Beruang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Beruang
Beruang coklat Kodiak
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Ursidae
G. Fischer de Waldheim, 1817
Genera

Ailuropoda
Ailurus
Helarctos
Melursus
Ursus
Tremarctos
Arctodus (punah)


Beruang adalah mamalia dari ordo Carnivora, famili Ursidae.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Beruang (KBBI:be·ru·ang) adalah binatang buas jenis Ursus, berbulu tebal, dapat berdiri di atas kedua kakinya, bercakar, dan bermoncong panjang [1].Atau dalam (Inggris: bear) yang berasal dari Bahasa Inggris kuno yaitu bera[2].
Dalam nama ilmiahnya Ursidae. Ursidae sendiri berasal dari dua kata yaitu ursus dan idae. Ursus berasal dari bahasa latin Ursus yang berarti beruang, dan idae berasal dari bahasa Yunani kuno Eidos (Yunani:εἶδος).

Fisik[sunting | sunting sumber]

Beruang memiliki ekor kecil, indra penciuman dan pendengaran yang ulung, lima kuku pada telapak tangan yang tak dapat ditarik masuk, serta bulu yang panjang, lebat dan kasar. Mereka memiliki cakar yang lebar, moncong yang panjang, dan telinga bundar. Giginya digunakan untuk bertahan dan alat dan tergantung pada makanannya. Kuku-kukunya digunakan untuk menyobek, menggali, dan menangkap. Pengelihatan beruang hampir sama dengan pengelihatan manusia. Beruang hitam dan sejenisnya tidak buta warna.[butuh rujukan].

Jumlah gigi beruang itu berfariasi Tergantung pada spesiesnya, beruang dapat memiliki 32 hingga 42 gigi. Susunan Gigi beruang tidak dikhususkan untuk membunuh mangsa mereka, karena gigi taring beruang relatif kecil dan umumnya digunakan untuk pertahanan diri atau alat. Bentuk gigi geraham beruang itu cukup lebar dan datar, gigi tersebut digunakan untuk memotong dan mengkunyah tumbuhan menjadi potongan lebih kecil supaya dapat dicerna.[3]

Beruang memiliki empat cakar. Setiap cakar dilengkapi lima kuku yang tajam dan panjang. Kuku tersebut dapat digunakan untuk memanjat pohon, menyobek sarang rayap dan sarang lebah, menggali akar, atau menangkap mangsa, tergantung pada spesiesnya. jangan meremehkan beruang, dapat berlari mencapai kecepatan 50 km/jam (30 mph). Beruang juga dapat bergerak dengan fleksibel dan lincah.

Bulu beruang panjang dan kasar. Warna bulu bervariasi tergantung pada spesiesnya. Ada yang berwarna putih, blonde atau krem, hitam dan putih, sampai hitam semua atau coklat semua. Warna bulu beruang juga bervariasi walaupun mereka satu spesies. Sebagai contoh, Beruang Amerika hitam mungkin saja berbulu hitam, coklat, coklat kemerahan, atau hitam kebiruan. Beberapa spesies, seperti Beruang madu dan spectacled bear memiliki dada yang berwarna cerah dengan "facial markings".[butuh rujukan].

Pada semua spesies beruang, jantan lebih besar daripada betina. Perbedaan antar jenis kelamin ini, semakin besar pada spesies yang lebih besar. Beruang kutub jantan berbobot dua kali lebih besar daripada betinanya, sedangkan jantan spesies beruang yang lebih kecil berbobot hampir sama dengan betinanya. Beruang dapat hidup sekitar 25 tahun hingga 40 tahun. Beruang yang hidup di hutan itu lebih cepat mati daripada mereka yang hidup di kebun binatang.[butuh rujukan].

Ada banyak macam beruang yang berbeda seperti beruang kutub, beruang coklat, beruang hitam, panda, dsb.


Pembagian golongan Beruang[sunting | sunting sumber]

Beruang-hitam asia Ursus thibetanus, di Kebun Binatang Wrocław, Polandia
Sun bear atau Beruang madu (Helarctos malayanus) di Bonbin dan Aquarium Columbus
Panda (Ailuropoda melanoleuca) di Taman Nasional Smithsonian, Washington DC

Lihat pula :

Hubungan dengan manusia[sunting | sunting sumber]

Beberapa spesies beruang, seperti Beruang kutub , Beruang hitam Amerika , beruang Sloth, dan Beruang coklat, yang berbahaya bagi manusia , terutama di daerah di mana mereka telah menjadi terbiasa dengan orang . Secara fisik, semua beruang itu kuat dan akibat serangannya cenderung mengakibatkan luka berat maupun fatal ketika menyerang seseorang, tetapi untuk sebagian besar dari mereka itu pemalu, mudah ketakutan dan akan menghindari manusia. Cedera yang disebabkan oleh beruang jarang terjadi, tapi sering dilaporkan secara luas [4]. Bahaya yang ditimbulkan beruang sering kali jauh dibesar-besarkan, sebagian karena imajinasi manusia. Namun, ketika induk merasa anaknya terancam, dia akan berperilaku galak. Dianjurkan untuk memberikan tempat istirahat yang luas kepada semua beruang karena tindakan mereka tak terduga.[5]

Ketika beruang memasuki area perkebunan lalu menjarah tanaman atau hewan ternak, hal tersebut menimbulkan potensi membuka konflik antara beruang dengan manusia.[6][7]. Masalah-masalah ini mungkin hanya ditimbulkan oleh beberapa ekor beruang saja, tapi mereka menciptakan suasana konflik untuk semua beruang. [7] metode Mitigasi dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kerusakan tanaman yang di tanggung, dan mengurangi antipati masyarakat setempat terhadap beruang.[6]

Hukum dan Undang-Undang
Hukum dan undang-undang yang menetapkan beruang sebagai hewan yang dilindungi telah disahkan di banyak negara di dunia guna melindungi beruang dari perusakan habitat. Di daerah-daerah pedesaan dan wilayah miskin, sikap lain mungkin lebih dibentuk oleh bahaya yang ditimbulkan oleh beruang maupun dampak ekonomi yang di tanggung oleh petani dan peternak. [7]. Beberapa kawasan penduduk yang berdampingan dengan habitat beruang telah dibuat larangan memberi makan kepada beruang, larangan ini mencakup larangan membiarkan atau mengijinkan mereka(beruang) memasuki area pembuangan sampah atau pembuangan limbah makanan lainnya, maupun sengaja menaruh makanan yang dibutuhkan beruang itu dilarang juga.

Beberapa penangkaran melatih beruang agar dapat melakukan pertunjukan menari maupun bersepeda, namun eksploitasi hewan ini menjadi kontroversial di akhir abad ke-20. Dan di Eropa, beruang telah dilindungi dari penyiksaan sudah sejak abad ke-16.

Di Indonesia pada tahun 1973. Yang mana Beruang madu dinyatakan jenis fauna langka dan dilindungi sesuai ordonansi Perlindungan Alam 1941 Stbl Nomor 167 serta Keputusan Menteri Pertanian No. 66/Kpts/Um/2/1973 tanggal 4 Februari 1973. [8] Selain itu, pemerintah Indonesia juga menetapkan hutan lindung dan suaka margasatwa untuk habitat flora dan fauna langka dan tidak boleh diburu oleh siapapun dan dikenakan sangksi bagi siapapun yang melakukan perburuan flora dan fauna apapun di dalam area hutan lindung dan suaka margasatwa. Salah satunya Pemerintah Kalimantan Timur mengesahkan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) menjadi salah satu suaka margasatwa dilindungi yang berfungsi sebagai habitat bagi jenis-Jenis Hewan Langka, Setidaknya Terdapat kurang lebih 60 ekor Beruang madu dan hewan-hewan dilindungi lainnya [9].

Lembaga dan organisasi yang menangani beruang[sunting | sunting sumber]

Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain [10] dan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Balikpapan, adalah organisasi yang sah untuk melindungi dan menaungi suaka margasatwa Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), yang merupakan gambaran dari hutan tropis yang masih 'Virgin'.
Secara Geografis HLSW terletak di 116º 47’ – 116º 55’ Bujur timur dan 01º 02’ – 01º 10’ Lintang selatan. Merupakan kombinasi antara hutan primer (hutan asli) dan hutan sekunder (hutan buatan pengganti hutan yang terbakar di tahun 1997/1998)

Hutan lindung ini menjadi salah satu suaka margasatwa di Balikpapan propinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Disinilah tempat perlindungan dan habitat untuk jenis-Jenis hewan langka. Setidaknya Terdapat kurang lebih 60 ekor Beruang madu atau dalam istilah ilmiahnya Helarctos malayanus dan pelbagai hewan-hewan dilindungi lainnya. Tempat ini Memiiki fasilitas penunjang seperti Pusat penelitian Tumbuhan dan Hewan, jembatan gantung, Menara Pengintai, Sampan, dan lain-lain. [9]

Penggunaan Beruang pada simbol-simbol[sunting | sunting sumber]

Beruang cokelat yang dinamai Misha dipakai sebagai Maskot Olimpiade 1980 (Olympic Games) di Moskow, Russia
Berni, Beruang cokelat untuk maskot Bayern Munich
Beruang madu sebagai Maskot Kota Balikpapan 2001-2013

Beruang Cokelat cukup populer digunakan sebagai Maskot, logo atau simbol-simbol lainnya di beberapa negara di Benua Amerika, Eropa dan Asia.

Penggunaan pada klub olah raga. Penggunaan beruang untuk maskot pada klub olah raga diantaranya Bayern Munich (yang memakai maskot beruang cokelat yang dinamai berni), Chicago Bears, California Golden Bears, UCLA Bruins, Boston Bruins).

Penggunaan di Russia. Maskot berbentuk beruang cokelat yang dinamai Misha juga digunakan sebagai Maskot pada Olimpiade Musim Panas pada tahun 1980 yang diselenggarakan Di Moskow, Russia [11] [12].

Penggunaan di Inggris. Logo beruang dan tongkat kayu telah lama digunakan untuk membuat Heraldik, atau karya seni dalam menciptakan dan menghias lambang yang berasal dari Warwickshire, Inggris [13].

Hewan Nasional. Beberapa negara menetapkan Beruang sebagai hewan nasional seperti negara Finlandia dan Russia.
bahkan di Russia sendiri tidak hanya menetapkan Beruang sebagai hewan nasional , tetapi juga sangat erat di mayoritas masyarakat di Russia, oleh karena tidak heran bila beruang juga sebagai ciri khas yang umum di Russia.

Logo perusahaan dan logo produk komersial juga banyak (namun tidak semua) yang menggunakan beruang sebagai logonya.

Penggunaannya di Indonesia. Diawali dengan dimulainya penelitian jangka panjang untuk beruang madu di Hutan Lindung Sungai Wain. Hutan itu, terletak di pinggir batas Balikpapan, adalah 'rumah' alami bagi beruang madu liar yang diperkirakan sekitar 50-100 ekor. Penelitian dan upaya-upaya perlindungan menghasilkan publikasi dan perhatian yang terfokus dengan baik pada beruang madu. Pada tahun 2001, [[Balikpapan, satu dari kota terbesar di Kalimantan, mengangkat secara resmi beruang madu sebagai Maskot Kota, beruang khas Kalimantan Timur yang mulai di ambang kepunahan, dan terdapat kalimat "KUBANGUN, KUJAGA, KUBELA" dan "HELARCTOS MALAYANUS" [14], dan menetapkan lambang Manututung sebagai lambang kota.


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) "Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan". Pusat Bahasa Kemendiknas Rep. Indonesia. 2008. 
  2. ^ (Inggris) Pokorny (1959) indo-european.nl Asal usul kata (dalam bahasa Inggris)[pranala nonaktif]
  3. ^ Bunnell, Fred (1984). In Macdonald, D. The Encyclopedia of Mammals. New York: Facts on File. hlm. 87. ISBN 978-0-87196-871-5. 
  4. ^ (Inggris) Clark, Douglas (2003). "Polar Bear–Human Interactions in Canadian National Parks, 1986–2000". Interaksi Beruang Kutub-Manusia di Taman nasional Kanada. Ursus 14 (1): 65–71. 
  5. ^ (Inggris) Artikel tentang permasalahan beruang di Alaska
  6. ^ a b Fredriksson, Gabriella (2005). "Human–sun bear conflicts in East Kalimantan, Borneo Island. (Konflik atara Beruang madu-manusia di Kalimantan Timur.)". Ursus 16 (1): 130–137. doi:10.2192/1537-6176(2005)016[0130:HBCIEK]2.0.CO;2. 
  7. ^ a b c Goldstein, Isaac; Paisley, Susanna; Wallace, Robert; Jorgenson, Jeffrey P.; Cuesta, Francisco; Castellanos, Armando (2006). "Andean bear–livestock conflicts: a review". Ursus 17 (1): 8–15. doi:10.2192/1537-6176(2006)17[8:ABCAR]2.0.CO;2. 
  8. ^ (Indonesia) "Identitas flora dan fauna Bengkulu". BKKHN. Diakses 2013. 
  9. ^ a b (Indonesia) "Hutan Lindung Sungai Wain". Disporabudpar Balikpapan. 2011. "Suaka margasatwa HLSW" 
  10. ^ (Indonesia) "Badan Pengelola HLSW dan DAS Manggar". Badan Pengelola Hutan Lindung Sungaiwain.org/. 2010. Diakses 19 Desember 2010. 
  11. ^ (Inggris) "Philip Barker: Sochi 2014 have lot to live up to match Misha farewell at Moscow 1980". Inside the Games. Diakses 24 Februari 2014. 
  12. ^ (Inggris) Olympic Studies Centre (Januari 2013). "Olympic Summer Games Mascots from Munich 1972 to London 2012". diterbitkan oleh Organisasi Komite Olimpiade Internasional / Volume 1. hlm. 5, Detail info Maskot Olimpiade Musim Panas tahun 1980 di Moscow. Diakses Januari, 2013. 
  13. ^ (Inggris) Warwickshire County Council, Civic heraldry
  14. ^ (Indonesia) Pemkot Balikpapan. "Pariwisata Balikpapan". balikpapan.go.id. Diakses 2013-09-09. 


Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Bears of the World dalam bahasa Inggris, Terry Domico, pemfoto oleh Terry Domico dan Mark Newman, Facts on File, Inc., 1988, hardcover, ISBN 978-0-8160-1536-8.
  • The Bear dalam bahasa Inggris, oleh William Faulkner.
  • Brunner, Bernd: Bears: A Brief History dalam bahasa Inggris. Oleh New Haven dan London: Surat Kabar Yale University, 2007.