Fatimah binti al-Khattab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Fatimah binti al-Khattab adalah adik dari Khalifah kedua Umar ibn al-Khattab bersama dengan Zaid bin al-Khattab dan salah satu awal wanita pengikut nabi Islam, Muhammad S.A.W.. Dia adalah putri bungsu Khattab ibn Nufayl, yang menikah dengan keponakannya, Sa'id bin Zaid. Fatimah bersama suaminya, Sa'id bin Zaid masuk Islam bersama-sama pada waktu yang sama.[1]

Keislaman Umar[sunting | sunting sumber]

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Abbas atau Ibnu 'Abbas ra berkata: "Aku bertanya pada Umar bin Khattab tentang keislamannya". Jawab Umar: "Aku keluar rumah setelah 3 hari Hamzah masuk Islam, seseorang dari Bani Makhzumi telah masuk Islam. Apakah kamu meninggalkan agama nenek moyangmu demi memeluk agama Muhammad S.A.W.?" Seseorang berkata: "Jika engkau ingin berbuat sesuatu, lihat siapa yang lebih kamu berhak pada mereka?" Umar bertanya: "Siapa dia?" Orang itu menjawab: "Saudari perempuanmu dan sepupumu" (maksudnya, Fatimah binti al-Khattab dan Sa'id bin Zaid).

Umar berkata: "Aku bergegas menemui mereka, pintu rumahnya tertutup dan kudengar suara bacaan, saat itu Khabbab bin al-Arat sedang membacakan pada Fatimah dan suaminya. Kubuka pintu dan kubertanya: Apa yang kudengar tadi? Terjadi perdebatan di antara kami, kutempeleng wajahnya hingga darah menetes". Kudengar kalian sudah mengikuti agama Muhammad, memeluk Islam.

Fatimah berkata: "Hei Umar, agama yang benar bukan yang kau anut, أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمداً رسول الله". Ketika melihat darah menetes di wajah adik perempuannya, ia menyesal dan minta lembaran yang dibaca oleh saudarinya. Jawab Fatimah: "Engkau bernajis dan tidak suci, mandi dulu". Umarpun melakukannya kemudian diambil dan dibacanya lembaran wahyu Al-Qur'an tertulis Surah Ta Ha ayat 1-6.

[2][3]

Referensi[sunting | sunting sumber]