Caligula

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Patung Caligula di Museum Louvre, Paris.

Gaius Iulius Caesar Germanicus Caligula (Antium, 31 Agustus 12Roma, 24 Januari 41), atau juga dikenal sebagai Gaius Caesar atau Caligula, adalah seorang Kaisar Romawi. Ia mulai naik takhta pada tahun 37 sampai dibunuh seorang serdadu pada tahun 41. Masa pemerintahannya yang pendek ditandai dengan kekejaman yang luar biasa. Sayangnya masa pemerintahannya juga salah satu masa pemerintahan yang kurang didokumentasikan.

Putra seorang prajurit[sunting | sunting sumber]

Sebuah caliga

Caligula adalah putra termuda pasangan Germanicus dan Vipsania Agrippina maior. Ia masih cicit (buyut) Kaisar Agustus. Caligula besar di perkemahan tentara. Oleh karena itu ia di kemudian hari disebut Caligula (sandal (prajurit) kecil dari bahasa Latin caligae).

Masa kecil di Capri[sunting | sunting sumber]

Sestertius dicetak pada tahun 37 mengingat Agrippina, ibu Gaius "Caligula". Sebelah kiri adalah gambar Agrippina, sedangkan sebelah kanan adalah kereta yang mengangkut abunya (sisi balik koin).

Ayahnya Germanicus meninggal dunia pada tahun 19 di wilayah Timur dalam keadaan mencurigakan. Ibunya Vipsania Agrippina maior, yang bertahun-tahun membela suaminya yang dibunuh dan akhirnya menuduh Tiberius akhirnya dibuang oleh Tiberius dan tewas kelaparan. Lalu Tiberius juga menyuruh membunuh kedua kakak Caligula (Nero dan Drusus). Caligula sendiri tidak dibunuh oleh Tiberius karena ia masih muda. Kala itu Caligula harus secara terpaksa hidup dengan pamannya; Tiberius di Capri.

Sudah jelas Caligula menderita pada masa kecilnya. Oleh karena itu salah satu perintahnya ketika menjadi kaisar ialah mengambil abu ibunya dan diarak pada sebuah kereta mengelilingi Roma. Lalu ia memerintahkan untuk mencetak uang koin demi memperingati peristiwa ini (MEMORIAE AGRIPPINAE – mengingat Agrippina). Abu kedua kakaknya dan ayahnya juga diambilnya.

Kehidupan Aneh Caligula[sunting | sunting sumber]

Pada masa hidupnya, Caligula sangat-sangat mencintai adik kandungnya Drusilla, selain kuda yang juga dibawa tidur olehnya, dan diberikan sebuah kamar yang sangat mewah. Caligula juga memerintah dengan sangat kejam, dimana dia membunuh semua orang yang hanya dalam taraf dicurigainya.