Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat tahun 2008.

Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kamus ekabahasa resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Kamus ini menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku, karena kamus ini merupakan kamus bahasa Indonesia terlengkap dan yang paling akurat yang pernah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki hak paten dari pemerintah Republik Indonesia yang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Sejarah penerbitan[sunting | sunting sumber]

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga tahun 2005.

Edisi pertama (1988)[sunting | sunting sumber]

Edisi pertama adalah hasil pengembangan dari Kamus Bahasa Indonesia yang terbit pada tahun 1983. Kamus ini baru memuat 62.100 lema.

Edisi kedua (1991)[sunting | sunting sumber]

Edisi kedua adalah revisi pertama KBBI dan memuat 72.000 lema.

Edisi ketiga (2005)[sunting | sunting sumber]

Edisi ketiga memuat 78.000 lema. Menurut Dr. Dendy Sugono, Kepala Pusat Bahasa, kamus ketiga ini masih terasa banyak sekali kosakata yang belum masuk. Tetapi harap diingat bahwa KBBI adalah Kamus Umum berisi kosakata umum, sehingga dalam kamus tidak termasuk berbagai istilah. Untuk penggunaan kamus bidang ilmu tertentu Pusat Bahasa juga memiliki kamus Istilah.[1]

Edisi keempat (2008)[sunting | sunting sumber]

Edisi keempat memuat lebih dari 90.000 lema. Pada edisi ini KBBI diperkaya kosakata yang berasal dari kamus istilah, pada edisi ini kamus disusun berdasarkan paradigma.

Edisi kelima[sunting | sunting sumber]

Edisi kelima kemungkinan besar akan dirilis pada tahun 2013, dengan perkiraan penambahan kata sekitar 2.000 kata.[2]

Kamus Besar Bahasa Indonesia daring[sunting | sunting sumber]

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan atau KBBI daring merupakan versi daring dari KBBI edisi ketiga yang diluncurkan pada tahun 2008.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Majalah Media Watch Habibie Center, no 49/15. Edisi 15 September-15 Oktober 2006. Artikel: Penggunaan Bahasa dalam Media. Hal 29
  2. ^ (Inggris)The Jakarta globe, diakses pada tanggal 21 September 2011.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]