Domestikasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Domba, salah satu spesies domestikasi utama

Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar. Perbedaannya, apabila penjinakan lebih pada individu, domestikasi melibatkan populasi, seperti seleksi, pemuliaan (perbaikan keturunan), serta perubahan perilaku/sifat dari organisme yang menjadi objeknya.

Domestikasi hewan[sunting | sunting sumber]

Bersama dengan domestikasi tumbuhan penghasil pangan, domestikasi hewan adalah salah satu langkah penting yang dilakukan umat manusia. Di dunia, praktis hanya dua lokasi yang pernah melakukan domestikasi awal hewan ternak yang dilakukan sebelum budidaya tanaman pangan dilakukan, yaitu Asia Barat Daya (untuk domba, kambing, sapi, dan babi) dan Dataran Tinggi Andes (untuk alpaka dan llama).

Perkiraan awal domestikasi hewan dilakukan arkeolog berdasarkan nalar logika dari hasil temuan di situs purbakala. Bukti tertua adanya hewan peliharaan adalah kerangka anjing berusia sekitar lima bulan di sisi kerangka seorang perempuan yang ditemukan di dekat Ain Mahalla (Israel), yang berusia hampir 10.000 tahun SM. Kerangka-kerangka anjing dari masa antara 8.000 dan 7.000 SM juga ditemukan pada situs-situs purbakala di banyak tempat. Kerangka kucing peliharaan tertua ditemukan di Siprus, berasal dari sekitar 6.000 tahun SM. Diperkirakan, kucing dipelihara untuk mengatasi gangguan tikus di lumbung pangan. Perkiraan untuk hewan ternak domestik adalah 7.000 SM pada domba dan kambing. Terlihat bahwa dulu hewan tersebut memiliki tanduk yang melengkung, yang pada ternak modern telah berubah menjadi pendek saja akibat seleksi.

Domestikasi ternak diperkirakan dilakukan dalam kaitan dengan kepastian penyediaan sumber pangan, sandang (kulit dan rambutnya dijadikan bahan pakaian), serta di kemudian hari sebagai komoditi perdagangan.

Menurut ahli biologi Jared Diamond[butuh rujukan], hewan harus memenuhi enam kriteria agar dapat dipertimbangkan untuk didomestikasi:

  1. Pakannya mudah didapatkan. Hewan tersebut harus mau memakan makanan yang berada di luar piramida makanan manusia (gandum atau jagung), pakannnya tidak digunakan oleh manusia (rumput, dan sebagainya), dan ekonomis untuk penyimpanannya.
  2. Pertumbuhannya dengan cepat sehingga mempercepat proses perkembangbiakkan dan dimanfaatkan. Hewan besar seperti gajah membutuhkan waktu tahunan hingga dapat dipergunakan.
  3. Memungkinkan untuk dikembangbiakkan dalam penangkaran.
  4. Tidak agresif.
  5. Tidak mudah stres.
  6. Memiliki hierarki sosial yang dapat dimodifikasi.

Karena syarat-syarat itulah, kebanyakan domestikasi dilakukan pertama-tama untuk keperluan kesenangan semata sebagai hewan timangan (pet). Banyak jenis ikan dan reptilia masa kini mulai ditangkarkan untuk keperluan sebagai peliharaan, namun perilaku liarnya masih terbawa hingga sekarang. Domestikasi memerlukan puluhan generasi untuk mendapatkan galur-galur yang benar-benar adaptif dengan lingkungan buatan manusia.

Hewan domestik terpilih[sunting | sunting sumber]

Hewan peliharaan Awal proses Moyang liar Tempat awal
Anjing
(Canis lupus familiaris)
sebelum 10.000 SM Serigala (Canis lupus lupus) Asia Timur
Domba/biri-biri
(Ovis orientalis aries)
7.000 SM[1] [2] Domba padang Irak, Iran, pantai Levantia, Asia Barat Daya
Kambing
(Capra aegagrus hircus)
7.000 SM[3] Kambing gunung Pegunungan Zagros, Irak, Iran
Babi
(Sus scrofa domestica)
7.000 SM[4] Babi hutan Anatolia, Asia Barat Daya
Sapi
(Bos primigenius taurus)
6.500 SM[5][6] Sapi liar
(Bos primigenius)
Asia Barat Daya dan Eropa, India, Timur Tengah, and Sub-Sahara
Kucing
(Felis silvestris catus)
6.000 SM[7][8][9] Kucing liar (Felis silvestris) Mesir, Asia Barat Daya, Siprus
Ayam
(Gallus gallus domesticus)
6.000 SM[10] Ayam hutan
(Gallus gallus dan G. varius)
Lembah Sungai Indus, Asia Tenggara
Tikus belanda ("marmut")
(Cavia porcellus)
5.000 SM[11] - Peru
Keledai
(Equus africanus asinus)
5.000 SM[12][13] Keledai liar Afrika Timur Laut, Mesir
Kuda
(Equus ferus caballus)
4.000 SM[14] Kuda liar Ukraina dan daerah Laut Hitam dan padang Eurasia
Llama
(Lama glama)
4.000 SM Guanako Pegunungan Andes, Peru
Kerbau
(Bubalus bubalis)
4.000 SM Kerbau liar Lembah Sungai Indus
Unta
3.000 SM Unta liar Jazirah Arab (punuk tunggal) dan Asia Tengah (punuk ganda)
Angsa
3.000 SM Angsa liar Laut Tengah timur
Yak
(Bos grunniens)
2.500 SM Yak liar Tibet
Sapi Bali
(Bos javanicus)
 ?2.500 SM Banteng Jawa
Ikan mas hias
(Carassius auratus auratus)
Sekitar abad ke-9.[15] Karper prusia (Carassius auratus gibelio) Cina

Sumber utama: Ronnie Liljegren. Die Domestizierung von Tieren. Dalam: Göran Burenhult (2004). Menschen der Urzeit. Karl Müller.

Domestikasi tumbuhan[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan dikatakan telah terdomestikasi apabila sejumlah penampilannya mengalami perubahan dan ia menjadi tergantung pada campur tangan manusia dalam pertumbuhan dan perbanyakan keturunannya.[16]. Untuk tanaman pangan paling tidak ada dua jenis yang diketahui tidak pernah ditemukan tumbuh liar di alam: jagung dan beberapa jenis rapa (Brassica napus). Selain itu gandum roti yang heksaploid juga tidak ditemukan di alam liar. Domestikasi tumbuhanlah yang "memaksa" manusia untuk menghentikan perilaku pengembaraan dan mulai menetap sehingga melahirkan peradaban dan teknologi budidaya pertanian. Tumbuhan budidaya biasa disebut sebagai tanaman.

Petunjuk mengenai budidaya pertama berasal dari sisa-sisa labu air, dan terdapat tanda-tanda bahwa tanaman ini sudah dipelihara pada sekitar 10.000 tahun SM. Sisa-sisa labu air berusia dari 8.000 tahun SM bahkan telah ditemukan di benua Amerika, menunjukkan adanya jalur migrasi dari Afrika (tempat asal usul tanaman ini) melalui Asia Timur lalu ke Amerika[17].

Jenis gandum kuna, seperti einkorn (Triticum monococcum) dan emmer (T. turgidum ssp. dicoccoides), adalah tumbuhan biji-bijian yang diketahui pertama kali dibudidayakan manusia, bersama-sama dengan padi. Sisa-sisa gandum ditemukan pada beberapa situs arkeologi di Turki bagian tenggara dan daerah Bulan Sabit yang Subur (lembah Tigris dan Eufrat). Bukti arkeologi bulir padi dengan karakteristik terdomestikasi ditemukan di hilir Sungai Yangtze dan berasal dari masa 9.000–8.000 tahun SM.

Proses domestikasi tanaman berjalan lambat dan manusia secara tidak sengaja mengubah beberapa ciri fisik sehingga membuat tanaman semakin sesuai dengan penanganan yang dilakukan manusia. Berdasarkan bukti-bukti arkeologi, sifat pertama yang berubah pada padi-padian budidaya adalah malai kehilangan sifat mudah rontok bila dipanen dan ukuran bulir menjadi lebih besar daripada bentuk liarnya[18]. Membesarnya ukuran bulir pada padi, misalnya, ternyata disebabkan oleh suatu delesi (mutasi berupa hilangnya sebagian sekuens basa pada DNA) pada suatu gen di kromosom 5[19].

Tumbuhan domestik (tanaman) terpilih[sunting | sunting sumber]

Tanaman Awal proses
(tahun)
Moyang liar Tempat awal
Jagung
(Zea mays ssp. mays)
~7.000 SM[20] Teosinte (Zea spp.) Meksiko
Padi
(Asia: Oryza sativa,
Afrika: O. glaberrima)
9.500 SM[21] O. rufipogon, O. nivara (Asia)
O. barthii (Afrika)
lembah Sungai Gangga dan Sungai Yangtze

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Krebs, Robert E. & Carolyn A. (2003). Groundbreaking Scientific Experiments, Inventions & Discoveries of the Ancient World. Westport, CT: Greenwood Press. ISBN 0-313-31342-3. 
  2. ^ Simmons, Paula; Carol Ekarius (2001). Storey's Guide to Raising Sheep. North Adams, MA: Storey Publishing LLC. ISBN 978-1-58017-262-2. 
  3. ^ Melinda A. Zeder, Goat busters track domestication (Physiologic changes and evolution of goats into a domesticated animal), April 2000, (Inggris).
  4. ^ Giuffra E, Kijas JM, Amarger V, Carlborg O, Jeon JT, Andersson L. The origin of the domestic pig: independent domestication and subsequent introgression., April 2000, (Inggris).
  5. ^ Late Neolithic megalithic structures at Nabta Playa (Sahara), southwestern Egypt.
  6. ^ Source : Laboratoire de Préhistoire et Protohistoire de l'Ouest de la France [1], (Perancis).
  7. ^ [2], domestication of the cat on Cyprus, National Geographic.
  8. ^ Muir, Hazel (2004-04-08). "Ancient remains could be oldest pet cat". New Scientist. Diakses 2007-11-23. 
  9. ^ Walton, Marsha (April 9, 2004). "Ancient burial looks like human and pet cat". CNN. Diakses 2007-11-23. 
  10. ^ West B. and Zhou, B-X., Did chickens go north? New evidence for domestication, World’s Poultry Science Journal, 45, 205-218, 1989, quotationPDF (26.3 KiB), 8 p. (Inggris).
  11. ^ (Inggris)History of the Guinea Pig (Cavia porcellus) in South America, a summary of the current state of knowledge
  12. ^ Beja-Pereira, Albano et al., African Origins of the Domestic Donkey, Science 304:1781, 18 June 2004, cited in New Scientist, (Inggris).
  13. ^ Roger Blench, The history and spread of donkeys in AfricaPDF (235 KiB) (Inggris).
  14. ^ The Domestication of the Horse; see also Domestication of the horse
  15. ^ Roots, Clive (2007). Domestication. Westport: Greenwood Press. hlm. 20–21. ISBN 978-0-313-33987-5. 
  16. ^ Hirst KK. Plant Domestication. Artikel pada archaeology.about.com
  17. ^ Erickson, David L.; Bruce D. SmithAndrew C. Clarke, Daniel H. Sandweiss, Noreen Tuross (2005-12-20). "An Asian origin for a 10,000-year-old domesticated plant in the Americas". PNAS 102 (51): 18315–18320. DOI:10.1073/pnas.0509279102 . "Contains information on evidence of calabash in Americas" 
  18. ^ Purugganan, M.D.; Dorian Q. Fuller (2009-02-12). "The nature of selection during plant domestication". Nature (pdf) 457: 843–8. DOI:10.1038/nature07895. 
  19. ^ Shomura, Ayahiko; T. Izawa, K. Ebana, T Ebitani, H. Kanegae, S. Konishi, M. Yano (2008-07-06). "Deletion in a gene associated with grain size increased yields during rice domestication". Nature Genetics (pdf) 40: 1023 – 28. DOI:10.1038/ng.169. 
  20. ^ Kris Hirst M. The Domestication of Maize. Artikel di about.com. Barangkali lebih awal lagi.
  21. ^ Harrington S. 2007. Earliest Rice. archeology.org Ini berdasarkan bukti tertua. Temuan-temuan yang melimpah kebanyakan berusia 6.000 tahun SM

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]