Augustus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Octavianus Augustus
Kaisar ke-1 dari Kekaisaran Romawi
Patung yang dikenal sebagai Augustus dari Prima Porta, abad ke-1
Masa kekuasaan 16 Januari 27 SM – 19 Agustus 14 M
Nama lengkap Imperator Gaius Julius Caesar Octavianus Divi Filius Augustus
Lahir 23 September 63 SM
Tempat lahir Roma, Republik Romawi
Wafat 19 Agustus 14 M (umur 75)
Tempat wafat Nola, Italia, Kekaisaran Romawi
Pemakaman Musoleum Augustus, Roma
Pendahulu Tidak ada (Kekaisaran didirikan)
Pengganti Tiberius
Pasangan dari Clodia Pulchra (42 SM - 40 SM)
Scribonia (40 SM - 38 SM)
Livia Drusilla (37 SM - 14 M)
Anak Julia the Elder
Gaius Caesar (adoptif)
Lucius Caesar (adoptif)
Agrippa Postumus (adoptif)
Tiberius (adoptif)
Ayah Gaius Octavius
Ibu Atia Balba Caesonia

Gaius Julius Caesar Augustus (23 September 63 SM19 Agustus 14), yang bergelar Kaisar Octavianus Augustus atau Kaisar Agustus (bahasa Latin: Imperator Caesar Divi Filivs Avgvtvs), adalah Kaisar Romawi pertama dan salah satu yang paling berpengaruh. Ia mengakhiri perang saudara berkepanjangan dan menciptakan kedamaian, kesejahteraan, dan kemegahan di Kekaisaran Romawi, yang dikenal dengan sebutan Pax Romana atau kedamaian Romawi. Memerintah sebagai penguasa tunggal mulai tahun 27 SM sampai matinya tahun 14 M. Ia menikah dengan Livia Drusilla dan langgeng hingga lebih dari 51 tahun. Setelah mati, Tiberius menggantikannya sebagai kaisar Romawi.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Augustus Caesar adalah Kaisar Romawi setelah Julius Caesar. Ia adalah anak angkat dari Julius Caesar dan termasuk orang terdekatnya. Ia memiliki nama asli Gaius Octavius atau sering disebut Octavian yang dilahirkan pada 63SM. Octavian dididik oleh Julius Caesar secara langsung ilmu kemiliteran dan politik. Octavian tumbuh menjadi pemuda tampan, gagah, pintar serta sangat disayang Julius Caesar.

Ketika Julius Caesar dibunuh pada 44SM, Octavian digadang-gadang sebagai penerusnya, namun saat itu Octavian masih berumur 18 tahun dan masih belajar. Walau Octavian orang dekat dari Julius Caesar dan digadang-gadang menjadi penggantinya namun jalan itu tak serta merta mulus. Setelah kematian sang kaisar,Romawi mengalami pergumulan politik untuk merebut kekuasaan.

Banyak bangsawan dan tokoh politik yang mengincar kedudukan Kaisar Romawi, termasuk pula Octavian. Mereka semua terlibat dalam pertempuran sengit untuk merebut tahta Kaisar. Octavian akhirnya bersekutu dengan Mark Anthony yang merupakan sahabat Julius Caesar dan memiliki pengaruh besar pada pasukan Julius Caesar.

Kecerdikan Octavian ini membuahkan hasil. Bersama Mark Anthony, Octavian berhasil merebut kekuasaan Romawi dan memenagkan pergulatan politik dan akhirnya Octavian menjadi Kaisar Romawi. Daerah taklukannya pun kemudian dibagi dua, Mark Anthony dibagian timur dan Octavian dibagian barat.

Dalam perjalanannya, Octavian dan Mark Anthony sering berselisih paham gara-gara perempuan. Pasalnya Anthony lebih sibuk mengurus perempuannya yaitu Cleopatra dibanding mengurus wilayah kepemimpinannya sedangkan Octavian sangatlah fokus terhadap wilayah kekuasaannya dan tidak suka terhadap sikap Mark Anthony yang tidak terlalu mengurusi negara. Semakin lama perbedaan prinsip diantara mereka berdua semkin meruncing sehingga meletuslah peperangan diantara mereka. Tentulah bisa ditebak siapa yang menjadi pemenangnya. Ya tentulah Octavian. Sedangkan Mark Anthony dan Cleopatra akhirnya bunuh diri.

Setelah kematian Mark Anthony, mutlaklah Octavian menjadi penguasa tunggal Romawi mengulang kesuksesan Julius Caesar. Octavian pun menerima gelar Augustus pada umur 30 tahun dan namanya lebih sering disebut sebagai Augustus Caesar.

Sebenarnya gelar Augustus sendiri diberikan oleh senat Romawi yang artinya Raja. Octavian sendiri tak terlalu menganggap istimewa gelar tersebut dan tak pernah merasa sebagai Raja. Sebelum memimpin Romawi, Octavian terkenal beringas dan tegas namun saat ia sudah dipuncak kepemimpinan sifatnya berubah bijak dan lembut. Hal ini menarik simpati rakyat dan senat Romawi.

Pada 27SM, Octavian mengumumkan akan merubah sistem pemerintahan kerajaan menjadi Republik. Reputasi Octavian pun naik tajam apalagi ia bersedia mundur dari berbagai jabatan yang dipegangnya. Namun kenyataannya ia tetap berkuasa atas Spanyol, Suriah dan Gaul yang merupakan basis militer terkuat Romawi. Secara teori, Romawi telah berubah menjadi Republik dan Octavian menjadi warga biasa namun kenyataannya rakyat dan senat Romawi sangat percaya pada Octavian dan memberikan jabatan apa saja yang diinginkan Octavian karena Octavian telah nerhasil merebut hati mereka. Octavian atau Augustus sendiri secara tak kentara tetaplah seorang kaisar dan diktator efektif dalam makna yang sebenarnya.

Octavian atau Augustus Caesar sangatlah piawai dalam memimpin Romawi. Ia betul-betul sang negarawan sejati dimana ia bisa menekan pemberontakan dan menutup celah-celah yang berpotensi menjadi perpecahan untuk perang saudara. Wibawa dan kharismanya begitu tinggi. Ia menjadi panutan bagi pemimpin Romawi sesudahnya. Dibawah kepemimpinannya juga Romawi berhasil memperluas wilayahnya hingga Spanyol, Swiss, Galatia – Asia Kecil.

Selain tentang wilayah penaklukan, Augustus atau Octavian juga piawai mengurus pemerintahan dan urusan sipil. Ia merombak sistem keuangna dan perpajakan negara itu. Memperkuat Angkatan bersenjata terutama Angkatan laut. Ia juga menjadi yang pertama dalam menetapkan protokoler kerajaan serta menetapkan dasar-dasar dalam memilih pemimpin Romawi sesudahnya dan menjadi acuan dalam menunjuk pemimpin.

Augustus juga berhasil mengembangkan sarana dan prasarana publikseperti membangun jaringan jalan raya yang luas di segenap daerah kekuasaannya, membangun perumahan rakyat yang indah dan megah, membangun kuil-kuil dan mendorong Romawi menjadi negara yang taat beragama. Serat menetapkan cara mendidik dan mengasuh anak.

Dibawah kepemimpinannya, keadaan Romawi teramat tenteram dan sumber alamnya berkelimpahan. Rakyatnya makmur, negara aman dan tenteram. Seni, budaya dan arsitektur berkembang pesat. Kesussastraan dan ilmu pengetahuan mengalami masa keemasan. Banyak penyair berbakat serta budayawan hebat yang hidup di masa ini. Seperti Virgil, Horacc dan Livy, sedangkan Ovid walau ia termasuk budayawan termashur, namun karena sering mengecam Augustus akhirnya ia diusir dari Romawi. Octavian atau Augustus tak memiliki penerus laki-laki. Ia kemudian mengambil anak angkat, Tiberius danmenetapkan menjadi penggantinya kelak sepeninggalnya. Namun Tiberius dan kaisar-kaisar sesudahnya tak sepandai Augustus sehingga mengalami kemerosotan. Nmaunketentraman dan keamanan yang telah diletakkan dasar-dasarnya oleh Augustus dalam Pax Romana tetap bertahan hingga 200 tahun sesudahnya.

Augustus Caesar meninggal dunia pada 14 SM. Ia memerintah Romawi selama 40 tahun. Dibawah kepemimpinannya Romawi menjelma menjadi puncak dan pusat kebudayaan kuno sekaligus sumber dari bangsa-bangsa besar sesudahny seperti Mesir, Babylon, Yunani dan lainnya.


Walau Augustus belum bisa ditandingkan dengan kebesaran Julius Caesar namun namanya sering disandingkan dengan Aleksander Agung ,Mao Tse Tung, dan George Washington

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Agustus memerintah mulai tanggal 16 Januari 27 SM sampai kematiannya, tanggal 19 Agustus 14 M Pada zaman pemerintahannya:

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]