Gojoseon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gojoseon
고조선 (古朝鮮)
2333 SM–108 SM
 

Gojoseon pada masa keruntuhannya pada tahun 108 SM
Ibu kota Wanggeom-seong
Bahasa Proto-Korean
Agama Korean shamanism
Pemerintahan Monarki
Raja
 -  2333 SM? - ? Dangun
 -  194 SM - ? Wi Man
 -  ? - 108 SM King Ugeo
Era sejarah Kuno, legenda
 -  Pendirian legendari 2333 SM
 -  Kejatuhan Wanggeom-seong 108 SM
Gojoseon
Hangeul 고조선
Hanja 古朝鮮
Alih Aksara yang Disempurnakan Go-Joseon
McCune–Reischauer Ko-Josŏn
Goguryeo tomb mural.jpgSejarah Korea

Prasejarah
 Zaman Jeulmun
 Zaman Mumun
Gojoseon
 Jin
Proto Tiga Kerajaan:
 Buyeo, Okjeo, Dongye
 Samhan: Ma, Byeon, Jin
Tiga Kerajaan:
 Goguryeo
 Baekje
 Silla
 Gaya
Zaman Negara Utara-Selatan:
 Silla Bersatu
 Balhae
 Tiga Kerajaan Akhir:
 Taebong, Hubaekje
Goryeo
Joseon
Kekaisaran Han
Penjajahan Jepang
 Pemerintahan Sementara
Pembagian Korea
Korea Utara, Korea Selatan
 Perang Korea

Portal Korea

Gojoseon atau Joseon Kuno (2333 - 108 SM) adalah kerajaan Korea yang pertama.[1]

Bukti sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Dongguk Tonggam, catatan sejarah Joseon yang dikompilasikan pada tahun 1485, menuliskan Dangun mendirikan Joseon bertepatan dengan tahun ke-50 masa pemerintahan Kaisar Yao pada zaman Cina kuno (memerintah antara 2357 SM - 2256 SM). Samguk Yusa, babad sejarah dan mitos yang mengutip kitab sejarah Cina juga menuliskan tanggal yang sama.

Samguk Yusa menuliskan bahwa Joseon didirikan pada tahun 2333 SM oleh Dangun, putra dewa Hwanung yang turun dari surga untuk menyatukan umat manusia di bumi.[1]

Para sejarawan moderen yang menelusuri kebenaran Samguk Yusa menyatakan ada kesulitan untuk menghubungkan catatan sejarah dengan bukti-bukti konkrit. Bukti-bukti awal pendirian Joseon pertama kali tercatat dalam catatan-catatan sejarah Cina dan berkat penelitian arkeologi, kerajaan ini dihubungkan dengan kebudayaan perunggu yang berkembang di daerah yang dipercaya sebagai teritori Joseon Kuno.

Dangun[sunting | sunting sumber]

Menurut Samguk Yusa, Dangun, sang pendiri Joseon Kuno, lahir dari pasangan Hwanung, putra dewa dan Ungnyeo, seekor beruang yang berubah menjadi manusia. Dangun memimpin Gojoseon lebih dari 1000 tahun lamanya.

Bukti arkeologi[sunting | sunting sumber]

Joseon berkembang mapan di periode antara abad ke-5 SM-3 SM menjadi kerajaan kuat terutama setelah penyatuan kelompok-kelompok suku.[1]

Para arkeolog menemukan sejumlah besar artefak dan situs tempat tinggal suku Yemaek di wilayah utara Semenanjung Korea. Suku Yemaek mengusahakan pertanian sejak tahun 4000 SM. Salah satu temuan terkenal adalah palawija setengah terbakar yang ditemukan di Pyeongyang, ibukota terakhir Joseon Kuno.

Perkembangan pertanian dan permukiman di Semenanjung Korea dan Manchuria diperkirakan menyebabkan penyatuan kelompok-kelompok suku, yang berjalan seiring dengan pengenalan teknik membuat peralatan perunggu antara tahun 2000 SM-1500 SM. Legenda mengenai pendirian Joseon dapat diterjemahkan melalui proses sejarah tersebut.

Catatan sejarah Cina kuno membuktikan bahwa keberadaan Joseon Kuno cukup diketahui di Cina. Di abad ke-7 SM, Joseon telah menjalin hubungan dagang dengan dinasti-dinasti Cina.

Keruntuhan[sunting | sunting sumber]

Kemunculan Joseon sebagai kekuatan utama di wilayah Manchuria mengakibatkan perselisihan dengan Dinasti Han yang telah menyatukan Cina menjadi kekaisaran besar. Pada tahun 109 SM, Joseon diinvasi oleh sebanyak 5000 pasukan Han dan ibukota direbut.[1] Dinasti Han mendirikan 4 koloni di wilayah Joseon, namun hanya dapat mengendalikan wilayah terbatas di ibukota dan sekitar.[1] Sebagian besar teritori Joseon berkembang menjadi negara-negara kecil, bahkan sebelum jatuhnya Joseon. Negara-negara tersebut antara lain Buyeo di wilayah utara dan Jin di selatan.

Jatuhnya Joseon mengakibatkan berkembangnya kekuatan lokal yang membentuk negara independen melalui perlawanan terhadap koloni Han. Situasi politik baru yang berkembang di Manchuria dan Semenanjung Korea di awal abad ke-1 SM dianggap para sejarawan sebagai Periode Banyak Negara, dimana wilayah utama terpecah menjadi negara-negara kecil.

Warisan[sunting | sunting sumber]

Yi Seong-gye mendirikan negara pada tahun 1392 yang diberi nama Joseon, membedakannya dengan Joseon yang terdahulu.

Tanggal pendirian Joseon Kuno masih menjadi perdebatan di antara sejarawan di Korea dan negara-negara tetangga. Rakyat Korea meyakini tahun 2333 SM secara tradisional layaknya pendiri-pendiri dinasti awal yang meyakini mereka adalah keturunan Dangun, jadi keberadaan Joseon Kuno mewakili identitas rakyat Korea yang sangat penting.[1]

Orang Korea menyelenggarakan hari ke-3 bulan Oktober sebagai Hari Pendirian Nasional atau Gaecheonjeol yang bermakna "festival pembukaan surga". Hari libur nasional ini memperingati berdirinya sebuah kerajaan, negara pertama bangsa Korea.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f (Inggris)Yukhoon, Kim (2007). Korean History for International Citizens. Northeast Asian History Foundation, Seoul, Republic of Korea. hlm. 8–11. ISBN 978-89-91448-90-2.