Basileios II Boulgaroktonos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Basil II)
Lompat ke: navigasi, cari
Basileios II
Kaisar Bizantium
Pendahulu Ioannes I Tzimiskes
Pengganti Konstantinus VIII
Dinasti Dinasti Makedonia
Ayah Romanos II
Ibu Theophano


Basileios II (bahasa Yunani: Βασίλειος Β΄ Βουλγαροκτόνος, Basileios II Boulgaroktonos, 958 – 15 Desember 1025), adalah Kaisar Romawi Timur dari dinasti Makedonia yang berkuasa dari tanggal 10 Januari 976 hingga 15 Desember 1025. Di bawah kekuasaannya, Kekaisaran Romawi Timur mencapai puncak kejayaannya. Ia dikenal pada masanya sebagai Basil Porphyrogenitus dan Basil Muda untuk membedakannya dari leluhurnya, Basileios I Makedonia.

Tahun-tahun di awal pemerintahannya yang panjang didominasikan oleh perang sipil melawan jenderal yang kuat dari aristokrasi Anatolia. Setelah penyerahan mereka, Basil mengawasi stabilisasi dan perluasan perbatasan timur Kekaisaran Bizantium, dan diatas semua itu, penaklukkan akhir dan lengkap Bulgaria, musuh utama kekaisaran Eropa setelah perjuangan yang panjang. Untuk ini ia dijuluki oleh penulis kemudian sebagai "Pembunuh Bulgar" (bahasa Yunani: Βουλγαροκτόνος, Boulgaroktonos) dimana ia dikenal. Pada kematiannya, Kekaisaran membentang dari Italia Selatan ke Kaukasus dan dari Danube ke perbatasan Palestina, sejauh teritorial terbesar sejak Penaklukan Islam empat abad sebelumnya.

Meskipun perang hampir konstan, Basil juga menunjukkan dirinya sebagai seorang administrator yang cakap, mengurangi kekuatan Dynatoi yang mendominasi pemerintahan kekaisaran dan militer, sementara mengisi perbendaharaan Kekaisaran. Keputusan penting Basil lainnya adalah menawarkan pernikahan adindanya Anna dengan Vladimir I dengan imbalan dukungan militer yang menyebabkan Kristenisasi Rus' Kiev Rus Kiev dan penggabungan negara-negara penerus Rus Kiev kemudian didalam tradisi budaya dan agama Bizantium.

Kelahiran dan masa kecil[sunting | sunting sumber]

Basileios merupakan putra Kaisar Romanos II dan Kaisarina Theophano, yang keluarga ibundanya berasal dari Yunani[1][2][3][4][5][6] dari Peloponnesos,[7] yang diduga berasal dari kota Sparta.[8] Leluhur dari pihak ayahandanya tidak jelas, diduga leluhurnya adalah Basileios I Makedonia, sesepuh dinasti tersebut yang dikaitkan sebagai beragam Bangsa Armenia, Slavik, atau Yunani. Dipastikan ayahanda Leon VI ho Sophos (kakek moyang Basil II) diduga bukan Basileios I melainkan Mikhael III.[9] Keluarga Mikhaēl III adalah Anatolia dari Phrygia dan berkebudayaan dan berbicara bahasa Yunani, meskipun awalnya dari iman sesat Athinganoi. Pada tahun 960, Basileios dinaikkan keatas takhta oleh ayahandanya yang kemudian meninggal pada tahun 963 ketika Basileios hanya berusia lima tahun. Karena ia dan saudaranya, calon Kaisar Konstantinus VIII (bertakhta 1025–1028) terlalu muda untuk memerintah dengan haknya sendiri, ibunda Basileios Theophano menikah dengan salah satu jenderal pemimpin Romanos, yang naik takhta sebagai Kaisar Nikephoros II Phokas beberapa bulan kemudian pada tahun 963. Nikephoros tewas terbunuh 969 oleh keponakannya Ioannes I Tzimiskes, yang kemudian menjadi kaisar dan memerintah selama tujuh tahun. Ketika Tzimisces meninggal pada tanggal 10 Januari 976, Basileios II akhirnya naik takhta sebagai kaisar senior.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Link FA

Templat:Link FA

Templat:Link FA

  1. ^ Nicol, Donald MacGillivray (1992). Byzantium and Venice: A Study in Diplomatic and Cultural Relations. Cambridge University Press. hlm. 44. ISBN 0-521-42894-7. "Basil II was aware that Otto had been made susceptible to Byzantine influence and ideas by his Greek mother Theophano." 
  2. ^ McCabe, Joseph (1913). The empresses of Constantinople. R.G. Badger. hlm. 140. OCLC 188408. "(Theophano) came from Laconia, and we may regard her as a common type of Greek." 
  3. ^ Diacre, Léon le – Talbot, Alice-Mary – Sullivan, Denis F. (2005). The History of Leo the Deacon: Byzantine Military Expansion in the Tenth Century. Dumbarton Oaks. hlm. 99–100. ISBN 0-88402-324-9. "Nikephoros himself claimed that he wished to maintain his customary moderate lifestyle unaltered, avoiding cohabitation with a wife..And he took in marriage the wife of Romanos, who was distinguished in beauty, and was indeed a Laconian woman." 
  4. ^ Bury, John Bagnell – Gwatkin, Henry Melvill – Whitney, James Pounder – Tanner, Joseph Robson – Previté-Orton, Charles William – Brooke, Zachary Nugent (1923). The Cambridge medieval history. Camb. Univ. Press. hlm. 67–68. OCLC 271025434. "The new ruler, Romanus II… took possession of the government, or rather handed it over to his wife Theophano. We have already seen who this wife was. The daughter of Craterus, a poor tavern-keeper of Laconian origin, she owed the unhoped-for honour of ascending the throne solely to her beauty and her vices." 
  5. ^ Durant, Will – Durant, Ariel (1950). The Story of Civilization: The age of Faith; a history of medieval civilization – Christian, Islamic, and Judaic – from Constantine to Dante: A.D. 325–1300. Simon and Schuster. hlm. 429. OCLC 245829181. "Perhaps Romanus II (958–63) was like other children, and did not read his father's books. He married a Greek girl, Theophano; she was suspected of poisoning her father-in-law and hastening Romanus' death" 
  6. ^ Hyslop, R. (2008). Varangian. Cuthan Books. hlm. 545. ISBN 0-9558718-2-4. "Theophana, a Greek inn-keeper's daughter, married the emperor Romanus II in 958. She was alleged to have murdered this husband to marry the general Nicephorus" 
  7. ^ Goodacre, Hugh George (1957). A handbook of the coinage of the Byzantine Empire. Spink. hlm. 203. OCLC 2705898. "Theophano, in spite of her accomplishments, was but of the humblest birth…she came from Laconia, no doubt bringing with her thence the peerless beauty of the Greek type. Romanus II and Theophano were married about the year 956" 
  8. ^ Miller, William (1964). Essays on the Latin Orient. A. M. Hakkert. hlm. 47. OCLC 174255384. "The Emperor Constantine Porphyrogenitus, who wrote about the middle of the tenth century, has left us a favourable sketch of the Peloponnese as it was in his day. His biography represents that city (Sparta) – of which the contemporary Empress Theophano, wife of Romanos II and Nikephoros Phokas, was perhaps a native." 
  9. ^ Gregory, p. 225