld & Nicolson. ISBN 0-297-84258-7.
- ^ Diamond, Jared (1996). Guns, Germs, and Steel: the Fates of Human Societies. New York: W. W. Norton. ISBN 0-393-03891-2.
- ^ McNeill, Willam H. (1999) [1967]. "In The Beginning". A World History (4 ed.). New York: Oxford University Press. p. 15. ISBN 0-19-511615-1.
- ^ Baines, John dan Jaromir Malek (2000). The Cultural Atlas of Ancient Egypt (revisi ed.). Facts on File. ISBN 0816040362.
- ^ Bard, KA (1999). Encyclopedia of the Archaeology of Ancient Egypt. NY, NY: Routledge. ISBN 0-415-18589-0.
- ^ a b Grimal, Nicolas (1992). A History of Ancient Egypt. Blackwell Books. ISBN 0631193960.
- ^ Allchin, Raymond (ed.) (1995). The Archaeology of Early Historic South Asia: The Emergence of Cities and States. New York: Cambridge University Press.
- ^ Chakrabarti, D. K. (2004). Indus Civilization Sites in India: New Discoveries. Mumbai: Marg Publications. ISBN 81-85026-63-7.
- ^ Dani, Ahmad Hassan; Mohen, J-P. (eds.) (1996). History of Humanity, Volume III, From the Third Millennium to the Seventh Century BC. New York/Paris: Routledge/UNESCO. ISBN 0415093066.
- ^ Schmandt-Besserat, Denise (January–February 2002). "Signs of Life". Archaeology Odyssey: 6–7, 63.
- ^ "Internet Medieval Sourcebook Project". Fordham.edu. Diakses 2009-04-18.
- ^ "The Online Reference Book of Medieval Studies". The-orb.net. Diakses 2009-04-18.
- ^ Burckhardt, Jacob (1990) [1878], The Civilization of the Renaissance in Italy, diterjemahkan oleh S.G.C Middlemore, ISBN 0-14-044534-X
- ^ "''The Cambridge Modern History. Vol 1: The Renaissance (1902)". Uni-mannheim.de. Diakses 2009-04-18.
- ^ a b Rice, Eugene, F., Jr. (1970). The Foundations of Early Modern Europe: 1460–1559. W.W. Norton & Co.
- ^ "What Did Gutenberg Invent?". BBC. Diakses 2008-05-20.
- ^ Grant, Edward (1996), The Foundations of Modern Science in the Middle Ages: Their Religious, Institutional, and Intellectual Contexts, Cambridge: Cambridge University Press
- ^ More, Charles (2000), Understanding the Industrial Revolution (edisi daring)
- ^ Hallo, William W.; Simpson, William Kelly (1997), The Ancient Near East: A History, Holt Rinehart and Winston Publishers
- ^ de Mieroop, Marc Van (2003), History of the Ancient Near East: Ca. 3000–323 BC., Blackwell Publishers
- ^ "Ancient Asian World". Automaticfreeweb.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ "The story of the 21st century", Reuters – The State of the World
- ^ "Scientific American Magazine (September 2005) The Climax of Humanity". Sciam.com. 2005-08-22. Diakses 2009-04-18.
- ^ Chen, F.C. & Li, W.H. (2001). "Genomic divergences between humans and other hominoids and the effective population size of the common ancestor of humans and chimpanzees". Am J Hum Genet 68 (2): 444–456. doi:10.1086/318206. PMC 1235277. PMID 11170892.
- ^ Price, David. "Energy and Human Evolution". Diakses 2007-11-12. "Fire was used by Homo erectus in northern China more than 400,000 years ago, and there is sketchy evidence suggesting that it may have been used long before that (Gowlett, 1984, pp. 181-82)"
- ^ "First Control of Fire by Human Beings--How Early?". Diakses 2007-11-12.
- ^ a b "Human Evolution by The Smithsonian Institution's Human Origins Program". Human Origins Initiative. Smithsonian Institution. Diakses 2010-08-30.
- ^ a b Uniquely Human. 1991. ISBN 0-674-92183-6.
- ^ Karl J. Narr. "Prehistoric religion". Britannica online encyclopedia 2008. Diakses 2008-03-28.
- ^ "Hints Of Earlier Human Exit From Africa". Science News. doi:10.1126/science.1199113. Diakses 2011-05-01.
- ^ Bowler, James M. et al (2003), New ages for human occupation and climatic change at Lake Mungo, Australia (jurnal)
- ^ PMID 22552077 (PubMed)
Citation will be completed automatically in a few minutes. Jump the queue or expand by hand - ^ Fossil Teeth Put Humans in Europe Earlier Than Thought, New York Times, 3 Maret 2011
- ^ "International Stratigraphic Chart". International Commission on Stratigraphy. Diakses 2012-12-06.
- ^ Graeme Barker (25 March 2009). The Agricultural Revolution in Prehistory: Why did Foragers become Farmers?. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-955995-4. Diakses 15 August 2012.
- ^ "Southern Europe, 8000–2000 B.C. | Timeline of Art History". The Metropolitan Museum of Art. Diakses 2011-07-16.
- ^ Zohary, Daniel; Hopf, Maria (2000), Domestication of plants in the Old World (3 ed.), Oxford: Oxford University Press, pp. 86–88
- ^ Archaeobiology: Squash Seeds Yield New View of Early American Farming, Science Mag
- ^ The Initial Domestication of Cucurbita pepo in the Americas 10,000 Years Ago, Science Mag
- ^ a b Langer, Erick D. & Stearns, Peter N. (1994). "Agricultural systems". In Stearns, Peter N. Encyclopedia of social history. Taylor & Francis. p. 28. ISBN 978-0-8153-0342-8.
- ^ a b Chandler, T. (1987), Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census, Lewiston, NY: Edwin Mellen Press
- ^ a b Modelski, G. (2003), World Cities: –3000 to 2000, Washington, DC: FAROS 2000
- ^ Stearns, Peter N.; William L. Langer (2001-09-24). The Encyclopedia of World History: Ancient, Medieval, and Modern, Chronologically Arranged. Houghton Mifflin Company. ISBN 0-395-65237-5.
- ^ Ascalone, Enrico (2007), Mesopotamia: Assyrians, Sumerians, Babylonians (Dictionaries of Civilizations; 1) (paperback), Berkeley: University of California Press, ISBN 0-520-25266-7
- ^ Allchin, Bridget (1997), Origins of a Civilization: The Prehistory and Early Archaeology of South Asia, New York: Viking
- ^ Allchin Raymond (ed.) (1995), The Archaeology of Early Historic South Asia: The Emergence of Cities and States, New York: Cambridge University Press
- ^ "The Sun God Ra and Ancient Egypt". Solarnavigator.net. Diakses 2009-04-18.
- Tianshu Zhu (2003), "The Sun God and the Wind Deity at Kizil", Webfestschrift Marshak: Ēran ud Anērān, Transoxiana Webfestschrift Series I
- Gimbutas, Maria (1989), The Language of the Goddess, Harpercollins, ISBN 0-06-250356-1
- ^ Turner, Patricia; Coulter, Charles Russell (2001), Dictionary of Ancient Deities, New York: Oxford University Press
- ^ Allen, James (2007). The Ancient Egyptian Pyramid Texts. Atlanta, GA: Scholars Press. ISBN 1-58983-182-9.
- ^ Symmes, Patrick (1 Maret 2010), "History in the Remaking: a temple complex in Turkey that predates even the Pyramids is rewriting the story of human evolution", Newsweek, pp. 46–48
- ^ Wells, H. G. (1921), The Outline of History: Being A Plain History of Life and Mankind, New York: Macmillan Company, p. 137
- ^ Chadwick, John (1976), The Mycenaean World, Cambridge University Press, ISBN 0-521-29037-6
- ^ Mylonas, George E. (1966), Mycenae and the Mycenaean Age, Princeton University Press, ISBN 0-691-03523-7
- ^ Jamison, Stephanie W.; Witzel, Michael (2003), in Arvind Sharma, The Study of Hinduism, University of South Carolina Press, p. 65
- ^ Shermer, Michael. The Science of Good and Evil. ISBN 0-8050-7520-8.
- ^ Oberlies (1998:155) gives an estimate of 1100 BC for the youngest hymns in book 10. Estimates for a terminus post quem of the earliest hymns are more uncertain. Oberlies (p. 158) based on 'cumulative evidence' sets wide range of 1700–1100
- ^ Neusner, Jacob (2009), World Religions in America: An Introduction, Westminster John Knox Press, ISBN 978-0-664-23320-4
- ^ "Chinese Legalism: Documentary Materials and Ancient Totalitarianism". Worldfuturefund.org. Diakses 2009-04-18.
- ^ Miller, James (2003), Daoism: A Short Introduction, Oxford: Oneworld Publications, ISBN 1-85168-315-1
- ^ "Confucianism and Confucian texts". Comparative-religion.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ a b Robinet, Isabelle (1997) [1992], Taoism: Growth of a Religion, Stanford: Stanford University Press, ISBN 0-8047-2839-9
- ^ Elman, Benjamin A. (2005), On their own terms: science in China, 1550-1900, Harvard University Press, ISBN 978-0-674-01685-9
- ^ Gunn, Geoffrey C. (2003), First globalization: the Eurasian exchange, 1500 to 1800, Rowman & Littlefield, ISBN 978-0-7425-2662-4
- ^ "Socrates". 1911 Encyclopaedia Britannica. 1911.
- ^ Plato, Stanford Encyclopedia of Philosophy
- ^ "The Catholic Encyclopedia". Newadvent.org. 1907-03-01. Diakses 2009-04-18.
- ^ "The Internet Encyclopedia of Philosophy". Utm.edu. Diakses 2009-04-18.
- ^ Heckel, Waldemar, A Bibliography of Alexander the Great (PDF)
- ^ Smith, Mahlon H., "Alexander III the Great", Historical Sourcebook
- ^ "Trace Alexander's conquests on an animated map". Ac.wwu.edu. Diarsipkan dari aslinya tanggal June 15, 2008. Diakses 2009-04-18.
- ^ Camp, J. M.; Dinsmoor, W. B. (1984), Ancient Athenian building methods. Excavations of the Athenian Agora, no. 21, Athena: American School of Classical Studies at Athens
- ^ Oleson, J. P. (1984), Greek and Roman Mechanical Water-lifting Devices: the history of a technology, Dordrecht: Reidel
- ^ Morgan, L. H. (1877). Ancient society; or, Researches in the lines of human progress from savagery, through barbarism to civilization. New York: H. Holt and Company.
- ^ Central America, MSN Encarta Online Encyclopedia 2006, diarsipkan dari aslinya tanggal 2009-10-31
- ^ "Olmec Origins in The Southern Pacific Lowlands". Authenticmaya.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ "Detailed history of the Roman Empire". Roman-empire.info. Diakses 2009-04-18.
- ^ Edward Gibbon. "General Observations on the Fall of the Roman Empire in the West", from the Internet Medieval Sourcebook. Brief excerpts of Gibbon's theories.
- ^ Gibbon, Edward (1906). in J.B. Bury (with an Introduction by W.E.H. Lecky): The Decline and Fall of the Roman Empire (Volumes II, III, and IX). New York: Fred de Fau and Co..
- ^ Bury, John Bagnall (1923). History of the Later Roman Empire. Macmillan & Co., Ltd..
- ^ Bryce, J. B. (1907). The Holy Roman empire. New York: MacMillan.
- ^ Gascoigne, Bamber (2003). The Dynasties of China: A History. New York: Carroll & Graf. ISBN 1-84119-791-2.
- ^ Gernet, Jacques (1982). A history of Chinese civilization. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-24130-8.
- ^ "Han Dynasty by Minnesota State University". Mnsu.edu. Diakses 2009-04-18.
- ^ Buell, Paul D. (2003), Historical Dictionary of the Mongol World Empire, The Scarecrow Press, Inc., ISBN 0-8108-4571-7
- ^ Howorth, Henry H. History of the Mongols from the 9th to the 19th Century: Part I: The Mongols Proper and the Kalmuks. New York: Burt Frankin, 1965 (reprint of London edition, 1876).
- ^ Fred Donner, The Early Islamic Conquests Chapter 6
- ^ Golden age of Arab and Islamic Culture[pranala nonaktif]
- ^ "Overview of Muslim History". The Islam Project. Diakses 2009-04-18.
- ^ "Plague: The Black Death". National Geographic. Diakses 2008-11-03.
- ^ The Black Death and AIDS: CCR5-{Delta}32 in genetics and history. S.K. Cohn, Jr and L.T. Weaver. Oxford Journals.
- ^ Dictionary of the Middle Ages (1989) Joseph R. Strayer, editor in chief, ISBN 0-684-19073-7
- ^ Rudimentary chronology of civil and ecclesiastical history, art, literature and civilisation, from the earliest period to 1856. (1857). London: John Weale.
- ^ McManners, J. (2002). The Oxford history of Christianity. Oxford: Oxford University Press.
- ^ Pater, W. (1873). Studies in the history of the renaissance. London: Macmillan and.
- ^ Richard J. Mayne. "history of Europe:: The Middle Ages – Britannica Online Encyclopedia". Britannica.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ King, Adam (2002), "Mississippian Period: Overview", New Georgia Encyclopedia, diakses 15 November 2009
- ^ Pool, Christopher (2007). Olmec Archaeology and Early Mesoamerica. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-78882-3.
- ^ Coe, Michael D. (revised ed. 1999). Breaking the Maya Code. Thames and Hudson, New York. ISBN 978-0-500-28133-8.
- ^ Guernsey, Julia (2006). Ritual and Power in Stone: The Performance of Rulership in Mesoamerican Izapan Style Art. University of Texas Press, Austin, TX. ISBN 978-0-292-71323-9.
- ^ "Teotihuacan". Heilbrunn Timeline of Art History. Department of Arts of Africa, Oceania, and the Americas, The Metropolitan Museum of Art.
- ^ History of the Inca Empire, Trailing Incas – Inca history, society and religion
- Map and Timeline of Inca events, Timespacemap.com
- ^ K.A. Nilakanta Sastri, A History of South India, pp. 130, 133, "The Cholas disappeared from the Tamil land almost completely in this debacle, though a branch of them can be traced towards the close of the period in Rayalaseema – the Telugu-Chodas, whose kingdom is mentioned by Yuan Chwang in the seventh century A.D."
- ^ {[citation| author= Stuart Munro-Hay, Nakhon Sri Thammarat | title = The Archaeology, History and Legends of a Southern Thai Town| isbn = 974-7534-73-8}}
- ^ *Needham, Joseph (1986), Science and Civilization in China: Volume 5, Chemistry and Chemical Technology, Part 7: Military Technology; The Gunpowder Epic, Taipei: Caves Books
- ^ Wei-chieh Tsai. Review of May, Timothy (September 2012), The Mongol Conquests in World History (daring), H-Net Reviews
- ^ Edwin Oldfather Reischauer, John King Fairbank, Albert M. Craig (1960) A history of East Asian civilization, Volume 1. East Asia: The Great Tradition, George Allen & Unwin Ltd.
- ^ The Encyclopedia Americana: A Library of Universal Knowledge, New York: Encyclopedia Americana Corp., 1918, p. 539, "The European Renaissance which flourished from the 14th to the 16th century [...]"
- ^ Briffault, R. (1919). The making of humanity. London: G. Allen & Unwin ltd. 371 pages (cf. [...] humanism of the Renaissance [...])
- ^ The freethinker. (1881). London: G.W. Foote. Page 394 (cf., [...] scientific revolution began with the Italian Renaissance about 1500 [...])
- ^ BBC Science and Nature, Leonardo da Vinci Retrieved on May 12, 2007
- ^ BBC History, Michelangelo Retrieved on May 12, 2007
- ^ Joel L. Kraemer (1992), Humanism in the Renaissance of Islam, p. 1 & 148, Brill Publishers, ISBN 90-04-07259-4.
- ^ Imber, Colin. The Ottoman Empire, 1300–1650: The Structure of Power. Palgrave Macmillan, 2002. ISBN 0-333-61386-4.
- ^ Ebrey, Walthall, Palais. (2006). East Asia: A Cultural, Social, and Political History. Boston: Houghton Mifflin Company. ISBN 0-618-13384-4.
- ^ Ebrey, Patricia Buckley. (1999). The Cambridge Illustrated History of China. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-66991-X (paperback).
- ^ Grant, A. J. (1913), A history of Europe, London: Longmans, Green and Co
- Lavisse, E. (1891), General view of the political history of Europe, New York: Longmans, Green and Co
- Miller, E. (1987), The Cambridge economic history of Europe, 2, Trade and industry in the Middle Ages, Cambridge: Cambridge University Press
- Breasted, J. H.; Robinson, J. H. (1920), History of Europe, ancient and medieval: Earliest man, the Orient, Greece and Rome, Boston: Ginn and company
- Thatcher, O. J., Schwill, F., & Hassall, A. (1909), A general history of Europe, 350–1900, London: Murray
- Nida, W. L. (1913), The Dawn of American History in Europe, New York: Macmillian
- Robinson, J. H., Breasted, J. H., & Smith, E. P. (1921), A General History of Europe, from the Origins of Civilization to the Present Time, Boston: Ginn and company
- Goodrich, S. G. (1840), The Second Book of History, Combined with Geography: Containing the Modern history of Europe, Asia, and Africa, dengan ilustrasi dan peta berwarna, dan disusun sebagai lanjutan "The First Book of History", Boston: Hickling, Swan and Brewer
- Turner, E. R. (1921), Europe Since 1870, Garden City, NY: Doubleday
- Weir, A. (1886), The Historical Basis of Modern Europe (1760–1815): an introductory study to the general history of Europe in the nineteenth century, London: S. Sonnenschein, Lowrey
- Hallam, H. (1837), View of the State of Europe During the Middle Ages, London: J. Murray
- ^ Russell, W., & Lady of Massachusetts (1810), The History of Modern Europe, Hanover, NH: Printed by and for Charles and Wm. S. Spear
- ^ Ogg, F. A.; Sharp, W. R. (1926), Economic Development of Modern Europe, New York: Macmillan
- ^ Duchesne, Ricardo (Maret 2006), "Asia First?", The Journal of the Historical Society 6 (1), pp. 69–91
- ^ Hart, Jonathan Locke (2008), Empires and Colonies, Cambridge: Polity, p. 54
- ^ a b Sedgwick, W. T., & Tyler, H. W. (1917). A short history of science. New York: The Macmillan company.
- ^ a b Beard, C. (1902), The industrial revolution, S. Sonnenschein & co.
- ^ Grosvenor, E. A. (1899). Contemporary history of the world, 'Partition of Africa, Asia, and Oceania'. New York and Boston: T.Y. Crowell & Co.
- ^ Imperialism. Internet Modern History Sourcebook, fordham.edu.
- ^ a b c Robinson, J. H., Breasted, J. H., & Beard, C. A. (1914). Outlines of European history. Boston: Ginn.
- ^ a b McIntyre, W. D. (1977). The Commonwealth of nations: Origins and impact, 1869–1971. Minneapolis: University of Minnesota Press
- ^ Russia., Crawford, J. M., & World's Columbian Exposition. (1893). Siberia and the Great Siberian Railway: With a general map. Industries of Russia, v. 5. St. Petersburg: The Departmen
- ^ Korff, S. A. (1921). Russia in the Far East. Washington: The Endowment.
- ^ Wood, N. (1984). John Locke and agrarian capitalism. Berkeley: University of California Press.
- ^ Walton, T. R. (1994). The Spanish treasure fleets. Sarasota, Fla: Pineapple Press
- ^ Digital History, Steven Mintz. "Was slavery the engine of economic growth?". Digitalhistory.uh.edu. Diakses 2009-04-18.
- ^ Wolfgang Keller and Carol Shiue, nber.org.
- ^ "Homepage of Angus Maddison". Ggdc.net. Diakses 2009-04-18.
- ^ "The 20th Century Research Project". 20th-century.net. Diakses 2009-04-18.
- ^ "Slouching Towards Utopia: The Economic History of the Twentieth Century". Econ161.berkeley.edu. 2000-03-01. Diakses 2009-04-18.
- ^ TIME Archives The greatest writers of the 20th Century
- ^ Etemad, B. (2007). Possessing the world: taking the measurements of colonisation from the eighteenth to the twentieth century. European expansion and global interaction, v. 6. New York: Berghahn Books.
- ^ Wells, H. G. (1922). The Outline of History: Being A Plain History of Life and Mankind. New York: The Review of Reviews. Page 1200.
- ^ "A multimedia history of World War I". Firstworldwar.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ Bunyan, James and H. H. Fisher, eds. The Bolshevik Revolution, 1917–1918: Documents and Materials (Stanford, 1961; first ed. 1934).
- Reed, John. Ten Days that Shook the World. 1919, 1st Edition, published by BONI & Liveright, Inc. for International Publishers. Transcribed and marked by David Walters for John Reed Internet Archive. Penguin Books; 1st edition. June 1, 1980. ISBN 0-14-018293-4. Retrieved May 14, 2005.
- Trotsky, Leon. The History of the Russian Revolution. Translated by Max Eastman, 1932. Library of Congress Catalog Card Number 8083994. ISBN 0-913460-83-4. Transcribed for the World Wide Web by John Gowland (Australia), Alphanos Pangas (Greece) and David Walters (United States). Pathfinder Press edition. June 1, 1980. ISBN 0-87348-829-6. Retrieved May 14, 2005.
- ^ Davis, W. S., Anderson, W., & Tyler, M. W. (1918). The roots of the war; a non-technical history of Europe, 1870–1914, AD. New York: Century.
- ^ C. Peter Chen. "World War II Database". Ww2db.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ "World War II Encyclopedia by the History Channel". History.com. Diakses 2009-04-18.
- ^ An Insider's Guide to the UN, Linda Fasulo, Yale University Press (November 1, 2003), hardcover, 272 pages, ISBN 0-300-10155-4
- ^ United Nations: The First Fifty Years, Stanley Mesler, Atlantic Monthly Press (March 1, 1997), hardcover, 416 pages, ISBN 0-87113-656-2
- ^ Avery, S. (2004). The globalist papers. Louisville, Ky: [Compari].
- ^ Zinn, Howard (2003). A People's History of the United States (5th ed.). New York, New York: HarperPerennial Modern Classics [2005 reprint]. ISBN 0-06-083865-5.
- ^ Race for the Superbomb, PBS website on the history of the H-bomb
- ^ As irrefutably demonstrated by a number of incidents, most prominently the October 1962 Cuban missile crisis.
- ^ Brown, Archie, et al., eds.: The Cambridge Encyclopedia of Russia and the Soviet Union (Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1982).
- ^ Gilbert, Martin: The Routledge Atlas of Russian History (London: Routledge, 2002).
- ^ Goldman, Minton: The Soviet Union and Eastern Europe (Connecticut: Global Studies, Dushkin Publishing Group, Inc., 1986).
- ^ Richard H. Schultz, Wayne A. Downing, Robert L. Pfaltzgraff, W. Bradley Stock, "Special Operations Forces: Roles And Missions In The Aftermath Of The Cold War". 1996. Page 59
- ^ Caraley, D. (2004). American hegemony: preventive war, Iraq, and imposing democracy. New York: Academy of Political Science. Page viii
- ^ McCormick, T. J. (1995). America's half-century: United States foreign policy in the Cold War and after. The American moment. Baltimore: Johns Hopkins University Press. Page 155
- ^ Chamberlain, Muriel Evelyn (1999), Decolonization: The Fall of the European Empires, Oxford, UK: Malden, MA
- ^ Abernethy, David B. (2000), The Dynamics of Global Dominance: European Overseas Empires, 1415–1980
- ^ Stern, N. H., Jean-Jacques Dethier, dan F. Halsey Rogers (2005), Growth and Empowerment: Making Development Happen, Cambridge: MIT Press
- ^ Weiss, Thomas George (2005), UN Voices: The Struggle for Development and Social Justice, Bloomington: Indiana University Press, p. 3
- ^ Europe Recast: A History of European Union by Desmond Dinan (Palgrave Macmillan, 2004) ISBN 978-0-333-98734-6
- Understanding the European Union 3rd ed by John McCormick (Palgrave Macmillan, 2005) ISBN 978-1-4039-4451-1
- The Institutions of the European Union edited by John Peterson, Michael Shackleton, 2nd edition (Oxford University Press, 2006) ISBN 0-19-870052-0
- The European Dream: How Europe's Vision of the Future Is Quietly Eclipsing the American Dream by Jeremy Rifkin (Jeremy P. Tarcher, 2004) ISBN 978-1-58542-345-3
- ^ Lallana, Emmanuel C., and Margaret N. Uy, "The Information Age".
- ^ von Braun, Joachim; Eugenio Diaz-Bonilla (2007). Globalization of Food and Agriculture and the Poor. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-569528-1.
- ^ Friedman, Thomas L. (2005). The World Is Flat. New York: Farrar, Straus and Giroux. ISBN 0-374-29288-4.
- ^ Murray, Warwick E. (2006). Geographies of Globalization. New York: Routledge/Taylor and Francis. ISBN 0-415-31799-1.
- ^ {{citation| last = Clayton | first = Julie. (Ed.) | title = 50 Years of DNA | publisher = Palgrave MacMillan Press | year = 2003 | isbn = 978-1-4039-1479-8
- ^ "The National Human Genome Research Institute". Genome.gov. Diakses 2009-04-18.
- The Ensembl Genome Browser Project
- mapview (2008-03-26). "National Library of Medicine human genome viewer". Ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 2009-04-18.
- "UCSC Genome Browser". Genome.ucsc.edu. Diakses 2009-04-18.
- "Human Genome Project". Ornl.gov. 2008-03-26. Diakses 2009-04-18.
- ^ McGaughey, William (2000). Five Epochs of Civilization. Thistlerose. ISBN 0-9605630-3-2.
- ^ Earth Radiation Budget, http://marine.rutgers.edu/mrs/education/class/yuri/erb.html
- ^ Wood, R.W. (1909). Note on the Theory of the Greenhouse, Philosophical Magazine '17', p. 319–320. For the text of this online, see http://www.wmconnolley.org.uk/sci/wood_rw.1909.html
- ^ Richard Monastersky (March 1, 1997). "The Call of Catastrophes". Science News Online. Diakses 2007-10-23.
- ^ Edwards, A. R. (2005). The sustainability revolution: portrait of a paradigm shift. Gabriola, BC: New Society. p. 52
- ^ "Foreword", Energy and Power (A Scientific American Book), pp. vii–viii.
- ^ M. King Hubbert, "The Energy Resources of the Earth", Energy and Power (A Scientific American Book), pp. 31–40.
- ^ Renewable energy (UNEP); Global Trends In Sustainable Energy Investment (UNEP).
- ^ NREL – US National Renewable Energy Laboratory
Bibliografi [sunting]
| Cari tahu mengenai Sejarah dunia pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Definisi dan terjemahan dari Wiktionary |
|
| Gambar dan media dari Commons |
|
| Berita dari Wikinews |
|
| Kutipan dari Wikiquote |
|
| Teks sumber dari Wikisource |
|
| Buku dari Wikibuku |
|
- Ankerl, Guy (2000). Coexisting Contemporary Civilizations: Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western. Geneva: INUPRESS. ISBN 2-88155-004-5.
- Blainey, Geoffery (2000). A Short History Of The World. Victoria: Penguin Books. ISBN 0-670-88036-1.
- Braudel, Fernand (1973). Capitalism and Material Life, 1400-1800. New York: HarperCollins. ISBN 0-06-010454-6.
- Braudel, Fernand (1996). The Mediterranean and the Mediterranean World in the Age of Philip II. Berkeley, Calif.: University of California Press. ISBN 0-520-20308-9.
- Diamond, Jared (1996). Guns, Germs, and Steel: the Fates of Human Societies. New York: W. W. Norton. ISBN 0-393-03891-2.
- Dunchesne, Ricardo (Maret 2006), "Asia First?" (PDF), The Journal of the Historical Society 6 (1), pp. 69–91
- Gonick, Larry (1997). The Cartoon History of the Universe I. Main Street Books. ISBN 978-0-385-26520-1.
- Gonick, Larry (1994). The Cartoon History of the Universe II. Main Street Books. ISBN 978-0-385-42093-8.
- Gonick, Larry (2002). The Cartoon History of the Universe III. W. W. Norton & Company. ISBN 978-0-393-32403-7.
- Landes, David (1999). The Wealth and Poverty of Nations: Why Some Are So Rich and Some So Poor. New York: W. W. Norton & Company. ISBN 978-0-393-31888-3.
- McNeill, William H. (1963). The Rise of the West: A History of the Human Community. Chicago: University of Chicago Press.
- Parker, G. (1997). The Times Atlas of World History. London: Times Books.
- Spodek, Howard (2001). The World's History: combined volume. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
- Wells, H.G. (1920). The Outline of History I. New York: MacMillan.
- Wright, Ronald (2004). A Short History of Progress. Toronto: Anansi. ISBN 0-88784-706-4.
Pranala luar [sunting]
- (Inggris) A History of The World – BBC
- (Inggris) A Short History of the World oleh H.G. Wells (1922)
