Muhammad bin Maslamah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Muhammad bin Maslamah (Bahasa Arab: محمد بن مسلمة الأنصاري‎) adalah seorang sahabat dari golongan Kaum Ansar yang mempunyai postur tubuh yang besar jika dibandingkan dengan para sahabat yang lain. Bersifat pendiam dan serius. Dia dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.

Muhammad bin Maslamah adalah sahabat Anshar dari suku Aus. Ia termasuk orang-orang yang masuk Islam di awal waktu melalui dakwah sahabat Mush’ab bin Umair di Madinah. Dialah satu-satunya sahabat Nabi yang memiliki nama Muhammad sebelum ia masuk Islam.

Ia terlibat di banyak jihad pertempuran melawan orang kafir Quraisy pada saat itu.

Jasa[sunting | sunting sumber]

Di antara jasanya ialah berhasil membunuh salah satu pemuka kaum Yahudi yaitu Ka'ab bin al-Asyraf. Nabi Muhammad memberinya gelar sebagai Pahlawan Rasulullah.

Kisahnya, sebagaimana dikutip dari dakwah.id, bermula ketika kaum musyrikin harus menelan kekalahannya dalam perang Badar, maka Ka’ab bin Al-Asyraf membuat syair-syair ratapan yang mengandung celaan dan hujatan kepada Nabi Muhammad dan kaum muslimin. Ia datang ke Mekkah menyenandungkan syair tersebut di hadapan penduduknya, bahkan ia juga mencela para muslimah pada waktu itu.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لِيَ بِكَعْبِ بْنِ الْأَشْرَفِ فَإِنَّهُ قَدْ أَذَي اللهَ وَرَسُوْلَهُ

Siapakah yang mau menyelesaikan urusanku dengan Ka’ab bin Al-Asyraf? Karena sesungguh dia telah menghina Allah dan Rasul-Nya.

Tanpa basa-basi Muhammad bin Maslamah langsung menyahut, “Saya yang akan melakukannya wahai Rasulullah, apakah Anda ingin aku membunuhnya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ya!”

Maka Muhammad bin Maslamah berjanji di hadapan Rasulullah untuk membunuh Ka’ab. Dan Allah pun menolongnya menunaikan janji tersebut.

Demikianlah pembelaan sahabat kepada Nabinya. Mereka tahu bahwa mencela Nabinya, sama saja dengan mencela Allah dan kaum muslimin secara keseluruhan. Oleh sebab itu, pelakunya berhak mendapatkan hukuman yang pantas.

Karena sikap amanahnya, jujur dan tegas dalam menjalankan tugas, dia dilantik menjadi pengawas ketika zaman Kekhalifahan Umar bin Khattab dalam mengawasi prilaku dan kepribadian wakil khalifah di seluruh negara.

Ketika terjadinya Perang Jamal dan Pertempuran Shiffin, dia bersikap netral dan tidak menyebelahi pihak manapun. Muhammad bin Maslamah meninggal dunia pada bulan Safar tahun 46 Hijriah Ketika berumur tujuh puluh tujuh tahun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Muhammad bin Maslamah, Teladan Menyikapi Orang yang Menghina Nabi, Abdul Halim Trihantoro. Diakses tanggal 10 November 2020.