Gajah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Gajah
Rentang fosil: Pliosen–Sekarang
Gajah Afrika.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Upafilum: Vertebrata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Gray, 1821
Subfamili

Famili Elephantidae (gajah) adalah mamalia darat terbesar yang masih hidup, serta famili dari ordo Pachyderm, dan satu-satunya famili yang tersisa dari ordo Proboscidea.

Gajah adalah salah satu hewan yang ada di Indonesia.[rujukan?] Gajah adalah binatang menyusui (mammalia) dan merupakan hewan darat terbesar di dunia.[1] Terdapat 2 spesies gajah di dunia yaitu:

  1. Gajah Asia atau Gajah India (Elephas maximus).[2]
  2. Gajah Afrika (Loxodonta aricana).[3]

Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan, masa kehamilan terlama dibandingkan hewan darat lainnya.[4] Berat anak gajah pada umumnya 120 kilogram dan seekor gajah bisa hidup selama kurang lebih 70 tahun.[5]

Gajah juga pernah digunakan dalam peperangan sebagai gajah perang, yang digunakan untuk menyerang musuh.[6] Gajah adalah satu-satunya mamalia di dunia yang tidak bisa melompat.[7]

Spesies gajah[sunting | sunting sumber]

Gajah Afrika merupakan hewan darat terbesar di dunia.[8] Sepanjang 55 juta tahun terdapat 500 spesies gajah yang dikenal dan hanya dua spesies yang masih ada yaitu gajah Asia elephas maximus dan gajah Afrika loxodonta africana.[9] Spesies gajah Asia dan gajah Afrika mulai terpecah kira-kira dua juta tahun dahulu.<[10] Gajah Asia berbeda dengan gajah Afrika.[11] Gajah Asia memiliki telinga lebih kecil sedikit daripada gajah Afrika, mempunyai dahi yang rata, dan dua bonggol di kepalanya merupakan puncak tertinggi gajah, dibandingkan dengan gajah Afrika yang mempunyai hanya satu bonggol di atas kepala.[rujukan?] Selain itu, ujung belalai gajah Asia hanya mempunyai 1 bibir, sementara gajah Afrika mempunyai 2 bibir di ujung belalai.[rujukan?] Kedua jenis kelamin gajah Afrika mempunyai gading sementara hanya gajah Asia jantan yang mempunyai gading yang jelas terlihat.[7]

Ada pula spesies gajah kerdil atau pygmy elephants dengan nama latin elephas maximus borneensis adalah spesies terkecil gajah, bahkan lebih kecil dari gajah Sumatra.[12] Ukuran tubuhnya hanya sekitar 2,5 meter, seperti pada ukuran bayi gajah lainnya, gajah ini berkerabat dekat dengan Gajah Kalimantan. Data menunjukkan bahwa DNA pada gajah kerdil adalah sama sekali berbeda dari gajah Asia dan gajah Afrika, hal ini berarti bahwa gajah kerdil merupakan subspesies baru dari gajah.[13] Habitat tempat hidup mereka ada di kedalaman hutan Borneo, perbatasan antara Kalimantan Timur - Indonesia dengan Malaysia.[13]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Penyebaran gajah di Asia meliputi India, Asia Tenggara termasuk Indonesia bagian barat dan Sabah (Malaysia Timur).[14] Sedangkan gajah di Afrika pernyebarannya meliputi sebagian besar daratan Afrika yang berupa padang rumput.[15] Di Indonesia, gajah terdapat di Sumatera (gajah Sumatera) dan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (gajah Borneo).[rujukan?]

Makanan[sunting | sunting sumber]

Gajah termasuk dalam kategori hewan herbivora.[16] Ia menghabiskan 16 jam sehari untuk mengumpulkan makanan.[17] Makanannya terdiri atas sedikitnya 50% rumput, ditambah dengan dedaunan, ranting, akar, dan sedikit buah, benih dan bunga. Karena gajah hanya mencerna 40% dari yang dimakannya, mereka harus mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Gajah dewasa dapat mengonsumsi 300 hingga 600 pon (140-270 kg) makanan per hari. Enam puluh persen dari makanan tersebut tertinggal dalam perut gajah dan tidak dicerna.

Reproduksi[sunting | sunting sumber]

Sebagai anggota dari kelas mammalia, gajah berkembangbiak dengan cara melahirkan dari masa kehamilan kurang lebih 22 bulan.[3] Pada saat lahir, bayi gajah memiliki berat sekitar 120kg dengan tinggi 90cm, dan bayi gajah adalah salah satu bayi mammalia terbesar di dunia.[7]

Perilaku sosial[sunting | sunting sumber]

Gajah hidup di dalam urutan sosial yang terstruktur. Kehidupan sosial dari jantan dan betina sangat berbeda. Betina menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam satu kelompok keluarga yang terdiri atas ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan bibi. Kelompok ini dipimpin oleh gajah betina tertua dan ketika seekor gajah betina sedang mengandung, maka 2 - 3 gajah betina lainnya akan menemani hingga si ibu gajah melahirkan.[7] Sedangkan jantan dewasa menghabiskan waktunya dalam kehidupan sendiri (tidak berkelompok).[18]

Keunikan gajah[sunting | sunting sumber]

Meskipun berbadan besar, gajah adalah hewan perenang yang handal. Mereka dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km.[5]

Gading gajah yang besar merupakan sepasang gigi seri pada bagian depan rahang atas, yang terus tumbuh selama gajah hidup meskipun tidak tumbuh terlalu panjang.[7]

Tengkorak gajah yang besar dan kuat, berisi otak yang sangat cerdas.[7] Oleh karena itu, gajah mempunyai ingatan yang sangat baik dan jarang melupakan perintah - perintah yang telah diajarkan.[8] Seekor gajah mampu mengingat 25 perintah atau aba - aba dan mampu membuat alat untuk digunakan sendiri, sebagai contoh, gajah akan mematahkan tonggak kayu untuk menggaruk punggungnya.[3]

Oleh karena daya ingat gajah, seorang novelist terkenal Agatha Christie, membuat novel yang berjudul ''Elephants Can Remember''.[19] Berkisah tentang seorang penulis Adriadne Oliver yang menuliskan cerita nyata mengenai pembongkaran kasus bunuh diri dua orang temannya 12 tahun yang lalu dibantu oleh detektif Belgia Hercule Poirot.[20]

Kuburan gajah[sunting | sunting sumber]

Menurut legenda, semua gajah di daerah tertentu, jika sudah tua, gajah akan pergi ke suatu tempat sendirian untuk menunggu malaikat maut menjemput ajalnya.[21] Tempat itulah yang disebut dengan kuburan gajah dan konon di tempat ini tertimbun banyak sekali gading gajah yang sudah mati, jika kita berhasil menemukannya maka kita akan menjadi kaya.[21]

Selama bertahun - tahun para petualang mencari kebenarannya, meskipun ditemukan kumpulan kerangka gajah, namun bukan berarti itu adalah kuburan gajah.[7] Di Siberia telah ditemukan sejumlah besar gading gajah yang terkubur di dalam tumpukan salju, tetapi gading tersebut ternyata merupakan fosil milik mammoth (gajah purba) yang telah mati 10.000 tahun yang lalu.[7]

Desas - desus mengenai kuburan gajah adalah tidak benar adanya, itu hanya merupakan legenda biasa.[21]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Elephants, Melissa Stewart
  2. ^ Biology, medicine, and surgery of elephants By Murray E. Fowler, Susan K. Mikota
  3. ^ a b c "Ilmu Pengetahuan Populer". PT Widyadara. 1986.
  4. ^ India's wildlife in 1959-70: an ecological survey of the larger mammals of peninsular India.
  5. ^ a b Siswoko, Tedi:"Mammalia (Binatang Menyusui)". 2009. KIDS JP
  6. ^ War Elephants By John M. Kistler, Richard Lair
  7. ^ a b c d e f g h Rahasia Dunia Binatang - Gajah Mammalia yang Melahirkan.PT Elex Media Komputindo.1996
  8. ^ a b Disney's Ensiklopediaku Yang Pertama. PT Widyadara. Jakarta.
  9. ^ Endocrine, physical and behavioural correlates of musth in African elephants ... By André Ganswindt
  10. ^ Mammoths, mastodonts, and elephants: biology, behavior, and the fossil record By Gary Haynes
  11. ^ [1] Endangered Wildlife and Plants of the World: Dee-fox By Marshall Cavendish Corporation]
  12. ^ http://www.youtube.com/watch?v=gV-HXzkmy0I dilihat pada 13-04-2010
  13. ^ a b http://www.panda.org/what_we_do/endangered_species/elephants/asian_elephants/borneo_pygmy_elephant/ dilihat pada 13-03-2010
  14. ^ The Asian elephant: an action plan for its conservation By Charles Santiapillai, Peter Jackson, IUCN/SSC Asian Elephant Specialist Group
  15. ^ Browse in Africa By International Livestock Research Institute.
  16. ^ Beyond conservation: a wildland strategy By Peter Taylor
  17. ^ Elephants By Karen Dudley
  18. ^ The Amboseli Elephants: A Long-Term Perspective on a Long-Lived Mammal By Cynthia J. Moss, Harvey Croze, Phyllis C. Lee
  19. ^ http://www.agathachristie.com/story-explorer/stories/elephants-can-remember/ dilihat pada 13-04-2010
  20. ^ Christie, Agatha. "ELephants Can Remember". 1972. UK
  21. ^ a b c Seok Ho, Kim:"3 Menit Belajar Pengetahuan Umum". PT Bhuana Ilmu Populer. 2009