Zaman Perunggu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sejarah manusia dan prasejarah
Hominina/sebelum Homo (Pliocene)
Sistem tiga zaman prasejarah
>> Paleolitikum bawah: Homo, Homo erectus,
>> Paleolitikum tengah: awal Homo sapiens
>> Paleolitikum atas: perilaku modernitas
>> Neolitikum: peradaban
>> Timur Dekat | IndiaEropaChinaKorea
>> Keruntuhan Zaman PerungguTimur Dekat KunoIndiaEropaChinaJepangKoreaNigeria
Sejarah
lihat pula: Modernitas, Futurologi
Masa depan

Zaman Perunggu (bahasa Inggris: "Bronze Age") adalah periode perkembangan sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Secara urut, zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi. Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah Zaman Neolitikum di beberapa wilayan di dunia. Di sebagian besar Afrika subsahara, Zaman Neolitikum langsung diikuti Zaman Besi.

Sebagian besar perkakas perunggu yang tersisa adalah alat atau senjata, meskipun ada beberapa artefak ritual yang tersisa.

Waktu dimulainya Zaman Perunggu berbeda-beda pada setiap kebudayaan, bergantung pada perkembangan sejarah tulisan pertama. Berdasarkan bukti arkeologis, budaya di Mesir (hieroglif Mesir), Timur Dekat (kuneiform), dan Mediterania menggunakan sistem penulisan yang masih bertahan.

Sejarah Zaman Perunggu[sunting | sunting sumber]

Zaman Perunggu - Muséum de Toulouse

Sekitar 8.000 tahun lalu manusia menemukan cara mengolah logam. Mula-mula orang membuat barang dari tembaga dan emas yang ditempa dengan batu keras. Tapi lambat laun perajin belajar mengolah logam dengan cara memanaskannya sampai cair. Lalu logam cair itu dituang ke cetakan. Keunggulan logam adalah bisa dibuat menjadi bentuk yang rumit, seperti perkakas dan senjata. Jika patah, logam bisa dicairkan dan dibentuk lagi. Perunggu diperkirakan ditemukan orang pertama kali secara tak sengaja ketika mencampurkan sedikit timah dengan tembaga. Perunggu lalu diketahui lebih keras dan lebih tahan lama dibandingkan dengan logam lain serta bisa dibuat tajam. Zaman perunggu dimulai ketika rakyat di desa dan di tempat kerja mulai memakai perunggu.

Salah satu daerah pertama yang membuat perunggu adalah Sumeria di Mesopotamia, tempat kota pertama dibangun.

Mesopotamia[sunting | sunting sumber]

Salah satu peradaban pertama zaman perunggu bermula dari Sumerta, Mesopotamia, yaitu dataran subur di antara S. Tigris dan S. Eufrat, lahan pertanian bangsa Sumer.

Tulisan dan Roda[sunting | sunting sumber]

Tulisan paku, bentuk tulisan paling awal, muncul di zaman perunggu. Tulisan paku direkacipta orang Sumeria, yang juga merekacipta roda pertama. Roda dipakai untuk gerobak, kereta perang, dan perkakas pembuatan tembikar. Kereta perang ialah lambang kota Ur.

Kuda[sunting | sunting sumber]

Tenaga kuda mulai banyak dipakai di akhir zaman perunggu. Kereta perang bangsawan biasanya dihiasi perunggu. Hiasan ada yang berpola enamel merah dan pernah ditemukan di Norfolk, Inggris. Sumeria Meski kering, dataran Sumeria subur. Petani menggali parit dari kanal guna mengontrol air dari sungai dan mengairi tanah. Petani bisa mendapat panen besar dan terkadang sampai dua kali setahun. Pembuatan Batu Bata Seperti banyak daerah Timur Tengah di Zaman Perunggu, di Sumeria tak ada batu dan kayu pun hanya sedikit. Bangunan besar terbuat dari batu bata. Orang Sumeria membuta batu bata dari campuran lumpur dan jerami. Setelah dicetak, batu bata dijemur di panas matahari.

Pertanian dan Perikanan[sunting | sunting sumber]

Orang Sumeria membuat perahu dan kandang dari gelagah. Gelagah didapat dari tepi sungai. Orang Sumeria tunduk pada dewa dan penguasa, yakni wakil dewa di Bumi. Mereka taat membayar pajak kepada penguasa.

Zaman Perunggu[sunting | sunting sumber]

  • 6000 SM – Masyarakat kuno memanfaatkan tembaga. Beberapa benda kecil dari perunggu dibuat di Timur Tengah.
  • 5500 SM – Sistem irigasi pertama kali muncul di Mesopotania
  • 4500 SM – Bajak dipakai pertama kali di Mesopotania. Layar mulai pada perahu di S. TIgris dan S. Eufrat.
  • 3500 SM – Perkotaan pertama dibangun di Mesopotania. Disini orang mulai menggunakan perunggu. Mulailah zaman perunggu di Timur Tengah.
  • 3500 SM – Tulisan gambar muncul di Mesopotania.
  • 2800 SM – Di lembah S. Indus timbul kebudayaan zaman perunggu, suatu peradaban India yang bertumpu pada pertanian.
  • 2500 SM – Penggunaan perunggu menyebar ke Eropa.
  • 2100 SM – Kota Ur di Sumeria mencapai puncak kejayaannya.
  • Sekitar 1600 SM – Zaman perunggu mulai di Cina. Bejana untuk upacara terbuat dari perunggu.
  • Sekitar 1200 SM – Kerajaan Asiria berdiri.
  • 1000 SM – Besi menggantikan perunggu sebagai logam utama.[1]

Istilah "Zaman Perunggu" terutama diturunkan dari "Zaman (perabadan) Manusia" (Ages of Man), yaitu tingkat-tingkat perkembangan keberadaan manusia di bumi menurut mitologi Yunani. Dari kisah ini, sejarawan modern menganggap kategori-kategori "Zaman Emas" (Golden Age) dan "Zaman Perak" (Silver Age) sebagai kisah khayalan (mitos), tetapi menganggap "Zaman Perunggu" (Bronze Age) dan "Zaman Besi" (Iron Age) bersejarah. Ciri umum periode ini adalah penggunaan perkakas dari perunggu di banyak wilayah, meskipun tempat dan waktu pengenalan dan perkembangannya tidaklah bersamaan secara universal.[2] Teknologi pembuatan timah (timah putih) perunggu oleh manusia membutuhkan suatu teknik proses produksi tertentu. Timah putih harus digali dari tambang (terutama sebagai batu timah atau tin ore atau cassiterite) dan dilelehkan terpisah-pisah, kemudian ditambahkan kepada tembaga yang dilelehkan untuk membuat campuran perunggu (bronze alloy). Zaman Perunggu ditandai dengan banyak penggunaan logam dan perkembangan jaringan perdagangan.

Timur Dekat[sunting | sunting sumber]

Asia Tenggara / Timur Tengah

Zaman Perunggu di Timur Dekat kuno dimulai dengan munculnya bangsa Sumer pada milenium ke-4 SM. Budaya-budaya di Timur Dekat kuno (sering disebut, "the cradle of civilization"; "tempat penyemaian peradaban") berpusat sekitar pertanian intensif setahun penuh, pengembangan sistem penulisan, penemuan roda pembuatan periuk (potter's wheel), menciptakan suatu pemerintahan, aturan hukum, dan kerajaan yang tersentralisasi, serta memperkenalkan stratifikasi sosial, perbudakan, dan peperangan yang terorganisir. Masyarakat-masyarakat di daerah tersebut meletakkan dasar ilmu astronomi dan matematika.

Garis waktu Timur Dekat[sunting | sunting sumber]

Tarikh-tarikh ini adalah perkiraan, untuk jelasnya lihatlah artikel-artikel yang dirujuk

Kerajaan Baru Mesir Kerajaan Pertengahan Mesir Kerajaan Lama Mesir Mesir kuno Bangsa Kass Asyur Babilonia Ur Kekaisaran Akkadia Sumeria Timur Dekat Kuno

Sub-divisi Zaman[sunting | sunting sumber]

Zaman Perunggu di Timur Dekat kuno dapat dibagi sebagai berikut:

Pembagian Zaman Perunggu di Timur Dekat
Near East Bronze Age Divisions

Pembagian archetypal Zaman Perunggu di Timur Dekat telah memiliki kejelasan definisi secara tiga kelompok. Tarikh dan fase periode-periode tersebut hanya dapat diterapkan pada daerah Timur Dekat, tidak dapat diterapkan secara universal.[3][4][5]

Early Bronze Age (EBA) /Zaman Perunggu Tua

3300 - 2100 SM

3300 - 3000 : EBA I
3000 - 2700 : EBA II
2700 - 2200 : EBA III
2200 - 2100 : EBA IV
Middle Bronze Age (MBA) ;/ Zaman Perunggu Tengah
Also, Intermediate Bronze Age (IBA) /Zaman Perunggu Pertengahan

2100 - 1550 SM

2100 - 2000 : MBA I
2000 - 1750 : MBA II A
1750 - 1650 : MBA II B
1650 - 1550 : MBA II C
Late Bronze Age (LBA) / Zaman Perunggu Muda

1550 - 1200 SM

1550 - 1400 : LBA I
1400 - 1300 : LBA II A
1300 - 1200 : LBA II B (Zaman Perunggu runtuh)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ensiklopedi Populer Anak jilid 6
  2. ^ Bronze was independently discovered in the Maykop culture of the North Caucasus as early as the mid-4th millennium BC, which makes them the producers of the oldest known bronze. However, the Maykop culture only had arsenical bronze, a naturally occurring alloy. Other regions developed bronze and the associated technology at different periods.
  3. ^ The Near East period dates and phase ranges being unrelated to the bronze chronology of other regions of the world.
  4. ^ Piotr Bienkowski, Alan Ralph Millard (editors). Dictionary of the ancient Near East. Page 60.
  5. ^ Amélie Kuhr. The ancient Near East, c. 3000-330 BC. Page 9.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]